
Sign up to save your podcasts
Or


Semangat Beramal Saleh
Oleh: Minah Mahabbah
Voice Over Talent : Maya R
NarasiPost.com-“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal saleh, nasihat-menasihati dengan kebenaran, serta nasihat-menasihati dalam kesabaran.” (QS al-Ashr [103]: 1-3).
Sungguh beruntung dan bahagia bagi seorang manusia yang mampu menjadikan dunia sebagai ladang untuk beramal saleh. Karena hidup di dunia merupakan suatu kesempatan yang Allah berikan kepada kita agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk beramal saleh. Apa yang kita lakukan di dunia, nanti akan menentukan hidup kita kelak di akhirat. Maka dari itu, sudah seharusnya kita bersemangat dalam menjalankan amal saleh.
Kita ketahui bahwa kehidupan dunia ini bukanlah tujuan utama namun jembatan kita untuk menuju akhirat. Sebagai mukmin sejati sudah seharusnya menjadikan dunianya untuk beramal saleh. Senantiasa memperbanyak bekal dengan menjadi hamba yang bertakwa. Dengan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aala, maka kebahagiaan hakiki akan mampu kita raih.
Allah Subhanahu Wa Ta’aala berfirman yang artinya:
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.” (QS. Al Baqarah ayat 197)
Kehidupan dunia ini hanya sementara, karena itu jadikan iman atau takwa sebagai pendorong diri kita untuk semangat beramal saleh.
Naskah Selengkapnya :https://narasipost.com/2021/06/09/semangat-beramal-saleh/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Perempuan Teduh
Judul : Perempuan Teduh
Voice Over Talent : Fani R
NarasiPost.Com-Bicara tentang perempuan, sejatinya kita bicara tentang masa depan peradaban. Hampir di setiap sejarah, perempuan selalu berperan penting dalam melahirkan serta menumbuh kembangkan generasi cerdas bakal pemimpin ulung.
Sebut saja, misalnya Muhammad Al Fatih bin Murad II yang lahir dari seorang ibu bertakwa lagi taat. Juga, Nabi Muhammad Saw yang diutus Allah Swt sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, lahir dari rahim seorang ibu yang lembut lagi tulus.
Buku ini memaparkan pentingnya peran perempuan dalam membangun peradaban, perempuan yang berilmu, selalu dekat dengan Rabb-Nya, serta ia memahami fitrahnya yang hakiki. Realita dunia hari ini di tengah sistem sekuler kapitalistik telah menggerus secara perlahan fitrah perempuan yang hakiki.
Tak sedikit perempuan yang mengejar kesetaraan dengan laki-laki. Gaung feminisme sudah menjadi opini umum di tengah masyarakat saat ini. Ide-ide kesetaraan gender yang dipelopori oleh tokoh-tokoh perempuan Indonesia seakan menjadi permasalahan urgent dan harus segera diatasi. Namun, di buku ini penulis sangat piawai dalam meluruskan kekeliruan yang digaungkan oleh kaum feminisme dengan bahasa yang sederhana dan ringan.
Tak cukup itu, perempuan hari ini sangat menyukai dunia kecantikan. Berbagai ajang fashion show memberikan ruang bagi perempuan untuk bersaing hanya untuk diakui siapa yang paling cantik. Berbusana dengan gaya kekinian, dihiasi pernak pernik yang menarik, berdandan dengan penuh pesona hingga dirinya layak disebut sebagai primadona dalam sehari. Ada kutipan kalimat yang cukup apik dalam buku ini (kecantikan tak pernah bertahta sepanjang masa. Semua memiliki batas. Kalau ada kecantikan yang hakiki, maka itu terletak pada kemuliaan hati).
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/20/perempuan-teduh/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Sajak Nestapa
Oleh : Afiyah Rasyad
Voice Over Talent : Mels
NarasiPost.Com-Bertabur kemiskinan di belantara negeri
Riak-riak jumawa dipelihara
Tahta dijadikan alat kebengisan
Sajak nestapa menjuntai
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/03/sajak-nestapa/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Optimislah
Oleh: Aya Ummu Najwa
Voice Over Talent : Arien S
NarasiPost.Com-Saat seseorang divonis dengan covid-19 atau penyakit-penyakit serius lainnya, apa yang dirasakan hampir semua orang, bahwa mental kita akan down dan jatuh dalam pesimistis. Namun sungguh ini adalah bisikan-bisikan rutin yang dihembuskan oleh setan ke dalam hati seseorang, agar ia tiba-tiba menjadi orang yang lemah, yang tak punya harapan.
Agar psikisnya jatuh terlebih lagi jika dia mungkin dirawat di rumah sakit, apalagi di kamar isolasi yang sering kali dianggap tidak bersahabat dengan kejiwaan seseorang. Ditambah lagi jika kondisinya tidak kunjung mengalami perubahan positif atau malah menurun, apabila progresnya negatif ia akan kembali pesimis, jiwa dan mentalnya akan jatuh.
Saudaraku yang semoga Allah sembuhkan. Sesungguhnya itu semua adalah hembusan bisikan setan. Pesimistis dan mental yang jatuh itu bukan perintah Allah dan bukan pula perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan sebaliknya.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/02/optimislah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Bahaya Gagal Bayar Utang Negara
Oleh: Dia Dwi Arista
Voice Over Talent : Yeni M
NarasiPost.Com-Utang Indonesia terus bertambah, apalagi sejak pandemi berlangsung, utang melonjak tak terkendali. Tercatat utang Indonesia pada akhir Juni 2021 sudah mencapai angka Rp6.554,56 triliun. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para pengamat ekonomi.
Sebagaimana yang diungkapkan ketua BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), Agung Firman Sampurna, dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/6/21), jika utang dan bunga pemerintah Indonesia sudah melampaui pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) dan penerimaan negara. Sehingga menimbulkan kekhawatiran jika pemerintah akan menghadapi penurunan kemampuan dalam membayar utang dan bunganya. (ekonomi.bisnis.com, 22/6/21).
Utang yang menumpuk, ketika terjadi gagal bayar mempunyai dampak yang signifikan terhadap rakyat dan negara ini. Krisis akibat turunnya nilai mata uang tidak bisa dihindari. Bahkan negara ini terancam digadai dan dijarah jika pemerintah masih belum jera menambah utang, lalu gagal bayar.
Rakyat yang akan menerima dampak langsung dari akibat gagal bayar utang. Konsekuensi yang akan dihadapi rakyat adalah kemungkinan naiknya pajak untuk menggenjot pendapatan negara dalam menutupi pembayaran utang luar negeri.
Selain itu, inflasi berujung krisis tidak akan bisa dihindari. Berkaca pada sejarah penanganan krisis ala kapitalis di Indonesia, kemungkinan besar yang bisa dilakukan pemerintah adalah mencetak uang baru dan jual aset negara yang sudah tembus Rp10.000 triliun. Mengingat ada opsi untuk jual aset negara ketika terpepet bayar utang. Meski Dirjen Kekayaan Negara, Isa Rachmatarwata, mengaku tidak akan pernah menjual aset negara untuk bayar utang.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/29/bahaya-gagal-bayar-utang-negara/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Rabb
Oleh: Choirin Fitri
Voice Over Talent : Dewi F & Giriyani
NarasiPost.Com-Malam ini, netraku sulit terpejam. Meski kupaksakan, tetap tak mau terpejam barang sejenak. Ragaku rebah, tetapi angkanku melayang.
Pertanyaan demi pertanyaan dari kakak tingkat yang kutemui setelah salat Zuhur di kampus terngiang kembali. Pertanyaan itu belum pernah kutemui sebelumnya. Pertanyaan yang mendobrak imanku, yang selama ini ada.
“Kamu muslim? Kenapa muslim?”
Kujawab enteng saja, “Iya … karena orang tuaku muslim. Wajar dong, aku muslim.” Ia pun tersenyum.
“Yakin, Allah Tuhanmu? Seberapa yakin?”
Kujawab dengan cengengesan pertanyaannya yang makin aneh. Sambil garuk-garuk kepala yang nggak gatal.
“Yakin, sih. Tapi nggak seratus persen. Semacam … ada keraguan. Kadang merasa emang Allah itu ada. Kadang merasa Allah itu nggak tahu ada atau enggak.”
Kini aku menutup mukaku, merasa bodoh tadi memberikan jawaban semacam itu. Dan, rasanya ingin sembunyi di balik selimut agar tak ada yang tahu. Aaaaah … sebelum kulakukan, kata-kata kakak tingkatku terngiang kembali.
Ia menunjuk tempat sampah dan bertanya, siapa yang meletakkan. Lalu, berganti menunjuk tembok kampus, siapa yang mengecat. Lanjut, menunjuk karpet masjid tempat kami duduk, siapa yang membersihkan.
“Nah, pasti ada yang meletakkan tempat sampah di situ. Pasti tembok itu juga ada yang ngecat. Dan, tentunya ada yang membersihkan karpet ini. Meski kita tidak tahu siapa yang melakukannya.“
“Apalagi kalau kamu bisa melihat gunung menjulang di sana. Langit biru yang membentang tanpa penyangga. Bumi yang luas tanpa batas. Pasti ada yang menciptakan. Masak iya, yang menciptakan patung?”
Naskah Selengkapnnya : https://narasipost.com/2021/07/27/rabb/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Negara Tambah Utang: Demi Selamatkan Rakyat atau Korporat?
