Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Belajar

    Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Belajar

    Oleh. Yuli Juharini

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani

    NarasiPost.Com-Pernah dengar kata-kata seperti ini?

    “Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Belajar setelah dewasa, laksana mengukir di atas air.”

    Kata-kata itu bukan hadis, namun maknanya sangat dalam. Lalu, siapakah yang pertama kali mengeluarkan perkataan tersebut?

    Adalah seorang ulama besar yang berada pada level tabiin, yang bernama Al-Hasan Al-Bashri. Beliau lahir pada akhir masa kekhilafahan Umar bin Al-Khattab r.a, beliaulah yang pertama kali mengeluarkan perkataan tersebut. Hal itu terdapat dalam kitab Jami’ Bayanil’ Ilmi wa Fadhlihi karya Ibnu Abdil Barr jilid 1 halaman 357.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/11/02/tidak-ada-kata-terlambat-untuk-belajar/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Pemuda dalam Pusaran Sekularisme

    Pemuda dalam Pusaran Sekularisme

    Oleh. Ratu Rianti

    (Koordinator NarasiPost.Com dan Penulis Novel)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Pemuda, idealnya menjadi generasi yang mampu mengubah peradaban dunia, sayangnya saat ini banyak dari kalangan pemuda justru terjerumus pada pergaulan bebas. Ini menjadi persoalan tersendiri di negeri kita yang mayoritas muslim. Generasi muda muslim banyak yang tidak memahami aturan agamanya dan bahwa mereka adalah harapan di masa depan. Padahal, di tangan para pemudalah kelak kepemimpinan umat akan diserahkan.

    Mirisnya baru-baru ini kita dikejutkan oleh sebuah berita, ada seorang siswi mengalami kontraksi saat jam pelajaran sekolah. Informasi yang dihimpun Kompas.com, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (31/8/2022). Pada awalnya, siswi tersebut mengikuti pelajaran seperti biasa, tetapi secara tiba-tiba pada jam pelajaran kedua dirinya mengeluh sakit di perut.

    Mengetahui hal itu, pihak sekolah segera melakukan tindakan dengan membawanya ke puskesmas setempat. Saat dicek, diketahui siswi tersebut ternyata sedang mengalami kontraksi dan kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/05/pemuda-dalam-pusaran-sekularisme/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Testimoni Event Milad ke-2 NarasiPost.Com

    Testimoni Event Milad ke-2 NarasiPost.Com

    Oleh.

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Usia boleh newbie, tapi dari sisi ‘kedewasaan’ (kualitas) akan menyaingi para mastah yang terlebih dulu lahir. Belum lolos sebagai penulis terbaik di challenge milad, bukan berarti tidak beruntung. Keberuntungan paling berharga adalah ketika mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat dari para guru istimewa di Event Milad ke-2. NP tidak ragu mempersembahkan yang terbaik untuk umat dengan menggandeng tiga mastah pencerah umat. Inilah sosok-sosok Nusaibah binti Ka’ab, Asma’ binti Yazid zaman now yang memiliki kontribusi besar dalam perjuangan penuh liku untuk menyadarkan ibu generasi dan generasi muda umat Islam akan bahaya yang mengintai di balik proyek kepemudaan ala kapitalisme sekularisme.

    Mengambil tema “Peran Pemuda dalam Menyongsong Kebangkitan Islam,” masing-masing muslimah hebat ini menyampaikan buah pikirnya dengan jelas dan gamblang. Diawali oleh Ustazah Siti Nafidah Anshory, beliau mengentak kesadaran kami tentang realita rusak yang terjadi pada generasi muda saat ini, semua dikendalikan oleh paham kapitalisme sekuler. Bahkan, dalam mendefinisikan makna pemuda, saat ini pun umat Islam mengikut apa kata Barat. Padahal, jelas dalam Islam pemuda adalah usia yang sudah bukan anak-anak dan telah masuk kepada dewasa, usia balig yang sudah dibebankan keterikatan hukum syariat dalam setiap perbuatannya. Salah memaknai, maka akan salah dalam bersikap. Akhirnya, kita menjumpai pemuda muslim saat ini bukanlah pemuda yang berkarakter sebagaimana seharusnya, namun lebih kepada karakter yang dibentuk oleh cara pandang sekuler. Yah, wajar akhirnya pemuda saat ini mudah dibajak oleh Barat sesuai kepentingan mereka.


    Naskah selengkapnya:https://narasipost.com/2022/11/02/testimoni-event-milad-ke-2-narasipost-com/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    6 min
  • Pemuda Harapan Wujudkan Peradaban Idaman

    Pemuda Harapan Wujudkan Peradaban Idaman

    Oleh. Nita Savitri

    (Pemerhati Kebijakan Publik dan Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Di setiap zaman, pemuda menjadi sosok dan pemain utama dalam perubahan. Pemuda yang berwawasan luas, bertekad kuat, dan bervisi mulia akan menjalankan misinya untuk meraih cita dan harapan yang diimpikannya.

    Pemuda sebagai harapan bangsa/umat menjadi tulang punggung adanya perubahan yang diinginkan. Baik yang sifatnya positif maupun negatif. Generasi penerus kehidupan berikutnya, menjadi lebih baik atau sebaliknya.

    Sejarah mencatat bagaimana kepeloporan sosok pemuda menjadi agen perubah di setiap negeri dan masa. Keberanian, kekuatan, baik fisik maupun berpikir menjadikan pemuda sebagai sosok terdepan memimpin perubahan zaman. Maka tidak mengherankan, gerak pemuda dijadikan sebagai pedoman penentu masa depan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/25/pemuda-harapan-wujudkan-peradaban-idaman/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    17 min
  • Ikigai dan Muruah Sebuah Misi

    Ikigai dan Muruah Sebuah Misi

    Oleh. Aniyatul Ain

    (Kontributor NarasiPost.Com serta Pemerhati Keluarga dan Generasi)

    Voice over talent: Nonny Irayanti

    NarasiPost.Com-Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi. Periode puncaknya diperkirakan antara tahun 2020-2030. Hal ini didasarkan pada rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah melakukan survei penduduk 2020. Dari survei tersebut diketahui, bahwa jumlah penduduk Indonesia per September 2020 sebanyak 270,20 juta jiwa atau bertambah 32,56 juta jiwa dari survei penduduk 2010. Dari hasil survei juga terungkap bahwa penduduk Indonesia didominasi usia produktif (15-64 tahun) dengan jumlah mencapai 191,08 juta jiwa (70,72%). Melimpahnya jumlah usia produktif, melampaui jumlah penduduk usia muda (0-14 tahun) sebanyak 63,03 juta jiwa (23,33%) dan penduduk lanjut usia (65 tahun ke atas) sebanyak 16,07 juta jiwa (5,95%). [1]

    Potensi usia produktif di negeri kita tercinta ini jangan sampai disia-siakan. Jika dipersiapkan dengan sungguh-sungguh, sangat mungkin Indonesia menjadi negara yang melesat ke depan memimpin peradaban.

    Pemuda Muslim dalam Dekapan Sekularisme

    Siapa pun yang mengikuti perkembangan berita, akan menyadari kondisi generasi muslim saat ini sangat memprihatinkan. Pemuda muslim yang terkategori usia produktif dengan jumlah sangat melimpah, justru sekarang hidup dalam atmosfer yang kering dari nilai-nilai agama. Ia ’dipaksa’ hidup dalam naungan sekularisme yang membuatnya jauh dari aturan Allah. Ya, pemuda muslim saat ini digempur dengan arus sekularisme-kapitalisme yang sangat dahsyat. Dampak dari penerapan sekularisme-kapitalisme itu sendiri yakni banyak di kalangan pemuda hilang jati dirinya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/24/ikigai-dan-muruah-sebuah-misi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    20 min
  • Sang Pelayan Istimewa

    Sang Pelayan Istimewa

    Oleh. Deena Noor

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Pada suatu hari, Ummu Sulaim dari Bani Najjar menghadap Rasulullah yang baru saja hijrah ke Madinah. Hari itu adalah hari yang cerah dan terang karena kedatangan sang Uswatun Hasanah. Ummu Sulaim membawa sang putra semata wayang yang berusia 10 tahun kepada Rasulullah untuk menjadi pelayan beliau.

    Putra tersebut adalah Anas bin Malik. Ia merupakan anak dari Malik bin An-Nadhr dan Ummu Sulaim dari kalangan Ansar. Anas dikenal juga dengan nama Abu Hamzah.

    Selama 10 tahun, Anas bin Malik membersamai Rasulullah dan melayani beliau dengan setia. Sungguh sebuah keistimewaan bagi Anas yang bisa mengikuti manusia paling mulia di jagad raya. Anas bin Malik melihat langsung bagaimana kehidupan Rasulullah. Anas menyaksikan betapa mulianya akhlak sang Nabi Allah.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/11/10/sang-pelayan-istimewa/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Wahai Pemuda, Mainkan Medsosmu untuk Melayani Islam

    Wahai Pemuda, Mainkan Medsosmu untuk Melayani Islam

    Oleh. Novianti

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Jumlah pengguna internet Indonesia terus tumbuh dari tahun ke tahun termasuk di dalamnya pengguna media sosial (medsos). Menurut laporan We Are Social, jumlah pengguna aktif medsos di Indonesia sebanyak 191 juta orang pada Januari 2022. Jumlahnya meningkat 12,35% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 170 juta orang. Mereka rata-rata menghabiskan waktu 197 menit atau sekitar 3,2 jam per hari berselancar di medsos.

    Dengan demikian bisa dikatakan bahwa ruang digital sudah menjadi ruang sekunder bagi kehidupan manusia setelah ruang fisik sebagai ruang primer. Medsos seharusnya bisa digunakan anak muda sebagai mayoritas pengguna untuk hal yang produktif, tidak sekadar untuk memuaskan eksistensi diri. Terlebih jumlah kelompok anak muda ini diperkirakan akan mencapai hampir 70% pada tahun 2045 dari populasi penduduk Indonesia.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/19/wahai-pemuda-mainkan-medsosmu-untuk-melayani-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Pemuda Agen Perubahan dan Pilar Peradaban

    Pemuda Agen Perubahan dan Pilar Peradaban

    Oleh. Erdiya Indrarini

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Coba kita perhatikan, dari zaman ribuan tahun yang lalu hingga sekarang, ketika ada sebuah perubahan pasti ada derap langkah pemuda. Lalu, bagaimana dengan peran pemuda zaman kini ketika perkembangan teknologi makin tinggi? Perubahan seperti apakah yang akan ditorehkan pemuda saat ini? Apakah perubahan ke arah lebih baik, atau sebaliknya?

    Kita semua tentu masih ingat akan fenomena Citayam Fashion Week (CFW) yang berada di daerah Citayam, sebagaimana dilansir dari detik.com, 12/7/2022 di mana para pemuda putus sekolah dengan asyik menghabiskan waktu dengan nongkrong di jalan sembari memamerkan aneka pakaian yang mereka kenakan. Karena asyiknya, ditawari untuk sekolah pun menolak. Mereka memilih untuk menjadi konten kreator atau youtuber, harapannya bisa mendapat banyak uang dengan mudah. Mirisnya, fenomena ini menular ke daerah lain seperti di Surabaya maupun di Bandung.

    Kita pun masih merasakan pilunya kematian ratusan pemuda di Kanjuruhan, Malang. Mereka meninggal dunia saat menonton pertandingan sepak bola. Artinya, mereka mati karena sebuah hobi dan kesenangannya pada sepak bola. Mereka mati karena pembelaannya pada sebuah kelompok klub sepak bola juga pembelaannya terhadap daerah asal, kesukuan atau nasionalisme. (Bola.com, 2/10/2022)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/24/pemuda-agen-perubahan-dan-pilar-peradaban/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    20 min
  • Menolak Kompromi dalam Dakwah

    Menolak Kompromi dalam Dakwah

    Oleh. Deena Noor

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Dakwah adalah aktivitas menyampaikan risalah Islam. Melakukan amar makruf nahi mungkar dilakukan sesuai tuntunan syariat. Dakwah itu tegas dan tidak bermanis mulut demi menyenangkan manusia. Dakwah tidak melakukan kompromi dengan sesuatu apa pun agar hukum syariat bisa disesuaikan menurut kepentingan manusia. Menurunkan ketetapan syariat hingga berada di bawah yang lainnya. Tidak seperti itu.

    Rasulullah telah mencontohkan bagaimana melaksanakan dakwah di tengah masyarakat dalam berbagai situasi dan keadaan. Sebelum hijrah ke Madinah, Rasulullah berdakwah di Kota Makkah. Dari sirah, kita mengetahui bahwa dakwah di kota suci ini penuh dengan dinamika dan tak mudah.

    Dakwah Rasulullah di Kota Makkah menyulut berbagai reaksi para pembesar kafir Quraisy. Bermacam strategi untuk membungkam dakwah beliau dan para sahabat dirancang oleh kaum kafir. Mereka juga melakukan lobi politik melalui Abu Thalib, paman Nabi, tetapi tak menemui keberhasilan. Rasulullah secara tegas menolak permintaan untuk menghentikan dakwah.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/11/13/menolak-kompromi-dalam-dakwah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Wajah Asli Sistem Demokrasi Kufur yang Kian Tersungkur

    Wajah Asli Sistem Demokrasi Kufur yang Kian Tersungkur

    Oleh. Wa Ode Mila Amartiar

    (Tim Media : NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Puluhan tahun sudah negeri ini mengadopsi sistem demokrasi, namun justru semakin ke sini wajah aslinya mulai terlihat. Sistem demokrasi tidak lagi memakai topeng kepalsuan yang tersembunyi di balik jargon “Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”. Faktanya selama ini justru rakyat yang menjadi korban demokrasi. Sistem politik menipu, mengatakan rakyat pemegang kedaulatan, namun realitasnya yang berkuasa adalah para oligarki. Sering kali masyarakat harus demo besar-besaran demi menentang kebijakan rezim yang dinilai tak adil. Katanya untuk rakyat, namun sekalipun mayoritas masyarakat menginginkan perubahan tidak akan didengar, justru suara mereka sering diabaikan, ditentang, dan dibungkam oleh penguasa.

    Demokrasi lahir dari sebuah ideologi kapitalis-sekuler telah memberi jalan tol bagi para pemilik modal untuk menguasai kekayaan alam negeri-negeri ringkih, termasuk Indonesia. Akibatnya sistem ini berhasil menciptakan kesenjangan strata ekonomi yang sangat tajam. Di dunia ini, 62 orang memiliki kekayaan yang setara dengan kekayaan setengah dari penghuni planet berjumlah 3,6 miliar orang. Di Indonesia 1% orang terkaya menguasai setengah aset kekayaan negeri ini. Kesenjangan ini banyak melahirkan jerit penderitaan yang tak berkesudahan. Bahkan kritik dilancarkan tepat di jantung kapitalisme Amerika Serikat, dalam gerakan “Occupy Wall Street”, mereka menuntut keadilan dengan meneriakkan “kami 99% dan mereka kapitalis 1%”. Para aktivis memprotes ketidaksetaraan sosial dan ekonomi, angka pengangguran yang tinggi, keserakahan, korupsi yang tiada henti, dan seabrek masalah lain yang menimpa. Hal ini membuka perspektif baru tentang cacatnya sebuah sistem hasil pemikiran manusia akibat mereduksi peran Sang Pencipta.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/27/wajah-asli-sistem-demokrasi-kufur-yang-kian-tersungkur/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com