Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Mantan Napi Koruptor Jadi Caleg, Kredibilitas Negara Dipertanyakan

    Mantan Napi Koruptor Jadi Caleg, Kredibilitas Negara Dipertanyakan

    Oleh. Hana Annisa Afriliani, S.S

    (RedPel NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com- Kalau ada sumur di ladang⁣⁣

    Jangan diintip gadis yang mandi⁣⁣
    Koruptor akalnya panjang⁣⁣
    Jaksa dan hakim diajak kompromi⁣⁣
    ⁣⁣
    Berburu ke padang datar⁣⁣
    Mendapat janda belang di kaki⁣⁣
    Koruptor sakit diizinkan pesiar⁣⁣
    Uang rakyat dibawa lari⁣⁣

    ~~~


    Sekelumit Pantun Koruptor karya seniman tanah air, WS Rendra, tersebut menampilkan realita yang jamak terjadi di negeri ini. Ya, korupsi menjadi budaya yang kian hari kian melekat. Bahkan para koruptor tersebut bebas melenggang di tengah masyarakat dan mencalonkan diri menjadi pejabat negara. Miris!

    Dalam Undang-Undang Pemilu Nomor 7 tahun 2017 pasal 240 ayat 1 tidak ada larangan bagi mantan napi koruptor untuk mencalonkan diri menjadi anggota legislatif. Hal tersebut tentu saja menjadi celah bagi para eks koruptor untuk menempati kursi legislatif.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/10/mantan-napi-koruptor-jadi-caleg-kredibilitas-negara-dipertanyakan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Polemik Dana Pensiun, Bebankah?

    Polemik Dana Pensiun, Bebankah?

    Oleh. Afiyah Rasyad

    (Kontributor NarasiPost.Com dan Aktivis Peduli Umat)

    Voice over talent: Sofia Ariyani 

    NarasiPost.Com-Amboi, selama ini status Pegawai Negeri Sipil (PNS) seakan menjadi primadona. Betapa tidak, setelah berakhir masa kerjanya, mereka digadang-gadang tetap bisa mendapat kehidupan layak dengan dana pensiun yang memadai dari negara. Kuota PNS diperebutkan setiap ada tes CPNS oleh seluruh kalangan masyarakat.

    Perubahan Skema Dana Pensiun

    Baru-baru ini, tersiar kabar tak sedap yang beredar di tengah masyarakat. Kabar itu membuat PNS mulai waswas. Sebab, dana pensiun yang terlaksana selama ini dianggap membebani negara. Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan bahwa skema penyaluran dana pensiun bagi para PNS telah membebani negara, jumlahnya mencapai Rp2.800 triliun. Dia memandang skema tersebut perlu diubah (cnbcindonesia.com, 27/8/2022).

    Selama ini, pemberian dana pensiun menggunakan skema pay as you go. Pemerintah yang menyisihkan uang untuk dana pensiun. “Totalnya Rp2.800 triliun, estimasi tahun lalu Rp900 triliun dari pusat dan Rp1.900 triliun dari daerah, dibagi beberapa provinsi dan kabupaten,” ungkap Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata (cnbcindonesia.com, 25/8/2022).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/04/polemik-dana-pensiun-bebankah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Prototipe Intelektual Pemuda Sejati

    Prototipe Intelektual Pemuda Sejati

    Oleh. Rahmiani. Tiflen, Skep

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi  Nasjag

    NarasiPost.Com-Makin ke sini agaknya, gambaran pemuda sebagai agen perubahan telah mengalami pergeseran makna. Jika dahulu para pemuda dinilai berdasarkan prestasi akademisi yang mumpuni dan kecemerlangan berpikirnya, kini semua itu tak perlu lagi. Cukup hanya dengan bermodal viral, maka seseorang itu dapat diangkat sebagai duta Kekayaan Intelektual.

    Dimulai dari Viral hingga Penyematan sebagai Duta

    Sebagaimana Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, telah mengumumkan pengangkatan penyanyi cilik Farel Prayoga sebagai Duta Kekayaan Intelektual usai menghibur presiden, para menteri, dan pejabat publik lainnya di Istana Negara. Dikatakannya pengukuhan Farel Prayoga sebagai Duta Kekayaan Intelektual, akan dilaksanakan pada malam perayaan Hari Dharma Karyadhika Kementerian Hukum dan HAM (Wartakotalive.com, 21/08/22).

    Sebelumnya, Farel Prayoga menjadi perbincangan publik usai meramaikan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia di Istana Merdeka. Adapun Presiden Jokowi dan ibu negara, tampak berseri-seri seraya bertepuk tangan sembari berjoget ria dari atas podium bersama sejumlah menteri, jenderal, dan para pejabat publik serta tamu undangan lainnya. Tak jauh berbeda, hal serupa juga pernah dialami Bonge selaku ikon Citayam Fashion Week (CFW). Yang pada saat itu, didaulat menjadi Duta Kejaksaan hingga diimingi sejumlah uang (Portal Jember, 30/07/22).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/31/prototipe-intelektual-pemuda-sejati/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Kegagalan Pembentukan Karakter Antikorupsi dalam Dunia Pendidikan

    Kegagalan Pembentukan Karakter Antikorupsi dalam Dunia Pendidikan

    Oleh. Mita Nur Annisa

    (Kontributor NarasiPost.Com dan Pemerhati Sosial)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Miris, ketika institusi pendidikan yang notabene menjadi harapan dalam membangun generasi masa depan. Kini tercoreng, disebabkan salah seorang petinggi intelektual yang tertangkap tindak korupsi.

    Seperti yang dilansir oleh detiknews.com ( 20/08/2022 ), Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Karomani telah terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelum didapati OTT KPK, Karomani mengikuti sebuah acara pembentukan karakter (character building).

    Berdasarkan situs Unila, Karomani bersama para wakil rektor mengikuti character building di Hotel Sari Ater, Lembang, Bandung, Jawa Barat (Jabar), pada Rabu-Sabtu (17-20/8). Acara itu diikuti tim Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) Unila.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/27/kegagalan-pembentukan-karakter-antikorupsi-dalam-dunia-pendidikan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Elpiji Oplosan, Bentuk Kecurangan Sekularis di Tengah Kebijakan Sadis

    Elpiji Oplosan, Bentuk Kecurangan Sekularis di Tengah Kebijakan Sadis

    Oleh. Suryani

    (Pegiat Literasi, Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com- Kasus pengoplosan gas elpiji sering kali kita dengar, yang terbaru terjadi di Kampung Batununggal RT 2 RW 8 Desa Girimekar Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Pengoplosan dilakukan oleh SR (39) dan AH (44) dengan cara menyuntikkan gas cair dari elpiji ukuran 3 kg ke ukuran 12 kg.

    Kapolresta Bandung, Kombes Kusworo Wibowo, mengatakan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang curiga lantaran gas 12 kg yang dibeli lebih cepat habis dibanding biasanya. Setelah mengadakan penyelidikan tim dari Satreskrim Polresta Bandung langsung melakukan penggerebekan dan menangkap tangan para tersangka ketika sedang menjalankan aksinya. (Pikiranrakyat.com, 24/8/2022)

    Harga gas elpiji yang begitu jomplang antara yang bersubsidi dan nonsubsidi disinyalir menjadi peluang terjadinya penyelewengan dengan cara pengoplosan. Padahal praktik ini sangat merugikan konsumen maupun negara. Maka dari itu, seharusnya negara bisa memberikan harga murah terhadap gas elpiji dalam setiap ukuran, tidak ada perbedaan harga yang menonjol seperti saat ini. Di samping memberikan edukasi betapa bahayanya bila ada yang mencoba mengoplos, serta memberikan sanksi yang berat bila masih ada yang melakukannya. Sehingga rakyat akan paham dan upaya-upaya penyelewengan tidak akan terjadi.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/08/elpiji-oplosan-bentuk-kecurangan-sekularis-di-tengah-kebijakan-sadis/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Pemuda Tidak Diperbudak oleh Hawa Nafsu

    Pemuda Tidak Diperbudak oleh Hawa Nafsu

    Oleh. Asri Mulya

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.com-“Tuhanmu mengagumi pemuda yang tidak memiliki Shabwah (tidak diperbudak hawa nafsu).” (HR. Ahmad)

    Masihkah ditemukan pemuda yang tidak diperbudak hawa nafsu di zaman digital, khususnya di Indonesia? Pasti ada, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Dari 60 juta lebih jumlah usia produktifnya 67,6% (BPS 2019) dinilai kurang berkualitas. Indonesia pemuda pemudinya memang sedang tidak baik-baik saja, karena banyak yang diracuni oleh hal-hal negatif. Dicekoki demam Korean style, demam Paris show, dan lain sebagainya.

    Apa penyebabnya? Mereka tidak beruntung karena orang tua terjerat kemiskinan, sehingga tidak mampu membiayai sekolah anak-anaknya, sehingga banyak yang putus sekolah. Dampaknya mereka yang harusnya berada di lingkungan pendidikan, malah berada di lingkungan yang tidak punya tujuan seperti di jalanan. Terjerat kriminalitas, pergaulan bebas, gaya hidup hedonis, hingga sudah tidak memiliki nilai-nilai kehidupan seperti hilangnya moral, tidak berakhlak baik, tidak mengerti nilai agama, dan hanya memiliki nilai sosial yang salah.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/25/pemuda-tidak-diperbudak-oleh-hawa-nafsu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Tawuran Antarpelajar Berulang, Butuh Solusi Gemilang

    Tawuran Antarpelajar Berulang, Butuh Solusi Gemilang

    Oleh. Suryani

    (Kontributor NarasiPost.Com dan Pegiat Literasi)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Remaja merupakan aset bangsa yang tidak ternilai harganya, di pundaknya estafet kepemimpinan berada. Namun, apa jadinya kalau generasi saat ini malah berlaku anarkis hingga kerap terjadi tawuran antarpelajar. Seperti yang terjadi kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pasundan Banjaran dengan siswa SMKN 3 Baleendah beberapa waktu lalu.

    Semua berawal dari ejekan di media sosial yang diduga sengaja diposting oleh salah seorang siswa SMKN 3 Baleendah. Kemudian puluhan siswa SMK Pasundan melakukan pencarian terhadap orang yang melakukan postingan tersebut, lalu terjadilah tawuran. Beruntung tidak sampai ada korban jiwa, demikian kata Kompol Sungkowo. (Jabarnews.com, 3/8/2022)

    Tawuran antarpelajar bukan hanya terjadi kali ini saja. Sebelumnya banyak sekali aksi serupa yang terjadi di belahan bumi pertiwi ini, beberapa di antaranya sampai menimbulkan korban jiwa. Pemicunya pun bisa dibilang sepele, hanya karena tak terima ditegur, diejek, atau karena solidaritas pertemanan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/30/tawuran-antarpelajar-berulang-butuh-solusi-gemilang/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Cacar Monyet Merebak, di Mana Keseriusan Negara?

    Cacar Monyet Merebak, di Mana Keseriusan Negara?

    Oleh. Gina Ummu Azhari

    (Kontributor NarasiPost.Com dan Aktivis Dakwah)

    Voice over talent: Mimi Muthmainnah

    NarasiPost.Com-Penyakit cacar monyet kini tengah merebak di banyak negara, termasuk Indonesia. Meski 9 orang telah dinyatakan negatif cacar monyet, namun kini ada satu orang suspect baru yang berasal dari Pati Jawa Tengah. Informasi ini diperoleh langsung dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

    Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom cacar monyet saat ini terkategori penyakit darurat karena telah menyebar di lebih 70 negara. (Kompas.com 20/08/22)

    Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus cacar monyet yang pertama kali ditemukan tahun 1958 pada kera yang dipelihara untuk diteliti. Penyebaran virus diperkirakan melalui manusia yang melakukan perjalanan antarnegara atau melalui binatang ternak.

    Terdapat dua jenis virus cacar monyet, yaitu virus yang pertama kali ditemukan di Basin Kongo Afrika Tengah dan Afrika Barat. Kabarnya virus yang berasal dari Basin Kongo lebih cepat penularannya. Penyakit cacar monyet ini memiliki gejala yang hampir sama dengan cacar biasa. Penularan dari hewan ke manusia bisa melalui kontak cairan ataupun kontak dengan luka yang terbuka pada hewan yang terinfeksi. Ibu hamil juga bisa menularkan pada bayi yang sedang dikandungnya melalui plasenta maupun pada saat proses kelahiran.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/08/cacar-monyet-merebak-di-mana-keseriusan-negara/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Negara Perhitungan, Dana Pensiun Menjadi Beban

    Negara Perhitungan, Dana Pensiun Menjadi Beban

    Oleh. Ummu Syaakir

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com- Pernyataan pemerintah terkait dana pensiun menjadi beban negara sedang ramai diperbincangkan. Pasalnya, negara menganggap dana pensiun yang dikeluarkan setiap tahunnya menjadi beban bagi APBN.

    ASN sendiri setiap bulannya dikenakan potongan sebesar 8% dari gaji yang diterima setelah dikurangi tunjangan. 4,75% dianggarkan untuk jaminan pensiun sedangkan 3,25% untuk program jaminan hari tua (JHT). Dana 3,25% dari gaji ASN selama bekerja dibayarkan sekaligus saat ASN pensiun. Sedangkan 4,25% dibayarkan setiap bulannya ditambahkan dengan anggaran yang diambil dari APBN. (CNBC Indonesia, 27/8/22)

    Menurut Yustinus Prastowo, Staf Ahli Menteri Keuangan, pemerintah setiap tahun harus mengucurkan dana untuk pembayaran pensiun bagi para pegawai negeri sipil. Menurutnya, tahun 2022 saja, pemerintah harus menganggarkan sebesar Rp136,4 triliun untuk masuk ke dalam pos anggaran belanja pegawai. (Liputan6.com, 26/8/22)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/05/negara-perhitungan-dana-pensiun-menjadi-beban/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Kala Anak Beranjak Balig

    Kala Anak Beranjak Balig

    Oleh. Andrea Aussie

    (Pemred NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Anak adalah sumber kebahagiaan orang tua, sebagai tempat mencurahkan kasih sayang dan tambatan hati di masa tua. Hari demi hari, buah hati yang dulu berada dalam buaian akan tumbuh menjadi sosok lincah dan mulai muncul dalam hati mereka perhatian terhadap penampilan dirinya dan lawan jenisnya. Tumbuh dalam jiwa mereka rasa suka atau syahwat di masa pubertas dan dibutuhkan rasa pertanggungjawabannya.

    Islam sangat memperhatikan masalah pembinaan dan pendidikan anak. Salah satu hal yang banyak menjadi pertanyaan bagi sebagian orang tua adalah tentang pendidikan seksual kepada anak. Rasulullah saw. telah memberikan rambu-rambu bagi orang tua dalam memberikan pembinaan dan pendidikan untuk buah hatinya.

    Kapan Waktu yang Tepat Memberikan Pendidikan Seksual kepada Anak?

    Pendidikan seksual tidak selamanya identik dengan masalah reproduksi. Pendidikan seksual dapat diberikan sejak usia dini yaitu sejak masih bayi. Seringkali orang tua tidak menyadari bahwa mereka telah melakukan penggolongan seks terhadap bayi mereka dengan pemilihan warna selimut , mainan, dekorasi kamar yang berbeda antara anak perempuam dan anak laki-laki. Lambat laun anak-anak akan mulai belajar mengidentifikasi dan menyesuaikan perilakunya dengan peran seksual yang diberikan oleh orang tua juga lingkungannya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/27/kala-anak-beranjak-balig/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com