Oleh. Neneng Sri Wahyuningsih
Voice Over Talent : Giriyani
NarasiPost.Com-“Utang luar negeri telah menimbulkan perlambatan pertumbuhan ekonomi bagi negara yang punya utang besar, bahkan lebih jauh lagi utang luar negeri telah membawa banyak negara berkembang yang memiliki utang besar masuk ke dalam jebakan utang (debt trap) dan ketergantungan utang (debt overhang) [Kenen (1990) dan Sachcs (1990)].
Pada acara bedah buku “Mengarungi Badai Pandemi” di Youtube Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Sabtu (24/7/2021), Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan alasan mengapa pemerintah terus mengambil utang di tengah pandemi saat ini. Menurutnya, pandemi Covid-19 merupakan tantangan besar karena dapat mengancam manusia dan merusak perekonomian negara. Meski begitu, tetap harus dihadapi. Sehingga untuk menyikapi persoalan ini, pemerintah pun harus mengeluarkan kebijakan yang extra. Kondisinya pendapatan negara menipis, sedangkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN) membengkak guna memenuhi anggaran di bidang kesehatan, bantuan sosial, membantu masyarakat, daerah, dan menjaga perekonomian. Lantas dari mana dananya untuk memenuhi semuanya ini? Maka negara pun mengambil kebijakan untuk menambah utang lagi. Konon, mereka akan melakukan apa saja demi menyelamatkan warga dan perekonomian negeri ini. (CnnIndonesia.com, 24/7/20221)
Hanya saja, muncul spekulasi di tengah-tengah publik. Mampukah negara melunasi utang-utang tersebut di masa depan? Benarkah alasan di balik berutang ini untuk menyelamatkan rakyat?
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/01/negara-tambah-utang-demi-selamatkan-rakyat-atau-korporat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Virus Narkoba sang Pembunuh Generasi
Oleh : Messy Ikhsan
Voice Over Talent : Fani R
NarasiPost.Com-Heloo, Guys! Siapa sih yang tidak pusing kalau tiap hari, bahkan tiap detik disodori dengan pemberitaan yang tak kunjung usai? Selalu ada masalah baru yang membuat dada terasa sesak. Ah, rasanya ingin kecewa, marah, sakit hati, semua bercampur menjadi satu.
Bagaimana tidak, dari dulu sampai kini, masalah dan motif pengguna narkoba selalu sama. Hanya saja, pemerannya yang terkadang berbeda-beda. Bahkan, tak jarang para pelaku terjatuh di lubang yang sama. Kebanyakan pelaku berasal dari kalangan atas dan kawula muda, loh, Guys. Mengingat barang haram ini dijual dengan nilai yang fantastis, maka tidak sembarang orang bisa memilikinya.
Jabatan sang pelaku pun bukan kaleng-kaleng, Guys, seperti seorang artis dan pengusaha terkenal. Semua kenikmatan dunia sudah berada dalam genggaman tangan. Akan tetapi, kok bisa ya, mereka terjeremus dalam dunia hitam dan terjangkiti virus narkoba? Ini semakin membuktikan bahwa kekayaan harta tak bisa menjamin kebahagiaan.
Dilansir dari serambinews.com, Nia Ramadhani dan Ardi Bakri mengaku jika menggunakan narkoba karena stres gara-gara pandemi dan tekanan kerja. Hah? Serius? Apa pun alasannya, menggunakan narkoba adalah perbuatan terlarang menurut agama dan undang-undang negara.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/25/virus-narkoba-sang-pembunuh-generasi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Ayah Sejuta Senyum
Oleh : Afiyah Rasyad
Voice Over Talent : Maya R
NarasiPost.Com-“Ayah gak usah mengaturku. Aku punya jalan hidup sendiri. Aku gak mau kayak ayah, radikal!“
Suara Fredy meninggi saat sang ayah bertanya ihwal teman kencannya. Fredy merasa ayahnya akan ikut campur dalam ranah pribadinya. Dia semakin kesal tatkala melihat ukiran senyum tersungging di bibir ayah. Senyum itu terasa sangat mengacaukan jiwa. Antara kebencian dan kerinduan berkecamuk dalam benak pemuda itu.
Kepulangan Fredy ke Indonesia atas titah sang mama. Jalan hidup mereka berseberangan dengan sang ayah. Itulah yang membuat dia hidup terpisah dengan ayahnya. Sejak perceraian ayah dan mama, kekacauan demi kekacauan menyapa Fredy tanpa henti. Bagaimana dia harus menumpahkan air mata saat mama bersikeras mengajukan surat cerai, momen itu begitu terasa menyakitkan.
Memori Fredy menelusuri tiap potongan episode kesedihan dan kenestapaan hidup. Fredy menjumpai banyak kepahitan sejak terbang ke Holand bersama mama. Di sana, sang mama justru terjerumus dalam liarnya arus kehidupan bebas. Setiap malam, pengaruh alkohol menemani sang mama. Jiwanya terguncang atas masalah yang berdatangan. Fredy tumbuh dalam sengitnya perang batin yang menimpa.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/03/ayah-sejuta-senyum/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed