
Sign up to save your podcasts
Or


Penyimpangan Seksual, Tak Boleh Dilegalkan
Oleh. Sri Retno Ningrum
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Baru-baru ini dikabarkan bahwa sebagian negara yang masuk dalam perhimpunan bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akan melegalkan hubungan sesama jenis. Disebutkan bahwa Singapura akan menyusul Thailand dan Vietnam yang sudah resmi membolehkan pernikahan sejenis. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), KH. Jeje Zaenudin meminta pemerintah Indonesia untuk tidak ikut melegalkan pernikahan sejenis (Republika, 22/8/2022).
Pernikahan sejenis merupakan bentuk penyimpangan seksual, karena sejatinya fitrah manusia adalah menikah dengan lawan jenis, yakni laki-laki dengan perempuan. Selain itu, terdapat istilah penyimpangan seksual yang dikenal dengan LGBT. Kepanjangan LGBT sendiri adalah lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Adapun definisi dari istilah LGBT adalah sebagai berikut:
Lesbian adalah perempuan yang secara psikologis, emosi dan seksual tertarik kepada perempuan lain. Gay adalah laki-laki yang memiliki orientasi seksual pada laki-laki lain. Biseksual adalah ketertarikan seksual kepada pria maupun wanita. Sedangkan transgender adalah orang yang merasa bahwa identitas gendernya tidak sesuai dengan jenis kelamin saat dia lahir. Contohnya: seorang wanita transgender adalah seseorang yang terlahir berjenis kelamin laki-laki, tetapi merasa dirinya adalah seorang wanita.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/08/penyimpangan-seksual-tak-boleh-dilegalkan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ketika Harapan Terhadap Anak Tidak Sesuai Kenyataan, Apa yang Dilakukan?
Oleh. Isty Da’iyah
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com– “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar.” (At-Tagabun [64]:15)
Dari ayat di atas, kita bisa mengambil banyak hikmah dengan keberadaan amanah yang berupa anak. Mempunyai buah hati yang qurota’ayun, dan tumbuh menjadi pribadi kuat, pejuang yang tangguh, serta kukuh dalam berdakwah adalah harapan semua orang tua. Dapat dipastikan semua orang tua mempunyai harapan besar kepada anaknya. Di antaranya berharap supaya anaknya menjadi penerus perjuangan dalam menegakkan hukum-hukum Allah subhanahu wa ta’ala.
Tidak ada orang tua yang menghendaki anaknya jatuh pada perbuatan yang sia-sia. Semua punya cita-cita terhadap masa depan anaknya. Misalnya orang tua yang sudah terbiasa terlibat dalam aktivitas dakwah, pasti juga ingin anaknya menekuni jalan dakwah yang sama, bahkan dengan kualitas yang lebih baik.
Semua orang tua juga menghendaki masa depan anaknya lebih baik, secara kepribadian (syakhsiyah) maupun secara materi (madiyah). Hal ini sangat manusiawi, karena orang tua memang dituntut untuk selalu bertanggung jawab atas amanah mendidik anak-anaknya.
Namun, pada kenyataannya orang tua sering berhadapan dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Ada saatnya keinginan anak berbeda dengan orang tuanya. Terlebih pada usia anak yang sudah menginjak remaja ( ghorizah baqo’ sangat mendominasi). Tidak jarang kita sebagai orang tua dibuat pusing. Misalnya, masalah memilih kegiatan atau organisasi, teman, dan memilih lembaga pendidikan sampai kepada masalah penampilan, ini sering membuat orang tua khawatir bahkan was-was.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/07/ketika-harapan-terhadap-anak-tidak-sesuai-kenyataan-apa-yang-dilakukan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pelayanan Publik Seharusnya Gratis
Oleh. Muharomah
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Saya mau tamasya
Tampaknya, lagu tersebut sangat menggambarkan bagaimana Trans Banyumas bisa menjadi penghibur bagi masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga yang bosan di rumah. Untuk menikmati Trans Banyumas mudah sekali, datanglah ke halte, tak perlu bawa uang, langsung bisa road trip alias jalan-jalan melihat keramaian kota. Sayangnya, walaupun sekarang masih gratis ada syarat yang harus dipenuhi untuk naik Trans Banyumas, yaitu punya kartu perjalanan semacam e-money yang bisa didapatkan di Indomaret, Bank Mandiri, maupun Bank BRI seharga Rp25.000,00. Menurut masyarakat, hal tersebut tidak jadi masalah yang terpenting naiknya masih gratis.
Tranportasi umum yang gratis merupakan hak masyarakat dalam sebuah negara. Tidak hanya dalam ranah transportasi saja, pendidikan dan kesehatan juga seharusnya gratis karena keduanya termasuk hak masyarakat. Pasti akan timbul pertanyaan, “Kalau semuanya gratis, bagaimana dong? Nanti negara bangkrut?” Tentu saja tidak. Masih ingat pasal 33 ayat 3 UUD 1945 yang bunyinya, “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.” Kalau negara secara mandiri memaksimalkan pengelolaan sumber daya alamnya pasti negara bisa memenuhi kebutuhan rakyatnya. Faktanya, sumber daya alam kita dieksplotasi oleh pihak asing, jadi yang untung banyak pun pihak asing, negara hanya mendapat sebagian kecilnya saja. Akibatnya apa? Karena pemasukan kurang, negara pasti akan mencari cara lain agar kasnya bertambah. Makanya, pajak kita makin tinggi dan makin beragam sekarang. Utang kita ke pihak asing juga banyak sekitar Rp6.031,52 triliun. Yang terbaru, pemerintah menaikkan harga pertalite untuk mengurangi beban kas negara akibat subdisi terhadap harga BBM.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/15/pelayanan-publik-seharusnya-gratis/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kritik Berujung Bui dan Robohnya Mitos Demokrasi Arab Saudi
Oleh. Pipit Agustin
Voice over talent: Sofia Ariyani
NarasiPost.Com-Hukuman berat harus diterima Shehab dan Qahtani. Dua wanita Arab Saudi itu dijatuhi hukuman bui terkait aktivitas kritik yang mereka unggah di media sosial. Memang, kondisi penindakan terhadap para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang mengkritik pemerintah tengah marak di Arab Saudi. Para aktivis banyak dijatuhi hukuman bui dan larangan perjalanan. Hukuman itu dijatuhkan kurang dari sebulan usai kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden ke Arab Saudi yang juga menyinggung soal HAM di negara itu pada Juli lalu.
Shehab atau bernama lengkap Salma Al-Shehab, adalah seorang kandidat PhD di University of Leeds di Inggris. Ia ditahan pada Januari 2021 saat pulang ke Arab Saudi untuk berlibur dari studinya. Pengadilan Arab Saudi menilai Shehab bersalah karena dia membagikan ulang cuitan (retweet) milik aktivis Saudi yang berada di pengasingan. Cuitan tersebut berisi seruan pembebasan tahanan politik di kerajaan. Selain itu, Shehab juga membagikan unggahan yang mendukung hak perempuan di Arab Saudi untuk mengemudi.
The Washington Post melaporkan, jaksa dalam banding untuk kasus Shehab menuntut hukuman yang lebih berat, di bawah UU Kejahatan Dunia Maya dan Anti Terorisme Saudi sebagaimana dikutip Liputan6.com(18/9/2022). Menurut narasi pemerintah, Shehab didakwa membantu para pembangkang yang berupaya ‘mengganggu ketertiban umum’ di wilayah Saudi.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/12/kritik-berujung-bui-dan-robohnya-mitos-demokrasi-arab-saudi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Benarkah Dana Pensiun Beban Negara?
Oleh. Wa Ode Mila Amartiar
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Miris! Saat hidup rakyat terbebani dengan pajak, namun rakyat pula yang dianggap sebagai beban negara. Hal ini terkait pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai dana pensiun PNS yang membebani APBN setiap tahun. Padahal faktanya, selama ini setiap bulan gaji para ASN telah dipotong untuk dana pensiun mereka.
Menurut Menteri Keuangan, beban negara untuk membayar dana pensiun PNS, TNI, hingga Polri sangat besar, yakni mencapai Rp2.929 triliun. Untuk itu, ia ingin merombak skema dana pensiun dari “pay as you go” menjadi “fully funded”. (CNBC Indonesia, 27/08/2022)
Sungguh aneh! Setelah 77 tahun Indonesia merdeka, mengapa baru sekarang pemerintah mempersoalkan dana pensiun ini? Hal ini justru secara tidak langsung mengakui bahwa rezim saat ini telah gagal mengelola keuangan negara. Faktanya, saat APBN dikontribusikan untuk pembangunan KCJB (Kereta Cepat Jakarta Bandung) dengan anggaran sebesar Rp4,1 triliun, tidak pernah dianggap sebagai beban negara. Beragam alasan dilontarkan agar proyek ini terus berjalan walaupun telah banyak mengalami pembengkakan anggaran.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/05/benarkah-dana-pensiun-beban-negara/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Oknum Aparat Berulah, Darah Rakyat Kembali Tumpah
Oleh. Dwi Indah Lestari
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.Com-Belum reda kasus pembunuhan yang melibatkan perwira tinggi Polri, tak ayal hal tersebut menyita perhatian publik. Kini masyarakat lagi-lagi dibuat terhenyak dengan kasus serupa yang dilakukan oleh oknum aparat.
Peristiwa pembunuhan disertai mutilasi oleh oknum TNI terhadap warga sipil yang terjadi di Papua, diduga bermula dari transaksi senjata api hingga penganiayaan yang dilakukan korban kepada pelaku. Hal ini berujung pada pembunuhan warga Mimika Papua tersebut. Ngerinya, usai dibunuh jasad korban lalu dimutilasi. Enam orang oknum TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dan akan diproses hukum (news.detik.com, 4/9/2022).
Terus Terulang
Kasus pembunuhan oleh aparatur negara tidak hanya kali ini saja terjadi. Masyarakat sudah sering menyaksikan peristiwa-peristiwa serupa. Beberapa waktu belakangan bahkan perhatian masyarakat tertuju pada kasus penembakan yang dilakukan oleh seorang petinggi di institusi kepolisian hingga berakhir dengan melayangnya nyawa salah seorang bawahannya sendiri. Tentu saja kasus pembunuhan warga sipil oleh oknum TNI kali ini kembali menambah catatan hitam bagi para aparat.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/10/oknum-aparat-berulah-darah-rakyat-kembali-tumpah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Disparitas Harga BBM Sempit, Persaingan SPBU Incumbent Versus Challengers Kian Sengit
Oleh. Witta Saptarini, S.E.
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Masih mungkinkah angin segar berembus bagi rakyat di tengah awan mendung menyelimuti perekonomian negeri ini? Pasalnya, kian hari semakin dibuat harap-harap cemas menanti kepastian kebijakan yang berpihak pada rakyatnya. Namun, kenyataannya menjadi-jadi mencederai keadilan dan memantik antipati rakyat terhadap pemerintah.
Ya, kode keras pemerintah yang tengah menjadi sorotan tajam beberapa bulan terakhir terkait kenaikan BBM, akhirnya terkonfirmasi sudah. Pada Sabtu tanggal 3 September 2022, dari Istana Merdeka, Presiden Jokowi resmi menyatakan kenaikan harga beberapa jenis BBM. Di mana, keputusan yang dibuat dalam kondisi pelik ini, menjadi pilihan pemungkas pemerintah untuk mengalihkan subsidi BBM. Berikut harga baru yang diterbitkan pemerintah setelah terjadi penyesuaian, yakni Pertalite dibanderol menjadi Rp10.000,00 per liter, Solar Rp6.800,00 per liter, dan BBM nonsubsidi (Pertamax) berada di harga Rp14.500,00 per liter.
Langkah Pemerintah Menaikkan Tarif BBM Membawa Angin Segar bagi SPBU Asing
Di waktu yang sama Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi tanggapan terkait pertanyaan masyarakat. Bahwasanya, harga BBM naik secara tiba-tiba di kala harga minyak dunia turun. Beliau menyatakan, bahwa ada korelasi yang erat terkait harga ICP. Maka, diperlukan pantauan cermat terhadap harga ICP yang berpengaruh pada suasana proyeksi ekonomi dunia dan geopolitik. Beliau menambahkan, tujuan pemerintah mengalihkan subsidi BBM untuk bantuan sosial, yakni agar subsidi teralokasi secara tepat alias tidak menyasar. Serta, komitmen pemerintah untuk mengendalikan efek inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kemiskinan melaui rancangan program-programnya. (kompas.tv, 3/9/2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/10/disparitas-harga-bbm-sempit-persaingan-spbu-incumbent-versus-challengers-kian-sengit/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Harga BBM Subsidi Naik Hingga Problem Subsidi Tak Tepat Sasaran
Oleh. Asih Lestiani
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com- Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyatakan bahwa negara telah mengalokasikan dana subsidi dan kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp502,4 triliun dan berpotensi ditambah Rp195 triliun masih belum tepat sasaran, di mana sebagian besarnya dinikmati oleh orang kaya. Sri Mulyani menyampaikan dalam Konferensi Pers Tindak Lanjut Kebijakan Subsidi BBM, di gedung Kementerian Keuangan, Jumat (26/8/2022) bahwa dengan ratusan triliun subsidi yang diberikan, yang mengonsumsi BBM, entah pertalite, solar, atau bahkan pertamax merupakan kelompok yang justru paling mampu.
Sri Mulyani merincikan, untuk solar konsumsinya yakni sebagian untuk rumah tangga dan sebagiannya untuk dunia usaha. 89% dari 15 hingga 17 juta kilo liter dinikmati oleh dunia usaha, dan 11% dinikmati oleh rumah tangga. Sedangkan, dari konsumsi rumah tangganya, 95% dinikmati oleh rumah tangga yang mampu, dan hanya 5% dinikmati oleh rumah tangga yang tidak mampu.
Hal ini tidak jauh berbeda untuk jenis pertalite, di mana total subsidi pertalite Rp93,5 triliun, 86% dinikmati rumah tangga, dan sisanya 14% dinikmati oleh dunia usaha. Dari yang dinikmati rumah tangga, ternyata 80% dinikmati oleh rumah tangga mampu, dan hanya 20% dinikmati rumah tangga miskin. (wartaekonomi.co.id, 26/09/2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/07/harga-bbm-subsidi-naik-hingga-problem-subsidi-tak-tepat-sasaran/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Potret Buram Dunia Pendidikan
Oleh. Eni Hartuti
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Dunia pendidikan kembali tercoreng dengan ditangkapnya Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Karomani (KRM) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KRM oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proses penerimaan mahasiswa baru jalur khusus, yaitu Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila). KPK menyebut bahwa KRM mematok harga mulai dari Rp100 juta sampai Rp350 juta per mahasiswa agar diluluskan masuk Unila (Detiknews, 21/8/2022).
Penangkapan ini menambah daftar panjang kasus suap-menyuap di institusi pendidikan. Seperti sudah mendarah daging, suap-menyuap seolah hal biasa tatkala seseorang menginginkan bersekolah atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di tempat yang dianggap favorit atau terkenal. Dengan menjalankan segala cara, mereka seakan tidak peduli apakah hal tersebut halal atau haram. Lalu mau dibentuk seperti apa anak didiknya, sementara pendidik berperilaku demikian.
Sayangnya, potret buram pendidikan ini begitu difasilitasi oleh sistem yang ada, yaitu sekularisme kapitalisme. Meskipun tidak ada dokumen resmi yang menyatakan negara mengadopsi sistem tersebut, tetapi pada kenyataannya sistem itulah yang selama ini digunakan. Sistem kapitalisme menjadikan ilmu pengetahuan kini layaknya barang dagangan. Pendidikan bukan lagi milik seluruh rakyat. Tetapi, milik kalangan sosial kaya di dalam masyarakat. Kalangan sosial rendahan hanya boleh menikmati pendidikan ala kadarnya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/30/potret-buram-dunia-pendidikan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kisah Anak Korban Kapitalisme
Oleh. Hana Annisa Afriliani, S.S
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com- Seorang ibu setengah baya bercerita kepadaku, air mukanya diselimuti lara. Sorot matanya memancarkan luka. Sesekali ia tertunduk lesu sambil kembali merangkai kata demi menuntaskan ceritanya.
“Makanya kami sedang mencari pondok pesantren Mba, supaya dia bisa dipindahkan sekolahnya dari situ.” ujar sang ibu. Aku bisa merasakan betapa gundahnya ia mendapati sang anak yang baru berusia 10 tahun terpapar pemikiran kapitalisme.
Sebagaimana yang diceritakannya, sang anak yang bersekolah di salah satu sekolah swasta ternama di kota ini, mendadak menolak saat ayahnya menjemputnya ke sekolah.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/27/kisah-anak-korban-kapitalisme/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed