Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Memutus Rantai Generasi Sandwich

    Memutus Rantai Generasi Sandwich

    Oleh. Novianti

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Sandwich generation kerap kali menjadi perbincangan akhir-akhir ini. Salah satu jenis roti yang berisi lapisan daging pada bagian tengahnya digunakan Dorothy A. Miller tahun 1981 untuk menggambarkan fenomena tentang peran ganda sebuah generasi yang bertanggung jawab terhadap generasi di atasnya yaitu orang tua dan generasi di bawahnya, yaitu anak-anaknya.

    Menjalani kehidupan generasi sandwich sangatlah berat. Selain bekerja untuk menghidupi keluarganya sendiri, pada saat bersamaan menanggung kehidupan orang tua. Seorang anak ingin membahagiakan orang tuanya, suami membahagiakan pasangan dan anak-anaknya. Namun penghasilan sering kali tidak bisa mengejar kenaikan inflasi, ditambah tekanan pekerjaan, persoalan internal seperti konflik dalam keluarga atau pengasuhan anak, berpotensi menimbulkan depresi.

    Jeratan Pinjaman Online.

    Tekanan hidup yang semakin berat dapat mendorong generasi sandwich mencari jalan pintas. Menjamurnya pinjaman online (pinjol) serta kemudahan dalam mengaksesnya bisa dipilih sebagai solusi instan. Terbukti bahwa peminjam pinjol didominasi oleh kelompok generasi milenial usia 19-35 tahun yakni sebanyak 70,07 persen. Data ini dilansir Otoritas Jasa Keuangan pada Maret 2020. (cnnindonesia.com, 04/05/2020)


    Naskah selengkapnya:

    https://narasipost.com/2022/12/08/memutus-rantai-generasi-sandwich/

    Naskah selengkapnya:

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Ladang Cuan dari Kaum Kesepian

    Ladang Cuan dari Kaum Kesepian

    Oleh. Keni Rahayu

    (Kontributor NarasiPost.Com dan Penulis Buku Sebab Perasaan Bukan Tuhan)

    Voice over talent: Nonny Irayanti

    NarasiPost.Com-Kamu pernah gak merasa kesepian? Sama. Aku juga pernah. It’s ok, Guys. Itu tandanya kita manusia. Ada masa kita lagi ingin sendiri, tapi ada juga momen kita malah sedih karena sendiri.

    Ternyata Guys, di mata orang kapitalis, ini jadi jalan mengais rezeki lo. Ada yang namanya jasa teleponan pengantar bobok. Memang ada? Iya, ada! Bahkan ada agensinya.

    Agensi sleep call talent menyediakan talent dan berbagai menu pilihan untuk mereka yang kesepian. Ada opsi dibacakan cerita, ditemani ngobrol sampai kita tidur, bahkan menu diingatkan makan sehari 3 kali juga ada. Nominalnya variatif. Harga mulai lima ribu sampai dua ratus ribu. Customer bisa pilih sesuai keinginan. Satu lagi yang gak kalah penting, ada jaminan rahasia aman. (Kompas.com, 27/11/22).

    Hehe… ya begitulah mabda kapitalisme. Apa-apa bisa jadi cuan. Orang buang air, cuan. Orang kesepian, cuan. Orang sedih, cuan. Orang butuh telinga, cuan. Apa-apa disandarkan ke cuan. Kapan-kapan, bersin aja bisa jadi cuan. Gak tahu deh bagaimana caranya. Tapi ya sekali lagi, itulah mabda Kapitalisme.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/04/ladang-cuan-dari-kaum-kesepian/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Layanan Sleep Call, Pura-pura Bahagia Butuh Biaya

    Layanan Sleep Call, Pura-pura Bahagia Butuh Biaya

    Oleh. Hesti Andyra

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Jasa layanan sleep call muncul dan berkembang di kalangan milenial. Kesibukan studi dan pekerjaan yang menyita waktu, membuat sebagian orang kehilangan quality time untuk dihabiskan bersama teman atau orang terdekat. Akhirnya sleep call dianggap sebagai pilihan terbaik untuk menjaga hubungan tetap hangat.

    Pada dasarnya, sleep call adalah aktivitas panggilan telepon sampai tertidur. Fenomena ini awalnya menjadi tren di kalangan pasangan kekasih yang menjalani LDR, long distance relationship. Masalah muncul ketika seseorang tidak memiliki teman dekat ataupun kekasih, namun butuh teman curhat. Salah satu solusi praktis yang tersedia adalah, menggunakan jasa layanan sleep call yang membantu mengatasi rasa kesepian meskipun berbayar.

    Dengan layanan ini, seseorang bisa berkeluh kesah atau sekadar berbincang ringan sekehendak hati. Rasanya seperti memiliki teman atau kekasih yang selalu menemani. Obrolan ringan lewat telepon tepat sebelum tidur, dipercaya ampuh meningkatkan semangat untuk memulai aktivitas esok hari.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/04/layanan-sleep-call-pura-pura-bahagia-butuh-biaya/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Mulia dengan Ilmu

    Mulia dengan Ilmu

    Oleh. Mariyah Zawawi

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Nonny Irayanti

    NarasiPost.Com- Aku melihat orang berilmu itu mulia

    Meskipun ia dilahirkan dari ayah yang buruk
    (Imam Asy-Syafi’i dalam Syarah Diwan Imam Asy-Syafi’i)

    Cuplikan syair ini memiliki makna yang sama dengan penjelasan Imam Al-Mawardi dalam kitabnya, Adabu Ad-Din Wa Ad-Dunya. Di dalam kitab ini, beliau menyampaikan ucapan sebagian ahli hikmah, bahwa ilmu itu merupakan keutamaan bagi orang yang tidak memiliki kadar. Yakni, orang yang awalnya bukan siapa-siapa, namun karena ilmunya ia menjadi seorang ustaz, ulama, atau menjadi pemimpin.

    Banyak kita saksikan mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, yang tidak dikenal, menjadi ulama atau pemimpin karena keilmuannya. Salah satu di antaranya adalah Imam Asy-Syafi’i. Beliau telah ditinggal ayahnya menghadap Al-Khaliq saat usianya masih dua tahun. Dalam kesederhanaan, sang ibu pun membesarkan putranya seorang diri. Namun, berkat didikan sang ibu serta ketekunannya, Imam As-Syafi’i pun berhasil menjadi seorang mujtahid mutlak dan seorang imam mazhab


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/15/mulia-dengan-ilmu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Kontroversi RKUHP, Potret Buruk Sistem Demokrasi!

    Kontroversi RKUHP, Potret Buruk Sistem Demokrasi!

    Oleh. Yana Sofia

    (Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Keputusan pemerintah dan Komisi III DPR RI untuk mengesahkan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) telah menuai polemik dan kontroversi. Hal ini disinyalir karena adanya pasal-pasal bermasalah yang terkandung dalam RKUHP yang berpotensi melahirkan sistem hukum yang cacat formil.

    Lalu benarkah RKUHP mengandung kebijakan antikritik? Kenapa pemerintah ngotot RKUHP segera disahkan meski menuai kontroversi?

    Ibarat Menjilat Ludah Sendiri

    Dilansir dari tempo.co, pada Senin (5/11/2022) Aliansi Nasional Reformasi KUHP yakni gabungan beberapa LSM telah melakukan protes dengan aksi tabur bunga di depan Gedung DPR, sebagai bentuk penolakan mereka terhadap wacana pengesahan RKUHP yang dinilai mengandung pasal-pasal bermasalah.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/07/kontroversi-rkuhp-potret-buruk-sistem-demokrasi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Pacar Sewaan dan Talent Sleep Call, Buntut Generasi Sakit!

    Pacar Sewaan dan Talent Sleep Call, Buntut Generasi Sakit!

    Oleh. Yana Sofia

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    NarasiPost.Com-Guys, pernah dengar istilah pacar sewaan? Di Jepang layanan berupa sewa pacar ini sangat mudah ditemui. Nah, di Indonesia sendiri ada layanan Talent Sleep Call namanya. Pelanggan cukup memilih talent dan jenis jasanya, yakni layanan telponan, chatting, hingga pacar virtual dengan tarif yang beragam.

    Selintas hal ini terdengar absurd. Kenapa masyarakat mayoritas muslim mengadakan muamalah yang bisa mendatangkan bahaya zina? Namun, inilah faktanya. Dua jenis jasa ini memang rawan berujung pelecehan seksual. Seperti yang diungkapkan Fahrija (20), salah satu penyedia talent sleep call, “Pernah juga talent yang mendapat pelecehan seksual, yang mayoritas korban adalah perempuan,” katanya. Dikutip kompas.com (27/11/2022)

    Gimana Guys, potret generasi kita sangat jauh dari gambaran pemimpin peradaban, bukan? Alih-alih mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat, mereka malah terjerumus pada perbuatan ‘dangkal’. Inilah buah dari penerapan sistem kapitalisme dalam kehidupan. Sistem yang lahir dari rahim ide pemisahan agama dari kehidupan ini telah membuat generasi sakit, hingga rela berbuat apa saja demi menghasilkan cuan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/04/pacar-sewaan-dan-talent-sleep-call-buntut-generasi-sakit/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Bullying: Output Pendidikan Sekuler

    Bullying: Output Pendidikan Sekuler

    Oleh.Isti Rahmawati, S.Hum.

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Nonny Irayanti

    NarasiPost.Com-Bullying tampaknya menjadi kasus yang tak pernah selesai. Pelakunya pun tak pandang bulu. Sekelas anak SD pun melakukan perundungan terhadap temannya seusianya. Seorang siswa kelas 2 di SD Jenggolo Malang, menjadi korban bullying oleh temannya sendiri hingga kejang dan koma (Detik.com, 24/11).

    Tak hanya pada teman sebaya, sekumpulan remaja berseragam sekolah ditangkap karena aksinya menganiaya seorang nenek. Videonya viral di media sosial setelah menendang sang nenek hingga tersungkur. Pelaku sudah ditangkap dan diproses oleh Polres Tapanuli Selatan.

    Perilaku amoral generasi saat ini mencerminkan kondisi remaja dan pelajar yang sedang tidak baik-baik saja. Kita perhatikan, banyak dari mereka yang terbiasa mengumpat dengan kata-kata kasar. Bahkan, tak segan untuk melawan guru hingga orang tua. Mereka pun tak takut melakukan perundungan (bullying). Tak hanya itu, mereka tak segan melakukan tindak kriminal seperti tawuran, pembegalan, pencurian, dan pembunuhan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/07/bullying-output-pendidikan-sekuler/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Jangan Bosan Menjadi Orang Baik

    Jangan Bosan Menjadi Orang Baik

    Oleh. Irma Sari Rahayu

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.com-“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim)

    Sahabat, merasa tidak kalau kehidupan saat ini sangat jauh dari nilai-nilai Islam? Korupsi, tawuran pelajar, para muslimah tidak menutup aurat, dan perilaku maksiat terjadi di mana-mana. Seakan-akan ajaran Islam adalah sesuatu yang asing dan tak layak untuk diterapkan. Walaupun masih ada yang menjalankan, tak lebih hanya sekadar ibadah ritual semata. Itu pun ada juga yang melanggar dan tak merasa berdosa.

    Berabad-abad silam, Rasul saw. telah menggambarkan kondisi ini. Ketika Islam pertama kali didakwahkan oleh Nabi saw., ia dianggap sebagai sesuatu yang baru, asing dan berbeda dengan kebiasaan orang-orang Arab saat itu. Dengan nilai-nilai yang bertentangan dengan tradisi jahiliah, ajaran Islam dianggap berbahaya. Misalnya, mencela penyembahan berhala, memuliakan perempuan, mencela praktik curang dalam timbangan, dll. Bahkan Rasulullah sendiri dijuluki orang gila, pembohong dan tukang sihir.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/11/09/jangan-bosan-menjadi-orang-baik/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Kekerasan Merajalela, di Mana Peran Negara?

    Kekerasan Merajalela, di Mana Peran Negara?

    Oleh. Imroatus Sholeha

    (Relawan Opini, Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Aksi penganiayaan terhadap bayi kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang bayi berusia empat bulan di Desa Mattoanging, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Bayi tersebut meninggal setelah dianiaya dengan dibanting ke lantai oleh seorang pria, Sabtu (22/10/2022) pukul 04.00 WITA. Akibat bantingan tersebut, sang bayi mengalami luka parah di bagian kepala. Kapolsek Bantimurung, Iptu Farid Hasan, yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Iya benar, TKP-nya di Desa Mattoanging,” singkatnya. (Tribunnews.com)

    Sementara itu, di Medan, Sumatera Utara, sepasang suami istri yang diduga cekcok hingga mengakibatkan sang istri tewas bersimbah darah di pinggir jalan Mandala By Pass, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara pada Sabtu (22/10/2022) sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut informasi yang didapat, sang istri yang tewas dibunuh suaminya di pinggir jalan Mandala By Pass dengan menggorok leher bagian belakang. (Tvonenews.com)

    Tak sampai disitu, masih banyak kasus-kasus kekerasan lainnya yang menggurita di negeri pertiwi ini. Mulai dari kekerasan seksual hingga kasus-kasus pembunuhan dengan berbagai motif. Berita tentang kekerasan, baik penganiayaan, tawuran, hingga pembunuhan ini seolah tak pernah henti menghiasi linimasa platform media, baik cetak, televisi, maupun media online yang kita baca setiap harinya. Maraknya kasus tersebut menunjukkan betapa tak amannya hidup dan tak berharganya nyawa manusia. Pemicunya pun beragam, dari masalah ekonomi, depresi, emosi yang tak terkendali, masalah asmara, dan lainnya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/11/16/kekerasan-merajalela-di-mana-peran-negara/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Stop Pornografi, Selamatkan Generasi!

    Stop Pornografi, Selamatkan Generasi!

    Oleh. Yana Sofia

    (Tim Penulis Inti Narasipost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Lagi ramai hastag “kebaya merah” di sosial media. Usut punya usut ternyata adalah pelaku video asusila yang ditangkap beberapa waktu lalu. Usai video itu viral, polisi menganalisisnya dan menetapkan dua tersangka, yakni pria berinisial ACS dan perempuan berinisial AH. Dikutip kompas.com, Rabu (9/11/2022)

    Begitulah, Guys! Warganet menilai ‘kali ini’ polisi cepat dalam menindaklanjuti kasus pornografi. Namun banyak yang menyayangkan, penegak hukum seharusnya tuntas menyolusi masalah ini. Sebagaimana akun dengan inisial BB berceloteh di media Instagram, “Kok yang ditangkap cuma si kebaya merah? Seleb yang kemarin video pornonya viral kok enggak ditangkap juga? Dia ketawa melihat ini!” tulisnya.

    Entah siapa seleb yang dimaksud akun BB ini. Yang jelas, kita tahu bersama. Pemerintah tidak serius dalam memberantas pornografi. Karena itulah pornografi masih sangat mudah diakses oleh siapa pun, bahkan oleh anak di bawah umur. Nauzubillah!


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/11/14/stop-pornografi-selamatkan-generasi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com