Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Renungan

    Renungan

    Oleh: Bedoon Essem

    Voice Over Talent : Giriyani

    NarasiPost.Com-Hey, Gangs, apa kabar hari ini? Apakah kamu sudah membuat kemajuan dengan menata kembali keimananmu, mulai mencari majelis ilmu, mulai memakai kerudungmu? Ataukah masih seperti kemarin, masih enggan taat, merasa muda dan belum saatnya tobat, senang umbar aurat juga maksiat? Kali ini, yuk kita merenung bersama, Sob.

    Yang namanya ajal, bisa menjemputmu secara tiba-tiba, seperti saat kamu melihat orang terdekat meninggalkanmu. Dan sedihnya lagi, kamu belum sempat meminta maaf kepada orang tua, terlebih ibumu. Beliau yang telah mengandung sembilan bulan, yang berat dan semakin berat. Beliau yang melahirkanmu dengan mempertaruhkan nyawa, antara hidup dan mati. Beliau yang mengasuhmu dengan cintanya, merawatmu jika sakit, kadang tidak tidur karena tangisanmu. Beliau yang nasihatnya tak pernah kamu anggap, selalu kamu sepelekan karena tak pernah bisa marah padamu.

    Hingga kamu remaja dan dewasa, sudahkah kamu bilang sayang padanya, meminta maaf atas semua kenakalan dan kebandelanmu? Renungkan, jika kamu tak sempat untuk semua itu, tak sempat mendoakan beliau karena kamu tidak mau belajar agama.

    Ayahmu adalah sosok yang telah berjuang keras agar kamu bisa seperti teman-temanmu. Beliau membanting tulang, kadang tak pulang demi keluarga. Kadang beliau lembur, peras keringat agar kamu bisa sekolah, tetapi kamu malah nongkrong di jalan atau malah belok arah. Sudahkah kamu meminta maaf padanya atas semua salahmu, atas semua tuntutanmu? Bayangkan jika kamu tak sempat untuk itu, sedang ajal telah menjemputmu.

    Bayangkan ketika kamu belum mau bertobat, masih suka membully teman, merundung mereka, menghina dan merendahkan mereka, mengganggu ketenangan dan ketentraman dengan nyanyianmu yang kuat, atau suara motormu yang memekakkan telinga, atau para guru yang kau hinakan, sementara malaikat maut datang, dan kamu belum sempat meminta maaf pada mereka?


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/09/renungan/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    5 min
  • Game Over untuk Peradaban Generasi Cemerlang

    Game Over untuk Peradaban Generasi Cemerlang

    Oleh. Indi Lestari

    Voice Over Talent : Dewi F

    NarasiPost.Com-Kecanggihan teknologi ternyata tidak dapat menjadikan generasi cerdas dalam membangun peradaban. Negara yang tidak memiliki visi, misi, dan regulasi yang jelas dalam menghadapi canggihnya teknologi justru berakhir pada rusaknya generasi. Ketika kita berbicara produktivitas apa yang dilakukan generasi muda saat ini, mereka disibukkan dengan bermain media online.

    Di tahun 2020, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat bahwa sebanyak 16.5% pengguna game online di Indonesia meningkat, itu setara dengan 50.8 juta pengguna.

    Aktivitas yang terus-menerus dilakukan membentuk habit yang membuatnya candu, ketagihan, kketergantunga. Dan yang menjadikan kecanduan tersebut kebanyakan audio visualnya mempertontonkan kekerasan dan pornografi. Ketika candu itu sudah menjalar tak sedikit yang menjadikan pecandu bertindak implusif.

    Seperti seorang perempuan asal Pontianak yang membobol uang di bank sampai Rp1,8 M untuk melengkapi peralatan yang diperlukan untuk bermain Mobile Legend. Di Mesir remaja (16 tahun) dengan tega membunuh gurunya karena menirukan game PUBG. Tiga pemuda di Parepare sampai diamankan pihak polisi karena mencuri 2 tabung gas elpiji untuk membeli chip game online. Begitu besar dampak dari permainan game online.
    Bahkan game yang tanpa adanya audio visual kekerasan saja sudah berbahaya, menjadikan pecandunya lalai sampai melupakan aktivitasnya, lupa makan, lupa tidur, lupa salat sampai tidak peduli dengan sekitar. Karena pecandu mengalami penurunan fokus saat mengerjakan sesuatu, sehingga hal itu akan berdampak pada prestasi dan produktivitas, emosi yang tidak stabil bahkan menjadikan pecandu antisosial. Dan apa yang akan terjadi jika pecandu adalah para pelajar?
    Kepungan kerusakan mental hingga fisik, kriminalitas bahkan sampai berujung kematian tidak bisa dihindari.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/11/game-over-untuk-peradaban-generasi-cemerlang/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Sampai Jumpa di Pengadilan Akhirat

    Sampai Jumpa di Pengadilan Akhirat

    Oleh : Deena Noor

    Voice Over Talent : Arien S

    NarasiPost.Com-Keadilan terkoyak untuk kesekian kali

    Sandiwara kuasa bobrok tak sadar diri
    Pikirnya ia akan terus abadi
    Bisa bertindak sekehendak hati

    Ia buat garis makin jelas

    Penjilat akan naik kelas
    Pengkritik langsung diberantas
    Lawan dilibas dengan legalitas

    Hukum kian meranggas

    Kekuasaan singkirkan moralitas
    Rekayasa bekerja dalam absurditas
    Mematikan nurani bak kanker ganas

    Fakta tak lagi diperhatikan

    Meski berbicara dengan kejujuran
    Namun, karena bukan kawan
    Hukuman pasti ditimpakan

    Berderet bukti disajikan

    Argumen gamblang dipaparkan
    Pembelaan tak diacuhkan
    Vonis bersalah diputuskan


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/02/sampai-jumpa-di-pengadilan-akhirat/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    4 min
  • Muslim Tak Butuh Pendidikan Seks, Apalagi Konten Porno

    Muslim Tak Butuh Pendidikan Seks, Apalagi Konten Porno

    Oleh : Riannisa Riu

    Voice Over Talent : Yeni M

    NarasiPost.Com-Seorang publik figur baru-baru ini membuat heboh netizen. Beliau mengaku mengizinkan anaknya untuk menonton film porno asalkan didampingi orang tua. Publik figur ini menyatakan bahwa orang tua tidak perlu terlalu merasa tabu atau munafik dalam urusan film-film dewasa, karena menurutnya tidak mungkin kalau anak-anak tidak menonton film porno. Sehingga alih-alih melarang anak, beliau berpendapat lebih baik menemani anak menonton film porno tersebut sebagai bentuk pendidikan seks bagi anak.

    Netizen pun terbagi menjadi dua kubu, pro dan kontra. Sebagian memandang hal ini sebagai hal yang tidak patut, sementara pihak pro memandang bahwa sikap terbuka sang artis patut dicontoh oleh orang tua zaman now agar mampu bersikap lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan anak, dan dengan demikian bisa mengarahkan anak ke jalur yang tepat dalam menyikapi permasalahan seksualitas.

    Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, menilai bahwa konten porno tak boleh ditonton oleh anak-anak meski diawasi atau ditemani. Menurutnya, konten porno tetap memiliki dampak buruk. Susanto pun meminta orang tua lebih berhati-hati dalam mendidik anak dan tetap memperhatikan etika perlindungan anak. (news.detik.com, 26/06/2021)

    Pendidikan seks adalah salah satu program milik organisasi pendidikan, Ilmu pengetahuan dan kebudayaan PBB (UNESCO) yang dikampanyekan ke seluruh dunia sebagai solusi untuk membekali anak-anak dan remaja dengan pengetahuan mengenai seksualitas agar mereka terhindar dari kekerasan seksual, penyakit menular seksual, dan mampu memahami risiko aktivitas seksual secara bebas. Pengetahuan yang diberikan yaitu mulai dari pengajaran fungsi reproduksi, jenis-jenis aktivitas seksual dan penggunaan alat kontrasepsi sebagai pencegah kehamilan yang tak diinginkan atau pencegah penyakit menular seksual.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/09/muslim-tak-butuh-pendidikan-seks-apalagi-konten-porno/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Dear Allah, Maafkan Aku! (Part 1)

    Dear Allah, Maafkan Aku! (Part 1)

    Oleh : Messy Ikhsan

    Voice Over Talent : Mels

    NarasiPost.Com-“Kita hanya manusia yang tidak terlepas dari kesalahan. Jika terdapat kesalahan, tegur diri ini. Jangan pernah caci Allah dan syariat-Nya yang sempurna.“

    Bumi dengan segala isinya yang sangat sempurna, membuat mata siapa saja yang memandang akan terpikat dan berdecak kagum. Bagaimana mungkin semesta yang indah ini hadir dengan sendirinya? Semua tidak bim salabim langsung ada di depan netra, itu sungguh mustahil. Pasti ada proses yang luar biasa sebelum hal tersebut terjadi dan pasti itu dilakukan oleh Zat yang Maha Hebat pula. Karena itu, aneh kalau ada manusia yang bersifat lemah dan terbatas, tetapi berlagak seperti Tuhan yang ingin disembah oleh banyak orang. Sungguh aneh!

    Kita memang mengakui kehebatan ciptaan Zat Yang Maha Hebat tersebut, yaitu dengan menjaga dan merawat semesta sebaik mungkin. Akan tetapi, kita sering lalai oleh keindahah itu, hingga mengabaikan Sang Pencipta.

    Kita memuji semesta yang diciptakan oleh Allah, tetapi tidak lalai memuji Sang Pencipta Yang Maha Indah. Kalau sampai lalai, maka sungguh, naif sekali! Bahkan acap kali kita menyalahkan catatan takdir Allah, tidak rida dengan ketetapan yang sudah digariskan, padahal tubuh ini dan semua yang ada pada diri ini, adalah milik-Nya. Lantas, kenapa begitu jumawa dan tidak ingin taat pada Allah Taala?


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/06/30/dear-allah-maafkan-aku-part-1/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Generasi Islam dalam Jeratan Liberalisasi Seksual Global

    Generasi Islam dalam Jeratan Liberalisasi Seksual Global

    Oleh: Aya Ummu Najwa

    (Kontributor Tetap NarasiPost.com)

    Voice Over Talent : Fani R

    NarasiPost.Com-Miris bercampur geram menyaksikan kerusakan kondisi yang terjadi pada generasi Islam hari ini. Betapa tidak, krisis dari berbagai aspek telah menggerogoti mereka. Krisis idola, krisis kepemimpinan, krisis jati diri, narkoba, hingga darurat seks bebas.

    Terdapat fakta yang sangat menghawatirkan dari krisis generasi, khususnya terkait pergaulan bebas. Berdasarkan hasil survei KPAI yang dilakukan pada tahun 2007 menunjukkan bahwa sebanyak 4.500 remaja yang mengikuti survei, sebanyak 97 persen di antaranya mengaku pernah menonton film dewasa alias porno. Juga 93,7 persen remaja sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) pernah melakukan ciuman serta happy petting, yaitu bercumbu berat juga oral seks.

    Hal yang lebih menyedihkan lagi adalah 62,7 persen remaja SMP malah mengaku sudah bukan perawan lagi. Bahkan 21,2 persen remaja tingkat SMA telah mengaku pernah melakukan aborsi. Data ini telah dipublikasikan 12 tahun yang lalu, yaitu pada tahun 2007.

    Pada sepanjang tahun 2015, Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta telah mencatat sekitar 1.078 remaja usia sekolah di Yogyakarta yang telah melakukan persalinan. Dari jumlah tersebut, 976 di antaranya dikarenakan hamil di luar pernikahan. Ini adalah angka kehamilan di luar nikah yang didapat dari lima kabupaten/kota di Yogya. Di kabupaten Bantul sendiri ada 276 kasus, Kota Yogyakarta tercatat 228 kasus, kabupaten Sleman 219 kasus, kabupaten Gunungkidul 148 kasus, serta kabupaten Kulon Progo terdapat 105 kasus.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/02/generasi-islam-dalam-jeratan-liberalisasi-seksual-global/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Hakikat Doa untuk Bencana

    Hakikat Doa untuk Bencana

    Oleh: Dia Dwi Arista

    Voice Over Talent : Arien S

    NarasiPost.Com-“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina”. (Al-Ghafir ayat 60).

    Pandemi covid-19 yang sudah berjalan lebih dari setahun, menyisakan duka yang dalam. Tak hanya bagi kaum Muslim, namun seluruh umat manusia. Pandemi kali ini adalah pandemi terparah yang tercatat oleh sejarah. Hingga menelan korban jutaan manusia. Begitu pula dengan Indonesia. Duka itu begitu dalam, puluhan ribu rakyat menjadi korban, di dalamnya terdapat rakyat biasa, petugas medis bahkan ulama-ulama saleh.

    Parahnya gelombang kedua, membuat negara ini kelimpungan. Tak sedikit metode yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi. Namun, korban tetap berjatuhan, belum ada titik terang. Hingga imbauan doa bersama pun digaungkan.

    Abdul Halim, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmisi (Mendes PDTT), mengirim surat resmi kepada Kepala Desa, pendamping desa dan warga guna melantunkan doa bersama. Ia mengimbau agar seluruh rakyat Indonesia menggelar doa bersama sesuai dengan keyakinannya. Ia berharap dengan doa tersebut wabah akan segera hilang dari bumi Indonesia. (news.detik.com, 3/7/21).

    Sebagai umat beragama, apalagi mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim, maka wajar jika melangitkan doa adalah aktivitas yang biasa dilakukan. Bahkan wajib dilakukan oleh setiap kaum Muslim. Hal ini adalah bentuk penghambaan manusia terhadap Zat Yang Maha Kuasa dan Adidaya. Pun dengan sebagian besar petinggi negeri ini mempunyai keyakinan yang sama.

    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/09/hakikat-doa-untuk-bencana/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Sabar, Ini Hanya Dunia!

    Sabar, Ini Hanya Dunia!

    Oleh : Messy Ikhsan

    ( Kontributor Tetap NarasiPost.Com )

    Voice Over Talent : Mels

    NarasiPost.Com-Hello, Guys, pernah berpikir sampai berada pada titik ini, tidak? Ketika memilih berada di barisan perjuangan dakwah, kenapa ujian kehidupan semakin menjadi-jadi, ya? Bukan membuat masalah berkurang, malah membuat hidup ini menjadi tidak tenang.

    Eh … Bikin dada semakin sesak dan kepala terasa mau pecah saja. Padahal, kita sudah berusaha untuk dekat dengan Allah Taala. Kita berharap, kehidupan bisa aman dan lancar jaya, terlimpahkan keberkahan dari langit dan semesta. Akan tetapi, semua itu hanya angan-angan semata. Kok bisa gitu, ya?

    Kenapa semakin lama belajar Islam dan ingin istikamah hijrah, ada saja omongan nyinyir yang memekakkan telinga dan menyesakkan dada? Seolah diri ini tidak berhak menyandang gelar hijrah karena tak miliki label ulama. Ada saja yang salah dalam kacamata mereka. Mengapa ada saja orang yang memandang aneh terhadap diri ini, padahal kita sudah berusaha menampilkan yang terbaik?

    Kenapa semakin lama, rasa bosan dan godaan setan kian mengudara mempertanyakan keikhlasan? Bahkan, satu persatu sahabat perjuangan yang dulu tangguh, perlahan gugur tak beralasan. Hanya karena remeh-temeh dunia, mereka rela mengadaikan kehidupan keabadian. Bagaimana diri ini yang masih baru dalam jalan perjuangan? Akankan mampu istikamah hingga akhir kehidupan?


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/02/sabar-ini-hanya-dunia/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • TKA Mendarat, PPKM Darurat Hanya Untuk Rakyat

    TKA Mendarat, PPKM Darurat Hanya Untuk Rakyat

    Oleh: Fathiyaturrahmi

    (Ibu Rumah Tangga Dan Aktivis Menulis Kreatif)

    Voice Over Talent : Fani Ratu

    NarasiPost.Com-Sebuah fakta mengejutkan terjadi di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat seiring meningkatnya kasus covid-19. Sebanyak 20 tenaga kerja asing (TKA) dari China tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/7) malam. Sebelumnya, sudah ada 9 orang yang datang pada 29 juni dan 17 orang datang pada 1 juli. Sehingga tercatat sudah ada 46 TKA China yang telah memasuki Sulawesi Selatan. (antaranews.com, 05/07/2021).

    Kedatangan TKA pada saat masyarakat melaksanakan PPKM secara otomatis menjadi sorotan, karena kita ketahui bahwa saat ini kasus covid-19 semakin tinggi dengan jumlah kematian juga tinggi. Tercatat angka kematian karena covid19 hingga tanggal 8 juli sudah mencapai angka 63.760. (kemkes.go.id, 09/07/2021).

    Ini bukanlah angka yang kecil sehingga tidak boleh dipandang sebelah mata. Pemerintah pun kemudian memberlakukan kebijakan PPKM tersebut setelah puluhan ribu nyawa melayang. Pemberlakuan PPKM di tengah masyarakat semakin ketat namun masuknya TKA dalam kondisi genting ini sungguh ironis dan menjadi pertanyaan besar kenapa pemerintah berlaku tidak adil terhadap masyarakat Indonesia.


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/13/tka-mendarat-ppkm-darurat-hanya-untuk-rakyat/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Potret Generasi Suram tanpa Islam

    Potret Generasi Suram tanpa Islam

    Oleh : Messy Ikhsan

    ( Kontributor Tetap NarasiPost.Com )

    Voice Over Talent : Dewi F

    NarasiPost.Com-Heloo, Guys, sering miris kalau lihat berita di televisi atau scroll informasi di media sosial, tidak, sih? Tiap hari, ada saja berita yang membuat kita geleng-geleng kepala dan desak di dada. Bahkan, angka kejahatan di Indonesia juga kian melesat tinggi, loh. Sayang seribu sayang, kebanyakan pelakunya didominasi oleh generasi muda. Duh … duh, sungguh miris sekali!

    Beragam kenakalan remaja, dari kasus pembunuhan, perampokan, kejahatan seksual, pergaulan bebas, dan lain-lain, tentu tidak boleh diabaikan dan dianggap angin lalu saja. Fenomena ini harus diseriusi oleh semua pihak, terutama peran negara sebagai pelayan masyarakat.

    Sebab, kalau kita masih bungkam dan berpangku tangan saja, kemungkinan angka kenakalan remaja akan semakin tinggi dan membludak. Tentu kita tidak mengharapkan hal demikian terjadi. Karena itu, kita berharap pemerintah segera mengeluarkan kebijakan dan peraturan yang berlaku, tak cukup hanya sekadar memberikan kecaman dan peringatan. Akan tetapi, permasalahan remaja juga harus diselesaikan tuntas hingga ke akarnya. Lantas, akankah semua itu bisa terealisasi di sistem Demokrasi?


    Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/07/02/potret-generasi-suram-tanpa-islam/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on :

    instagram : http://instagram.com/narasipost

    Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter : Http://twitter.com/narasipost

    6 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com