
Sign up to save your podcasts
Or


Speech Delay, Ketika si Kecil Tak Kunjung Berceloteh
Oleh. Rina Nursanti
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Memiliki anak yang sehat dan lucu tentu menjadi impian setiap orang tua. Kebahagiaan ini menjadi sempurna, ketika dari mulut si kecil terucap sebutan “Ayah dan bunda.” Namun, tak semua anak mampu melakukannya dengan baik sesuai dengan usianya. Banyak hal yang menjadi sebab si kecil tak kunjung berceloteh.
Seperti yang dialami Muhammad Adam Al Fatih putra kelimaku. Terlahir dengan bobot 3.500 gram dengan panjang 49 cm. Meskipun proses persalinannya secara section caesaria, tak ada kelainan terlihat sejak ia dilahirkan. Adam, begitu ia kerap disapa, lahir sesuai dengan masa kehamilan.
Awalnya, perkembangan bahasa dan bicara Adam sesuai dengan milestone yang ideal untuk usianya. Ketika Adam berusia 6 bulan, ia merespon jika diberi rangsangan suara dengan menunjukkan mimiknya yang menggemaskan. Saat memasuki usia 9 bulan, Adam mulai bergumam dengan mengeluarkan suara ‘dadada’ atau ‘papapa’ yang dikenal dengan istilah babbling.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/11/02/speech-delay-ketika-si-kecil-tak-kunjung-berceloteh/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Wahai Pemuda, Mainkan Medsosmu untuk Melayani Islam
Oleh. Novianti
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Jumlah pengguna internet Indonesia terus tumbuh dari tahun ke tahun termasuk di dalamnya pengguna media sosial (medsos). Menurut laporan We Are Social, jumlah pengguna aktif medsos di Indonesia sebanyak 191 juta orang pada Januari 2022. Jumlahnya meningkat 12,35% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 170 juta orang. Mereka rata-rata menghabiskan waktu 197 menit atau sekitar 3,2 jam per hari berselancar di medsos.
Dengan demikian bisa dikatakan bahwa ruang digital sudah menjadi ruang sekunder bagi kehidupan manusia setelah ruang fisik sebagai ruang primer. Medsos seharusnya bisa digunakan anak muda sebagai mayoritas pengguna untuk hal yang produktif, tidak sekadar untuk memuaskan eksistensi diri. Terlebih jumlah kelompok anak muda ini diperkirakan akan mencapai hampir 70% pada tahun 2045 dari populasi penduduk Indonesia.
Potensi Medsos Membuat Perubahan
Kekuatan medsos telah terbukti pada beberapa peristiwa hingga tidak hanya berpengaruh pada circle pertemanan tapi sampai skala nasional hingga global. Suatu kekuatan yang dimobilisasi di dunia maya mendorong pergerakan di dunia nyata.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/19/wahai-pemuda-mainkan-medsosmu-untuk-melayani-islam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Demokrasi Memasung Kebebasan Berbicara, Islam Punya Solusi!
Oleh. Nining Sarimanah
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Beban hidup makin berat yang dialami oleh mayoritas masyarakat tak bisa kita mungkiri. Hingga detik ini, kondisi ekonomi rakyat benar-benar sekarat dan entah sampai kapan derita ini akan berlalu. Hal itu, tidak lepas dari berbagai kebijakan yang dilayangkan pemerintah terbukti tak mampu mengatasi berbagai persoalan yang melingkupi negeri ini. Misalnya, penanganan pandemi Covid-19 yang amburadul, korupsi makin menjadi, kenaikan harga BBM yang berimbas pada naiknya harga berbagai kebutuhan pokok yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun dan sederet persoalan lainnya. Dengan kondisi itu, sebagian besar masyarakat waswas menyongsong kehidupan selanjutnya, apakah akan tetap bertahan hidup atau sebaliknya? Maka, tak heran umat Islam menyuarakan tuntutannya dengan menggelar aksi damai.
Ribuan masa Aksi 411 yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) melakukan long march mulai dari Masjid Istiqlal menuju Patung Kuda, Jakarta Pusat. Komandan aksi, yakni Habib Hanif Abdurrahman Al-Attas (menantu Habib Rizieq Shihab) menyampaikan tiga tuntutan di antaranya adalah turunkan harga BBM, turunkan harga kebutuhan pokok, hukum harus ditegakkan dengan adil. Beliau menegaskan bahwa tiga tuntutan tersebut merupakan permintaan rakyat. Masa aksi pun menuntut agar Presiden Jokowi mundur (News.detik.com, 4/11/2022).
Tuntutan massa tersebut seharusnya ditanggapi dengan positif. Sebab, apa pun yang disuarakan rakyat adalah salah satu bentuk kepedulian mereka terhadap kinerja para pemangku jabatan agar dalam melaksanakan amanah meriayah umat bisa terlaksana dengan baik dan bertanggung jawab. Namun, justru pihak pemerintah pasang badan dan berkilah bahwa pemerintah sudah melakukan banyak hal demi kepentingan bangsa Indonesia.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/11/13/demokrasi-memasung-kebebasan-berbicara-islam-punya-solusi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Muslimah Wajib Cantik
Oleh. Choirin Fitri
Voice over talent: Anita Yulianti
NarasiPost.Com-Seorang muslimah wajib cantik lho ya, kalau ada muslimah ganteng bahaya banget ‘kan? Iya, enggak sih?
So, tampil cantik, bersih, terawat bukan perkara yang aneh. Memang ini bisa menunjukkan integritas kita sebagai seorang muslimah. Jangan sampai orang memandang kita dekil, kucel, dan enggak enak untuk dipandang saat bertemu.
Tak heran jika banyak muslimah yang sangat memperhatikan penampilan lahiriah. Ketika baju terkena sedikit noda, akan segera dicuci dan tidak rela membiarkan noda tadi membandel. Baju sama kerudung wajib matching. Kusut enggak mau.
Eh, memang ya perilaku macam ini tidak mengapa. Sebab, Allah memang menyukai penampilan yang indah dan mencintai kebersihan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/11/13/muslimah-wajib-cantik/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Perzinaan: antara Motif Ekonomi dan Imej Bangsa
Oleh. Ummu Syam
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com- Masih ingat dengan kampanye pelarangan RKUHP (Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana)? Kali ini undang-undang pidana tersebut menyasar para pelaku industri pariwisata dan perhotelan. Para pengusaha mulai ketar-ketir jika rancangan undang-undang ini sampai diterapkan. Bagaimana tidak, dua pasal dalam draf RUU KUHP menyebutkan:
Pasal 451 ayat 1
Pasal 416
Artinya, jika seseorang melakukan persetubuhan bersama orang yang bukan mahram atau melakukan hidup bersama ( samen leven /kumpul kebo) terancam terkena delik pidana.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/11/02/perzinaan-antara-motif-ekonomi-dan-imej-bangsa/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Sistem Islam Menjamin Kesehatan Rakyatnya
Oleh. Maman El Hakiem
Voicw over talent: Nonny Irayanti
NarasiPost.Com-Sudah menjadi tabiat kapitalisme, bahwa pelayanan yang bersifat umum dan menjadi hajat bersama seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan bukanlah pelayanan jasa gratis. Kalau pun terkesan “gratis”, pasti karena adanya anggaran subsidi untuk golongan tertentu dan hanya bersifat sementara atau insidental. Dana subsidi itu sendiri sudah pasti berasal dari rakyat melalui pajak atau pungutan lainnya.
Jika ingin mendapatkan pelayanan pendidikan semisal sekolah dengan mutu dan fasilitas yang baik, harus merogoh kocek lebih dalam karena biasanya didirikan oleh yayasan pendidikan swasta atau pondok pesantren modern. Pun dalam pelayanan kesehatan, rakyat harus ikut iuran asuransi jaminan kesehatan agar mendapatkan pelayanan yang dianggap gratis, padahal pelayanan tersebut berbayar dengan premi tiap bulannya. Untuk mendapatkan fasilitas yang lebih baik, rujukannya tetap pada rumah sakit yang berkelas dan lagi-lagi biasanya dimiliki swasta atau asing.
Tidak jauh berbeda dengan sarana fasilitas pelayanan kesehatan, penyediaan obat-obatan medis pun terkendala harga yang mahal, kalau pun ada obat murah jenis generik tentu sekadar pelayanan minimalis untuk pasien masyarakat bawah. Mereka yang ingin mendapatkan obat-obatan dengan kualitas terbaik harus dibeli di apotik tertentu yang tentu ada link dengan dokter yang memberikan resepnya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/11/02/sistem-islam-menjamin-kesehatan-rakyatnya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Peran Pemuda sebagai Pejuang dan Penjaga Peradaban Mulia
Oleh. Atien
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Allah Swt. berfirman:
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَاَهُمْ بِالْحَقِّۗ اِنَّهُمْ فِتْيَةٌ اٰمَنُوْا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًىۖ
“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (TQS. Al-Kahf [18]: 13).
Kisah Ashabul Kahfi memang penuh hikmah yang luar biasa hingga Allah Swt. mengabadikannya dalam salah satu surah di dalam Al-Quran. Keteguhan hati para pemuda Ashabul Kahfi dalam mempertahankan akidahnya seharusnya diteladani oleh pemuda masa kini. Begitu juga dengan keberanian mereka dalam menyampaikan amar makruf nahi mungkar kepada penguasa patut menjadi pengobar semangat perjuangan dalam membela agama.
Namun sayang, kisah heroik para pemuda Ashabul Kahfi terpinggirkan oleh kisah-kisah komik rekaan. Jalan panjang yang harus ditempuh dalam memegang teguh akidah juga masih kalah menarik dengan cerita drama Korea yang penuh intrik percintaan. Para pemuda Ashabul Kahfi ternyata tidak setenar idola-idola masa kini yang dielu-elukan dan ditirukan semua tingkah lakunya dalam keseharian.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/09/peran-pemuda-sebagai-pejuang-dan-penjaga-peradaban-mulia/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Petani Frustasi, Siapa yang Bisa Atasi?
Oleh. Ai Siti Nuraeni
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Beredar video seorang petani di Kabupaten Bandung merusak sayuran di sebuah kebun dengan parang. Hal itu dilakukan karena dia kesal harga sayur tengah anjlok di pasaran. Nasib malang ini bukan hanya dialami oleh petani dalam video itu saja, melainkan hampir semua petani sayur di wilayah Kabupaten Bandung. Mereka mengeluhkan biaya operasional yang semakin membengkak sebagai imbas dari naiknya harga BBM beberapa waktu yang lalu. Dengan begitu, petani mengalami besar pasak dari pada tiang karena harga jual hasil panen lebih kecil dibanding modal yang telah mereka gelontorkan. (Jabarekspress.com,22/09/2022)
Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Kabupaten Bandung, Tisna Umaran, berpendapat bahwa anjloknya harga sayur disebabkan oleh cuaca basah yang membuat hasil panen melimpah dan rantai distribusi yang terlalu panjang. Dia juga menyesalkan masalah ini dan khawatir jika terus berkelanjutan akan membuat petani enggan menanam sayur. Lalu, siapa yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat?
Bila ditelusuri, anjloknya harga komoditas sayuran ini bukanlah hal yang baru terjadi di Indonesia. Faktor penyebab yang sering dikemukakan oleh pemerintah selalu berputar pada cuaca ekstrem, serangan hama, penanaman komoditas yang seragam dan kacaunya rantai distribusi. Selanjutnya, langkah solutif yang diberikan pada rakyat hanya berupa sosialisasi untuk memperpendek rantai distribusi serta pemberian subsidi pupuk dan obat-obatan yang terbatas.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/20/petani-frustasi-siapa-yang-bisa-atasi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Paradigma Konstruktivisme dan Reseptif
Oleh. Nurul Fadila
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Dalam dunia pendidikan, banyak sekali metode yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran adalah langkah-langkah konkret yang memudahkan pelaksanaan pembelajaran. Salah satu contohnya yaitu konstruktivisme dan reseptif.
Konstruktivisme
Menurut Triyanto (2011), pembelajaran konstruktivisme menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama. Teori konstruktivisme memandang perkembangan kognitif sebagai suatu proses di mana anak secara aktif membangun sistem makna dan pemahaman realitas melalui pengalaman-pengalaman dan interaksi mereka.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran konstruktivisme adalah suatu pembelajaran yang melibatkan siswa untuk membina sendiri secara aktif pengetahuan dengan menggunakan pengetahuan yang telah siswa miliki sebelumnya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/11/02/paradigma-konstruktivisme-dan-reseptif/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Demi Kukuhkan Moderasi, Kegiatan Keislaman Lagi-Lagi Dipersekusi
Oleh. Dwi Indah Lestari
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Persekusi kegiatan keislaman kembali terjadi. Sebuah acara besar yang diinisiasi oleh para artis hijrah terpaksa dibatalkan. Di tengah animo masyarakat yang sedang tinggi untuk berhijrah, hal ini tentu sangat mengecewakan dan menimbulkan tanda tanya. Ada apa sebenarnya?
Larangan Hijrahfest dan Paham Wahabi
Agenda Surabaya Islamic Festival yang sedianya akan diselenggarakan oleh Hijrahfest pada 14 – 16 Oktober 2022 akhirnya dibatalkan. Pembatalan acara tersebut adalah buntut dari protes yang dilayangkan oleh dua organisasi besar Islam di Jawa Timur. Alasannya lantaran perhelatan itu telah mencatut logo kedua lembaga tersebut tanpa izin serta adanya indikasi pengisi acara yang terlibat kelompok terlarang dan anti-Pancasila ( Cnnindonesia.com, 29/10/2022).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/11/10/demi-kukuhkan-moderasi-kegiatan-keislaman-lagi-lagi-dipersekusi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed