Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Api, Jerami, dan Kayu Bakar

    Api, Jerami, dan Kayu Bakar

    Oleh. Deena Noor

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Anita Yulianti

    NarasiPost.Com-Kira-kira, antara jerami dengan kayu, manakah yang lebih cepat terbakar? Secara mudah, kita bisa menjawab bahwa jerami cepat terbakar daripada kayu bakar. Jerami memiliki tekstur lebih tipis dan lunak dibandingkan kayu bakar yang lebih tebal dan padat sehingga gampang terbakar. Sedangkan kayu bakar akan benar-benar terbakar setelah beberapa lama.

    Jerami sendiri adalah tangkai dan batang tanaman serealia seperti padi dan gandum yang telah kering, setelah biji-bijiannya dipisahkan. Sementara kayu bakar memang biasanya dipilih yang padat dan kering sehingga tahan lama bila dibakar.

    Bila diibaratkan, maka perasaan seperti jerami dan pemikiran seperti kayu bakar. Perasaan akan lebih cepat tersentuh dibandingkan pemikiran. Coba ingat-ingat ketika kita meyakinkan sesuatu hal pada seseorang, lebih mudah dengan menyentuh perasaannya ataukah dengan mengajaknya berpikir? Perasaan lebih cepat memicu reaksi, sedangkan pemikiran memerlukan waktu yang lebih lama untuk berproses menjadi suatu perbuatan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/30/api-jerami-dan-kayu-bakar/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Salah Pandangan Hidup, Terjebak Gaya Hidup

    Salah Pandangan Hidup, Terjebak Gaya Hidup

    Oleh. Keni Rahayu

    ( Kontributor NarasiPost.Com )

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Pemuda hari ini lekat dengan teknologi. Kemajuan zaman mengiringi mereka ke mana saja bergeraknya langkah kaki. Keterampilan terus digali dengan ikut pelatihan sana-sini. Sayangnya, canggihnya hardware tak diiringi dengan kecakapan user. Akibatnya, para pemuda terperdaya teknologi. Mereka tak mampu kendalikan diri.

    Dalam wasilah teknologi, pemuda gagap masalah ekonomi. Dari uang elektronik sampai pinjaman online, semua menghantui. Awalnya abai. Lama-kelamaan penasaran. Eh, setelah coba ketagihan. Semudah itu daftarnya, semudah itu pula goyah hatinya. Belum lagi iming-iming diskon yang tinggi menggelitik rasa tak mau rugi. Lihat data pengguna paylater di Indonesia. Menurut Data Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), 60 persen pengguna pinjaman online adalah pemuda 19-24 tahun (Okezone, 13/8/22).

    Gara-gara teknologi pula, pemuda meresahkan masa depan. Kehidupan influencer menampilkan kesempurnaan dan memicu kerendahdirian. Pemuda pasang angan: *Hidup pasti lebih mudah, andaikata tombokan uang ada di genggaman.” Begitulah mereka mendefinisikan kehidupan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/24/salah-pandangan-hidup-terjebak-gaya-hidup/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Kemauan Itu Sudah Ada, tapi Kenapa Sulit Melangkah?

    Kemauan Itu Sudah Ada, tapi Kenapa Sulit Melangkah?

    Oleh. Nurhidayah Gani

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.com-Sebenarnya kemauan untuk berbenah itu sudah ada, namun begitu sirna tatkala melihat sekeliling. Orang-orang sudah menorehkan segudang prestasi dan kontribusi di sana-sini. Ada di antara mereka yang mulai berjalan, bahkan ada pula yang tengah berlari. Kita jadi minder, merasa kecil, merasa paling hina akan masa lalu. Alhasil, perubahan itu batal kita hadirkan, padahal tinggal sedikit lagi. Akhirnya memilih diam meratapi diri.

    Padahal hidup ini bukanlah perlombaan antara si A dan si B, tapi perlombaan antara diri kita di masa lalu dengan yang sekarang dan seterusnya. Kita berjuang memperbaiki diri tiap waktu, untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sebab kita akan mempertanggungjawabkan amal masing-masing. Sebenarnya kemauan untuk berubah itu sudah ada, tapi kenapa begitu sulit untuk melangkah?

    Insecure dan Merasa Tidak Pantas

    “Mereka bisa ini dan itu, sedang aku hanyalah manusia tak berpotensi, tidak punya skill apa pun!” Lirih kita pada diri yang terlampau jauh ini. Padahal Allah Swt. telah memberikan kita predikat terbaik,

    “Sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.” (TQS. At-Tin: 4)

    Dia juga telah membekali kita potensi spesial yakni akal. Yang tak kalah spesial adalah Allah swt. telah memberikan kita guidance dalam menjalani kehidupan ini melalui perjuangan manusia terbaik Rasulullah saw. yakni Al-Qur’an dan As-sunah.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/24/kemauan-itu-sudah-ada-tapi-kenapa-sulit-melangkah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Serpihan Masalah Palestina di Balik Slogan Perdamaian Dunia

    Serpihan Masalah Palestina di Balik Slogan Perdamaian Dunia

    Oleh. Afiyah Rasyad

    (Tim Redaksi Mazayapost.com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Syahdan, Palestina merupakan salah satu wilayah yang disebut-sebut sebagai jantung peradaban Islam. Sejatinya, Palestina adalah wilayah yang berada di bawah kekuasaan Islam sejak masa Khalifah Umar bin Khattab. Namun kini, krisis dan konflik semakin akrab dengan Palestina. Apalagi secara geografis, luas wilayah Palestina semakin menyempit seiring hadirnya para penjajah Yahudi di bumi tempat masjid Al-Aqsa berdiri.

    Jatuhnya Palestina di Tangan Yahudi

    Krisis Palestina mulai merebak di kancah internasional di masa Khilafah Utsmaniah. Saat itu, Khilafah mulai melemah dan terpecah karena konspirasi Barat dalam meruntuhkannya. Imperialisme Barat menunjukkan taringnya, merampas Palestina dari kaum muslim tanpa tedeng aling-aling. Israel adalah negara bentukan Barat, buah dari Perjanjian Balfour yang dipelopori Inggris. Penjajahan Israel atas Palestina telah berlangsung puluhan tahun dan sudah menjadi rahasia umum. Nahasnya, kecaman dan kutukan dunia pada Israel tak senyaring kecaman dan kutukan dunia pada Rusia.

    Para pemuka Yahudi dengan dibantu oleh Inggris, berupaya dengan sangat keras untuk merealisasikan wilayah bermukim bagi kaum Yahudi di Palestina. Pada tahun 1916, Inggris menetapkan Perjanjian Balfour. Isi perjanjian tersebut adalah sebuah janji dari Inggris kepada kaum Yahudi untuk bisa menduduki Palestina dan mendirikan negara di sana. Hal itu semakin terang bagi Barat saat Khilafah Islamiah runtuh pasca PD I.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/28/serpihan-masalah-palestina-di-balik-slogan-perdamaian-dunia/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Peranan Ibu dalam Membangun Peradaban Negara

    Peranan Ibu dalam Membangun Peradaban Negara

    Oleh. Asri Mulya

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Nonny Irayanti

    NarasiPost.com-“Jika ingin melihat peradaban sebuah negara maka lihatlah pendidikannya”

    “Pendidikan salah satu hal terpenting bagi negara”
    “Suatu negara memiliki jati diri, bila memiliki generasi maju dalam pendidikannya”
    “Pendidikan yang utama ada pada sosok ibu”

    Dari pernyataan di atas, bisakah suatu bangsa dalam suatu negara memiliki pendidikan yang maju? Jawabannya bisa. Bagaimana itu bisa terwujud? Tidak lain, bila di suatu bangsa sudah memiliki tujuan hakiki pendidikan yaitu membentuk manusia bertakwa yang memiliki kepribadian Islam secara utuh, yaitu pola pikir (aqliyah) dan pola perilaku (nafsiyah) didasarkan pada akidah Islam. Dengan menciptakan ulama, intelektual, dan tenaga ahli dalam jumlah berlimpah di setiap bidang kehidupan yang merupakan sumber manfaat bagi umat.

    Hal itu akan menjadikan bangsa memiliki negara terdepan, kuat, dan berdaulat, karena Islam sebagai ideologi dalam sistem pemerintahan negaranya, di mana pendidikan Islam memiliki visi menghidupkan generasi dan peradaban emas dengan memiliki sistem pendidikan kelas dunia.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/21/peranan-ibu-dalam-membangun-peradaban-negara/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Farmasi dalam Lingkaran Investasi Kapitalis, Menguntungkankah?

    Farmasi dalam Lingkaran Investasi Kapitalis, Menguntungkankah?

    Oleh. Ageng Kartika

    (Kontributor NarasiPost.Com dan Pemerhati Sosial)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com- Pandemi kemarin seperti membuka mata para pebisnis di bidang kesehatan termasuk di Indonesia untuk memanfaatkannya. Mereka berupaya membuat regulasi dan produksi obat-obatan yang mendukung dalam upaya ketahanan tubuh terhadap serangan virus beserta alat kesehatan. Tentu saja ini menjadi angin segar bagi dunia farmasi dan medis di era kapitalistik ini, untuk berkontribusi di dalam bisnis penyediaan obat-obatan tersebut. Tak terkecuali pemerintah ikut andil dalam kemudahan birokrasi bisnis farmasi, yakni dalam kelancaran investasi oleh swasta/asing.

    Meningkatnya permintaan dalam pengadaan alat kesehatan beserta obat-obatan tersebut menjadikan farmasi secara ekonomi merupakan bisnis yang menjanjikan. Dibantu dengan regulasi yang pro terhadap para investor dengan UU Omnibus Law Cipta Kerja, memudahkan kerja sama dengan pihak swasta atau asing. Undang-Undang ini diklaim sebagai upaya meningkatkan iklim investasi dan kemudahan dalam berbisnis di Indonesia.

    Dilansir dari Bisnis.com (9/10/2022), Indonesia melalui Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) telah menyepakati kerja sama di bidang penelitian, pengembangan, dan co-production dengan Jepang melalui Federation of Pharmaceutical Manufacturers Association of Japan (FPMAJ). Indonesia berhasil mengamankan investasi dari sektor Farmasi ini senilai US$ 1,7 miliar pada semester I/2022. Realisasi ini setara dengan 94 persen dari total investasi sektor Farmasi pada periode itu. Director General FPMAJ Toshihiko Miyajima dalam keterangan resminya, Minggu (9/10), menyatakan harapannya untuk berkolaborasi lebih lanjut dalam bidang kesehatan antara FPMAJ dengan Indonesia.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/21/farmasi-dalam-lingkaran-investasi-kapitalis-menguntungkankah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Saudi Idol, Makin Menguatkan Liberalisasi di Arab Saudi

    Saudi Idol, Makin Menguatkan Liberalisasi di Arab Saudi

    Oleh. Mariyah Zawawi

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Arus liberalisasi yang dilakukan oleh penguasa Arab Saudi semakin nyata. Muhammad bin Salman (MBS), putra mahkota sekaligus perdana menteri Arab Saudi telah mengubah wajah negara itu. Dengan proyek Visi 2030, MBS hendak menjadikan Arab Saudi sebagai negara yang lebih terbuka.

    Tempat Dua Tanah Suci

    Di wilayah Arab Saudi terdapat dua tanah suci kaum muslimin, Makkah dan Madinah. Kedua kota itu merupakan tempat dilaksanakannya ibadah haji dan umrah. Kedua kota itu merupakan tanah haram yang tidak boleh ada peperangan di dalamnya. Kedua kota itu juga dilindungi oleh Allah Swt. dari dajal.

    Makkah adalah tanah tempat kelahiran Nabi Muhammad saw. yang mulia. Di kota itu pula, wahyu pertama kali diturunkan. Di sana juga terdapat Ka’bah yang menjadi kiblat kaum muslimin.

    Sedangkan Madinah adalah tempat didirikannya pemerintahan Islam yang pertama. Di dalamnya terdapat Masjid Nabawi, masjid pertama yang didirikan oleh Nabi Muhammad saw. Dari kota itulah Islam disebarkan ke berbagai penjuru dunia.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/12/saudi-idol-makin-menguatkan-liberalisasi-di-arab-saudi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Kenapa Ada Ibu yang Tidak Bahagia?

    Kenapa Ada Ibu yang Tidak Bahagia?

    Oleh. Alga Biru

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.com-Ibu adalah tempat pertama kita mengenal kenyamanan, kehangatan, dan kasih sayang. Sosok yang berjuang demi kehidupan kita sejak dari alam rahim, kelahiran hingga membesarkan anak yang dulu dikandungnya selama 9 bulan. Dalam pengorbanan seolah yang tiada habisnya, bagaimana bisa seorang ibu kemudian memilih menghabisi nyawa sang buah hati? Tidakkah ini bertolak belakang dengan cinta dan kasih sayang itu sendiri?

    Patut diingat, selain sosoknya yang lembut, ibu merupakan figur yang rentan. Sistem sosial yang tidak mendukung aktivitas ibu yang paripurna akan menggoyahkan ibu hingga keluar dari fitrahnya. Ketika seorang ibu melahirkan bayi yang dikandungnya, ia langsung bekerja untuk menyusui sekehendak permintaan bayi. Sementara itu, aktivitas menyusui tidaklah semudah kelihatannya. Aktivitas pengasuhan bukanlah sesuatu yang nature, tetapi lebih dekat kepada nurture yang artinya perlu effort alias ada usaha untuk memahami, menganalisis, mempelajari, dan memilih pada akhirnya. Jika aktivitas maha berat yang tidak mengenal distraksi ini tidak disokong oleh sistem kehidupan yang mumpuni, beratnya menjadi ibu akan melahirkan respons berkebalikan dari ibu, yakni pengabaian, sumber penderitaan, kesepian bahkan kematian.

    Seorang ibu gantung diri di Pinrang, Sulawesi Selatan. Sebelum gantung diri, wanita itu meracuni kedua putranya hingga tewas. Dalam olah TKP, ditemukan rekaman voice note yang dikirimkan kepada suaminya, yang mana sang ibu merasa malu karena tidak sanggup membayar utang. Sampai di sini kita mendapati bahwa ibu tidak hanya menanggung beban pengasuhan tetapi boleh jadi tanggung jawab finansial dan domestik rumah tangga lainnya. Ibu yang putus asa ini bahkan “mengajak” anaknya untuk meninggalkan dunia ini dan percaya dengan membunuh kedua anaknya artinya membebaskan anak-anak dari derita dunia menuju alam surga.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/30/kenapa-ada-ibu-yang-tidak-bahagia/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Malu Adalah Mahkota Seorang Muslimah

    Malu Adalah Mahkota Seorang Muslimah

    Oleh. Rani Widiya Astuti

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.com-“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah)

    Pada zaman modern ini tentu perkembangan dunia fashion semakin pesat, banyak model, gaya, dan busana yang menarik. Banyak di antaranya busana yang semestinya tidak dipakai oleh wanita muslimah. Namun, banyak di antara wanita yang memakai pakaian yang semestinya tidak pantas ia kenakan, namun kenapa ia kenakan? Jawabannya adalah karena telah hilangnya rasa malu di dalam dirinya, sehingga dia tidak takut dengan akibat dari yang diperbuat dan menganggap biasa seorang yang mengumbar aurat, padahal Allah memerintahkan seorang wanita untuk menutup auratnya dengan sempurna sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an,

    “Wahai, Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri orang-orang mukmin. Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.” (TQS. Al-Ahzab [33]: 59)

    Wanita yang memiliki rasa malu tentu akan menutup auratnya dengan sempurna, karena rasa malunya yang kuat akan membuat dirinya terjaga,.menutupi segala kekurangan dalam dirinya, dan selalu menebarkan benih kebaikan. Rasa malu adalah mahkota kemuliaan yang harus dimiliki bagi setiap wanita muslimah. Mengapa? Karena dengan rasa malu menjadikan dirinya dihormati, dimuliakan, dan terjaga.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/19/malu-adalah-mahkota-seorang-muslimah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Polemik Narkoba di Tubuh Polri, Kapitalisme Bisa Apa?

    Polemik Narkoba di Tubuh Polri, Kapitalisme Bisa Apa?

    Oleh. Asyifa’un Nisa
    (Aktivis dan Pegiat Literasi Islam)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Belum genap seminggu diangkat menjadi Kapolda Jawa Timur, Irjen Teddy Minahasa (TM) dipanggil dan diperiksa oleh Kadiv Propam Polri atas dugaan adanya transaksi barang bukti narkoba. Hal ini juga dibenarkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, 14 Oktober 2022.(Tempo.com)

    Tak hanya itu, dalam kasus yang sama Kapolri juga menjelaskan adanya keterlibatan 11 anggota polisi lainnya dengan pangkat dan kedudukan yang berbeda-beda dari Bripda, Kompol, AKBP hingga merujuk pada TM. Beberapa saat sebelumnya, nama TM sudah banyak dibicarakan orang karena didapuk sebagai anggota polisi terkaya dengan kekayaan mencapai Rp29 miliar. Dilansir dari situs elhkpn.kpk.go.id, TM tercatat hanya satu kali melaporkan harta kekayaannya ke KPK saat ia menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat, yakni pada 26 Maret 2022. Tentu ini merupakan nominal yang begitu fantastis untuk kekayaan seorang pejabat polisi dengan pangkat Irjen yang hanya memiliki gaji dan tunjangan tak lebih dari 50 juta per bulan. (cnbcindonesia.com)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/20/polemik-narkoba-di-tubuh-polri-kapitalisme-bisa-apa/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com