
Sign up to save your podcasts
Or


Pemimpin Ideal Tak Lahir dalam Sistem Kapitalisme Liberal
Oleh. Dia Dwi Arista
Voice Over Talent : Rahmi
NarasiPost.com-Menjadi pemimpin seperti dua mata pisau. Jika ia memimpin dengan kebaikan dan sesuai syariat Islam, maka surga balasannya. Namun, jika jabatannya disalahgunakan dan menzalimi rakyatnya, maka neraka tempat kembalinya.
Seorang pemimpin adalah panutan bagi yang dipimpinnya, ia harus mempunyai jiwa kepemimpinan tinggi, bertanggung jawab, mendahulukan yang menjadi tanggungannya, adil, dan yang terpenting pemimpin adalah orang yang selalu mengajak kepada kemakrufan, bukan kebatilan.
Pemimpin adil, mungkin kalimat ini adalah jeritan hati yang selalu rakyat Indonesia langitkan, di tengah pandemi yang semakin mengganas, perekonomian yang kian sulit, wakil rakyat negeri ini malah terjerat kasus razia. Sebagaimana yang diwartakan oleh cnnindonesia.com pada (08/80/2021) bahwa lima anggota DPRD Labura (Labuhanbatu Utara), terkena razia PPKM saat mereka dugem di tepat hiburan malam.
Mereka terazia bersama belasan orang lainnya. Tak hanya dugem dibarengi tujuh wanita, kelima anggota DPRD ini juga positif mengonsumsi narkoba. Dari 19 orang yang diperiksa, 2 negatif narkoba, 17 positif narkoba jenis ekstasi. Hal ini diketahui, ketika tim gabungan razia PPKM mendapati sisa pecahan narkoba saat penggerebekan terjadi. Jika tabiat wakil rakyat seperti ini, bisakah disebut pemimpin sejati?
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/14/pemimpin-ideal-tak-lahir-dalam-sistem-kapitalisme-liberal/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Data Pribadi Warga Menguap, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Oleh. Ida Royanti
Voice Over Talent : Yeni M
NarasiPost.Com-Masyarakat kembali dibuat resah dengan adanya dugaan kebocoran data pribadi 279 juta warga Indonesia. Terlebih, ada klaim bahwa data itu dijual secara online di forum hacker, Raid Forums yang dapat diakses siapa saja dengan mudah karena bukan merupakan situs gelap (deep web).
Chairman CISReC, Pratama Persadha menyatakan bahwa kebocoran itu sangat berbahaya karena bisa digunakan untuk kejahatan lain, di antaranya, terkait perbankan dengan pembuatan Kartu Tanda Penduudk (KTP) palsu. (Tempo.co, 21/05/2021)
Senada dengan itu, tenaga ahli utama kantor Staf Presiden, Irfan Pulungan menyampaikam bahwa kebocoran data ini sangat mengkhawatirkan karena rawan penyalahgunaan. Salah satu bentuk penyalahgunaan yang mungkin terjadi adalah penipuan, pembobolan akun email dan media sosial, bahkan akses illegal layanan perbankan. (Republikmerdeka, 24/05/2021)
Terungkapnya kebocoran data itu tentu saja menuai polemik, terutama terkait siapa yang harus bertanggung jawab. Tentu masyarakat membutuhkan kejelasan, dengan harapan, kasus ini bisa diusut dengan tuntas. Namun, sampai saat ini, lembaga mana yang harus bertanggung jawab masih diperdebatkan, apakah Menkominfo atau Badan Siber dan Sandi Negara.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/02/data-pribadi-warga-menguap-siapa-yang-bertanggung-jawab/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Belajarlah dari Kisah Cinta Ali dan Fatimah
Oleh : Miladiah al-Qibthiyah
Voice Over Talent : Giriyani
NarasiPost.Com-Hello, Guys. Kenapa ya, anak muda milenial saat ini gampang sekali melakukan budaya tiru-meniru? Jika ada sesuatu yang sedang viral dibicarakan dan dikerjakan orang, seolah menjadi hal yang boleh juga dikerjakan untuk dirinya.
Apalagi jika hal itu adalah sesuatu yang sering mereka lihat dengan mata kepala sendiri, entah melalui tontonan atau yang mereka baca. Saat mereka tidak mencontoh atau mengerjakannya, mereka pun menjadi seperti orang yang dikucilkan, merasa paling kuper, bahkan sampai insecure, loh, Guys. Salah satunya adalah tren menjalin hubungan dengan seseorang yang dicintainya alias berpacaran.
Bagaimana tidak? Di sekitar mereka hampir setiap saat disuguhi dengan aktivitas-aktivitas yang mengarah pada pacaran. Kebanyakan yang melakukan itu adalah anak remaja yang seusia dengan dirinya. So, mereka merasa minder ketika di antara teman-temannya hanya dirinya yang tidak punya pacar. Berbagai stigma negatif pun dialamatkan untuk diri sendiri, tidak lakulah, tidak cantiklah, kuperlah, childish ah. Akhirnya mereka mencari cara agar bisa mempunyai pacar juga demi menghindari stigma negatif itu. Astaghfirullah.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/31/belajarlah-dari-kisah-cinta-ali-dan-fatimah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Solusi Terbaik
Oleh : Deena Noor
Voice Over Talent : Mels
NarasiPost.Com-Harga pangan lagi-lagi naik
Telah disampaikan nasihat dan kritik
Cuaca selalu menjadi alasan klasik
Pangan adalah kebutuhan rakyat
Kebutuhan rakyat tanggung jawab negara
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/09/solusi-terbaik/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Mencetak Generasi Pewaris Surga
Oleh: Dini Prananingrum, ST
Voice Over Talent : Maya R
NarasiPost.Com-Anak saleh dan salehah merupakan dambaan setiap orang tua. Selain sebagai penyejuk hati, anak juga merupakan tabungan di akhirat kelak. Namun, saat ini para orang tua menghadapi tantangan begitu besar. Mendidik anak di era globalisasi perlu dibekali ilmu yang akan menunjang perkembangan dan pertumbuhan anak-anak.
Massifnya media sosial yang tak terkendali, serta lingkungan yang tak sejalan dengan pendidikan Islam, tak dimungkiri membuat kondisi sang anak akhirnya jauh dari harapan orang tua. Tak jarang kita menemukan generasi muda kini kering jiwanya dan syaraf ketaatannya telah mati suri, hingga mereka terjerat arus pergaulan bebas, narkoba, tawuran antar pelajar, depresi hingga melakukan self harm serta kriminalitas lainnya yang meresahkan orang tua, bahkan masyarakat.
Maka tugas mendidik dan mengasuh anak di era kini menjadi tidak mudah. Namun, bukan berarti akhirnya kita menyerah dan pasrah, ikut terbawa arus perkembangan zaman yang semakin jauh dari Islam. Ini karena anak adalah amanah dari Allah Swt. yang harus kita persiapkan sejak dini sebagai generasi pewaris surga, yang akan menjadi harta berharga dan penyelamat keluarga. Karena itu, sudah selayaknya para orang tua kini menghujamkan cita-cita tertingginya, yaitu kelak bisa “sesurga sekeluarga”, berkumpul bersama anak-anak dan keluarga yang dicintai di Surga Allah Swt. Tepiskan cita-cita menjadikan anak-anak sukses duniawi semata, tetapi nir-akhlak dan adab, bahkan jauh dari saleh-salehah
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/08/mencetak-generasi-pewaris-surga/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Vulgarnya Pendidikan Seks
Oleh. Salasiah, S.Pd
Voice Over Talent : Dewi F
NarasiPost.Com-Sayyidina Ali bin Abi Thalib telah mengungkapkan, “Didiklah anakmu sesuai zamannya”. Beliau menegaskan peran orang tua dalam mendidik anak, menjadi orang tua yang terbuka, open mind memahami perkembangan zaman yang mengondisikan sistem dan lingkungan anak. Bukan menjadi orang tua yang kolot, memaksakan tanpa sepemahaman zaman.
Justru sikap yang diambilnya adalah gambaran dari kekalahan orang tua memahami kondisi zaman anaknya.
Ketua KPAI, Susanto menegaskan bahwa konten porno itu konten berbahaya. Dampak negatifnya serius bagi tumbuh kembang anak, Maka, konten porno tak boleh dilihat anak. Meski ditemani, menonton konten porno tetap tidak dibenarkan. Susanto meminta orang tua tetap memperhatikan etika perlindungan anak.
Media jaringan online memungkinkan bahkan mempermudah anak-anak kita menonton film porno, mau yang jenis anime atau jenis apapun segala macam ada muatan yang konten porno yang sengaja disisipkan. Kamenkominfo mengakui tidak mudah menutup situs-situs porno. Belasan situs dan games porno saat ini terus mengancam anak-anak yang mengandung unsur pornografi dan kekerasan. Misalnya Narutop dan Grand Theft Auto (GTA) games berjudul San Andreas, Vice City serta Bully. GTA yang berisi rencana besar untuk mencuri mobil, awalnya adalah upaya pemerintah AS memberikan inspirasi bagi para tentaranya. Namun belakangan lebih banyak berisi adegan-adegan porno. Ironisnya, sebagian besar orang tua menyatakan tidak tahu bahwa games dan situs tersebut mengandung unsur pornografi.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/09/vulgarnya-pendidikan-seks/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Merindu Pejabat yang Mencintai Rakyat
Oleh. Isty Da’iyah
Voice Over Talent : Giriyani
NarasiPost.Com-Pandemi Covid-19 semakin mengganas, rakyat setiap hari selalu diliputi rasa cemas. Entah kecemasan akan terpapar virus Covid-19 atau kecemasan yang tersebab oleh tekanan ekonomi akibat pandemi yang belum juga melandai. Namun, hal berbeda justru dilakukan para pejabat di negeri ini, yang masih sempat membuat dagelan tidak lucu untuk rakyatnya. Hal ini bukan hanya dari satu atau dua pejabat saja, sering dan sudah berkali-kali lontaran narasi yang dilakukan oleh para pejabat terhormat, membuat sedih hati rakyat.
Seperti cuitan di sebuah akun twitter yang viral di media sosial baru-baru ini, seorang pejabat masih sempat mereview sinetron di kala PPKM Darurat. Hal ini jelas memantik cibiran publik lantaran perbuatannya tersebut, karena hal ini dilakukan di tengah banyaknya korban akibat pandemi Covid-19. (Suara.com 17/12)
Sementara, diberitakan oleh Tempo.co (18/7/21), di tengah krisis badai Covid-19 dan pemberlakuan PPKM Darurat, sejumlah menteri di Kabinet Presiden Jokowi masih melakukan perjalanan ke luar negeri. Hal ini menjadi sorotan Direktur Eksekutif Instituts for Development on Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, yang menyatakan perilaku para menteri ini belum menunjukan adanya sense of crisis, di tengah naiknya angka kasus orang terinfeksi keganasan virus ini.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/27/merindu-pejabat-yang-mencintai-rakyat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Anomali Demokrasi: Kebebasan Hanya Ilusi
Oleh. Hana Annisa Afriliani, S.S
Voice Over Talent : Yeni M
NarasiPost.Com-Demokrasi yang senantiasa menggaungkan kebebasan dalam segala hal, termasuk kebebasan berekspresi, nyatanya seringkali menampakkan anomali. Demokrasi tak benar-benar memfasilitasi sebuah kebebasan yang katanya bagian dari hak asasi manusia. Sebaliknya, demokrasi menerjemahkan kebebasan berdasarkan sudut pandang liberalisme, bukan sudut pandang yang universal.
Ya, betapa tidak, baru-baru ini kembali terjadi sebuah potret penodaan terhadap hak asasi terhadap kaum perempuan, yakni seorang tim nasional bola tangan di Norwegia. Pasalnya, ia menolak menggunakan bikini saat bertanding dalam Kejuaraan Olahraga Handball Pantai Eropa alias European Beach Handball Championship di Varna, Bulgaria,
Sebagaimana dilansir oleh Jawapos.com (21-07-2021), bahwa akibat penolakannya tersebut sang perempuan terkena denda sebesar EUR 1500 atau setara dengan Rp25,7 juta. Sejatinya, memang telah ditetapkan aturan berbusana bikini pada setiap pertandingan kelas internasional yang berada di bawah naungan Federasi Handball International (IHF). Hal tersebut tidak boleh dilanggar.
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/31/anomali-demokrasi-kebebasan-hanya-ilusi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Bangun Kemitraan Strategis dengan AS, Pertahanan Negara Kebobolan?
Oleh. Rindyanti Septiana S.H.I
Voice Over Talent : Nay Be
NarasiPost.Com-Penting bagi Indonesia meningkatkan pengaruhnya di dunia internasional, salah satunya di bidang militer. Caranya bagaimana? Dengan membangun kemitraan strategis dengan negara adidaya, salah satunya ialah Amerika Serikat. Hal ini dianggap dapat memperkuat kemitraan pertahanan bagi kedua negara. Di samping itu, kerja sama berguna mendukung kawasan Indo-Pasifik bebas dan terbuka. Tak kalah pentingnya lagi, AS siap mendukung modernisasi pertahanan Indonesia. Sekilas memang tampak begitu menguntungkan bagi negeri, tapi publik berhak mempertanyakan apakah latihan militer gabungan dengan asing tak berdampak buruk dan berbahaya bagi pertahanan negara?
Bulan Agustus bukan hanya menjadi bulan peringatan hari kemerdekaan bagi negeri, tapi juga penyelenggaran latihan gabungan dengan ribuan prajurit AS ( U.S Army). Latihan tersebut dimulai sejak tanggal 4 hingga 14 Agustus 2021, bertempat di Pusat Latihan Tempur Baturaja (Sumatera Selatan), Amborawang (Kutai Katanegara), dan Makalisung (Minahasa). (liputan6.com, 2/8/2021)
Berapa jumlah prajurit AS yang akan bergabung dalam latihan militer bersama? Jumlahnya tidak sedikit, karena melibatkan sekitar 1000 prajurit . Sementara Indonesia hanya mengirimkan 850 prajurit TNI AD guna latihan gabungan. Indonesia patut berbangga atau memasang alarm tanda bahaya?
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/07/bangun-kemitraan-strategis-dengan-as-pertahanan-negara-kebobolan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Hakikat Doa untuk Bencana
Oleh: Dia Dwi Arista
Voice Over Talent : Arien S
NarasiPost.Com-“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina”. (Al-Ghafir ayat 60).
Pandemi covid-19 yang sudah berjalan lebih dari setahun, menyisakan duka yang dalam. Tak hanya bagi kaum Muslim, namun seluruh umat manusia. Pandemi kali ini adalah pandemi terparah yang tercatat oleh sejarah. Hingga menelan korban jutaan manusia. Begitu pula dengan Indonesia. Duka itu begitu dalam, puluhan ribu rakyat menjadi korban, di dalamnya terdapat rakyat biasa, petugas medis bahkan ulama-ulama saleh.
Parahnya gelombang kedua, membuat negara ini kelimpungan. Tak sedikit metode yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi. Namun, korban tetap berjatuhan, belum ada titik terang. Hingga imbauan doa bersama pun digaungkan.
Abdul Halim, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmisi (Mendes PDTT), mengirim surat resmi kepada Kepala Desa, pendamping desa dan warga guna melantunkan doa bersama. Ia mengimbau agar seluruh rakyat Indonesia menggelar doa bersama sesuai dengan keyakinannya. Ia berharap dengan doa tersebut wabah akan segera hilang dari bumi Indonesia. (news.detik.com, 3/7/21).
Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/09/hakikat-doa-untuk-bencana/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on :
instagram : http://instagram.com/narasipost
Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter : Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed