Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Perhebat Tasbih Di Tengah Pandemi

    Perhebat Tasbih Di Tengah Pandemi

    Oleh: Aya Ummu Najwa

    (Kontributor Tetap NarasiPost.com)

    Voice Over Talent : Dini P

    NarasiPost.Com-Pandemi belum berakhir, bahkan kian hari kian mencekam dengan banyaknya korban yang berjatuhan. Seakan keadaan ini dibiarkan begitu saja untuk melihat yang bisa bertahan dia akan hidup, dan yang tidak bisa melewatinya maka silakan berjuang sendiri.

    Sebagai seorang muslim mendapati diri kita di tengah pandemi seperti sekarang ini, maka kita tidak bisa lepas dengan apa yang menjadi keyakinan kita, bahwa semua yang terjadi adalah kuasa Allah, pandemi ini adalah salah satu kemahahebatan Allah, bahwa covid-19 adalah salah satu makhluk Allah, maka yang harus kita lakukan adalah berupaya semaksimal mungkin dalam urusan fisik untuk bisa bertahan dan lepas dari pandemi ini, dan juga memperhebat doa dan pujian-pujian kita kepada Allah azza wa jalla.

    Imam Syafi’i rahimahullah menuturkan dalam kitab hilyatul Ulya, jilid ke 9.

    “Aku belum menemukan solusi yang lebih manjur untuk menghilangkan wabah selain bertasbih kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala”

    Dari sini harus dipahami, menjaga dan berusaha secara lahiriah saja belumlah cukup, seperti senantiasa menjaga prokes, social distancing dan sebagainya. Namun di samping itu, hendaknya kita juga mengikuti arahan dari para ulama seperti nasihat Al Imam As Syafi’i rahimahullah di atas, bahwa kita harus memperbanyak dan memperhebat tasbih kita kepada Allah, perhebat pensucian kita kepada-Nya di hari-hari yang mencekam ini.

    Tentu kita tahu, beliau Al Imam As Syafi’i rahimahullah adalah ulama yang masyhur karena keimanan dan keilmuan beliau, sehingga nasihat beliau bagaikan sebuah oase di tengah Sahara yang luas.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/05/perhebat-tasbih-di-tengah-pandemi/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Jebakan Sekularisme Lahirkan Manusia Hedonis

    Jebakan Sekularisme Lahirkan Manusia Hedonis

    Oleh. Ummu Zhafira (Ibu pegiat literasi)

    Voice Over Talent : Giriyani

    NarasiPost.Com-Selama sekularisme kapitalistik menjadi asas kehidupan manusia, selama itu pula manusia hanya akan berjalan tak tentu arah. Mereka mengejar sesuatu yang semu. Hingga pada akhirnya mereka tersesat dalam lembah kehinaan dan penyesalan.

    Baru-baru ini pasangan keluarga sultan, Nia Ramadhani dan Adi Bakrie dibekuk polisi lantaran mengonsumsi narkoba jenis sabu. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu, 7 Juli 2021 lalu. Selain pasangan muda itu, kasus ini juga menyeret sopirnya yakni ZN (41). (Cnnindonesia.com, 08/07/21)

    Anak dan menantu salah satu konglomerat di Indonesia itu mengaku bahwa mereka telah menggunakan sabu sejak empat atau lima bulan lalu. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, di Polres Jakpus menyatakan bahwa tekanan pekerjaan di masa pandemi menjadi pemicu mereka mengonsumsi barang haram tersebut. (Liputan6.com, 08/07/2021)

    Kehidupan berkecukupan nyatanya tak menjamin lahirnya ketentraman dalam kehidupan. Sebaliknya, kondisi hidup yang mungkin diimpikan oleh sebagian orang itu nyatanya menyimpan sisi gelapnya. Tekanan hidup justru seringkali membuat para jutawan lari ke barang-barang terlarang yang tentu bisa menimbulkan kemudaratan.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/26/jebakan-sekularisme-lahirkan-manusia-hedonis/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Kawan, Tinggalkanlah Aku

    Kawan, Tinggalkanlah Aku

    Oleh: Kamila Khairani

    Sastrawan, Pendidik Generasi dan Member Akademi Menulis Kreatif

    Voice Over Talent : Arien S

    NarasiPost.Com-Kawan, betapa sayang aku padamu

    Bahagia merajut ukhuwah bersamamu
    Agar persahabatan tak menjadi jemu
    Membendung kesia-siaan yang bertamu

    Laksana curahan hujan

    Yang biaskan kesegaran
    Hingga hadirnya dinantikan
    Oleh setiap jiwa yang merindukan

    Atau seperti arakan awan

    Meski tak selalu datangkan hujan
    Namun, selalu berikan kesejukan
    Bagi setiap yang terlewatkan

    Begitupun oase di tengah tandusnya padang pasir

    Menjadi pengharapan bagi setiap musafir
    Mengundang kebahagiaan yang tak terpikir
    Sebagai jawaban atas hati yang senantiasa berzikir


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/10/kawan-tinggalkanlah-aku/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    4 min
  • Pajak Mencekik: Kebijakan Keliru Negara Berbasis Kapitalisme

    Pajak Mencekik: Kebijakan Keliru Negara Berbasis Kapitalisme

    Oleh. Raihana Hazimah

    Voice Over Talent : Dewi F

    NarasiPost.Com-Riuh sudah suara rakyat menggema akibat wacana pengenaan pajak pada banyak simpul hidup masyarakat. Sudahlah masih tertatih bangkit dari hantaman pandemi yang itu pun belum usai, rakyat makin dibuat terseok lagi dengan wacana kebijakan yang acapkali tak pro-rakyat.

    Dalam draf Revisi Kelima Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP) telah mengeluarkan 2 jenis barang dan 11 jenis jasa dari daftar bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dalam Pasal 4A, dua jenis barang yang dimaksud, yakni barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya, tidak termasuk hasil pertambangan batubara, serta barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak. Kemudian 11 jenis jasa layanan yang disebutkan adalah:

    1. Jasa pelayanan kesehatan medis
    2. Jasa pelayanan sosial
    3. Jasa pengiriman surat dengan perangko
    4. Jasa keuangan
    5. Jasa asuransi.
    6. Jasa pendidikan
    7. Jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan
    8. jasa angkutan umum di darat dan di air serta jasa angkutan udara dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri
    9. Jasa tenaga kerja
    10. Jasa telepon umum dengan menggunakan logam
    11. Jasa pengiriman uang dengan wesel pos.
    12. (cnbcindonesia.com, 10/06/2021)

      Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/27/pajak-mencekik-kebijakan-keliru-negara-berbasis-kapitalisme/


      Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

      Follow us on :

      instagram : http://instagram.com/narasipost

      Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

      Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

      Twitter : Http://twitter.com/narasipost

      10 min
    13. Setusuk Sosis Bakar

      Setusuk Sosis Bakar

      Oleh: Hafida Nurfa

      Voice Over Talent : Dewi Na

      NarasiPost.Com-“Terimakasih telah membeli, Mbak.“

      Suara wanita paruh baya itu terdengar ramah di telinga Siska. Tiada bosan-bosannya sang pedagang menawarkan makanan yang dia jual. Siska hanya mengangguk sekali, lalu berjalan menjauh dari pedagang yang menjual bakso dan sosis bakar itu.

      “Rasanya aku ingin mati saja,” ucap Siska lirih.

      Pandangan Siska terlihat kosong. Pikirannya melayang ke peristiwa beberapa jam yang lalu. Dimulai dari pertengkaran orang tua Siska yang berujung perpisahan, lalu nilai ujiannya yang di bawah rata-rata, si pacar yang berkhianat, dan seseorang yang Siska anggap sahabat, diam-diam selama ini menceritakan keburukan di belakangnya.

      Cukup sudah. Siska tak tahu pasti, telah berapa lama ia melamun di jembatan ini. Gadis berambut cokelat dengan sedikit warna oranye itu menutup mata ketika perlahan kaki kanannya tak lagi menginjak kerasnya jembatan.

      “Inilah akhirnya …” gumam Siska.

      Lima menit Siska menunggu. Namun, telinganya tak kunjung mendengar gemericik air saat tubuhnya terjatuh, atau merasakan hantaman derasnya air sungai. Malahan gadis itu merasa ada yang menarik tangannya secara tergesa-gesa. Siska membuka matanya yang sayu, menemukan wanita tadi, sang pedagang sosis bakar yang tadi ia beli.

      “Kenapa ibu menyelamatkan saya?” tanya Siska dengan suara gemetar, masih terkejut dengan apa yang tadi ia ingin lakukan. Wanita itu menggeleng.

      “Saya tidak menyelamatkanmu. Sang Mahakuasalah yang telah menyelamatkanmu,” jawab wanita itu dengan lembut.


      Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/08/setusuk-sosis-bakar/


      Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

      Follow us on :

      instagram : http://instagram.com/narasipost

      Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

      Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

      Twitter : Http://twitter.com/narasipost

      8 min
    14. Islam Memandang Kesenjangan Sosial

      Islam Memandang Kesenjangan Sosial'

      Oleh. Dara Millati Hanifah, S.Pd

      Voice over talent : Nay Beiskara

      NarasiPost.Com-Di tengah pandemi yang masih merajalela, ternyata jumlah orang kaya di Indonesia semakin meningkat. Padahal ekonomi saat ini tidak sedang baik-baik saja. Banyak usaha yang gulung tikar dan banyak juga para pekerja yang harus menerima Pemutusan Tenaga Kerja (PHK) sebagai akibat dari pandemi ini.

      Menurut data lembaga keuangan Credit Suisse, jumlah penduduk Indonesia dengan kekayaan bersih 1 juta dolar AS pada tahun 2020, yakni mencapai 171.740 orang. Angka tersebut melonjak 61,69 persen dari jumlah penduduk dengan kriteria yang sama pada 2019, yakni sejumlah 106.215 orang. Adapun jumlah mereka yang memiliki kekayaan lebih dari 100 juta dolar pada tahun 2020 mencapai 417 orang atau naik 22,29 persen dari tahun sebelumnya. (Kompas.com 13/07/2021)

      Shorrock Anthony, Ekonom dan Penulis laporan global wealth report mengatakan pandemi ini memberikan dampak jangka pendek yang cukup besar pada kondisi pasar global. Ia menjelaskan bahwa kondisi pasar global mengalami peningkatan sebelum terjadinya pandemi. Hal itu membuat mereka tetap meningkatkan nilai aset yang dimilikinya. Dengan begitu kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin melebar.

      Adapun Nannette Hecler Fayd’herbe kepala invenstasi Credit Suisse mengatakan fenomena ini terjadi karena adanya penurunan suku bunga yang dilakukan bank sentral di seluruh dunia. Menurutnya, dengan adanya penurunan tersebut dapat membantu meningkatkan harga saham dan harga rumah selama pandemi. Hal itulah yang membuat mereka mendapatkan untung selama pandemi. (detikfinance.com 23/06/2021).


      Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/04/islam-memandang-kesenjangan-sosial/


      Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

      Follow us on :

      instagram : http://instagram.com/narasipost

      Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

      Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

      Twitter : Http://twitter.com/narasipost

      6 min
    15. Jika Hidupmu Membosankan

      Jika Hidupmu Membosankan

      Oleh: Ana Nazahah (Kontributor Tetap Narasipost.com)

      Voice Over Talent : Ana Nazahah

      NarasiPost.Com-Ada banyak di antara kita yang menjalani hidupnya dengan perasaan kosong dan hampa. Menjalani rutinitas hidup itu-itu saja. Sehingga terselip rasa bosan dan perasaan bahwa hidup belum berguna.

      Bayangkan, sejak matahari terbit, kita telah berjibaku dengan daftar pekerjaan panjang. Sebelum akhirnya tidur kembali untuk mengulangi aktivitas yang sama.

      Ibu rumah tangga, mendedikasikan seluruh waktunya untuk mengurus rumah. Memasak, mencuci, menyapu, belanja dan begitu terus sepanjang hidupnya, menjalani peran yang sama.

      Wanita karir pun sama. Setelah pekerjaan beres di rumah. Aktivitas berlanjut ke dunia kerja. Bekerja dari pagi sampai petang. Lalu pulang untuk mengulang agenda dan rutinitas yang sama. Tidur di malam hari untuk merebahkan tubuh demi persiapan hari esok yang sama.

      Kita bisa bayangkan betapa lelahnya menjalani rutinitas yang sama dalam jangka waktu yang bukan sesaat. Jadi, wajar jika ada perasaan bosan terselip jika jiwa dan raga diterpa lelah. Terlebih jika aktivitas yang dijalani ini ternyata tidak sesuai ekspektasi yang diharapkan. Stres terkadang bisa menyerang.

      Memang benar, hidup adalah masalah. Adanya perasaan lelah berujung stres pun sunatullah. Meski hidup tak selalu susah, ada kebahagian kecil kadang menghampiri kita. Saat mendapat gaji atau sekadar mampu melunasi hutang pakaian di butik kesayangan kita. Mampu membeli kosmetik dan memiliki wajah yang kinclong untuk dipamerkan ke orang-orang. Kita lantas bahagia.

      Tapi, apakah kita sudah benar-benar bahagia? Bahagia yang sesungguhnya? Apakah peran hidup yang kita ambil sudah sedemikian sempurna, sehingga merasa fix inilah tujuan hidup yang kita cita? Jika esok-esok kita hidup hanya untuk mengulang rutinitas yang sama. Di mana rasa kekosongan kembali tiba. Bosan lagi-lagi menghampiri kita.


      Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/25/jika-hidupmu-membosankan/


      Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

      Follow us on :

      instagram : http://instagram.com/narasipost

      Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

      Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

      Twitter : Http://twitter.com/narasipost

      15 min
    16. Polemik Statuta UI, Inkonsistensi Kebijakan yang Mudah Gonta-ganti

      Polemik Statuta UI, Inkonsistensi Kebijakan yang Mudah Gonta-ganti

      Oleh. Ana Nazahah

      (Kontributor Tetap Narasipost.com)

      Voice Over Talent : Yeni M

      NarasiPost.Com-Gaduh berubahnya Statuta UI memunculkan kritik pedas mayoritas rakyat negeri pertiwi, membuat Rektor UI Ari Kuncoro akhirnya melepaskan jabatannya sebagai Komisaris Utama Bank BRI. Kendati Ari telah melepaskan jabatannya, namun rakyat negeri ini terlanjur dibuat kecewa akibat sikap pemerintah yang lagi-lagi dinilai inkonsisten dalam menegakkan aturan.

      Rakyat mempertanyakan kredibilitas pejabat dalam menjalankan amanah. Mengapa demi segelintir orang aturan bisa digonta-ganti? Mengubah PP Nomor 68 Tahun 2013 terkait rektor UI yang dilarang rangkap jabatan. Kemudian melahirkan kebijakan baru, yakni PP Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI yang ditandatangani Jokowi pada 2 Juli 2021.

      Jika rakyat hanya diam menyaksikan pejabat melanggar hukum dan tidak memaksa negara untuk berbuat adil terkait polemik rangkap jabatan Rektor UI, akankah Ari Kuncoro mengundurkan diri? Tentu saja tidak. Dari awal negara memang sudah menyatakan sikap membenarkan rangkap jabatan Rektor UI, dengan mengeluarkan kebijakan baru yakni PP Nomor 75 Tahun 2021. Mengubah status pelaku pelanggaran yang tadinya bersalah menjadi dibenarkan.

      Sikap ini jelas memperlihatkan kebijakan yang plin-plan. Terlebih Presiden Jokowi sendiri pernah menyampaikan melalui sebuah video milik Kantor Media Antara. Di dalam video yang viral tersebut, Jokowi menolak tegas rangkap jabatan. “Tidak boleh ngerangkep-ngerangkep jabatan. Kerja di satu tempat saja belum tentu bener, kok,” kata Jokowi dengan tegas di video tersebut. Namun sayangnya, ketegasan Jokowi ternyata hanya pepesan kosong. Berubahnya Statuta UI menunjukkan inkonsistensi kebijakan. Hukum begitu mudah diganti.


      Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/27/polemik-statuta-ui-inkonsistensi-kebijakan-yang-mudah-gonta-ganti/


      Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

      Follow us on :

      instagram : http://instagram.com/narasipost

      Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

      Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

      Twitter : Http://twitter.com/narasipost

      9 min
    17. Gemericik Asa

      Gemericik Asa

      Oleh : Afiyah Rasyad

      ( Kontributor Tetap NarasiPost.Com )

      Voice Over Talent : Fani R

      NarasiPost.Com-Jiwa mengembara

      Di antara lahapan huru-hara
      Kezaliman bergelora
      Tertawa di atas hati yang sengsara

      Bukan sekadar puji-puja

      Ada tumpukan nominal di atas meja
      Rasa peduli lenyap begitu saja
      Pada jabatan hati dan akal bermanja

      Jubah kecongkakan berhias permata

      Selalu bahagia di atas derita
      Walau lisan berucap cinta
      Padahal nol besar tanpa bukti nyata

      Gemericik asa

      Mengintip di setiap masa
      Adanya perubahan dalam tampuk kuasa
      Berjejal kepalsuan yang luar biasa


      Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/09/gemericik-asa/


      Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

      Follow us on :

      instagram : http://instagram.com/narasipost

      Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

      Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

      Twitter : Http://twitter.com/narasipost

      3 min
    18. Serius Hadapi PNS Misterius

      Serius Hadapi PNS Misterius

      Oleh. Annida K. Ummah

      Voice Over Talent : Maya R

      NarasiPost.Com-Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah pegawai yang dipilih dari rakyat sipil dan bekerja untuk negara. Status mereka adalah legal, mereka juga dianggap sebagai abdi negara. Pihak yang membayar tenaga mereka adalah negara. Banyak rakyat menginginkan posisi ini, sebab gaji dan tunjangannya menjanjikan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, bahkan hingga hari tua. Namun, posisi yang tidak mudah didapatkan itu ternyata menyita perhatian publik baru-baru ini.

      Dilansir dari kompas.com (26/5/2021), bahwa berita terkait adanya data “PNS misterius” masih menjadi perhatian pemerintah. Kita tahu bahwa sebelumnya diberitakan ada 97.000 data “PNS misterius” hingga 2015 yang disebutkan masih mendapatkan gaji dan dana pensiun.

      Setelah diselidiki diketahui bahwa penyebab adanya “PNS Misterius” karena ada berbagai faktor di antaranya: 1) Mengalami kesulitan akses melakukan pendaftaran ulang, 2) Status mutasi, 3) Status meninggal, 4) Status berhenti atau sejenisnya yang tidak dilaporkan oleh Instansi kepada BKN. (Kompas.com, 26/5/2021)

      Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Guspardi Gaus dari anggota Komisi II DPR menduga terjadi kolusi bagi yang menerima gaji dan iuran pensiun. Menurutnya, tak menutup kemungkinan terjadi persekongkolan sejumlah pihak dalam kasus puluhan ribu PNS fiktif ini. Ia pun mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas temuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) ini. (Sindonews.com, 26/5/2021)


      Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/06/serius-hadapi-pns-misterius/


      Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

      Follow us on :

      instagram : http://instagram.com/narasipost

      Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

      Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

      Twitter : Http://twitter.com/narasipost

      7 min

    About Narasipostmedia

    From the publisher's feed

    Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com