Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Tindakan Kriminalitas Menodai Keamanan Negara

    Tindakan Kriminalitas Menodai Keamanan Negara

    Oleh. Hisnan Nahling

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Lagi-Lagi peristiwa pembunuhan terjadi di lingkungan masyarakat. Sebuah fakta yang mengejutkan, peristiwa kriminalitas yakni pembunuhan dengan disertai mutilasi terjadi di Timika, Kabupaten Mimika Papua. Peristiwa ini bermula ketika para pelaku berpura-pura ingin menjual 20 senjata api. Sebanyak empat korban yang tertarik untuk membeli dan datang dengan membawa uang Rp250 juta. Namun, setibanya di lokasi para korban justru dibunuh dan dimutilasi. Tak hanya itu, uang para korban turut dibawa oleh pelaku pada Senin, 22 Agustus 2022.

    Saat ini, dua korban jenazah mutilasi telah ditemukan. Namun, dua lainnya masih dalam proses pencarian. Dua jenazah itu ditemukan di lokasi yang tidak berjauhan, yaitu di Sungai Kampung Pigapu Kabupaten Mimika pada 26 Agustus dan 27 Agustus 2022.

    Polda Papua menyebutkan motif pembunuhan dengan mutilasi kepada empat orang warga sipil tersebut adalah perampokan. Saat ini, polisi telah mengungkap pelaku pembunuhan dan mutilasi empat warga sipil di Mimika. Para pelaku berjumlah sembilan orang, tiga orang merupakan warga sipil, sedangkan enam di antaranya adalah anggota TNI. Dua dari enam anggota TNI tersebut merupakan seorang perwira berinisial Mayor HF dan Kapten DK, sementara empat orang lainnya berinisial Praka PR, Pratu RAS, Pratu RPC, dan Pratu R. Sembilan pelaku tersebut kini telah ditetapkan sebagai tersangka, para pelaku yang merupakan anggota TNI ditahan di penjara polisi militer Kodam atau Pangdam Cendrawasih. (Kompas.com, 30/08/22)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/15/tindakan-kriminalitas-menodai-keamanan-negara/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Bersyukurlah! Nikmat Untukmu Begitu Besar

    Bersyukurlah! Nikmat Untukmu Begitu Besar

    Oleh. Mariyah Zawawi

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com- Beberapa tahun yang lalu, terjadi kebakaran di rumah seorang tetangga. Rumah itu baru selesai diperbaiki. Rumah yang awalnya berdinding kayu itu telah berubah menjadi rumah tembok.

    Keluarga itu mendapat bantuan dari sebuah partai politik. Hari itu, para pekerja telah menyelesaikan tugas mereka. Rencananya akan diadakan acara semacam penyerahan dari pihak partai politik kepada pemilik rumah pada esok harinya. Namun, ternyata Allah Swt. mempunyai rencana lain. Rumah itu hangus terbakar beserta seluruh isinya. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa.

    Penyebab kebakaran diduga berasal dari bara kayu bakar yang masih tersisa di dapur. Siang yang terik membuat bara itu menyulut api dan membakar benda-benda di dekatnya. Barang-barang berbahan plastik dan kertas itu membuat api membesar dengan cepat. Dalam waktu singkat, rumah kecil itu pun habis dilahapnya. Bahkan, dinding rumah saudara mereka di sebelahnya pun ikut terbakar, meskipun hanya sedikit.

    Pemilik rumah itu adalah seorang tukang becak. Sedangkan istrinya bekerja serabutan. Menjahit baju atau membantu memasak di rumah tetangga yang ada hajatan sering dilakukan sang istri. Untuk menambah uang belanja, ia juga mengumpulkan barang-barang bekas yang dapat didaur ulang. Barang-barang bekas itu disimpannya di dapur sebelum disetor ke pengepul.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/15/bersyukurlah-nikmat-untukmu-begitu-besar/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Mantan Koruptor Jadi Dewan Rakyat, Bagaimana Nasib Masa Depan Negara?

    Mantan Koruptor Jadi Dewan Rakyat, Bagaimana Nasib Masa Depan Negara?

    Oleh. Mariam

    (Kontributor Narasipost.com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com- Keputusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 30 P/HUM/2018 mengizinkan bahwa mantan narapidana kasus korupsi atau napi koruptor boleh untuk mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada pemilu 2024 mendatang. Alasan yang paling mendasar adalah tentang hak asasi manusia dan tumpang tindih peraturan. MA berpendapat bahwa larangan eks napi ini bersinggungan dengan pembatasan HAM, terutama dalam hak politik warga negara untuk dipilih dan memilih. Nantinya pemilu serentak pada tahun 2024 akan merujuk pada Pasal 240 Ayat (1) UU Pemilu Nomor 7 tahun 2017. Karena dalam pasal tersebut tidak ada secara khusus larangan terhadap mantan koruptor jadi calon anggota legislatif. (CNNIndonesia.com, 24/8/2022)

    Keputusan ini mengakibatkan ramai masyarakat yang menolak atas tindakan tersebut. Pasalnya, mantan koruptor itu dikhawatirkan akan melakukan hal serupa yang dapat merugikan uang negara dan menambah kesulitan masyarakat. Warga berharap agar keputusan dalam undang-undang tersebut dapat segera direvisi, karena menilai masih banyak orang yang jujur dan bersih untuk dijadikan calon legislatif bukan mantan napi koruptor yang sudah jelas citra dan nama baiknya dalam pandangan masyarakat sudah rusak. (CNNIndonesia.com, 26/8/2022)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/14/mantan-koruptor-jadi-dewan-rakyat-bagaimana-nasib-masa-depan-negara/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Hanya Islam yang Memuliakan Perempuan

    Hanya Islam yang Memuliakan Perempuan

    Oleh. Nurul Aini Najibah

    (Kontributor NarasiPost.Com dan Aktivis Dakwah)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com- Kejahatan terhadap perempuan menjadi ancaman menakutkan, tak hanya bagi perempuan itu sendiri, tetapi juga bagi semua masyarakat. Hal itu tidak lepas dari pemberitaan media yang tak pernah kosong dari peristiwa miris ini. Korbannya pun semakin tidak mengenal umur. Kini, anak-anak juga banyak menjadi sasaran. Itu semua terbukti dengan banyak kasus yang terjadi saat ini.

    Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (P2KBP3A), Muhammad Hairun menyebutkan bahwa angka kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Bandung dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Di tahun 2022, hingga Juni ini tercatat 124 kasus kejahatan pada anak. Hal ini berupa kekerasan terhadap anak atau pelecehan seksual. (Kompas.com, 25/08/2022)

    Melihat fakta tersebut, Peneliti Pusat Riset Gender dan Anak Universitas Padjajaran (Unpad), Antik Bintari, mengungkapkan jika lembaga pendidikan, baik itu sekolah, kampus atau pesantren masih tidak aman. Ia juga menyebutkan, pelecehan termasuk dalam budaya kekerasan. Dan biasanya diawali dengan adanya relasi kuasa yang timpang. Hingga kini, relasi kekuasaan seperti guru, dosen maupun ustaz dianggap paling mampu melakukan hal tersebut. Adanya situasi yang timpang seperti ini, kemudian disalahgunakan oleh sebagian oknum untuk isu seperti ini. Menurutnya, kelompok perempuan, anak, lansia dan disabilitas cenderung yang seringkali menjadi sasarannya. Apalagi, jika pemilik kekuasaan tersebut adalah laki-laki yang dalam sistem sosial dianggap gender yang paling berkuasa dan mendominasi.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/14/hanya-islam-yang-memuliakan-perempuan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Muliakan Hidupmu dengan Ilmu

    Muliakan Hidupmu dengan Ilmu

    Oleh: Atien

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com- Rasul saw. bersabda:

    مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

    Artinya: “Barang siapa menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu, siapa saja yang menginginkan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu, dan barang siapa menginginkan keduanya (dunia dan akhirat), hendaklah ia menguasai ilmu.” (HR. Ahmad)

    Hadis di atas hendaknya menjadi penyemangat bagi kaum muslim untuk menuntut ilmu, terutama ilmu agama. Sebab, ilmu akan menjadikan kita mengetahui banyak hal, mengetahui baik buruk, benar salah, dan halal haram. Pengetahuan tersebut akan membuat kita hati-hati dalam bertindak dan mampu mengambil sikap dalam setiap amal perbuatan. Kita tidak akan gegabah dalam menilai sesuatu. Segalanya dilakukan dengan penuh perhitungan agar tidak melanggar aturan agama.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/15/muliakan-hidupmu-dengan-ilmu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Sepasang Sayap Menuju Surga

    Sepasang Sayap Menuju Surga

    Oleh. Deena Noor

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.com-Hamba bertakwa memasangkan dua sayap untuknya terbang ke tempat tertinggi. Dua sayap itu saling menyempurnakan. Hilang satu tak sempurnalah ia. Sebuah sayap saja yang dimiliki jelas tak cukup kuat untuk bisa menerbangkannya jauh tinggi. Tanpa keduanya sudah pasti ia tak akan bisa terbang sama sekali meraih impiannya.

    Sayap-sayap itu adalah rasa takut (khauf) dan berbaik sangka/berharap (roja’) kepada Sang Khalik. Kedua sayap inilah yang menjadikan mutakin mencapai posisi mulia. Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa roja’ dan khauf adalah dua sayap yang mampu membawa hamba menuju kedudukan tertinggi. Di manakah tempat itu? Tentulah di sisi-Nya di surga.

    Khauf berlawanan kata dengan al-amnu atau rasa aman. Secara bahasa, khauf bermakna perasaan takut akan siksa dan keadaan yang tidak mengenakkan karena kemaksiatan dan dosa. Sedangkan roja’ adalah perasaan penuh harap akan surga dan berbagai kenikmatan lainnya sebagai buah dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

    Khauf menjadi proteksi diri dari perbuatan maksiat. Khauf akan melindungi diri dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Sementara roja’ menjadi penyemangat untuk selalu taat. Dengan roja’ seseorang akan secara bersungguh-sungguh beramal untuk meraih pahala dan rida-Nya. Keduanya sebagai bentuk ketundukan kepada Allah Sang Mahakuasa.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/30/sepasang-sayap-menuju-surga/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Negara Perisai Rakyat Bukan Perisa Rasa

    Negara Perisai Rakyat Bukan Perisa Rasa

    Oleh. Maman El Hakiem

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Bukannya rakyat tidak bisa bersabar, melainkan penguasanya yang tidak pernah sadar, jika kekuasaan itu hakikatnya adalah amanah yang diberikan oleh rakyat. Adanya keputusan penguasa yang sering menzalimi rakyat, semisal kenaikan harga BBM adalah bukti amanah itu sering diabaikan karena takluk mengikuti aturan yang diarahkan oleh segelintir orang yang bernama oligarki, yakni para pemilik modal yang dalam sistem kapitalisme selalu didewakan, sementara rakyat hanya cukup diberikan perisa rasa bernama subsidi.

    Kelompok oligarki dengan modalnya memengaruhi kekuasaan agar berpihak pada kepentingan bisnisnya untuk meraup cuan sebanyak-banyaknya. Negara sangat bergantung pada nilai investasi yang ditanamnya di negeri ini. Lemahnya kekuasaan karena dorongan syahwat materialisme menjadikan rakyat bukan lagi prioritas untuk dilayani, malah sebaliknya rakyat dijadikan kawula yang harus melayani penguasa yang disetir oleh kaum kapitalis.

    Perampokan Harta Rakyat

    Hal tersebut terlihat dari banyaknya aturan yang dikeluarkan penguasa, baik berupa undang-undang, peraturan pemerintah sampai keputusan presiden yang semakin memudahkan oligarki untuk berinvestasi dalam upaya mengelola kekayaan alam, namun sejatinya mengeruk seluruh ’harta karun’ yang tersimpan di dalamnya. Sebut saja misalnya UU 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas), swastanisasi dan liberalisasi migas di Indonesia berjalan makin masif dari hulu hingga hilir.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/14/negara-perisai-rakyat-bukan-perisa-rasa/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Eljibiti di ASEAN Mulai Legal, Indonesia Harus Berani Mencekal

    Eljibiti di ASEAN Mulai Legal, Indonesia Harus Berani Mencekal

    Oleh. Hesti Andyra

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Mimi Muthmainnah

    NarasiPost.Com-Setelah Vietnam dan Thailand, Singapura adalah negara anggota ASEAN berikutnya yang memutuskan untuk melegalkan hubungan sesama jenis. Hal ini tentu memberi angin segar pada kelompok perilaku seksual menyimpang untuk semakin eksis dan menyebarluaskan propaganda sesatnya. Dilansir dari BBC, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam siaran persnya di saluran televisi nasional baru-baru ini mengumumkan keputusan pemerintah Singapura untuk mencabut pemberlakuan Kitab Hukum Pidana pasal 377A yang sudah berlaku sejak tahun 1938.

    Pasal 377A adalah pasal yang memidanakan hubungan seks sesama jenis antara laki-laki dewasa di Singapura (wikipedia.com). Sejak 2018 telah bermunculan gerakan yang mengampayekan penghapusan pasal ini karena dianggap bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Ditambah lagi pasal tersebut dianggap sebagai hukum warisan kolonial yang sudah tidak relevan dengan kondisi sosial masyarakat terkini.

    Hal ini menggambarkan realitas kehidupan masyarakat yang makin tergerus arus liberalisasi. Tidak cukup dengan membiarkan seks bebas menyebar luas, para pengusung paham liberal ini merasa perlu memberikan dukungan untuk kaum eljibiti agar bisa diterima masyarakat, memperjuangkan keberadaan mereka agar tidak mengalami diskriminasi, serta membiarkan kesesatan dan hawa nafsu merajalela dengan memperkenalkan perilaku menyimpang ini melalui berbagai media seperti musik, webtoon, wattpad, film layar lebar, serial drama, dan sebagainya. Dramas genre BL (Boys Love) produksi Korea, Jepang, dan Thailand bahkan semakin mudah ditemui di berbagai platform streaming online bak cendawan di musim hujan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/02/eljibiti-di-asean-mulai-legal-indonesia-harus-berani-mencekal/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Jangan Menjadi Pengemban Dakwah Apa Adanya

    Jangan Menjadi Pengemban Dakwah Apa Adanya

    Oleh. Rahmawati Ayu Kartini

    (Kontributor NarasiPost.Com dan Pemerhati Sosial)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com- Seorang ulama Mesir, Syekh Muhammad Al Makki mengisahkan tentang Isaac Rabi, seorang ilmuwan Yahudi dari Amerika Serikat yang menerima nobel bidang Fisika pada tahun 1944. Karena kecintaannya yang besar pada Fisika, ia gunakan waktu siang dan malamnya untuk menemukan ilmu baru.

    Nobel prize adalah penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang berprestasi bagi umat manusia. Selama nobel prize diberikan sejak tahun 1901 s.d. tahun ini, sudah ada 900 orang yang mendapatkannya. Dan seperlimanya adalah orang Yahudi!!

    Isaac Rabi ditanya wartawan saat menerima penghargaan nobel : “Apa motivasi Anda untuk meraih nobel? Untuk apa Anda mengabdikan diri pada ilmu fisika? Apa untuk Amerika Serikat? Apa untuk istri dan anak-anak Anda?”

    Isaac Rabi menjawab pertanyaan itu dengan sederhana, namun menampar kita semua: “Aku melakukannya untuk Zionisme! Aku melakukannya untuk terbitnya Negara Israel di atas reruntuhan tanah Palestina!”


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/10/jangan-menjadi-pengemban-dakwah-apa-adanya/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Alangkah Sedikit Ilmu Kita

    Alangkah Sedikit Ilmu Kita

    Oleh. Mariyah Zawawi

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Setelah meniupkan ruh pada jasad Nabi Adam a.s., Allah Swt. pun mengajarkan nama-nama benda kepada bapak umat manusia itu. Itulah ilmu yang pertama kali diberikan oleh Allah Swt. kepada manusia. Seiring dengan semakin berkembangnya peradaban manusia, ilmu pengetahuan pun semakin berkembang. Semakin banyak macam dan ragamnya.

    Di antara ilmu pengetahuan itu, ada ilmu yang dibutuhkan untuk mendapatkan dunia. Di samping itu, ada pula ilmu yang dibutuhkan untuk meraih akhirat. Ilmu yang disebut dengan ilmu duniawi dan ukhrawi. Ilmu duniawi mencakup pengetahuan umum seperti ilmu teknik, kedokteran, dan sebagainya.

    Sedangkan ilmu ukhrawi dibedakan menjadi ‘uluum al-maqashid dan ‘uluum al-wasail. ‘Uluum al-maqashid adalah ilmu yang membahas hukum-hukum syariat yang dibutuhkan oleh seorang hamba dalam mengarungi kehidupan. Di dalamnya dibahas akidah, fikih, dan tasawuf.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/29/alangkah-sedikit-ilmu-kita/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com