
Sign up to save your podcasts
Or


Fenomena Godoksa Menghantui Korea Selatan
Oleh. Muthiah Al Fath
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Setelah resesi seks, kini fenomena “godoksa” melanda Korea Selatan (Korsel). Pada tahun 2021, sekitar 3.378 orang mengalami godoksa, di mana angka ini naik 2.412 sejak 2017 lalu. Kemudian, fenomena ini kembali mencuat di tahun 2022. Kekhawatiran publik meningkat seiring dengan banyaknya kasus godoksa yang terus terjadi.
Menanggapi hal ini, pemerintah Korsel membuat UU untuk mengidentifikasi dan membantu mereka yang berisiko. Beberapa kota, termasuk Seoul, Jeonju, dan Ulsan, telah meluncurkan aplikasi untuk mereka yang rentan mengalami godoksa. Lewat aplikasi ini, ponsel mereka secara otomatis mengirimkan pesan ke kontak darurat jika ponsel tidak aktif selama beberapa jam. Organisasi lain seperti nirlaba dan gereja telah meningkatkan layanan untuk menangani upacara pemakaman bagi yang tidak memiliki kerabat. (CNBC Indonesia, 24/12/2022)
Sejatinya, penyebab fenomena godoksa ini sangat kompleks dan tidak dapat diatasi dengan sekadar penanganan pada jasadnya saja. Solusi dan kebijakan pemerintah Korsel tidak menyentuh akar masalah yang menjadi faktor penyebab terjadinya godoksa. Lantas, mengapa fenomena godoksa bisa melanda Korsel? Bagaimana syariat Islam dapat mencegah dan mengatasi fenomena godoksa?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/04/fenomena-godoksa-menghantui-korea-selatan/world-news/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Antara Prestise dan Mempertahankan Hidup
Oleh. Dewi Kusuma
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Semua dipertaruhkan demi sebuah prestise. Semua prestise ingin direngkuh demi ketenaran agar menjaga gengsi terlihat eksis. Padahal ini mungkin tak penting karena hanya menginginkan kesenangan dunia. Sudah memiliki satu, ingin memiliki yang lainnya. Sehingga akhirnya diperbudak oleh nafsu.
Salah satu hal yang memicu sebuah kebanggaan adalah memiliki anak yang mapan, yakni telah tercukupi kehidupannya dari segi materi, mempunyai pekerjaan yang bonafit, memiliki gaji yang besar, dll. Akhirnya muncul rasa bahwa akulah yang nomor satu.
Selain itu, kepemilikan kendaraan. Memang kendaraan adalah salah satu hal yang penting, karena bisa bermanfaat untuk kelancaran usaha maupun untuk mempermudah transportasi. Namun, nafsu untuk memiliki kendaraan demi sebuah prestasi ini yang akan membahayakan. Ingin memiliki banyak mobil demi sebuah gengsi, sehingga garasi mobil penuh dengan koleksi. Semua demi sebuah prestise. Sikap seperti inilah yang akan membuat diri terperdaya dengan urusan dunia.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/04/antara-prestise-dan-mempertahankan-hidup/motivasi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Hukum Pidana Islam: Sempurna dan Adil
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Iman bukan sekadar pengakuan dan klaim. Iman menuntut pembuktian. Allah SWT berfirman:
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim atas perkara apa saja yang mereka perselisihkan, lalu mereka tidak merasakan dalam hati mereka keberatan atas keputusan hukum apapun yang kamu berikan, dan mereka menerima (keputusan hukum tersebut) dengan sepenuhnya (TQS an-Nisa’ [4]: 65).
Berdasarkan ayat ini, menurut Syaikh Wahbah az-Zuhaili di dalam At-Tafsîr al-Munîr, agar orang beriman dengan iman yang haqq (benar) harus terpenuhi tiga sifat: Pertama, dia menjadikan Rasul saw. sebagai pemutus hukum dalam semua perkara. Sebabnya, apa saja yang Rasul saw. putuskan pasti benar sehingga wajib dipatuhi secara lahir dan batin. Kedua, tidak ada keberatan dalam dirinya atas apa pun yang Rasul saw. putuskan. Jiwanya mengikuti keputusan hukum Rasul saw. disertai dengan keridhaan yang sempurna, penerimaan mutlak dan tidak membenci. Ketiga, ia patuh sepenuhnya dan menerima (keputusan hukum) secara total tanpa keberatan, pembelaan atau penyelisihan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/21/hukum-pidana-islam-sempurna-dan-adil/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Profil Pemuda Muslim: Hebat dan Taat Syariat
Oleh. Irma Sari Rahayu
Voice over talent: Nonny Irayanti
NarasiPost.Com-Hai Guys! Kamu punya enggak, tokoh yang kamu anggap hebat dan masih muda? Nah, menurut kamu kriteria seseorang bisa disebut hebat itu bagaimana sih? Apa karena sukses dalam karier, tajir, dermawan, berprestasi, atau karena otaknya encer? Kalian pasti punya kriteria yang berbeda-beda dong.
Berbicara tentang pemuda itu memang asik, Guys. Sosok pemuda identik dengan umur yang masih muda, energik, berkarya, suka-suka, senang hang out, have fun dan lain-lain. Ya, kayak kita-kita ini lah. Hehe.. Sebenarnya definisi pemuda, anak muda, generasi muda or what ever, apa sih?
Princenton dalam kamus Websternya mendefinisikan kata pemuda (youth) adalah rentang waktu antara usia anak-anak sampai dewasa. Ciri khas pemuda adalah memiliki semangat yang membara dan vitalitas (kemampuan) yang prima dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan ), dalam bahasa Arab, pemuda (as syabab) berarti kekuatan, baru, indah, tumbuh, awal dari segala sesuatu, dan akar dari sikap optimis dan positif. Wah, definisinya keren ya!
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/31/profil-pemuda-muslim-hebat-dan-taat-syariat/teenager/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Sistem Korup Lindungi Pejabat Pengkhianat!
Oleh. Yana Sofia
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Siapa yang tak kepincut pada jabatan mentereng dan harta yang banyak? Siapa pun ingin meraihnya. Asal caranya halal dan benar. Punya jabatan bukan untuk menzalimi orang lain, melainkan untuk kemaslahatan umat. Dan yang lebih penting tidak korupsi dan menjadi pengkhianat rakyat.
Namun sebaliknya, jika tujuan menjadi pejabat justru untuk bersenang-senang di atas penderitaan rakyat kecil, bukannya memikirkan rakyat malah sibuk mengurus perut buncit masing-masing, tiap bulan makan gaji dari rakyat tapi masih saja melumuri tangannya dengan dosa korupsi. Maka ini namanya pejabat tidak tahu malu. Sungguh, rakyat tak sudi dipimpin oleh berjabat rakus model ini.
Wajah Sistem yang Korup
Korupsi adalah musuh bersama semua elemen masyarakat. Baik itu rakyat, lembaga KPK, dan negara. Namun, apa jadinya jika ada pejabat yang beranggapan OTT (Operasi Tangkap Tangan) merusak citra bangsa? Haruskah rakyat membenarkannya?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/01/sistem-korup-lindungi-pejabat-pengkhianat/opini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Hijrah dan Istikamahlah
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Tak ada manusia yang terbebas dari dosa. Semua manusia pernah salah. Setiap manusia pernah melakukan kemaksiatan, bahkan ada yang terus menerus, sering, kadang kala, atau sesekali. Ada yang tidak mau bertobat hingga akhir hayatnya. Ada yang ingin bertobat meski berat luar biasa. Ada sebentar bertobat namun kemudian mengulanginya. Ada yang bertobat dan terus berusaha istikamah dalam pertobatannya.
Sebaik-baik manusia yang berdosa adalah yang bertobat, dengan menyesali, dan berusaha meninggalkan perbuatan dosanya. Seberapapun besarnya dosa kita jangan pernah bosan untuk bertobat. Karena memang itu kewajiban seorang hamba, yaitu senantiasa memohon pengampunan dari Tuhannya, berusaha untuk tidak mengulanginya dan bertahan untuk istikamah dalam bertobat.
Banyak dari kita yang mengeluh kesulitan meninggalkan suatu dosa atau maksiat sehingga akan selalu ingin mengulanginya setelah bertobat. Maka kendati sulit, yang harus dilakukan adalah jangan pernah berhenti bertobat, meski dalam sehari melakukan seratus kali maksiat. Inilah hijrah, dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baru berupa ketaatan, meski sulit. Ingatlah betapa luasnya kasih sayang Allah kepada semua makhluk-Nya, sedang Allah akan melihat seberapa serius hamba-Nya dalam bertobat.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/05/hijrah-dan-istikamahlah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ancaman di Balik Mencairnya Permafrost, Benarkah Akibat Industrialisasi Kapitalis?
Oleh. Muthiah Al Fath
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Perubahan iklim dan pemanasan global dapat menyebabkan permafrost terancam mencair. Paradigma kapitalis beranggapan bahwa pencairan lapisan es akan membawa keuntungan bagi industri minyak dan pertambangan, sebab dapat memberikan kemudahan akses ke cadangan minyak di Kutub Utara yang sebelumnya sangat sulit dijangkau. Sebaliknya, para ilmuwan telah memperingatkan bahwa pencairan permafrost yang terlalu dalam malah menyebabkan bahaya yang jauh lebih besar. Bahaya apa yang dimaksud para ilmuwan tersebut?
Dilansir dari Sience Alert, Senin (8/6/2020), kondisi pencairan permafrost seperti bom waktu yang mengancam lingkungan dan kesehatan, serta berisiko mempercepat pemanasan global. Lantas, benarkah aktivitas industri yang tinggi oleh negara kapitalis dapat mempercepat proses mencairnya permafrost?
Seputar Permafrost
Permafrost merupakan lapisan tanah beku yang berada di bawah suhu 0 derajat Celsius dan berusia ribuan tahun. Permafrost biasanya ditemukan di Kutub Utara mencakup wilayah sekitar lingkaran Arktika dan hutan Borela yang membentang di Alaska, Kanada, serta Rusia.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/12/ancaman-di-balik-mencairnya-permafrost-benarkah-akibat-industrialisasi-kapitalis/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Paradoks Demokrasi, Kontradiktif dengan Kesejahteraan Rakyat
Oleh. Hesti Andyra
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Bali Democracy Forum (BDF) adalah sebuah forum yang didirikan pada tahun 2008 dengan tujuan untuk menciptakan arsitektur demokrasi yang progresif di wilayah Asia Pasifik. Selama 15 tahun BDF telah diselenggarakan dengan berbagai tema yang menitikberatkan pada praktik demokrasi di berbagai negara terutama di kawasan Asia. Dikutip dari laman resminya, BDF mengklaim telah berhasil menjadikan demokrasi sebagai agenda strategis yang membantu berbagai negara menciptakan keseimbangan dalam perkembangan ekonomi dan politik, keselarasan dalam menjaga perdamaian dan keamanan, sekaligus menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan dasar sejalan dengan apresiasi terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Definisi Demokrasi
Demokrasi berasal dari kata demos yang artinya manusia dan kratos yang artinya pemerintahan. Pada pertengahan abad 5 SM, istilah demokrasi digunakan untuk menunjukkan sistem politik yang ada di beberapa negara-kota Yunani, terutama di Athena. (kompas.com, 21/01/2020)
Demokrasi adalah anak kandung ideologi kapitalisme yang diusung oleh Amerika Serikat. Abraham Lincoln, presiden Amerika Serikat ke-16, dikenal sebagai Bapak Demokrasi. Menurut Lincoln, demokrasi adalah sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Ia juga menekankan bahwa rakyat memiliki kebebasan dalam berbagai lini kehidupan, termasuk aktivitas politik.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/21/paradoks-demokrasi-kontradiktif-dengan-kesejahteraan-rakyat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kepulauan Widi Dilelang, Cengkeraman Kapitalis Kian Tak Teradang
Oleh. Nur Hajrah MS
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Publik kembali dihebohkan dengan pemberitaan bahwa 100 pulau di Kepulauan Widi, Maluku Utara akan dijual secara lelang melalui situs asing Sotheby’s Concierge Auctions, New York pada 8 sampai 14 Desember 2022. Kepulauan Widi merupakan cagar alam tidak berpenghuni. Kepulauan Widi selama ini dikelola oleh pihak swasta, yaitu PT Leadership Islands Indonesia (LII), yang telah memiliki izin pengelolaan dari pemerintah setempat sejak 27 Juni 2015. Namun, berdasarkan laporan perusahaan tersebut belum banyak melakukan pembangunan di kawasan tersebut. (detikfinance.com, 5/12/2022)
PT LII pun angkat bicara terkait pemberitaan tersebut, LII membantah kabar pelelangan Kepulauan Widi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Kepulauan Widi merupakan kawasan yang dikelola PT LII dan belum banyak pembangunan di kawasan tersebut. Atas dasar inilah LII berupaya untuk mengembangkan Kepulauan Widi, dengan cara menjalin kerja sama dengan Sotheby’s Concierge Auctions. LII berharap dengan menjalin kerja sama dengan pihak SCO bisa membantu menemukan mitra kerja sama atau investor bagi pembangunan di wilayah Kepulauan Widi, khususnya dalam sektor pariwisata dan konservasi serta pemberdayaan masyarakat. (cnnindonesia.com, 5/12/2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/15/kepulauan-widi-dilelang-cengkeraman-kapitalis-kian-tak-teradang/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Miris! Bahan Pokok Mahal di Negeri Agraris
Oleh. Sherly Agustina, M.Ag.
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Bhima Yudhistira ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengatakan, akar masalah dari impor beras setiap tahun dengan angka jutaan ton, yaitu pada sengkarut data perberasan. Menurutnya, BPS telah mengeluarkan rujukan data dengan teknologi terkait survei luas panen dan luas lahan. Hasilnya, BPS menyatakan Maret-Mei merupakan masa panen raya, sehingga produksi gabah dan beras diproyeksi surplus. Namun, mengapa nyatanya negeri agraris ini tetap mengimpor beras dengan jumlah yang tak sedikit?
Harga beras di Indonesia cenderung naik sejak Juli 2022, dalam empat bulan terakhir kenaikan harga beras dipengaruhi oleh efek musiman, yaitu penurunan produksi beras jelang akhir tahun dan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto. Sementara data Kerangka Sampling Area (KSA) BPS mencatat, produksi nasional tahunan surplus dan bisa dijadikan cadangan tahun selanjutnya. (pertanian.go.id)
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), harga beras eceran naik 6,23 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dan naik 2,30 persen secara bulanan atau month to month (mtm) pada Desember 2022. Kepala BPS, Margo Yuwono, mengatakan kenaikan harga beras tidak hanya terjadi di tingkat eceran, tetapi juga di level grosir dan penggilingan (CNNIndonesia.com, 02/01/2023).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/04/miris-bahan-pokok-mahal-di-negeri-agraris/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed