Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Mengakhiri Pornografi dengan Sistem Islam

    Mengakhiri Pornografi dengan Sistem Islam

    Oleh. Novianti

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Dunia sudah dibanjiri konten-konten pornografi. Video porno terus diproduksi dan memenuhi ruang publik terutama di dunia maya. Seperti baru-baru ini, video kebaya merah yang mempertontonkan adegan hubungan badan perempuan yang berperan sebagai karyawan dengan laki-laki sebagai tamu hotel. (cnnindonesia.com, 05/11/2022)

    Korban pornografi juga sudah menyentuh mereka yang masih anak-anak. Mereka seharusnya dijaga dari lingkungan yang merusak, namun faktanya mereka pun sudah tercemar. Di media sosial, muncul surat yang ditulis anak kelas 6 SD untuk teman perempuannya. Kalimat-kalimatnya sangat vurgar, tidak pantas dituliskan anak seusianya. Di Nganjuk, September lalu, anak 11 tahun memerkosa temannya yang masih kelas 1 SD.

    Tentunya orang tua resah, terlebih konten pornografi saat ini muncul dalam berbagai stimulasi sensorik yang sangat kreatif. Hubungan laki-laki dan perempuan dilihat dengan perspektif rendah, sebatas untuk memuaskan syahwat. Tidak ada kesadaran bahwa hubungan seks merupakan bagian dari tanggung jawab pasangan yang sudah menikah dalam rangka meneruskan keturunan untuk melanjutkan kehidupan manusia.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/11/14/mengakhiri-pornografi-dengan-sistem-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Hentikan Penyebaran Virus HIV/AIDS Hanya dengan Islam

    Hentikan Penyebaran Virus HIV/AIDS Hanya dengan Islam

    Oleh. Tita Rahayu Sulaeman

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Kecamatan Mandalajati Bandung bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bandung menggelar ACF (active case finding) dalam rangka menyambut hari AIDS pada 1 Desember. Layanan tes HIV diluncurkan di lima puskesmas di Kecamatan Mandalajati. Layanan HIV juga tersedia secara daring atau online. Ketua Warga Peduli AIDS (WPA) Mandalajati, Reny Yustianingsih menjelaskan, inovasi layanan tersebut bernama Galow (Gerakan Layanan Online WPA). Dikembangkan pada Oktober 2022 dalam platform Mandalikes, bertujuan sebagai wadah untuk menyampaikan informasi terkait HIV/AIDS dan kegiatan WPA Mandalajati. Harapannya, Semoga jadi banyak warga yang semakin peduli dengan mengakses layanan HIV/AIDS serta peduli kepada orang yang hidup dengan HIV/AIDS (bandung.go.id, 28/11/2022).

    Kasus HIV/AIDS di Kota Bandung merupakan yang tertinggi di Jawa Barat. Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat, kasus HIV/AIDS di Kota Bandung sejak tahun 1991 hingga Desember 2021 terhitung 5.843 kasus (liputan6.com, 19/10/2022). Jika dirata-ratakan, jumlah kasus sebanyak 195 kasus per tahun. Fakta ini sungguh ironis, mengingat mayoritas penduduk Jawa Barat adalah pemeluk agama Islam.

    Pemikiran Barat Merusak Umat Islam

    Inilah yang terjadi ketika agama hanya dijadikan sebagai ritual ibadah dan dipisahkan dari kehidupan. Agama dianggap sebagai ranah pribadi antara individu dengan Tuhannya, sementara dalam kehidupan perilaku tidak mengindahkan aturan Sang Khalik. Perilaku telah dikendalikan hawa nafsu. Ancaman siksa dari Allah pun mereka lupa. Ancaman Kesehatan maupun stigma negatif dari masyarakat tak lagi jadi hal yang menakutkan bagi para pelaku seks bebas.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/07/hentikan-penyebaran-virus-hiv-aids-hanya-dengan-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Silang Sengkarut Impor Beras, Wujud Salah Kelola Pangan

    Silang Sengkarut Impor Beras, Wujud Salah Kelola Pangan

    Oleh. Haifa Eimaan

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Nonny Irayanti

    NarasiPost.Com-Kabar memerahkan telinga kembali menerpa para petani. Tidak ada kemarau panjang, tidak ada serangan hama yang menyebabkan gagal panen, apalagi banjir yang merusak berhektar-hektar areal persawahan, tetapi Perum Bulog dikabarkan akan mengimpor beras sebesar 500 ribu ton. Pupus sudah harapan petani bisa menjual gabah dengan harga tinggi. Alih-alih mendapatkan laba, bisa jadi mereka hanya impas bahkan merugi.

    Menanggapi kabar impor beras ini, Henry Saragih sebagai Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), menyampaikan penolakannya kepada Tempo pada Selasa, 22 November lalu. Menurutnya, rencana impor beras itu menyalahi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2022 tentang Pangan, yaitu impor beras tidak diperkenankan apabila produksi beras dalam negeri masih cukup. Faktanya, memang masih ada berton-ton beras yang beredar di tengah-tengah masyarakat.

    Ketika harga beli Bulog lebih murah dari tengkulak, petani jelas lebih memilih menjualnya kepada para tengkulak. Selisih lima puluh rupiah per kilogram pun, petani pasti memilih tengkulak. Mengapa? Karena, para juragan gabah ini akan menjemput hasil panen ke sawah. Sehingga petani bisa menghemat biaya transportasi.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/07/silang-sengkarut-impor-beras-wujud-salah-kelola-pangan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Revisi UU IKN, Jalan Mulus Penjajahan

    Revisi UU IKN, Jalan Mulus Penjajahan

    Oleh. Sartinah

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-“Dikasih hati minta jantung.” Peribahasa tersebut tampaknya mewakili keserakahan para oligarki atas negeri ini. Tak puas dengan memiliki hak pengelolaan tanah IKN selama 90 bahkan 180 tahun, kini mereka ingin diberi hak kepemilikan selamanya. Mirisnya pemerintah bukannya menolak, justru memberi karpet merah agar mereka legal memiliki tanah IKN. Satu-satunya jalan instan merealisasikan keinginan para oligarki adalah dengan mengubah undang-undang.

    Lantas, apa alasan Presiden Joko Widodo merevisi UU IKN yang bahkan belum berjalan setahun? Benarkah revisi tersebut makin memuluskan penjajahan? Bagaimana pula pandangan Islam tentang jual-beli tanah kepada asing?

    Dalih Revisi

    Pemerintah akhirnya mengajukan revisi UU IKN yang belum setahun disahkan. Terkait revisi tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan, ada beberapa alasan revisi UU IKN Nusantara. Pertama, untuk mengakomodasi keinginan investor. Suharso menyebut, salah satu keinginan para investor adalah terkait perubahan status lahan yang awalnya hanya hak pengelolaan menjadi hak kepemilikan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/08/revisi-uu-ikn-jalan-mulus-penjajahan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Balik Kampung

    Balik Kampung

    Oleh. Isti Rahmawati, S.Hum

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Tawakal itu letaknya di dalam hati.

    Tersembunyi dalam hening sepertiga malam

    Hari ini Nita dan kedua anaknya dijemput oleh Adit untuk menempati rumah baru. Sebetulnya bukan rumah baru, hanya rumah kontrakan kecil. Selama tujuh bulan setelah melahirkan anak keduanya, untuk sementara Nita tinggal di rumah kedua orang tuanya.

    Sebelumnya, Adit dan Nita merantau ke Surabaya. Keduanya sama-sama bekerja di salah satu yayasan pendidikan. Nita juga diberi keringanan untuk membawa anak saat bekerja. Dengan gaji keduanya, tentu tidak cukup untuk membayar pengasuh. Itu saat mereka memiliki anak satu.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/07/balik-kampung/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Regsosek, Ilusi Pengentasan Kemiskinan

    Regsosek, Ilusi Pengentasan Kemiskinan

    Oleh. Sartinah

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Nestapa warga miskin di negeri ini seolah tidak pernah berakhir. Sengkarutnya pendataan jumlah penduduk membuat sebagian mereka tak terjangkau bantuan pemerintah. Meski berbagai program pendataan dilakukan untuk memetakan penduduk yang kaya dan miskin, tetapi tak juga menjadi solusi mengurai kemiskinan. Kini, pemerintah kembali menggulirkan program Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang dijalankan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Program tersebut bahkan memakan anggaran Rp4,17 triliun.

    Lantas, mampukah program Regsosek menjadi solusi kemiskinan di negeri ini? Apa sejatinya yang menyebabkan kemiskinan ibarat lingkaran setan yang sulit diberantas? Bagaimana pula solusi hakiki mengatasi kemiskinan?

    Kontroversi Regsosek

    Berdasarkan data Bps.go.id, Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) merupakan usaha pemerintah untuk membangun data kependudukan tunggal atau satu data. Dengan terwujudnya program tersebut, pemerintah dapat melaksanakan berbagai programnya secara terintegrasi, tidak tumpang tindih, dan lebih efisien. Data tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas berbagai layanan pemerintah, seperti pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga administrasi kependudukan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/04/regsosek-ilusi-pengentasan-kemiskinan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    15 min
  • Kerusakan Kapitalisme, Jangankan Manusia Hewan Pun Jadi Korban!

    Kerusakan Kapitalisme, Jangankan Manusia Hewan Pun Jadi Korban!

    Oleh. Annisa Sukma Dwi Fitria

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-Ternyata, surat cinta tak senonoh ala anak kelas 6 sekolah dasar itu hanya partikel kecil atas permasalahan masyarakat saat ini. Tragisnya, muncul sebuah komunitas psikopat yang bergerak secara terkoordinasi lewat berbagai platform online berasal dari negara maju, seperti Amerika Serikat sebagai mayoritasnya. Mereka menjadikan seekor bayi monyet sebagai bahan konten penyiksaan.

    Tak kalah mirisnya, pertengahan 2021 sejak terbongkarnya jual beli konten penyiksaan hewan ini, Indonesia merupakan pemasok atau penyumbang terbesar dari video penyiksaan tersebut hingga saat ini. Komunitas beranggotakan ribuan orang itu, akan merasa sangat senang dan bergairah saat menonton video bayi monyet yang tersiksa dengan berbagai cara yang mereka inginkan (narasi.tv, 2/11/2022).

    Studi International Journal of Offender Therapy and Comparative Criminology menyatakan bahwa, psikopat ini bersumber pada permasalahan orang tua dengan anak. Sedangkan, studi yang lain mengungkap tentang akar dari lahirnya psikopat, yakni berasal dari pelecehan, penganiayaan, dan rasa tidak aman. Selain itu, terdapat pula studi Child Abuse and Neglect (2015) yang memaparkan bahwa, psikopat dipengaruhi oleh genetika, pola asuh yang buruk, perubahan neurologis, hingga racun yang terdapat pada rahim ibu hamil (bangsaonline.com, 31/10/2022).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/03/kerusakan-kapitalisme-jangankan-manusia-hewan-pun-jadi-korban/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Disforia Gender dan Resesi Seks, Wajah Buruk Penerapan Kapitalisme

    Disforia Gender dan Resesi Seks, Wajah Buruk Penerapan Kapitalisme

    Oleh. Dia Dwi Arista

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Dunia Barat sedang gempar. Hal ini dipicu oleh ledakan transgender anak di Barat yang seringkali ditemukan mengaku bergender lain dari gender lahirnya. Ledakan ini semakin memuncak pada 10 tahun terakhir. Banyak ditemukan remaja berusia antara 13-15 tahun di Eropa dan Amerika mendatangi klinik untuk suntik penghambat hormon, atau bahkan ganti kelamin.

    Angka yang terdata terbilang fantastis, hingga menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para pengamat. Seperti yang dikemukakan oleh salah satu psikiatris anak di London pada The Guardian yang dilansir pada 24/11/2022. Ia mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ledakan transgender anak terjadi, mereka juga merasa kebingungan dengan fenomena ini.

    Studi yang dilakukan Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris, mendata bahwa lebih dari 5000 anak pada tahun 2021 ingin berganti jenis kelamin. Padahal 10 tahun sebelumnya hanya tercatat 250 kasus. Pun di Amerika Serikat, Komodo Health.Inc dan Reuters bekerja sama untuk melacak anak-anak yang melakukan perubahan gender. Hasil mencengangkan mereka temukan, sejak tahun 2017, 121.882 anak dengan rentang usia 6-17 tahun mengalami disforia gender. Jumlah ini disinyalir sebagai fenomena gunung es, sebab yang tercatat hanya pengguna asuransi kesehatan saja. (Republika.co.id, 27/11/2022)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/03/disforia-gender-dan-resesi-seks-wajah-buruk-penerapan-kapitalisme/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Piala Dunia dan Standar Ganda Kebebasan Berpendapat
    Piala Dunia dan Standar Ganda Kebebasan Berpendapat
    Oleh. Pipit NS
    (Kontributor NarasiPost.Com)
    NarasiPost.Com-Piala dunia tahun 2022 yang diselenggarakan di Qatar sejak bulan November lalu telah menyerap atensi besar kaum muslimin. Pasalnya, negara ini digadang-gadang akan menjadi sarana dakwah Islam nantinya. Setidaknya tampak pada pembukaan piala dunia yang disertai pembacaan ayat suci Al-Quran, barcode hotel yang memperkenalkan pengunjung dengan Islam, serta pelarangan minuman keras serta larangan kampanye LGBT.
    Tentu hal ini memicu berbagai respons dari banyak pihak. Kaum muslimin dari berbagai dunia merespons hal ini sebagai angin segar bagi perspektif dunia terhadap Islam. Islam yang damai tanpa kekerasan tampak dalam pelaksanaan Piala Dunia 2022 ini. Namun, bagi sebagian orang, pelarangan minuman keras dan larangan kampanye LGBT merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.
    Steve Da Cruz, seorang penggemar asal Meksiko, mengaku kecewa terhadap keputusan pelarangan alkohol meskipun hal tersebut adalah budaya masyarakat setempat. Menurutnya, alkohol dan sepak bola merupakan hal yang berjalan beriringan dan tak bisa dipisahkan, sehingga wajar penggemar dari berbagai negara kecewa terhadap keputusan ini. Lebih dari itu, protes atas kekecewaan pelarangan penggunaan ban lengan OneLove berwarna pelangi juga datang dari berbagai negara besar Eropa. Mereka menganggap bahwa pelarangan penggunaan ban lengan merupakan pelarangan terhadap suara untuk mengkampanyekan keberagaman. Hubungan Qatar dengan Jerman akhirnya tidak begitu baik akibat peristiwa tersebut. Hingga pada Rabu (30/11), lewat sebuah wawancara dengan media Jerman, Menteri Energi Qatar mengatakan bahwa boleh saja komunitas LGBT tersebut mengunjungi Qatar, tapi Barat tak bisa mendikte Qatar untuk melegalkan LGBT.
    Naskah selengkapnya:
    https://narasipost.com/2022/12/13/piala-dunia-dan-standar-ganda-kebebasan-berpendapat/
    Naskah selengkapnya:
    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
    Follow us on:
    instagram: http://instagram.com/narasipost
    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
    Twitter: Http://twitter.com/narasipost
    6 min
  • Ironis, Bersuka Cita di Tengah Duka Korban Gempa Cianjur

    Ironis, Bersuka Cita di Tengah Duka Korban Gempa Cianjur

    Oleh. Yeni Marlina, A.Ma

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Negeri ini masih menyisakan duka yang mendalam, akibat gempa berkekuatan magnitudo 5,6 SR yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21-11-2022) lalu. Korban meninggal bertambah menjadi 328 orang, masih dinyatakan hilang tercatat 12 orang. Pemkab Cianjur pun mengusulkan agar proses pencarian diperpanjang hingga tiga hari ke depan. (detik.com, 30-11-2022)

    Di samping itu, kerusakan infrastruktur tercatat sebanyak 26.237 rumah rusak berat, 14.196 rumah rusak sedang dan 22.786 rumah rusak ringan.

    Kerusakan sekolah 471, 170 tempat ibadah, 14 fasilitas kesehatan dan 17 gedung perkantoran. Data titik pengungsian dihimpun BNPB dan lainnya tercatat sebanyak 449 titik. Total jumlah pengungsi 100.330 jiwa. Yang terdata melalui Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (Kompas.com 28-11-2022)

    Baik korban jiwa ataupun kerusakan infrastruktur, tentu membutuhkan perhatian yang serius dari seluruh pihak terkait. Terutama dari pemerintah. Duka mereka adalah duka negara. Sejak awal kejadian, berbagai elemen masyarakat dan organisasi tampak bahu membahu mengerahkan segenap kemampuan untuk memenuhi berbagai kebutuhan para korban. Berbagai kekurangan disebar melalui media sosial, seperti tenda, logistik lainnya hingga kain kafan. Beberapa jenazah belum bisa dikubur karena kekurangan kain kafan. Pertanyaannya di mana pemerintah dan para pemimpin negeri ini? bukankah mengurusi kebutuhan rakyat adalah lebih prioritas?


    Naskah selengkapnya:

    https://narasipost.com/2022/12/04/ironis-bersuka-cita-di-tengah-duka-korban-gempa-cianjur/

    Naskah selengkapnya:

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com