
Sign up to save your podcasts
Or


Mencintai Negeri dengan Ikatan yang Hakiki
Oleh. Atien
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.com-“Bukan dari golongan kami orang-orang yang menyerukan asabiah, bukan dari golongan kami mereka yang berperang atas nama asabiah dan bukan golongan kami orang-orang yang mati karena asabiah.” (HR. Abu Dawud)
Hai Sob, makin ke sini makin banyak narasi-narasi yang mengajak kepada asabiah. Narasi-narasi yang muncul dikemas sedemikian rupa agar terlihat indah, menarik dan terkesan bahwa itu sesuatu yang baik. Wah, pasti bikin orang penasaran dan ingin mengikutinya, Sob. Nah, pas banget hal itu disuarakan bersamaan dengan Peringatan Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77. Ada pembagian Bendera Merah Putih dalam jumlah ribuan di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Lebih tepatnya ada 2000 bendera yang dibagikan oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Anwar Ahmad. Hal itu dilakukan untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77.
Pembagian bendera tersebut adalah komitmen Ansar Ahmad sebagai Gubernur dalam rangka mendukung Gerakan Pembagian 10 juta Bendera Merah Putih yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri. Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Ansar mengatakan bahwa pembagian Bendera Merah Putih merupakan upaya pemerintah untuk menumbuhkan kesadaran bela negara, rasa cinta tanah air dan meningkatkan nasionalisme pada masyarakat. Bendera Merah Putih juga merupakan simbol, identitas dan alat pemersatu bangsa.Pembagian bendera tersebut dilaksanakan pada Minggu (14/8/2022 Liputan6.com).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/24/mencintai-negeri-dengan-ikatan-yang-hakiki/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Nafkah Bukanlah Kejar Setoran
Oleh. Iwan Januar
Voice over talent: Nonny Irayanti
NarasiPost.Com-“Pokoknya, ayah harus bawa uang belanja dua ratus ribu rupiah ya!”
Sebagian istri ada yang memandang nafkah suami ibarat setoran. Mesti dikirim tiap hari, dan jumlahnya sudah ditentukan. Mungkin para istri seperti ini sudah mengkalkulasi biaya kebutuhan harian atau bulanan sehingga punya target minimal uang belanja. Saya tidak mengada-ada. Faktanya memang ada sejumlah perempuan yang menerapkan pola seperti ini pada suaminya.
Nafkah memang kewajiban para suami. Allah Swt. dan Rasulullah saw telah menetapkan kewajiban ini pada kaum lelaki, bukan pada kaum perempuan. Firman-Nya:
وَعَلَى ٱلْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ
“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (TQS. Al-Baqarah [2]: 233)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/06/nafkah-bukanlah-kejar-setoran/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kenapa Harga Mi Harus Naik?
Oleh. Aina Syahidah
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com- Beberapa waktu belakangan, publik dibuat resah dengan kasak-kusuk harga kenaikan mi instan. Sebagaimana diketahui, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa harga mi akan naik tiga kali lipat. Hal ini dikarenakan gandum selaku bahan baku harganya menjadi mahal karena beberapa faktor di antaranya, perubahan iklim, pembatasan Covid-19, dan Perang Rusia-Ukraina.
Namun, berbeda dengan sang Menteri. Zulkifli Hasan selaku Menteri Perdagangan menampik isu tersebut. Menurutnya, saat ini stok gandum bertambah sehingga untuk harganya jelas akan berangsur turun. (Katadata.co.id, 10/08/2022)
Pesona Gandum
Sebagaimana diketahui bahwa pemasok gandum terbesar di dunia adalah Ukraina dan Rusia. Beberapa negara seperti Amerika dan lainnya juga menjadi negara eksportir gandum, namun baru- baru ini beberapa negara itu mengalami gagal panen.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/30/kenapa-harga-mi-harus-naik/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Tetaplah di Sini
Oleh. Atien
Voice over talent: Mels
NarasiPost.Com- Tetaplah ada di sini
Tetaplah ada di sini
Tetaplah ada di sini
Tetaplah ada di sini
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/07/tetaplah-di-sini/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menelusuri Budaya Korupsi dalam Lingkungan Perguruan Tinggi
Oleh. Rahmiani. Tiflen, Skep
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com- Korupsi merupakan suatu perbuatan busuk dan memiliki daya rusak luar biasa, yang mana kerusakan tersebut dapat memengaruhi berbagai bidang, dimulai dari ketimpangan sosial, rusaknya moral, hancurnya perekonomian, meningkatnya angka kemiskinan, hingga distorsi hukum. Terlebih ketika hal tersebut dilakukan di lingkungan pendidikan tinggi, yang notabene merupakan tempat mencetak para ilmuwan.
Mungkin para pembaca pernah ingat pesan lama dari Bang Napi, ”Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada kesempatan, tapi juga karena ada niat pelakunya”. Lebih-lebih ketika dua faktor tadi berkembang di alam sekuler kapitalis hari ini, maka sudah barang tentu korupsi akan membudaya di tengah-tengah masyarakat, tak terkecuali kampus. Lalu, seperti apa upaya memberantasnya? Adakah sistem yang mampu memperbaiki dampak kerusakan yang ditimbulkan, serta mengembalikan tatanan dalam berkehidupan?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/25/menelusuri-budaya-korupsi-dalam-lingkungan-perguruan-tinggi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Syirik Merebak, Akidah Umat Makin Rusak
Oleh. Hesti Andyra
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com- Dunia yang makin modern dan teknologi yang semakin canggih tidak serta-merta mengeliminasi kepercayaan masyarakat Indonesia akan hal-hal berbau mistis dan tahayul. Berbagai tayangan televisi serta aneka konten mistis di platform Youtube semakin meluas dan digemari. Termasuk juga beberapa film genre horor yang mencapai puncak box office di banyak bioskop.
Segala hal dengan embel-embel mistis mudah sekali viral di berbagai media. Demi konten, banyak yang rela bertransformasi menjadi pocong, kuntilanak dan semacamnya. Orang-orang yang mengaku dirinya indigo dan merasa mampu berkomunikasi dengan arwah penasaran mendadak terkenal. Belum lagi kemunculan berbagai macam paranormal, dukun, peramal, serta pesulap turut menambah berurat-akarnya kepercayaan masyarakat pada hal-hal supernatural, tahayul dan mistis. Hal ini tidak lepas dari kentalnya budaya dan adat-istiadat turun temurun yang kadung melekat pada keseharian masyarakat.
Hal inilah yang kemudian mendasari lahirnya sinkretisme di tengah-tengah umat. Sinkretisme adalah suatu proses perpaduan dari beberapa paham atau aliran agama atau kepercayaan. (redaksiindonesia.com). Pada sinkretisme terjadi pencampuradukan berbagai unsur aliran atau paham, sehingga didapatlah sebuah bentuk abstrak yang berbeda dengan tujuan untuk mencari keselarasan dan keseimbangan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/17/syirik-merebak-akidah-umat-makin-rusak/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menguak Skandal Korupsi sang Taipan
Oleh. Sartinah
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost- Negeri ini sungguh kaya. Tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga kaya akan budayanya. Salah satu budaya yang enggan diakui, namun telah menjadi bagian tak terpisahkan dari negeri ini adalah ‘korupsi’. Disadari atau tidak, korupsi telah menjadi warisan budaya yang terus berlangsung turun-temurun dan mendarah daging.
Negeri ini bahkan disulap menjadi ‘surga’ bagi para pecinta uang haram tersebut. Mereka tersebar di berbagai sektor dan menggurita dari pusat hingga daerah. Tak hanya pejabat dan rakyat jelata, para konglomerat pun tidak lepas dari jeratan korupsi. Mirisnya, demi melepaskan diri dari jerat hukuman, mereka hengkang dari negeri sendiri dengan membawa serta aset pribadinya. Para koruptor tersebut ada yang tertangkap, ada pula yang masih buron. Salah satu buron yang kini ditahan adalah Surya Darmadi.
Siapa sebenarnya Surya Darmadi yang disebut sebagai tersangka korupsi terbesar di Indonesia? Mengapa para koruptor memilih kabur ke luar negeri hingga rela menjadi buronan? Mengapa pula korupsi di negeri ini seperti tidak pernah mati? Bagaimana memberantas korupsi yang hakiki?
Megakorupsi sang Konglomerat
Skandal megakorupsi yang dilakukan oleh buronan sekaligus tersangka, Surya Darmadi, kini menemui babak baru. Koruptor yang sebelumnya buron, tiba-tiba secara sukarela menyerahkan diri. Kasus yang tengah ditangani oleh Kejaksaan Agung ini disebut-sebut menjadi kasus korupsi terbesar sepanjang sejarah di Indonesia. Diketahui, Surya Darmadi tersandung dua perkara berbeda yang diduga telah merugikan negara sebesar Rp78 triliun.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/30/menguak-skandal-korupsi-sang-taipan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Nasihat Kematian
Oleh. Bunga Padi
Voice over talent: Anita Yulianti
NarasiPost.Com-Durasi kesempatan terus berputar
Di bilik temaram kesunyian
Lisan yang dulu lantang bersuara
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/24/nasihat-kematian/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Panggung Sastra New York Gempar, Novelis Kontroversial The Satanic Verses Terkapar
Oleh. Witta Saptarini, S.E.
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-New York dikenal dengan kota yang memiliki banyak nicknames alias julukan. Di antaranya ‘The Big Apple’ dan ‘The City that Never Sleeps’. Tak heran, kota sibuk sejagat raya ini merupakan salah satu wilayah metropolitan terpadat di dunia. Tak hanya itu, julukan surganya mode dan rumah bagi pencinta seni pun melekat padanya. Berbicara tentang seni, belum lama ini kabar menggemparkan datang dari panggung sastra New York. Insiden penikaman terjadi kepada seorang novelis asal Inggris, Salman Rushdie dengan salah satu mahakaryanya yang kontroversial pada tahun 1988, yakni The Satanic Verses alias ayat-ayat setan. Tak lama setelah kejadian, berbagai platform digital ramai menyuguhkan informasi terkait insiden mencekam ini.
Kronologis Penikaman Salman Rushdie
Dikutip dari laman Viva.co.id pada Sabtu (13/8/2022), kejadian penikaman Salman Rushdie penulis buku ayat-ayat setan atau The Satanic Verses, berada tepat di atas panggung sastra Chautauqua Institute, New York, pada Jumat 12 Agustus 2022, saat memberikan materi kebebasan artistik. Rushdie mendapat tikaman di bagian leher dan dada belasan kali. Dengan menggunakan helikopter, Salman pun langsung diterbangkan ke rumah sakit untuk menjalani operasi darurat. Usai kejadian, Rushdie terancam kehilangan salah satu indra penglihatannya, terputusnya saraf di lengan, serta hatinya tertusuk dan rusak. Saksi mata menuturkan kejadian itu awalnya dikira hanya sebuah lelucon atau prank. Sebelum polisi tiba di lokasi kejadian, sejumlah orang bersegera ke atas panggung dan berhasil menangkap pelaku penyerangan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/22/panggung-sastra-new-york-gempar-novelis-kontroversial-the-satanic-verses-terkapar/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pola Pikir dan Keimanan
Oleh. Dewi Kusuma
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.com-Manusia diciptakan oleh Allah hanya untuk beribadah kepada-Nya. Mengapa mesti sangsi dan harus menjadi negatif thinking? Sebelum menanamkan rasa benci, sudahkah memahami Islam dengan benar?
Islam Itu Dienullah
Agama yang diturunkan oleh Allah sebagai agama penyempurna. Tidak ada keraguan di dalamnya jika Islam diterapkan secara kaffah (sempurna). Islam diturunkan melalui perantara Malaikat Jibril kepada Rasulullah saw.
Syekh Taqiyuddin an-Nabhani dalam buku Nidzamul Islam menjelaskan bagaimana manusia diajarkan untuk menuju jalan iman, memahami qada dan qadar, bagaimana cara kepemimpinan berpikir dalam Islam. Cara memahami hidup dalam Islam, memahami aturan Allah dan lain sebagainya.
Begitu sempurnanya Islam mengatur kehidupan manusia. Allah ciptakan alam semesta dan kehidupan serta makhluk hidup pasti mempunyai tujuan. Kewajiban dari kita sebagai manusia adalah hanya untuk beribadah kepada-Nya.
Adapun hubungan dari ketiganya pasti ada kehidupan sebelum dan sesudahnya. Hal ini tak mungkin lepas dari Sang Maha Pencipta. Untuk itulah Allah ciptakan manusia sebagai makhluk hidup yang paling sempurna. Agar manusia bisa berpikir dengan jernih karena adanya akal yang terdapat dalam setiap insan. Dengan proses berpikir inilah maka manusia bisa memperkuat persepsi (mafahim) terhadap segala sesuatu.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/27/pola-pikir-dan-keimanan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed