Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Privilese Aktivis Dakwah

    Privilese Aktivis Dakwah

    Oleh. Keni Rahayu

    (Kontributor NarasiPost.Com dan Penulis Buku Sebab Perasaan bukan Tuhan)

    NarasiPost.Com-Zaman now, dakwah? Halo, apa untungnya? Hihihi sini sini, aku bisikan, ya. Mudah-mudahan bisa terdengar. Sebab aku bisik-bisik enggak ke sembarang orang. Kamu termasuk yang beruntung, lho.

    Banyak yang mengira, menjadi pelaku dakwah harus terpandang dulu, lulusan Timur Tengah, atau pesantren bertahun-tahun. Kita mengira, aktivis dakwah itu harus superior, ya jago bahasa Arab, tahsinnya the best, public speaking juga lihai. Ada perasaan bahwa semua sifat itu tidak ada di kita. Parahnya, kita tidak tertarik untuk memantaskan diri.

    Enggak semua orang sadar kalau jadi aktivis dakwah itu menyenangkan, apalagi anak muda. Mereka sering berkilah bahwa masa muda adalah masa mencari jati diri. Caranya? Bebas melakukan apa saja, dengan dalih ekspresi. Tunggu-tunggu, kalau selama ini masih sibuk sendiri, kapan mau bermanfaat buat orang lain?

    Padahal, jadi aktivis dakwah itu privilesenya banyak. Kepo enggak, kepo enggak? Harus kepo dong, masa enggak! Kalau enggak mah, rugi. Let’s read below!


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/16/privilese-aktivis-dakwah/teenager/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • RKUHP: Sistem Salah Melahirkan UU Bermasalah

    RKUHP: Sistem Salah Melahirkan UU Bermasalah

    Oleh. Muthiah Al Fath

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Tampaknya, protes keras masyarakat kembali dialamatkan kepada pemerintah dan DPR untuk mengesahkan RKUHP. Pasalnya, masyarakat memprotes berbagai pasal krusial di dalam RKUHP karena menebar ancaman kepada masyarakat dengan berbagai sanksi pidana penjara. Namun mirisnya, sistem demokrasi seolah memaksa rakyat untuk menerima segala kebijakan rezim. Terbukti, banyaknya fakta pembubaran paksa yang dilakukan aparat kepolisian terhadap sejumlah aksi protes yang dilakukan masyarakat.

    Dilansir dari Kompas.com, pada Minggu (27/11/2022), telah terjadi aksi yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat untuk menolak rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), Bundaran HI, Jakarta Pusat.

    Lebih dari 50 tahun DPR menggodok RKUHP ini, namun hingga saat ini masih banyak mendapat kritik dan penolakan dari masyarakat, karena dinilai rawan multitafsir oleh aparat penegak hukum. Banyak pelajaran dari kontroversi ini, bahwa tuntutan penolakan revisi UU pada dasarnya tidak cukup, sebab kesengsaraan yang dialami rakyat Indonesia saat ini bukan sekadar diakibatkan oleh sejumlah aturan tersebut. Lebih dari itu, penerapan sistem demokrasi yang berasal dari ideologi sekuler-kapitalisme adalah akar masalah di negeri ini.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/04/rkuhp-sistem-salah-melahirkan-uu-bermasalah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Resep Jitu dari Islam Kaffah

    Resep Jitu dari Islam Kaffah

    Oleh. Deena Noor

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Gang kotor di sudut Los Angeles menjadi mimpi buruk Amerika Serikat. Gang kecil itu dipenuhi tunawisma pecandu obat-obatan. Mereka kejang-kejang saat sakau. Tubuh mereka seketika menggigil saat cuaca berubah panas.

    Para tunawisma itu kecanduan fentanil. Banyak di antara mereka yang tewas gara-gara overdosis obat ini. Beberapa kamar mayat dikabarkan kehabisan ruang karena kasus kematian yang meningkat.

    Tahun lalu, AS mencatat kasus yang tinggi terkait penyalahgunaan fentanil. Dalam catatan LA County Public Health Department, terdapat 1504 orang yang overdosis fentanil pada tahun 2021. Angka ini naik 14 kali dari tahun 2016 yang tercatat ada 109 orang overdosis akibat mengonsumsi fentanil. (duniatempo.co.id, 3/12/2022)

    Kenapa banyak tunawisma di AS yang meninggal karena overdosis? Adakah kaitannya dengan kesehatan mental? Apa yang menyebabkan masyarakat terkena gangguan mental? Lalu, bagaimana Islam memberikan solusi terkait permasalahan ini?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/14/resep-jitu-dari-islam-kaffah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    16 min
  • Saat Iman Dipengaruhi Teman

    Saat Iman Dipengaruhi Teman

    Oleh. Yana Sofia

    (Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Orang bilang agama seseorang bisa dinilai lewat temannya. Saat itu penulis menyangsikan. “Masa ‘sih? Kan kita enggak bodoh-bodoh amat asal ikut kesalahan orang,” begitu pendapat penulis sebelum memahami dahsyatnya pengaruh teman yang bisa memalingkan seseorang dari jalan kebenaran.

    Penulis berpikir asal kita mampu jaga diri, punya komitmen, dan tidak mudah terbawa arus maka tidak akan ada yang mampu mengubah kita. Teman adalah teman, Tak ada hubungannya dengan pilihan dan keputusan yang kita emban. Sekalipun tinggal bersama, jalan bersama, jika kita tegas dan mengatakan ’tidak’ pada sesuatu yang melanggar Islam, maka kita akan mampu jadi diri sendiri. Melakukan apa yang kita yakini benar, tanpa terpengaruh oleh kesesatan yang teman lakukan. Itu pemikiran penulis, tadinya.

    Ternyata Salah

    Siapa sangka, penulis akhirnya melihat dengan kedua mata sendiri. Seseorang yang berubah drastis karena dipengaruhi lingkungan dan tentu saja teman-temannya.

    Alkisah, penulis punya teman yakni akhwat yang sudah hijrah, dan dia memiliki adik yang bernama Anto (nama samaran) yang pada saat itu masih SMA. Si Anto ini anaknya sangat mendukung apa pun yang berkaitan dengan Islam, kajian, pun dakwah.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/11/saat-iman-dipengaruhi-teman/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Ikan Gabus, Bintang Air Tawar Pengobat Luka

    Ikan Gabus, Bintang Air Tawar Pengobat Luka

    Oleh. Tina El Haq

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    NarasiPost.Com-Guys, tahu enggak sih bintang air tawar yang memiliki segudang manfaat? Yups, dialah ikan gabus. Selain murah dan mudah didapatkan, ikan gabus menjadi lauk sejuta umat. Karena, semua kalangan mampu menjangkaunya.

    Ikan air tawar ini sangat mudah ditemui di sawah, sungai, maupun danau. Ikan yang memiliki nama ilmiah Channa striata ini ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, lho! Ikan ini dapat hidup di air yang mengandung kadar asam pH 7 dan 8 dan pada tingkat kedalaman dua meter.

    Selain bisa diolah menjadi masakan super nikmat, kandungan nutrisi yang ada di dalamnya juga mampu mencegah berbagai penyakit. Jumlah kandungan nutrisi dalam ikan gabus sebagaimana dikutip dari Steemkr.com, yakni protein (25,2 gram), kalori (69 gram), lemak (1,7 gram), air (69 gram), zat besi (0,9 miligram), kalsium (62 miligram), vitamin A (150 miligram), vitamin B (0,04 miligram), dan fosfor (76 miligram). Berbagai kandungan gizi tersebut ternyata memberikan banyak manfaat bagi tubuh, terutama anak-anak, ibu hamil, dan para penderita diabetes.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/12/ikan-gabus-bintang-air-tawar-pengobat-luka/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Gelar Cuma-Cuma, bagi Para Ternama?

    Gelar Cuma-Cuma, bagi Para Ternama?

    Oleh. Firda Umayah

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voicxe over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Deddy Corbuzier mendapatkan pangkat letnan kolonel tituler dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Pangkat ini diberikan karena Deddy dianggap mempunyai kapabilitas komunikasi di media sosial yang dibutuhkan oleh TNI (kompas.com, 12/12/2022).

    Pangkat ini merupakan bentuk penghargaan tanpa adanya penugasan dari Menhan, sebagaimana pangkat yang diberikan kepada tentara TNI lainnya. Bahkan, pangkat ini didapatkan tanpa harus memimpin dan mengendalikan sejumlah prajurit. Pangkat yang diberikan secara “cuma-cuma” dinilai tidak tepat dan menjadikan pangkat terkesan mudah didapatkan. Padahal, pangkat merupakan bentuk penghargaan bagi mereka yang dianggap berjasa dalam mengemban amanah negara.

    Sarat Kepentingan Individu

    Adanya pemberian pangkat bagi orang yang ternama, menambah deretan panjang para pesohor negeri yang mendapatkan gelar tanpa harus bersusah payah memiliki keahlian di bidang tertentu. Sebut saja, Megawati Soekarnoputri, Moeldoko, Nurdin Halid, dan Erick Thohir. Mereka merupakan sebagian pejabat yang mendapatkan gelar kehormatan sepanjang tahun 2022. Banyaknya pejabat yang mendapatkan gelar kehormata, lantas menimbulkan satu pertanyaan, mengapa hal itu terjadi?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/14/gelar-cuma-cuma-bagi-para-ternama/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Lara Rakyat karena Sadawarna

    Lara Rakyat karena Sadawarna

    Oleh. Ragil Rahayu, S.E.

    (Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Apakah Anda tahu bendungan Sadawarna? Bendungan ini terletak di Desa Sadawarna, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dengan kapasitas mencapai 44,61 juta meter kubik, bendungan ini digadang-gadang bisa mengairi 4.500 hektar lahan pertanian di Subang dan Indramayu. Selain itu, bendungan ini juga diharapkan mampu mengurangi banjir di tiga kabupaten, yaitu Subang, Indramayu, dan Sumedang.

    Pembangunan bendungan Sadawarna merupakan proyek nasional. Rencananya, peresmian akan dilakukan bulan Desember ini oleh Presiden Joko Widodo. Pada 1 Desember lalu, mulai dilakukan pengisian air (impounding) oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. Namun, pascapengisian air, masalah muncul.

    Akibat pengisian air bendungan, Warga Dusun Cimuncang, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang kesulitan akses jalan karena jalan utama yang biasa dilalui terendam air sehingga tidak bisa digunakan. Sementara itu, akses jalan baru belum bisa digunakan karena hanya berupa tanah dan batu. Dalam kondisi musim hujan seperti saat ini, jalan tersebut licin dan banyak batu yang menonjol, kondisi ini tentu membahayakan warga yang melintas. Akhirnya warga terpaksa membuat akses jalan sendiri secara gotong royong meski dengan peralatan seadanya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/10/lara-rakyat-karena-sadawarna/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Enak ya, Jadi Kamu!

    Enak ya, Jadi Kamu!

    Oleh. Keni Rahayu

    (Kontributor NarasiPost.Com dan Penulis Buku Sebab Perasaan bukan Tuhan)

    NarasiPost.Com-Kamu pernah enggak dengar kalimat begini? Ketika kita berada di satu pencapaian hidup, misalkan kita lulus sekolah, atau berhasil bikin karya tertentu, eh tiba-tiba ada yang nyeletuk, “Enak ya jadi kamu”. Kita jadi bertanya-tanya dong. Memang iya?

    Atau jangan-jangan, malah kita sendiri yang ucap? “Andai aku jadi dia, pasti hidupku lebih mudah”.

    Slow down, Gaes. Sabar, jangan-jangan ada yang enggak beres di hati kita sampai pemikiran ini hadir di kepala. Kalau sudah begini, langsung istigfar ya!

    Jangan Cuma Lihat Rumput, Main ke Dapurnya

    Rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau. Padahal, dalam rumahnya ya sama, berantakan juga. Jangan lupa mampir ke dapurnya, pasti ada sampah dan cucian piring. Atau mampirlah ke gudangnya, ya ada aja barang enggak berguna di sana.

    Begitulah kira-kira hidup manusia. Bisa jadi yang tampak hanya keteraturan hidup seseorang yang (mungkin) bikin kita iri. Padahal, ya dia punya masalah juga. Hebatnya dia tidak mengeluh, kita saja yang selalu tebar peluh.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/15/enak-ya-jadi-kamu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Teman Sejati dalam Dakwah

    Teman Sejati dalam Dakwah

    Oleh. Maman El Hakiem

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-Sebut saja Aisyah, parasnya memang tidak secantik Aisyah ra. istri baginda Rasulullah saw. Pun menikah tidak pada usia muda, Aisyah menikah di usia kepala tiga, terbilang telat menikah di antara teman sebayanya yang rata-rata sudah dikaruniai anak.

    Aisyah bukan tanpa alasan telat menikah, ia sibuk dengan aktivitas dakwahnya dan berusaha untuk tidak terjebak dengan pergaulan yang tidak syar’i dalam menemukan jodohnya.

    Allah Swt. memang selalu memberikan jodoh yang terbaik, akhirnya Aisyah dipertemukan dengan pasangan suaminya, seorang pengemban dakwah, meskipun menjadi istri keduanya tetapi tidak memengaruhi keharmonisan dalam berumah tangga.

    Mereka menempuh kehidupan rumah tangga dengan bekal keyakinan bahwa menikah akan membuat keduanya tenteram dan saling menguatkan dakwahnya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/07/teman-sejati-dalam-dakwah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Krisis Populasi Mengancam Asia: Gagalnya Kapitalisme Memelihara Keturunan?

    Krisis Populasi Mengancam Asia: Gagalnya Kapitalisme Memelihara Keturunan?

    Oleh. Aina Syahidah

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Nonny Irayanti

    NarasiPost.Com-Allah Swt. menciptakan manusia adalah sebagai khalifah di muka bumi. Mereka dipilih oleh Allah untuk memakmurkan bumi beserta isinya. Namun, bagaimana jika pada suatu masa jumlah manusia akan habis? Bukan karena kiamat atau bencana alam lainnya, tetapi karena mereka yang tak mau lagi memiliki keturunan.

    Inilah kemudian yang harus dipikirkan, kala membaca berita mengenai hilangnya bonus demografi (krisis populasi) yang saat ini tengah mengancam sejumlah negara besar di Asia. Ya, Korea Selatan, Cina, Jepang, dan Singapura tengah dihantui resesi seks. Di mana para anak muda memutuskan untuk tidak menikah. Dan pasangan yang sudah menikah memilih untuk tidak memiliki keturunan.

    Tak pelak, hal ini kemudian memengaruhi angka kelahiran di negara tersebut. Saking rendahnya sampai-sampai Kepala Biro Imigrasi Tokyo, Hidenori Sakanaka, yang dikutip dalam buku Muslimah Timur Jauh (2016), mengatakan bahwa Jepang sendiri untuk 50 tahun ke depan perlu membawa 10 juta orang untuk tinggal dan menetap di negaranya. Jika tidak, maka ekonomi Jepang akan runtuh. Hidenori juga menambahkan bahwa Jepang saat ini tengah menghadapi “populate of perish”, yakni menambah populasi atau binasa.


    Naskah selengkapnya:

    https://narasipost.com/2022/12/07/krisis-populasi-mengancam-asia-gagalnya-kapitalisme-memelihara-keturunan/
    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com