Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Usir Penyakitnya Pembelajar Al-Qur’an

    Usir Penyakitnya Pembelajar Al-Qur’an

    Oleh.Dyah Rini

    (Kontributor NarasiPost.Com dan Aktivis Muslimah Jatim )

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.com-“Malu bertanya sesat di jalan.” Peribahasa ini kiranya cocok disematkan bagi siapa yang sedang menuntut ilmu. Ya, malu adalah salah satu penyakit bagi pembelajar. Satunya lagi adalah malas. Jadi malu dan malas (2M) adalah penghambat sampainya ilmu pada pembelajar.

    Jika mengacu pada ajaran Islam, menuntut ilmu adalah salah satu kewajiban di antara kewajiban yang disyariatkan Allah Swt. Sebagaimana hadis nabi yang diriwayatkan Ibnu Majah,

    “Thalabul ilmi faridhatun ala kulli muslim wa muslimah.”

    Artinya:
    “Menuntut ilmu adalah kewajiban atas muslim laki-laki dan muslim perempuan.”

    Di samping itu kewajiban ini pun berlaku bagi yang muda maupun yang tua. Bahkan hingga nyawa berpisah dari raga. Sebagaimana kata-kata hikmah,

    “Utlubul ilma minal mahdi ilal lakhdi.”

    Artinya:
    “Tuntutlah ilmu mulai dari buaian (bayi) hingga ke liang lahat.”


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/20/usir-penyakitnya-pembelajar-al-quran/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Agar Tenang Jiwamu

    Agar Tenang Jiwamu

    Oleh. Tri Utami

    (Kontribusi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.com-Kita mungkin pernah padam, tubuh seolah hilang keseimbangan, semua terlihat suram karena harapan yang didambakan tak sesuai keinginan. Jika manusia diberikan pilihan, adakah yang menginginkan kesulitan? Tentu jawabannya tidak ada, namun siapa yang bisa menjamin bahwa kesulitan itu tidak datang menyapa? Siapa yang dapat menerka bahwa esok hari ternyata adalah masa sulit kita? Atau seseorang yang kau sangka bahagia, apakah itu akan bertahan lama?

    Pernahkah terlintas dipikiran, “Mengapa harus aku yang mengalaminya?”. Sulit rasanya menerima apa yang tidak sesuai dengan keinginan kita, yang terlintas di pikiran hanyalah kata sempurna setelah melakukan ikhtiar yang sudah dibangun lama, kita lupa bahwa tak selamanya semua akan berjalan sesuai dengan life goals yang kita punya. Akan ada masa di mana kita harus dapat mengikhlaskan busur panah yang tak sesuai dengan sasaran.

    Bukan ikhtiarmu yang bermasalah barangkali Allah memang belum mengizinkannya atau Ia sudah memiliki rencana atas hidupmu yang saat ini berada di genggaman-Nya. Sampai kapan kita harus menutup diri dan menolak segala apa yang terjadi, bahkan sampai membenci pemberian yang harusnya kita terima dengan lapang dada? Apakah karena rasa percaya kepada-Nya sudah hilang, sehingga tak lagi memercayai jalan hidup yang telah digariskan oleh-Nya? Atau karena cinta dunia telah mengalahkan semuanya?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/19/agar-tenang-jiwamu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Pemuda Agen Perubahan, Wujudkan Kebangkitan Peradaban

    Pemuda Agen Perubahan, Wujudkan Kebangkitan Peradaban

    Oleh. Isty Da’iyah

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Sejarah telah membuktikan, peradaban Islam diusung oleh para pemuda. Mulai dari zaman Rasulullah saw. hingga zaman kemerdekaan, peran pemuda selalu berada di garda terdepan untuk menjadi penggerak perubahan. Hal ini tidak bisa diingkari, karena di pundak pemuda harapan itu diletakkan. Demikian juga dengan potensi pemuda muslim, diharapkan bisa melakukan perubahan untuk mengubah kondisi umat saat ini. Umat yang sudah lama kehilangan jati dirinya sebagai khoiru ummah.

    Untuk menghasilkan pemuda negarawan, penggerak perubahan untuk peradaban Islam, maka butuh pemuda yang visioner. Pemuda sekelas Mush’ab bin Umair, Sa’ad bin Mu’adz, Zaid bin Harist, dan yang lainnya. Dibutuhkan terobosan dan strategi yang mumpuni untuk menghadapi tantangan yang semakin berat. Karena desain pembangunan kapitalis sekuler telah membuat pemuda muslim jauh dari potensinya.

    Untuk melakukan perubahan, pemuda harus tahu apa yang menjadi akar masalah umat ini. Mengadakan pengamatan yang mendalam terhadap masalah yang terjadi di negeri ini. Mengapa kerusakan dan bencana timbul tanpa ada solusi yang pasti. Krisis ekonomi global, krisis energi, krisis pangan bahkan resesi global. Masalah kemiskinan yang semakin meningkat, dan terjadinya kesenjangan antara si kaya dan si miskin, menambah daftar panjang problem kesejahteraan umat.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/08/pemuda-agen-perubahan-wujudkan-kebangkitan-peradaban/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    15 min
  • Bertarung dengan Demokrasi

    Bertarung dengan Demokrasi

    Oleh. Sartinah

    (Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Anita Yulianti

    NarasiPost.Com–Demokrasi ibarat mantra. Slogannya yang tampak manis dan menjanjikan, mampu menyihir manusia tak terkecuali umat Islam. Meski lahir dari kisah kelam negara Barat yang sekuler, namun sebagian kaum muslim tetap meyakini jika demokrasi sejalan dengan Islam. Meski hanya mewujudkan kesejahteraan segelintir orang, namun banyak yang tetap percaya bahwa demokrasi juga mampu menyejahterakan rakyat. Bahkan, meski telah nyata bertentangan dengan Islam, sebagian muslim tetap percaya bahwa demokrasi adalah sistem terbaik dan jalan satu-satunya untuk mewujudkan kesejahteraan.

    Mantra-mantra demokrasi terus diembuskan hingga kini terutama menjelang hajatan lima tahunan. Salah satu mantra khas pemilu adalah, “Jika ingin menyaksikan perubahan terhadap bangsa ini, maka berpartisipasilah dalam pemilu. Dengan begitu perubahan akan terjadi sebagaimana yang diharapkan.” Namun, benarkah pemilu berkelindan dengan perubahan dan kesejahteraan rakyat di tengah mahalnya ongkos politik?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/30/bertarung-dengan-demokrasi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    17 min
  • Menyandarkan Akal pada Syariat-Nya

    Menyandarkan Akal pada Syariat-Nya

    Oleh. Nining Sarimanah

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.com-Jika kita merenugi kembali ciptaan Allah Swt. salah satunya adalah manusia, betapa Maha Kuasanya Dia dalam menciptakan jenis makhluk ini. Hanya dari setetes air mani kemudian berkembanglah menjadi manusia sempurna dengan segala keunikannya. Tak hanya itu, Allah pun menganugerahkannya dengan segala potensi yang dimilikinya baik berupa kebutuhan jasmani, naluri dan akal. Dua pontensi yaitu kebutuhan jasmani dan naluri dimiliki juga oleh makhluk Allah yang lain seperti hewan. Namun, akal hanya diberikan kepada manusia saja. Maka dari itu, Allah muliakan manusia dengan derajat tinggi dibandingakan makhluk lainnya.

    Menggapai Derajat Tinggi dengan Akal

    Akal adalah anugerah yang harus disyukuri sebagai kelebihan yang diberikan Allah Swt. kepada manusia. Oleh karena itu, Allah mendorong manusia agar menggunakan akal dan inderanya untuk memperhatikan dan memikirkan semua yang ada di alam semesta atau bahkan dirinya sendiri sebagai bagian dari objek yang harus direnungi. Dari proses berpikir ini, mampu membimbingnya menuju cahaya iman yakni keimanan pada keberadaan Allah Swt. sebagai Pencipta dan Pengatur manusia, alam semesta dan kehidupan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/19/menyandarkan-akal-pada-syariat-nya/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min
  • Derita Membawa Hikmah

    Derita Membawa Hikmah

    Oleh. Rosmiati, S.Si.

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.com-Beberapa waktu lalu, menjelang peringatan peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI). Saya berniat hendak menulis cerpen berlatar sejarah mengangkat kisah dari fakta sejarah kekejaman PKI di tanah air. Tetapi, qadarullah niat itu belum tersampaikan.

    Sampai pada tanggal 28 September lalu, saya melihat story WhatsApp dari salah satu admin toko buku di ibu kota, ada buku tentang kekejaman PKI 1948-1965 yang sedang promo. Dari harga normal Rp110.000 menjadi Rp64.000 saja.

    Saya sangat girang membaca informasi itu. Dulu buku tersebut ingin sekali dimiliki, tapi karena uang belum mencukupi, maka mimpi untuk memiliki tertunda sementara waktu. Alhamdulillah, bisa terbeli beberapa waktu lalu. Tepat di 30 September. Singkat cerita, Jumat 7 Oktober 2022 buku tersebut sudah ada dalam genggaman. Alhamdulillah.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/16/derita-membawa-hikmah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Jalan Menuju Keberhasilan

    Jalan Menuju Keberhasilan

    Oleh. Erni Susanti

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.com-Sahabat Ali ra. pernah berkata, “Tingginya tekad adalah bagian dari keimanan.” Maka sudah selayaknya seorang muslim memiliki himmah atau tekad yang kuat serta cita-cita yang menjulang tinggi. Bahkan mendamba surga dan berharap perjumpaan dengan Allah Swt. haruslah menjadi cita-cita tertinggi dalam diri seorang muslim.

    Namun, sudah menjadi kepastian untuk meraih cita-cita tinggi tersebut tidaklah mungkin dicapai hanya dengan berangan-angan atau bermalas-malasan saja. Sudah menjadi sunatullah bagi siapa saja yang menginginkan barang berharga, barang yang istimewa, ia harus rela membayarnya dengan harga yang sangat mahal. Apalagi jika mengharapkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Lantas bagaimana agar seorang muslim mampu mewujudkan cita-citanya?

    Perlu Adanya Keseriusan

    Seorang muslim diperintahkan untuk mengerjakan segala amal kebaikan dengan bersungguh-sungguh. Dalam perkara dunia maupun akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.,

    “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari mukmin yang lemah dan masing-masing berada dalam kebaikan. Bersungguh-sungguhlah dalam (mengerjakan) hal-hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan dari Allah dan janganlah bersikap lemah.” (HR. Muslim)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/13/jalan-menuju-keberhasilan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Melawan Demokrasi dengan Sistem Ilahi

    Melawan Demokrasi dengan Sistem Ilahi

    Oleh. Hana Annisa Afriliani, S.S.

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-“Politik adalah seni lembut untuk mendapatkan suara dari orang miskin dan dana kampanye dari orang kaya, dengan berjanji untuk melindungi satu sama lain.” – Oscar Ameringer

    Perkataan seorang penulis dan aktivis sosialis keturunan Jerman yang tinggal di Amerika itu tampaknya memang mewakili apa yang terjadi di dunia perpolitikan hari ini. Ya, demikianlah potret politik ala sistem demokrasi yang dapat kita saksikan hari ini. Suara rakyat yang notabenenya sebagian besar dari kalangan jelata kerap dimanfaatkan untuk sekadar naik ke kursi takhta. Para aktor yang mencalonkan diri dalam kontestasi, memainkan citra demi meraih kursi. Berbekal janji manis dan selembar amplop atau bingkisan sembako, mereka berlomba-lomba merebut hati rakyat.

    Begitulah kiprah demokrasi menjelang laga pemilihan. Para calon sibuk obral janji demi menaikkan elektabilitas. Sayangnya, ketika jabatan sudah dalam genggaman, rakyat jelata justru kian papa. Mengais keadilan di tengah puing-puing janji manis yang dulu deras diguyurkan. Ironi, janji demokrasi sekadar mimpi.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/25/melawan-demokrasi-dengan-sistem-ilahi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Generasi Emas dalam Jebakan Kapitalisme, Mampukah Membawa Perubahan?

    Generasi Emas dalam Jebakan Kapitalisme, Mampukah Membawa Perubahan?

    Oleh. Dwi Indah Lestari

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-“Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia”. Ungkapan ini menggambarkan betapa besarnya potensi yang dimiliki pemuda untuk dapat mengubah wajah peradaban sebuah bangsa. Maka siapa pun yang mampu menguasai pemuda, dialah yang akan dapat mengarahkan perubahan sesuai kehendaknya.

    Apa Itu Generasi Emas?

    Menjelang seabad usianya, sebuah cita-cita besar rupanya tengah dipersiapkan. Tahun 2045 dipandang sebagai sebuah momentum emas bangsa Indonesia. Sebab, pada saat itulah negeri berjuluk zamrud khatulistiwa ini menggenapi usia 100 tahun. Hal inilah yang melatarbelakangi munculnya impian dan gagasan untuk mewujudkan Generasi Emas 2045. Harapannya generasi inilah yang akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang kuat, mandiri, dan mampu sejajar dengan negara maju lainnya.

    Perlu diketahui, bahwa pada saat ini, penduduk Indonesia didominasi oleh pemuda, yang terdiri dari generasi Z dan milenial. Menurut data yang dihimpun melalui sensus Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2020 saja, generasi Z mencapai 27,94 persen atau 75,49 juta jiwa dari total penduduk Indonesia sebesar 270,2 juta jiwa. Sementara generasi milenial ditaksir sebesar 25,87 persen atau sebesar 69,90 juta jiwa.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/12/generasi-emas-dalam-jebakan-kapitalisme-mampukah-membawa-perubahan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    15 min
  • Risalah Intelektual untukmu sang Penegak Peradaban

    Risalah Intelektual untukmu sang Penegak Peradaban

    Oleh. Sartinah

    (Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-“Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” (Ir. Soekarno)

    Kalimat motivasi tersebut pernah dipekikkan oleh bapak bangsa Indonesia, Bung Karno. Ungkapan tersebut sejatinya bermakna bahwa para pemuda memiliki peran yang begitu penting. Mereka adalah sosok yang memiliki semangat membara bagai ditempa di ‘kawah candradimuka’, sehingga memiliki mental sekeras baja, dan mempunyai keinginan kuat yang tidak pernah pupus. Karenanya pemuda memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perubahan suatu bangsa.

    Ya, pemuda adalah agen perubahan yang akan mengubah peradaban suatu bangsa, apakah akan menjadi baik, atau justru sebaliknya. Dari tangan-tangan mereka pula, tongkat estafet kepemimpinan digenggam. Karena itu, sebuah bangsa yang besar akan memahami pentingnya mencetak generasi berkualitas yang memiliki keunggulan di bidang sains dan teknologi, serta memiliki kepribadian yang istimewa. Dengan keunggulan pada aspek tersebut, mereka akan mengantarkan bangsanya menjadi sebuah bangsa yang besar. Lantas, bagaimana gambaran pemuda saat ini, sudahkah layak menjadi agen perubahan?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/02/risalah-intelektual-untukmu-sang-penegak-peradaban/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com