Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Sebesar Nyali sang Pedang

    Sebesar Nyali sang Pedang

    Oleh. Yana Sofia

    (Penulis Inti Narasipost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Tulisan ini adalah renungan untuk kita bersama. Khususnya bagi siapa saja yang meragukan pilihan hijrahnya, takut melangkah, merasa tidak layak, bahkan ingin menyerah. Ada saja alasan yang tumbuh di benak, memaksanya untuk berbalik arah. "Sungguh diri ini masih merasa kotor untuk berada di jalan juang, belum siap, dan belum pantas." Jadi, kesimpulannya mau menyerah 'kan, nih?

    Hanya Dalih

    Coba deh, sini! Kita berdialog dengan hati. Apa sebenarnya yang sedang ia cari? Apa sebenarnya yang ingin kita hindari? Jawabannya tentu tertanam dalam benak. Aku menebak alasan tersebut tak sungguhan kau cari jawabanya. Kau hanya ingin berdalih, ingin memiliki alasan saja, mencari pembenaran atas sikapmu yang tak layak.

    Kalimat-kalimat alasan, seperti, "Aku terlalu banyak dosa, dipenuhi maksiat, tak bisa berubah, sudah takdir, dan lainnya." Jujurlah, itu semua hanya dalih. Kau hanya sedang putus asa, lantaran sudah biasa mengabaikan syariat-Nya. Seolah sudah tak ada harapan untuk tobat, tak ada jalan untuk menjadi sebaik-baiknya hamba. Ayolah, itu semua hanya dalih untuk menutupi kemaksiatan yang ingin kau lindungi.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/18/sebesar-nyali-sang-pedang/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min
  • Jadi Ibu Cerewet? Harus atau Jangan?

    Jadi Ibu Cerewet? Harus atau Jangan?

    Oleh. Rizki Ika Sahana

    (Pegiat Media dan Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Nonny Irayanti

    NarasiPost.Com-Membincangkan topik ibu tidak pernah ada habisnya, ya. Karena ibu adalah nyawa bagi kehidupan, laksana sumber energi yang tak pernah mati. Apalagi di bulan Desember, nama ibu disebut-sebut nyaris di seantero jagat, nyata maupun maya. Pasalnya, Desember identik dengan momen peringatan Hari Ibu.

    Lalu, apa yang paling kita ingat tentang sosok ibu? Ocehan ibu yang tiada henti mungkin jadi jawaban favorit. Sebab hampir setiap ibu melakukan hal yang sama, di setiap saat pun di setiap tempat. Iya apa iya, Gaes?

    Fenomena ibu cerewet terhadap anak-anaknya itu jamak banget. Bahkan sangat wajar. Terutama di tengah kehidupan hari ini yang penuh kerusakan dan bencana sosial, membuat para ibu dilanda gelisah atau  galau lagi merana sepanjang masa.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/22/jadi-ibu-cerewet-harus-atau-jangan/family/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Penerapan Jinayat dalam Islam

    Penerapan Jinayat dalam Islam

    Oleh. Aya Ummu Najwa

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Hukuman mati merupakan salah satu dari jinayat dalam Islam. Sedangkan jinayat adalah bentuk jamak dari jinayah. Menurut bahasa, jinayat bermakna penganiayaan terhadap badan, harta, atau jiwa. Sementara menurut istilah, jinayat adalah pelanggaran terhadap badan yang di dalamnya mewajibkan terhadap tindak penganiayaan. Dengan demikian tindak penganiayaan itu sendiri dan sanksi yang dijatuhkan atas penganiayaan atas badan disebut dengan jinayat. Pematahan terhadap gigi, serta pembunuhan yang mirip dengan sengaja disebut pula dengan jinayat. Masing-masing penganiayaan itu disebut dengan jinayat begitu pula sanksi-sanksi bagi masing-masing penganiayaan itu juga disebut dengan jinayat.

    Kita tahu bahwa pembunuhan adalah kejahatan terbesar yang dilakukan oleh manusia. Pembunuhan juga merupakan kejahatan pertama yang dilakukan oleh manusia, yaitu Qabil yang membunuh saudaranya Habil. Maka salah satu bentuk jinayat yang paling besar adalah sanksi bagi tindak pembunuhan yaitu jinayat. Dan termasuk salah satu hukum yang paling menonjol yang telah diketahui pengharaman terhadap tindak pembunuhan tanpa hak. Diharamkannya pembunuhan telah ditetapkan berdasarkan Al-Qur'an dan as-sunnah. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surah Al Isra' ayat 33:

    "Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya melainkan dengan suatu alasan yang hak, dan barang siapa dibunuh secara zalim maka sesungguhnya kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya"


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/15/penerapan-jinayat-dalam-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Perampok Tambang Itu Bernama Kapitalis

    Perampok Tambang Itu Bernama Kapitalis

    Oleh. Firda Umayah

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Indonesia selain terkenal dengan hasil bumi yang melimpah juga memiliki banyak potensi tambang yang tersebar di seluruh wilayah. Tambang emas, bijih besi, nikel, batu bara, belerang, tembaga, timah, bauksit, nikel, minyak bumi dan gas alam merupakan sebagian besar barang tambang maupun material mineral yang ada di Indonesia.

    Sayangnya, kekayaan alam yang melimpah tidak lantas membuat rakyat Indonesia hidup sejahtera. Dilansir oleh kompas.com pada tanggal 9 Oktober 2022 lalu, sekitar 68% masyarakat Indonesia kesulitan untuk menjangkau makanan bergizi. Artinya, pengelolaan kekayaan alam yang ada tidak kembali kepada rakyat. Lantas, mengapa hal ini terjadi?

    Negara Ramah Kapitalis

    Adalah hal yang umum bahwa mayoritas kekayaan alam yang ada di Indonesia berada dalam pengelolaan pihak swasta bahkan asing. PT Freeport Indonesia, PT Bumi Resource Tbk, PT Berau Coal, Chevron Pasific Indonesia, ExxonMobil, Shell, merupakan sebagian perusahaan besar yang mengelola aneka tambang di Indonesia. Hingga saat ini, keberadaan para pengusaha dan perusahaan tambang tampaknya terus meningkat selaras semakin meningkatnya hasil temuan tambang di berbagai wilayah negeri. Seperti saat tambang emas ditemukan di sejumlah wilayah Jawa Timur.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/15/perampok-tambang-itu-bernama-kapitalis/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Berharaplah Hanya kepada Allah Swt.

    Berharaplah Hanya kepada Allah Swt.

    Oleh. Mariyah Zawawi

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani 

    NarasiPost.Com-“Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia.”

    Demikianlah ucapan Sayidina Ali bin Abi Thalib r.a. yang masyhur. Ucapan itu mengingatkan kepada kita agar tidak menaruh harapan kepada manusia. Sebab, manusia hanyalah makhluk Allah Swt.

    Kita, Makhluk yang Sering Lupa

    Saat hidup di dunia, kita tidak pernah luput dari ujian dan cobaan. Baik berupa kesenangan maupun kesulitan hidup. Semua itu untuk mengetahui apakah manusia masih tetap berpegang teguh kepada tali agama Allah Swt. ataukah melepaskannya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/12/berharaplah-hanya-kepada-allah-swt/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Baby Blues, Apakah Masalah yang Serius?

    Baby Blues, Apakah Masalah yang Serius?

    Oleh. Deena Noor

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Melahirkan menjadi momen yang mendebarkan sekaligus membahagiakan bagi wanita. Melalui sebuah kelahiran, hadirlah bayi mungil yang akan menjadi penerus kehidupan. Mau melahirkan secara normal ataupun operasi, yang terpenting ibu dan bayinya dalam keadaan sehat.

    Setelah melahirkan, tugas selanjutnya sebagai seorang ibu telah menanti. Tak mudah karena tubuh masih dalam proses adaptasi dengan keadaan yang baru.

    Apa lagi jika ibu melahirkannya melalui proses operasi, maka secara fisik lebih rentan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Pengalaman pertama melahirkan membuat ibu mengalami ragam perasaan yang bermunculan. Secara fisik dan emosi, juga terjadi banyak perubahan. Hal ini bisa memengaruhi psikologis ibu.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/14/baby-blues-apakah-masalah-yang-serius/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Revive Your Dakwah, Bangkitkan Semangat Dakwahmu

    Revive Your Dakwah, Bangkitkan Semangat Dakwahmu

    Judul Buku: Revive Your Dakwah

    Penulis: Ayu Paranitha
    Penerbit: ImuNe Press
    Tahun Terbit: Juni 2021
    Cetakan: 1
    Tebal halaman: xvi + 388
    Ukuran Buku: 15,5 x 23 cm
    ISBN: 978-623-97131-0-2
    Peresensi: Haifa Eimaan
    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com –“Aku telah meninggalkan bagi kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) kitab Allah dan sunah Rasul-Nya.” (Al Hadis- sampul belakang Revive Your Dakwah)

    Revive Your Dakwah, kalau terjemahan bebas versi saya (setelah membaca bukunya) adalah ‘Ayo, Bangkitkan Semangat Dakwahmu!’ Membaca judulnya dengan lantang, berapi-api, tangan mengepal, dan hati mengamini. Ya, begitulah kira-kira ekspresi saat membaca judulnya. Niscaya energi untuk menamatkan buku setebal 388 halaman ini mencapai puncaknya. Begitu kelar membaca, semangat dakwah akan terus menyala dan tidak akan pernah pudar hingga ajal menjemput. Insyaallah.

    Revive Your Dakwah merupakan panggilan terbuka kepada para aktivis dakwah untuk senantiasa terus mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an dan sunah. Tidak cukup berhenti pada pengkajian Al-Qur’an dan sunah saja, kedua teks yang menjadi rujukan kaum muslimin itu harus selalu dikaitkan dengan problematik kehidupan umat, dikristalkan dengan diskusi dan tanya jawab dalam majelis ilmu yang landasannya keimanan. Tidak lain agar saat berinteraksi dengan umat, mereka pun tersinari dengan cahaya Al-Qur’an, meyakini kebenaran Islam, dan turut serta memperjuangkannya. Niscaya pundi-pundi pahala menanti kita di akhirat kelak. Insyaallah.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/11/revive-your-dakwah-bangkitkan-semangat-dakwahmu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Campaign Pedophile dan BDSM Balenciaga: Eksploitasi Anak Sampai Kapan Beranak-Pinak?

    Campaign Pedophile dan BDSM Balenciaga: Eksploitasi Anak Sampai Kapan Beranak-Pinak?

    Oleh. Fitria Zakiyatul Fauziyah CH

    (Kontributor NarasiPost.Com dan Mahasiswi STEI Hamfara Yogyakarta)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Brand fesyen kenamaan asal Prancis Balenciaga terseret kontroversi. Balenciaga menampilkan iklan untuk promosi koleksi Spring/Summer 2023, dengan memperlihatkan model balita perempuan memegang boneka beruang yang mengenakan aksesori BDSM, seperti kalung choker dengan aksen spike dan harness yang terbuat dari bahan kulit. Iklan yang menampilkan anak kecil dengan objek berasimilasi seksual itu bukan satu-satunya kontroversi Balenciaga.

    Jejak Kampanye Holiday Balenciaga

    Dilansir Insider, Balenciaga sempat memublikasikan kampanye musim liburan atau holiday dengan tema kontroversial. Yakni potret seorang model anak memegang boneka beruang yang lengkap dengan busana bernuansa BDSM. BDSM merupakan singkatan dari Bondage and Discipline, Dominance and Submission, Sadism and Masochism, adalah manifestasi seksual yang biasanya melibatkan suatu kegiatan ekstrem. Mulai dari kendali psikologis, fisik, hingga pada penciptaan rasa sakit. BDSM pun acap kali khas dengan penggunaan busana atau aksesori tertentu, seperti kalung choker, harness, dan tali. (m.kumparan.com, 2/12/22)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/12/campaign-pedophile-dan-bdsm-balenciaga-eksploitasi-anak-sampai-kapan-beranak-pinak/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Menyiapkan Keluarga Menjadi Agen Perubahan

    Menyiapkan Keluarga Menjadi Agen Perubahan

    Oleh. Firda Umayah

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Keluarga adalah benteng pertama dan utama bagi umat Islam. Keluarga juga pembentuk karakter pertama bagi generasi. Keluarga adalah bagian penting dalam masyarakat. Generasi peradaban gemilang juga lahir dari hasil didikan keluarga yang memiliki visi dan misi sebagai pembangun dan agen perubahan.

    Sayangnya, penerapan sistem sekular telah membuat banyak keluarga muslim kehilangan identitas sebagai keluarga muslim ideal. Yaitu keluarga yang senantiasa berada dalam suasana keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Sehingga tak heran jika tindakan kekerasan dan segala permasalahan dalam keluarga kerap terjadi di kehidupan masyarakat masa kini.

    Oleh karena itu, perlu adanya perubahan di tengah-tengah masyarakat khususnya di dalam keluarga. Menyiapkan keluarga menjadi agen perubahan adalah suatu kebutuhan bagi muslim saat ini. Hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal sebagai berikut.

    Pertama, menanamkan dan mengokohkan keimanan keluarga. Keluarga harus memahami hakikat iman dan tujuan hidup manusia. Keluarga juga harus mengetahui bahwa kehidupan dunia adalah untuk mencari bekal bagi kehidupan akhirat. Iman yang kuat dan kokoh akan membuat keluarga tidak mudah terbawa arus sistem sekularisme yang sarat akan memisahkan agama dari kehidupan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/11/menyiapkan-keluarga-menjadi-agen-perubahan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Balada Generasi Sandwich

    Balada Generasi Sandwich

    Oleh. Ghumaisha Gaza

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Bicara tentang sandwich, siapa sih yang tidak mengenalnya hari ini? Roti berlapis daging, ditambah telur atau sayuran, dibubuhi saus dan mayones, rasanya pasti gurih banget. Tapi Sob, tidak dengan generasi sandwich yang marak akhir-akhir ini. Mereka adalah generasi yang cenderung hidupnya perih. Kok bisa?

    Secara umum generasi sandwich merupakan mereka yang berusia produktif, tapi memiliki peran ganda, khususnya dalam menghidupi keluarga. Generasi ini harus menghidupi generasi di atasnya atau orang tua mereka, tetapi sudah memiliki keturunan yang sama-sama harus dibiayai juga. Jadilah memang berlapis-lapis gitu tanggungannya.

    Dilansir dari suara.com (20/06/22), jumlah generasi sandwich dari tahun ke tahun terus meningkat. Setiap 100 orang penduduk yang berusia produktif hari ini, setidaknya harus menanggung 17 orang penduduk lansia. Menurut Pew Research Center, pada tahun 2012 saja, sekitar 29% orang dewasa muda mulai dari usia 25-34 tahun tinggal bersama orang tua mereka. Terus kita harus bagaimana dong?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/12/13/balada-generasi-sandwich/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com