Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Bulan Rajab dan Peristiwa Penting di Dalamnya

    Bulan Rajab dan Peristiwa Penting di Dalamnya

    Oleh. Aya Ummu Najwa

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Umat Islam sebagai umat Nabi Muhammad adalah umat yang istimewa, kita memiliki sebuah momen spesial di mana seluruh pahala dan dosa kita dilipatgandakan. Sayangnya, tak sedikit dari kita mengetahuinya dan bahkan lalai akan momen tersebut. Adalah ditetapkannya As-Syahrul Hurum, yaitu bulan-bulan haram yang dipilih Allah dari 12 bulan yang ada, dan menjadikannya empat bulan yang teristimewa termasuk di dalamnya adalah bulan Rajab. Sebagaimana dalam firman-Nya dalam surah At-Taubah ayat 36,

    إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُم

    “Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ialah dua belas bulan pada ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram…”

    Empat bulan tersebut adalah Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab. Allah telah menetapkan kemuliaannya, dan di dalam Al-Qur’an Allah pun memerintahkan kepada kita untuk tidak menganiaya diri sendiri di bulan-bulan tersebut. 


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/30/bulan-rajab-dan-peristiwa-penting-di-dalamnya/syiar/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Musuh Sejati

    Musuh Sejati

    Oleh. Muthiah Al Fath

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-Seringkali dalam hidup ini, kita selalu dihadapkan dengan dua pilihan yang sangat kontras, misalnya, “Pilih surga atau neraka?*”, “Menjadi lawan atau kawan?”, “Dosa atau pahala?”, dan lain sebagainya. Hidup terkadang mengharuskan kita untuk memilih karena kenyataannya kita tidak bisa selalu bersifat netral. Artinya, jika kita tidak sedang memperjuangkan kebaikan maka kita sedang melanggengkan keburukan.

    Begitu pun jika kita beriman kepada Islam, otomatis kita akan cenderung memihak kepada syariat-syariatnya. Beriman akan membuat kita mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta orang-orang saleh. Beriman juga membuat kita cenderung untuk membenci kepada orang-orang yang menghina, memfitnah, dan merendahkan syariat Islam. Bahkan, kita tidak segan-segan untuk memerangi dan menganggapnya sebagai musuh. Sebab, seorang muslim yang taat pasti memahami bahwa ada hal di mana kita harus netral, dan ada saatnya kita harus bersikap tegas. Misalnya, untuk urusan bermasyarakat dan bertetangga, memang kita diperbolehkan untuk netral dan harus saling menghormati seluruh umat manusia, baik muslim maupun nonmuslim.

    Jika ada pertanyaan, “Saat Yahudi Zionis membantai muslim Palestina, Anda cenderung berpihak pada siapa?”, dan “Jika ada ulama yang mengkritik pemerintah karena kebijakannya melanggar syariat Islam, Anda cenderung mendukung siapa?”. Nah, keberpihakan kita sebenarnya dipengaruhi oleh akidah. Logikanya, manusia akan cenderung memihak dan membela sesuatu yang dicintai dan akan menentang segala sesuatu yang dibenci. Perkara iman memang hanya Allah yang tahu, namun aksi dan dukungan kita merupakan pancaran dari keimanan. Agar tidak salah, apakah kita telah berada di pihak musuh atau di pihak orang-orang beriman, maka kita harus mengetahui definisi musuh dalam Al-Qur’an dan sunah!


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/24/musuh-sejati/syiar/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    17 min
  • Strategi ABCDE, Mengapa Gagal Tuntaskan HIV/AIDS?

    Strategi ABCDE, Mengapa Gagal Tuntaskan HIV/AIDS?

    Oleh. dr. Ratih Paradini

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Tiap menjelang tahun baru, penjualan alat kontrasepsi meningkat pesat. Seperti yang diungkap oleh pegawai minimarket di bilangan BSD, Tangerang Selatan, berinisia (HS), penjualan kondom di tempatnya meningkat hingga 5x lipat menjelang tahun baru. (Tangerangnews.com, 31/12/2022)

    Fakta seperti ini bukan tanpa makna, namun kejadian ini menunjukkan bahwa masih banyak orang terutama muda mudi yang menjadikan momen-momen pergantian tahun untuk happy-happy, party, mabuk sampai pagi, bahkan saling meniduri. Penggunaan kondom kerap dipakai sebagai pengaman saat melakukan hubungan badan dengan pasangan tak halal.

    Di satu sisi, tingginya angka seks bebas berkolerasi dengan tingginya tingkat HIV/AIDS. Sebab, seks bebas yang berisiko menjadi media penularan paling mudah. HIV/AIDS menular melalui aktivitas seksual, transfusi darah, penggunaan jarum suntik yang sama dengan penderita, plasenta dan menyusui. Menurut data Kemenkes, hubungan intim yang tidak aman pada heteroseksual menempati urutan pertama dalam faktor penyebab kasus HIV, yaitu sebanyak 46,2 persen (halodoc.com, 8 des 2017)

    HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan yang sulit dituntaskan. Meski sudah dilakukan berbagai upaya dan dicanangkan rumusan ABCDE, tetap saja strategi ini bisa dikatakan gagal. Lantas, apakah harus ditambah strategi A sampai Z baru kemudian HIV/AIDS ini mereda?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/12/strategi-abcde-mengapa-gagal-tuntaskan-hiv-aids/opini/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Jika Bukan Sekarang, Kapan Lagi?

    Jika Bukan Sekarang, Kapan Lagi?

    Oleh. Yana Sofia

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Apa yang kamu lakukan jika ada ibu-ibu menghalangi dakwahmu, dan dengan nada memohon ia mengatakan agar anaknya tidak boleh berhijab dahulu? Itulah yang terjadi di awal hijrah saya dahulu. Saat liburan kuliah, biasanya saya membuka les gratis untuk adik-adik di kampung yang diiringi dengan mengaji Al-Qur’an dan terjemahannya.

    Nah, di sanalah mereka menemukan ayat hijab di surah Al-Ahzab ayat 59, yang berbunyi, “Wahai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Ayat ini lantas menjadi awal bagi mereka yang masih berusia 13 tahun berhijab. Sayangnya, hal ini tidak direspons baik oleh keluarga mereka masing-masing.

    Masih Kecil

    Pada saat itu, ibu dari adik-adik ini merasa jilbab adalah pakaian orang dewasa dan tidak boleh dipaksa untuk anak-anaknya. Terlalu “ketuaan” jika anak usia 13 tahun sudah berhijab. Karenanya, si ibu berpendapat, nanti saja berhijabnya jika sudah dewasa. “Jika usia mereka sudah matang, maka biarkan mereka memilih berhijab suka-suka mereka,” itu yang dikatakan si ibu.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/26/jika-bukan-sekarang-kapan-lagi/pilihan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Biaya Haji Naik, Ibadah kok Dipersulit?!

    Biaya Haji Naik, Ibadah kok Dipersulit?!

    Oleh. Ragil Rahayu, S.E.

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Apakah anda ingin naik haji? Sayangnya, jalan menuju ke tanah suci makin “terjal” karena biayanya akan melonjak drastis. Pemerintah sudah mengajukan kenaikan biaya penyelenggaraan haji (Bipih) tahun ini, yaitu dari Rp39.886.009 menjadi Rp69.193.733. Pemerintah beralasan, kenaikan ini untuk memenuhi prinsip keadilan dan keberlangsungan dana haji. Pemerintah juga menyampaikan bahwa kenaikan biaya haji ini sulit dihindari, karena dipicu kenaikan biaya berbagai komponen, baik di tanah air maupun tanah suci (tempo.co, 24-1-2023).

    Menteri Agama meminta agar alokasi nilai manfaat yang sebelumnya mencapai 60 persen, dikurangi menjadi hanya 30 persen. Dengan demikian, jemaah yang dulu hanya membayar sebesar 40 persen dari total BPIH, kini harus membayar sebanyak 70 persen dari total biaya penyelenggaraan haji sebesar Rp98.893.909,11. Banyak pihak mengeluhkan kenaikan biaya haji yang terlalu drastis ini. Karena kenaikannya mencapai Rp30 juta. Ini tentu memberatkan bagi kebanyakan masyarakat Indonesia.

    Selain itu, jika ada jemaah yang sudah mendapatkan giliran, tetapi tidak bisa melunasi biaya sebesar hampir Rp70 juta tersebut, akan digantikan oleh jemaah yang lain. Hal ini disampaikan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief. “Kalau ada yang mundur, maka ada yang naik penggantinya,” tegasnya (tempo.co, 24-1-2023).

    Bisa kita bayangkan, jemaah yang menunggu sudah puluhan tahun, tetapi pada hari H tidak bisa berangkat karena uangnya tidak cukup untuk pelunasan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/30/biaya-haji-naik-ibadah-kok-dipersulit/pilihan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Memahami Qada dan Qadar

    Memahami Qada dan Qadar

    Oleh. Firda Umayah

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Nonny Irayanti

    NarasiPost.Com-Iman kepada qada dan qadar adalah bagian dari rukun iman. Setiap muslim harus meyakini dan memahaminya. Kedudukan iman kepada qada dan qadar sangat penting agar setiap muslim dapat menjalani hidup dengan ikhlas. Karena semua yang terjadi merupakan atas izin Allah Swt.

    Namun, hal ini tak lantas membuat muslim berdiam diri menunggu ketetapan Allah Swt. Muslim tetap harus berusaha untuk menjadi muslim yang bertakwa sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Swt. Lalu, bagaimanakah sikap yang tepat dalam mendudukkan iman kepada qada dan qadar?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/26/memahami-qada-dan-qadar/syiar/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Pembakaran Al-Qur’an dan Dendam yang Tak Pernah Padam

    Pembakaran Al-Qur’an dan Dendam yang Tak Pernah Padam

    Oleh. Trisna Abdillah

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.com-Di tengah gencarnya narasi radikalisme, ekstremisme dan intoleransi yang ditujukan kepada Islam, dunia justru digemparkan aksi pembakaran Al-Qur’an oleh politikus Partai Sayap Kanan Ekstremis Denmark, Ramus Paludan. Atas nama kebebasan berekspresi, Swedia memberikan izin kepada politikus rasis ini untuk membakar salinan kitab suci Al-Qur’an di depan gedung kedutaan Turki di Stockholm pada Sabtu (21/1).

    Sontak, insiden tersebut menuai kecaman keras dunia terlebih negara-negara Islam. Pasalnya, selain sebagai tindakan penistaan terhadap agama Islam aksi ini juga dinilai telah menodai toleransi antarumat beragama di seluruh dunia.

    Wujud Kebencian terhadap Islam

    Dilansir dari Republika.com (25/1/2023), tindakan berbau islamofobia telah berulang terjadi di Eropa, khususnya Swedia. Pada tahun 2003 dan 2005 terjadi pembakaran terhadap Masjid Malmo yang juga menghanguskan Islamic Center di dekatnya. Sepanjang akhir 2014 terjadi penyerangan pembakaran beberapa masjid di Swedia.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/30/pembakaran-al-quran-dan-dendam-yang-tak-pernah-padam/opini/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Kapitalisme Menyengsarakan Dorong PHK Karyawan

    Kapitalisme Menyengsarakan Dorong PHK Karyawan

    Oleh. Rahmi Ummu Atsilah

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi momok yang menakutkan bagi para pekerja, khususnya Indonesia. Sebab, ternyata PHK juga berbanding lurus dengan naiknya harga kebutuhan pokok, dan sejalan dengan meningkatnya biaya kesehatan, pendidikan, serta biaya hidup lainnya. Sistem sekularisme kapitalisme telah membuka ruang lebar untuk PHK dan mahalnya biaya hidup saat ini.

    Dikutip dari Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek), Mirah Sumirat, kepada CNBC menyampaikan, bahwa ratusan ribu tenaga kerja kontrak atau karyawan tidak tetap berpotensi untuk dilepas dan tidak diperpanjang masa kontraknya. Berbeda dengan tenaga kerja atau karyawan tetap yang lebih sulit dilepas karena ada sejumlah kewajiban yang menjadi kompensasi. (cnbcindonesia.com, 21/1/2023)

    Perusahaan saat ini selalu mengambil solusi PHK saat kondisi ekonomi dan persaingan bisnis mengalami ketidakstabilan. Hal ini membuktikan posisi buruh yang sangat lemah. Mereka direkrut serta di-PHK sesuai kepentingan industri. Inilah bukti bobroknya kapitalisme yang menganggap gaji pegawai adalah bagian dari biaya produksi. Dalam konsepnya biaya ini harus ditekan seminimal mungkin guna memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/26/kapitalisme-menyengsarakan-dorong-phk-karyawan/opini/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Al-Qur’an Kembali Dinista, Dunia Butuh Junnah

    Al-Qur’an Kembali Dinista, Dunia Butuh Junnah

    Oleh. Haifa Eimaan

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Negara-negara muslim serentak mengeluarkan kecaman keras atas aksi pembakaran Al-Qur’an yang terjadi pada Sabtu, 21 Januari 2023 di luar kantor Kedutaan Turki di Stockholm, Swedia. Aksi yang telah melukai hati 1,5 miliar muslim di dunia itu dilakukan oleh Rasmus Paludan, aktivis sayap kanan Denmark, Stram Kurs (Garis Keras).

    Kebenciannya yang mendarah daging kepada Islam membuat Paludan berkali-kali melakukan aksi pembakaran Al-Qur’an.

    Pada bulan April 2019, dia melakukannya di Norrebro, Kopenhagen, Denmark. Di kota ini banyak berdomisili imigran muslim. Tidak ada keterangan sanksi yang dikenakan padanya.

    Selang setahun kemudian, tepatnya Agustus 2020, dia dan kelompoknya membakar sejumlah Al-Qur’an di wilayah Rosengard, Malmo, yang merupakan pusat komunitas muslim di Swedia. Atas aksinya, dia hanya dilarang masuk Swedia selama dua tahun. Namun, di bulan Oktober Paludan mendapat kewarganegaraan Swedia dari garis ayahnya. Sungguh ini sebuah lelucon busuk Swedia.

    Di bulan April 2022, Paludan kembali menistakan Al-Qur’an. Dia beraksi membakar Al-Qur’an di Linkoping. Seluruh tindakan dan narasi provokasinya di seantero Swedia mendapat izin dan berada di bawah penjagaan polisi. Sekali lagi, negeri-negeri muslim hanya mampu mengutuk dan mengecam, meskipun hati dongkol dan sedih luar biasa, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/30/pembakaran-al-quran-dan-dendam-yang-tak-pernah-padam/opini/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Menilik Penyebab Melonjaknya Dispensasi Pernikahan Pelajar

    Menilik Penyebab Melonjaknya Dispensasi Pernikahan Pelajar

    Oleh. Ummu Ainyssa

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Martin Luther, seorang profesor teologi asal Jerman pernah berkata, “Tidak ada hubungan, persekutuan, atau kebersamaan yang lebih indah, bersahabat, dan menawan selain pernikahan yang baik”.

    Ya, kiranya ungkapan tersebut sangatlah benar. Dalam Islam pun pernikahan merupakan perkara yang agung. Allah Swt. menciptakan hamba-Nya berpasangan suami dan istri, serta menjadikan rasa kasih sayang di antaranya, sebagai bukti tanda-tanda kekuasaan-Nya. Pernikahan juga merupakan bentuk dari ibadah jika dilakukan sesuai dengan syariat. Sayangnya, sebagian masyarakat terkadang melakukan pernikahan hanya sebatas menyalurkan hawa nafsu dan cinta. Atau lebih dari itu, hanya untuk menutupi aib perzinaan dan mendapatkan status di masyarakat.

    Seperti berita banyaknya remaja yang mengajukan dispensasi nikah akhir-akhir ini, sungguh membuat kita mengelus dada. Anehnya perkara ini bukan hanya terjadi di satu atau dua tempat saja, melainkan di banyak kota di negeri ini. Dispensasi nikah (dispa) adalah permohonan untuk mengajukan pernikahan bagi pasangan remaja yang usianya belum genap 19 tahun. Sebagaimana di negeri ini, dalam pasal 7 Undang-undang (UU) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan bahwa usia dibolehkannya menikah adalah usia 19 tahun.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/24/menilik-penyebab-melonjaknya-dispensasi-pernikahan-pelajar/opini/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com