
Sign up to save your podcasts
Or


Macet Lagi, Bete!
Oleh. Irma Sari Rahayu
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.com-Macet lagi jalanan macet
Hai, Guys! Tau lagu “Si Komo” gak? Lagu anak-anak ini ngehits banget lho di tahun 90-an. Dengan musik yang ceria, Kak Seto, sang pencipta lagu dan karakter Si Komo mau menyampaikan tentang kondisi jalan yang suka macet.
By the way, masalah macet, kayaknya identik deh dengan negara kita, terutama di Jakarta. Hampir setiap hari terutama jam berangkat dan pulang kerja, jalanan penuh dengan kendaraan. Kalau sudah macet, Guys, bisa berkilo-kilo meter panjangnya dan stuck berjam-jam. Duh, nyebelin banget gak sih? Sudah gerah, capek, bete banget pokoknya!
Berbagai solusi sudah dilakukan. Mulai dari pelebaran jalan, jalan layang, underpass sampai aturan ganjil genap, tapi kayaknya belum keliatan deh kesaktiannya untuk mengurai macet. Hadeeh!
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/21/macet-lagi-bete/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Napas Pertamaku
Oleh. Dewi Kusuma
Voice over talent: Mels
NarasiPost.Com- September tiba, menggetarkan jiwa
Tubuhku yang masih lemah membuat orang tua bahagia
Saat aku diturunkan ke dunia
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/07/napas-pertamaku/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ancaman Badai Hiperinflasi, Akankah Berujung Resesi?
Oleh. Ragil Rahayu, SE
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com- Waspada! Ancaman badai hiperinflasi ada di depan mata. Jelas ini bukan kabar baik bagi kita semua, tetapi demikianlah adanya. Pada Sidang Tahunan MPR RI, Selasa (16/8), Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyatakan bahwa Indonesia terancam menghadapi hiperinflasi pada September 2022. “Kita diprediksi akan menghadapi ancaman hiperinflasi dengan angka inflasi pada kisaran 10 hingga 12 persen,” ucapnya. Menurut Bamsoet, lonjakan harga pangan dan energi akan membuat inflasi semakin tinggi. (CNN Indonesia, 16/8/2022)
Penyebab Hiperinflasi
Hiperinflasi merupakan kondisi ekonomi yang ditandai oleh naiknya harga barang dengan cepat dan menurunnya daya beli. Bisa dikatakan, hiperinflasi adalah inflasi yang terjadi secara cepat. Lantas, bagaimana kondisi Indonesia saat ini? Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan hampir menembus 5% year on year (yoy), yakni mencapai 4,94% yoy. Angka ini melebihi perkiraan pemerintah dan merupakan angka tertinggi sejak Oktober 2015.
Kondisi ini merupakan lampu kuning bagi pemerintah. Apalagi, diprediksi Agustus ini inflasi naik menjadi 5-6% dan September terjadi hiperinflasi 10-12%. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan bahwa lonjakan inflasi perlu diwaspadai. Apalagi, inflasi harga pangan mencapai 11,5% dan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 6,51% per Juli 2022.(Kompas.co.id, 11/8/2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/25/ancaman-badai-hiperinflasi-akankah-berujung-resesi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Potensi Salah Sasaran Aplikasi Peduli Lindungi untuk Migor Curah
Oleh. Mutiara
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Polemik minyak goreng dalam negeri belum juga terselesaikan. Sejak awal kelangkaan pada akhir 2021 sampai kemudian tersedia namun dengan harga yang cukup tinggi, begitu mencekik rakyat. Perlu diketahui bahwa penyebab kenaikan harga minyak goreng menurut Oke Nurwan selaku Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag yang dikutip dari Kompas.com (25/11/2021) adalah meningkatnya harga CPO yang berdampak negatif pada harga minyak goreng. Selain itu, tingginya permintaan CPO untuk pemenuhan industri biodiesel untuk penerapan kebijakan B 30 juga menjadi salah satu penyebabnya, ditambah menurunnya pasokan minyak dari Malaysia sebagai salah satu produsen tersebsar. Tak hanya itu, langkanya minyak nabati dunia akibat krisis energi di Uni Eropa, Cina, dan India juga turut memberikan pengaruh kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng menurut Oke. Bahkan di tengah kondisi seperti ini, terdapat oknum tidak bertanggung jawab yang menimbun minyak goreng sehingga harganya meledak.
Anggota Komisi Vi DPR, Amin Ak, mengatakan distribusi yang kurang tepat menyebabkan kebutuhan minyak goreng tidak terpenuhi bagi rakyat berpenghasilan menengah ke bawah dan pelaku usaha mikro. (Tribunnews.com).
Beberapa strategi penyelesaian polemik minyak goreng terus digaungkan pemerintah. Salah satu di antaranya adalah penggunaan aplikasi Peduli Lindungi untuk minyak goreng curah. Hal tersebut tentunya mendapat respons pro dan kontra. Sebenarnya bila diuraikan, kebijakan ini kurang tepat. Pertama, penggunaan aplikasi tentunya membutuhkan smartphone dalam pengoperasiannya, sementara masyarakat Indonesia, terlebih masyarakat menengah ke bawah, tidak memiliki smartphone untuk mengakses aplikasi Peduli Lindungi dan akhirnya berdampak pada subsidi salah sasaran.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/23/potensi-salah-sasaran-aplikasi-peduli-lindungi-untuk-migor-curah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Paradoks di Balik Penghargaan IRRI
Oleh. Rahmiani. Tiflen, Skep
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Indonesia boleh berbangga, sebab baru-baru lalu menerima penghargaan dari sebuah organisasi dunia. Katanya negeri ini telah berhasil mencapai swasembada pangan. Namun jika menilik faktanya, BPS merilis data bahwa Indonesia masih melakukan impor beras secara besar-besaran. Sementara itu, para petani kian terpuruk dalam garis kemiskinan, sedangkan lahan garapan mereka pun makin berkurang. Lalu, apa artinya swasembada jika petani sendiri tidak sejahtera?
Penghargaan IRRI
Melansir dari Liputan6.com, 14/08/22, bahwa organisasi dunia yakni International Rice Research Institute (IRRI), telah memberikan penghargaan kepada Presiden RI Joko Widodo. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Indonesia dalam mencapai ketahanan pangan, khususnya swasembada beras, serta mengurangi jumlah impor jagung dan tidak lagi mengimpor beras selama 3 tahun.
Menurut Jokowi, hal tersebut tak lepas dari peran pemerintah dalam pembangunan infrastruktur pertanian yang hingga kini terus digencarkan. Tercatat pula saat ini lebih dari 29 bendungan besar yang telah diresmikan, jumlahnya akan terus bertambah menjadi 38 bendungan. Yang mana sampai 2024, diharapkan akan selesai 61 bendungan. Kemudian ada juga sekitar 4.500 embung serta lebih dari 1,1 juta irigasi yang sudah dibangun sejak 2015.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/22/paradoks-di-balik-penghargaan-irri/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Jerat Akademisi Korup
Oleh. Isti Rahmawati, S.Hum
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.Com-Korupsi tiada akhir telah menjadi slogan di negeri ini. Ibarat penyakit, korupsi menjangkiti berbagai lembaga di Indonesia. Setelah sebelumnya korupsi bansos di tengah pandemi, kini giliran lembaga pendidikan yang dijangkiti pejabat korup.
Pejabat bertitel Rektor Universitas Lampung (Unila), Karomani terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK dalam kasus dugaan suap penerimaan calon mahasiswa baru tahun 2022 di Lampung, pada Jumat (19/8/2022). Selain rektor, wakil Rektor Bidang Akademik, Heryandi dan Ketua Senat M Basri juga ikut terseret dan telah ditetapkan sebagai tersangka.
Hal tersebut sangat miris, terlebih diketahui bahwa Kemendikbud Ristek sedang mendorong perguruan tinggi menjadi zona berintegritas dan bebas dari korupsi. Tentu, hal ini akan mencoreng lembaga pendidikan tinggi yang notabene diisi oleh para intelektual dan akademisi.
Selain itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan aplikasi JAGA Kampus untuk mencegah potensi korupsi di lingkungan perguruan tinggi. Namun nyatanya, korupsi sangat sulit untuk diberantas.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/25/jerat-akademisi-korup/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Impresi Parpol Menuju Pemilu, Rakyat Jangan Mau Tertipu
Oleh. Meitya Rahma
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com- Belum memasuki tahun 2024 aroma pemilu sudah mulai tercium. Parpol baru maupun lama sudah mempersiapkan semua kelengkapan untuk mendaftar di KPU. Dari data KPU hingga Minggu (7/8), sudah ada 14 partai politik mendaftar sebagai bakal calon. Sebelumnya, Partai Gelora juga mendaftar ke KPU. Gelora menjadi partai ke-14 yang mendaftar sebagai bakal calon. Sedangkan dua partai lain yakni Partai Republik Indonesia dan Partai Hanura. Sebelumnya, Partai Gelora juga mendaftar ke KPU. (Kumparannews.com, 8/8/22)
Partai politik ini berbondong-bondong mendatangi Gedung Komisi Pemilihan (KPU) pada hari pertama pendaftaran partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Partai politik yang ingin menjadi peserta pemilu 2024 harus memasukkan data-data persyaratan sebagai partai politik peserta pemilu ke Sipol (Sistim Informasi Politik). Partai politik yang akan menjadi peserta pemilu 2024 itu terlebih dahulu harus sudah meng-input data-data persyaratan sebagai partai politik peserta pemilu di sistem informasi partai politik. Setelah itu, parpol baru bisa datang ke kantor KPU untuk mendaftar. (Kumparannews.com, 8/8/22)
Kelengkapan administrasi partai di Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) ini pun jadi pertanyaan. Bahwa yang datang mendaftar itu memang sudah benar-benar melengkapi 100 persen persyaratan ataukah hanya datang saja dulu. Perkara syarat belum lengkap tak masalah. Harusnya tidak hanya datang dengan ‘tangan kosong’, sekadar memberikan impresi kesiapan menuju Pemilu 2024 tanpa memberikan kesiapan secara administratif. (Medcom.id, 8/8/22)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/24/impresi-parpol-menuju-pemilu-rakyat-jangan-mau-tertipu/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ironi Apresiasi IRRI di Tengah Gempuran Impor
Oleh. Sartinah
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Pemerintah Indonesia baru saja mendapat penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) atas keberhasilannya mewujudkan swasembada pangan. Penghargaan untuk sistem pertanian dan pangan yang tangguh, serta swasembada beras tahun 2019-2021 melalui penerapan inovasi teknologi pertanian, diberikan langsung oleh IRRI kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Minggu, 14 Agustus 2022.
Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan jika penghargaan tersebut diberikan karena Indonesia mampu membuktikan ketahanan pangannya di sektor beras. Tak hanya itu, Jokowi pun membeberkan capaiannya selama tujuh tahun terakhir dalam membangun infrastruktur penunjang pertanian.
Jokowi mengeklaim telah meresmikan 29 bendungan besar sejak tahun 2015. Jumlahnya akan bertambah 38 bendungan tahun ini, serta akan menyelesaikan 61 bendungan lagi sampai 2024. Ditambah pembangunan 4.500 embung dan 1,1 juta jaringan irigasi. Presiden menyebut, salah satu hasil dari pembangunan tersebut adalah berkurangnya impor jagung dari 3,5 juta ton turun menjadi 800 ribu ton saja. Termasuk sudah tidak lagi mengimpor beras selama tiga tahun berturut-turut. (detik.com, 15/08/2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/21/ironi-apresiasi-irri-di-tengah-gempuran-impor/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ancaman Teroris Bikin Gaduh, Islam Dapat Menanggulanginya
Oleh. Mariam
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com- Terdapat dugaan teroris pentolan Jemaah Islamiyah (JI) di wilayah Aceh yang ditangkap pada Rabu (3/8/2022) oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di kantor Desa Sidodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang. Dalam keterangan pers, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Winardy, menjelaskan bahwa tersangka yang berinisial ISA (37) merupakan koordinator wilayah Aceh jaringan Jemaah Islamiyah. Bahkan dia juga merupakan Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Sumbagut Wilayah Aceh Tamiang dari tahun 2022 hingga sekarang.
Tertangkapnya ISA kini menggenapi jumlah orang-orang terduga teroris di daerah Aceh menjadi sebanyak 15 orang. 13 orang berasal dari jaringan Jemaah Islamiyah dan dan dua orang berasal dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD). (Liputan6.com, 4/8/2022)
Usaha BNPT
Indonesia tidak akan pernah tinggal diam terkait kasus terorisme ini, bahkan menepatkan terorisme sebagai kejahatan luar biasa (Extraodinary Crime). Karena dalam dekade terakhir, terorisme adalah musuh utama yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/20/ancaman-teroris-bikin-gaduh-islam-dapat-menanggulanginya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kapitalisme Liberal Ancaman Nyata Dunia Pendidikan
Oleh. Hana Annisa Afriliani, S.S
Voice over talent: Anita Yulianti
NarasiPost.Com- Isu radikalisme tak pernah henti diembuskan oleh penguasa hari ini. Aparat kepolisian pun turut mengawal agar isu radikalisme tetap hangat di tengah masyarakat, salah satunya dengan terus mem- blow up tentangnya di berbagai momentum dan forum pertemuan. Salah satunya sebagaimana yang dilakukan oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono yang dalam momentum tahun ajaran baru kemarin menyampaikan bahwa perguruan tinggi perlu meningkatkan kewaspadaan dari pemikiran dan gerakan berbasis kekerasan, terutama yang hendak menggulingkan pemerintahan. Menurutnya, gerakan tersebut lahir dari paham keagamaan yang salah, seperti ekstremisme, intoleransi, hingga terorisme. (Humaspolri.go.id/13-08-2022)
Persoalan radikalime seolah menjadi masalah serius di negeri ini, sehingga negara benar-benar menggalakkan opini deradikalisasi lewat berbagai lini, termasuk lewat kanal-kanal media massa. Radikalisme dianggap sebagai ancaman serius bagi masyarakat, terutama bagi dunia pendidikan. Benarkah demikian?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/21/kapitalisme-liberal-ancaman-nyata-dunia-pendidikan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed