Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Bangladesh Terancam Resesi, Begini Cara Islam Atasi Krisis!

    Bangladesh Terancam Resesi, Begini Cara Islam Atasi Krisis!

    Oleh. Muthiah Al Fath

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Negara Bangladesh memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak, yakni 90,1% dari total populasinya, dan sempat mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat. Namun, beberapa bulan terakhir, harga energi bahan bakar dan makanan mengalami inflasi. Pembayaran tagihan impor memaksa pemerintah untuk mencari pinjaman dari agensi global dan terpaksa menaikkan harga BBM. Hal ini sangat berdampak pada masyarakat akibat harga semua jenis kebutuhan pokok meningkat.

    Akibatnya, ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan menyerukan pembubaran parlemen, dan menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Sheikh Hasina, di Dhaka, Bangladesh. Unjuk rasa ini digelar oleh BNP (Partai Nasionalis Bangladesh) yang menuduh Hasina gagal mengatasi kenaikan harga bahan bakar, dan menyerukan agar segera digelar pemilihan baru. (CNN Indonesia, 12/12/2022)

    Tampaknya, negara di bawah sistem kapitalisme menyebabkan beban ekonomi yang ditanggung rakyat kian terasa berat. Menanggapi hal ini, masih layakkah negeri-negeri muslim untuk mempertahankan sistem kapitalisme yang terbukti rapuh? Apakah sistem pemerintahan Islam mampu menjadi alternatif terbaik untuk menggantikan ekonomi kapitalisme yang telah terbukti menciptakan inflasi bahkan resesi?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/17/bangladesh-terancam-resesi-begini-cara-islam-atasi-krisis/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Kapitalisme Memasung Hak Ibu, Slogan “Perempuan Berdaya” itu Palsu!

    Kapitalisme Memasung Hak Ibu, Slogan “Perempuan Berdaya” itu Palsu!

    Oleh. Yana Sofia

    (Tim Penulis Inti Narasi.Post.Com)

    Voice over talent: Yeni M

    NarasiPost.Com-Dalam Islam ibu memiliki tugas utama yakni berperan sebagai ummu warabatul bait, yakni pengurus rumah tangga dan pendidik generasi penerus estafet kepemimpinan. Sayangnya, di alam kapitalisme para ibu dipaksa keluar rumah untuk mencari nafkah. Hal ini tentu menghambat peran utamanya yakni mempersiapkan generasi terbaik.

    Setali tiga uang, negara pun mengakui peran ibu sebagai tulang punggung rumah tangga, juga negara. Karenanya, negara berupaya mendorong kaum ibu untuk terlibat dalam program UKM dan ekonomi digital. Hal ini senada dengan tema perayaan Hari Ibu yang dirilis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) pada 22 Desember ini, “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju.” (Detik.com, 21/12/2022)

    Tentu saja kita paham bahwasanya makna “berdaya” menurut kapitalisme tak jauh dari perolehan materi, tanpa peduli apakah slogan pemberdayaan tersebut merepresentasikan cita-cita kaum ibu, atau apakah para ibu bahagia menjalani peran ganda ini?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/01/kapitalisme-memasung-hak-ibu-slogan-perempuan-berdaya-itu-palsu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Kontroversi Piala Dunia di Qatar

    Kontroversi Piala Dunia di Qatar

    Oleh. Yanti Ummu Nifa (Kontributor NarasiPost.Com)  

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    Negara Qatar memperkenalkan Islam dengan cara menyentuh hati para kaum nonmuslim sehingga mereka bisa menerima Islam dan dapat masuk agama Islam tidak dengan paksaan. Di negara Qatar hari ini umat Islam bersatu, tetapi sayang itu hanya sebatas satu negara saja

    Naskah selengkapnya:

    https://narasipost.com/2022/12/21/kontroversi-piala-dunia-di-qatar/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Pengesahan Revisi KUHP Berbanding Terbalik dengan Demokrasi?

    Pengesahan Revisi KUHP Berbanding Terbalik dengan Demokrasi?

    Oleh. Jamilah Al Mujahidah

    (Kontributor NarasiPost.Com dan Komunitas Muslimah Peduli Generasi)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-RUU KUHP telah disahkan. Terdapat 14 poin usulan pemerintah yang telah disetujui DPR. Poin-poin yang diangkat dalam RUU tersebut adalah, isu tentang the living law atau hukum pidana ada (pasal 2), isu tentang pidana mati (pasal 200), isu tentang pidana karena memiliki kekuatan gaib, isu tentang unggas dan ternak yang merusak kebun yang ditaburi benih (pasal 278-279), isu tentang tindak pidana contempt of court (pasal 281), isu tentang penodaan agama (pasal 304), isu tentang penganiayaan hewan (pasal 342), isu tentang alat pencegahan kehamilan dan pengguguran kandungan (pasal 414-416), isu tentang gelandangan (pasal 431), isu tentang aborsi (pasal 469-471), isu tentang perzinaan (pasal 417), isu tentang kohabitasi (pasal 418), isu tentang perkosaan (pasal 479).

    Pengesahan RUU KUHP sungguh meresahkan rakyat. Bagaimana tidak? RUU KUHP yang disahkan menjadi UU KUHP pada hari Selasa tanggal 6 Desember 2022 menjadi sorotan tidak hanya di media lokal namun juga di media internasional. Sanksi bagi pelaku seks di luar nikah yang menjadi sorotan dianggap akan mengurangi nilai investasi terutama di sektor pariwisata. Bahkan, undang-undang tersebut juga dianggap menjadi pukulan mundur tehadap HAM di Indonesia. Tak hanya itu, dalam proses pengesahannya yang hanya dihadiri 18 anggota DPR, 108 anggota secara virtual, 164 orang izin seolah memperlihatkan DPR menganggap RKUHP ini hanya main-main belaka (CNNIndonesia.com, 9/12/2022).

    Dilansir Republika.co.id (8/12/2022) Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyatakan RKUHP saat ini begitu kontroversial dan telah melampaui batas. Tak hanya itu Usman menyatakan bahwa jaminan hak asasi manusia secara efektif telah dilemahkan oleh pengesahan undang-undang ini.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/18/pengesahan-revisi-kuhp-berbanding-terbalik-dengan-demokrasi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Agar Ananda Menjadi Bekal ke Surga

    Agar Ananda Menjadi Bekal ke Surga

    Oleh. Erni Susanti

    (Pengajar Tahfiz Kids Hagia Sophia Sumedang dan Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga)." (TQS. Ali Imran: 14)

    Dalam firman-Nya di atas dikabarkan kepada kita semua bahwasanya anak-anak merupakan salah satu dari perhiasan dunia. Ada kesenangan dan kebahagiaan tatkala seseorang mampu memilikinya. Bahkan, merupakan sebuah tujuan yang mulia ketika memiliki anak untuk memperbanyak jumlah kaum muslimin. Serta untuk membangun generasi muslim di masa yang akan datang.

    Namun jangan sampai keberadaan anak-anak yang jumlahnya banyak menjadikan seseorang sombong dan berbangga diri. Kita harus berusaha agar tidak terjebak pada kecintaan terhadap anak berlebihan, yang mampu mengalihkan perhatian dari menjalankan perintah Allah Swt. Karena seindah apa pun perhiasan dunia tidak akan mampu mengalahkan keindahan surga. Sebaik-baik perhiasan dunia ia tetap fana. Begitulah peringatan Allah Swt. untuk para orang tua.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/21/agar-ananda-menjadi-bekal-ke-surga/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Bukan Gelar Biasa

    Bukan Gelar Biasa

    Oleh. Deena Noor

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Nonny Irayanti

    NarasiPost.Com-Publik dikejutkan dengan unggahan Deddy Corbuzer di akun IG miliknya. Deddy memajang foto dirinya bersama Menhan, Prabowo Subianto, dengan disertai caption yang menyebutkan kebanggaannya menerima pangkat Letnan Kolonel Tituler Angkatan Darat TNI. Deddy juga menyatakan bahwa pangkat tersebut telah disahkan oleh Panglima TNI, Andika Perkasa dan KASAD, Dudung Abdurachman.

    Melihat bagaimana Deddy Corbuzer yang tiba-tiba mendapat gelar Letnan Kolonel Tituler Angkatan Darat TNI, wajar bila publik bertanya-tanya. Kok bisa Deddy mendapatkannya, padahal tidak pernah menempuh pendidikan militer sama sekali?


    Naskah selengkapnya: 

    https://narasipost.com/2022/12/17/bukan-gelar-biasa/


    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Adab Dulu Baru Ilmu

    Adab Dulu Baru Ilmu

    Oleh. Aya Ummu Najwa

    (Kontributor Narasipost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Ilmu akan mengangkat kemuliaan seseorang, bahkan orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah beberapa tingkatan. Allah berfirman dalam surat Al-Mujadillah ayat 11:

    يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ

    "Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti dari apa yang kamu kerjakan."

    Memang berilmu adalah suatu kemuliaan bagi manusia, ilmu adalah jalan menuju kebaikan baik di dunia maupun di akhirat. Ketika ilmu diraih maka bukan tidak mungkin segala sesuatu pun bisa dicapai. Baik perkara dunia terlebih perkara akhirat membutuhkan ilmu. Dengan ilmu manusia dapat menyelesaikan masalah duniawinya, dengan ilmu pula ia akan menjalankan tugasnya sebagai hamba yaitu menyembah Allah. Dengan ilmu manusia mencapai kedudukan mulia dan derajat yang tinggi sebagai seorang hamba.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/22/adab-dulu-baru-ilmu/syiar/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Ilusi Pemberantasan Korupsi di Sistem Demokrasi

    Ilusi Pemberantasan Korupsi di Sistem Demokrasi

    Oleh. Sri Retno Ningrum

    (Kontributor Narasipost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Baru-baru ini telah diselenggarakan kegiatan penutupan Hakordia (Hari Antikorupsi Sedunia) 2022 di Gedung Bung Karno, Jakarta Pusat yang bertema "Indonesia Pulih, Bersatu Berantas Korupsi". Dalam penutupan tersebut, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, juga menekankan pentingnya trisula pemberantasan korupsi. Seperti yang diketahui trisula yang digencarkan KPK meliputi penindakan, pencegahan dan pendidikan. Dalam acara tersebut Ketua KPK juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu dalam memberantas korupsi di Indonesia. (detiknews, 11/12/2022)

    Peringatan Hari Antikorupsi sedunia diperingati sejak tanggal 9 Desember 2003. Pada waktu itu, PBB mulai menyadari dampak kerugian tindakan korupsi sehingga perlu merumuskan instrumen hukum Internasional terkait pemberantasan korupsi di tingkat global agar lebih efektif. Kemudian digelar konvensi PBB untuk menentang korupsi pada tanggal 31 Oktober 2003. PBB pun menyetujui perjanjian antikorupsi yang ditandatangani di Merida, Meksiko pada tanggal 9 Desember 2003. Sejak saat itulah seluruh negara di dunia memperingati hari antikorupsi. (CNN Indonesia 9/12/2021)

    Di negara ini, kasus korupsi menjadi “PR" dari KPK untuk memberantasnya. Pemerintah pun berharap KPK sebagai wadah pemberantasan korupsi mampu membasmi kasus korupsi yang terus menggurita di negara ini. Akan tetapi, pemberantasan korupsi di Indonesia hanyalah ilusi, karena di sisi lain, pemerintah malah mengeluarkan regulasi yang melemahkan wewenang KPK.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/19/ilusi-pemberantasan-korupsi-di-sistem-demokrasi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • HGU bagi Investor 180 Tahun, Sepenting Itukah Ibu Kota Baru?

    HGU bagi Investor 180 Tahun, Sepenting Itukah Ibu Kota Baru?

    Oleh. Yana Sofia

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Gaes, kontroversi proyek IKN enggak ada habis-habisnya, ya. Baik karena berpotensi merusak lingkungan, menyerap APBN, penuh unsur klenik, proyek bagi-bagi kavling, dan yang terbaru masalah HGU dan HGB yang diubah masing-masing menjadi 180 dan 160 tahun.

    Dikutip dari cnn.indonesia.com Jumat (2/12/2022), Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan alasan terkait rencana pemerintah memberikan hak pengelolaan lahan di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) sampai dengan 180 tahun ke investor. Ia mengatakan, "Ini bukan soal ngemis atau tidak ngemis." Menurutnya rencana ini adalah pemanis (sweetener) agar investor mau masuk ke IKN.

    Pun terkait HGB nih, Gaes! Negara juga mengatur regulasi HGB mencapai 160 tahun. Sebagaimana yang disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang /Badan Pertahanan Negara, Hadi Tjahjanto bahwa Hak Guna Bangunan (HGB) berlaku 80 sampai 160 tahun, "HGB 80 tahun itu, apabila masih dimanfaatkan dengan baik dan untuk kepentingan masyarakat, kita masih bisa diperpanjang sampai 80 tahun lagi, sehingga 160," ungkapnya. Dikutip tempo.co, Senin (10/10/2022)

    Tentunya kita bertanya-tanya, Gaes! Mengingat problem utama rakyat saat ini, yakni kemiskinan sangat membutuhkan solusi mendesak. Kenapa proyek IKN ini lebih diprioritaskan? Lantas kenapa negara tidak mengerjakan proyeknya secara mandiri, tanpa berharap kepada investor asing?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/14/hgu-bagi-investor-180-tahun-sepenting-itukah-ibu-kota-baru/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Meramal Seseorang

    Meramal Seseorang

    Oleh. Keni Rahayu

    ( Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Kamu mau aku ajarin ramal meramal gak? Eits, jangan suuzan dulu, ini mah ramalannya halal kok! Bukan yang zodiak-zodiak begitu, atau yang ilmu aneh-aneh pakai baca mimik muka. Hehe tydac, kawan! Aku mau ngajak kamu meramal watak orang dari menerawang media sosialnya, mau coba?

    Kenapa dari media sosialnya? Ya gimana, hari ini manusia lekat banget sama media sosial. Apalagi gen Z, lahir  ke dunia sudah kenal ponsel. Masih bayi sudah video call sama kerabat berlokasi jauh. Gen Z juga dikenal dengan sebutan iGeneration alias generasi internet atau generasi net. Bangun tidur scroll medsos. Sekolah, update status. Jalan-jalan, bikin story. Belum lagi chattingan dengan teman yang hampir setiap waktu. Sefamilier itu gen Z sama internet.

    Maka gak aneh kalau banyak bocil SD atau SMP pada ngonten di TikTok atau aplikasi serupa. Ya, itu memang mainan mereka. Beda sama zaman saya dulu, SD masih suka main di depan rumah semacam petak umpet, engklek, gobak sodor dan lari-larian lainnya. Kalau anak sekarang mainnya game online, alias mabar. Betul gak?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/14/meramal-seseorang/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com