
Sign up to save your podcasts
Or


Sandaran Ternyaman
Oleh. Deena Noor
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.com-Ada di sampingku setiap hari
Sayup kudengar syair lagu yang berasal dari gerai ponsel di sudut jalan itu. Liriknya menyentuhku. Tepat sekali menggambarkan diriku saat ini. Diam-diam kuseka air mata di balik debu jalanan yang kering.
Langkahku terasa melayang sesaat. Penat ini siapa yang bisa melenyapkan? Pedih hati siapa yang mampu mengobati? Kecewa yang meraja siapa yang kuasa mengubahnya menjadi asa? Tanyaku pada diri sendiri. Angin pun tahu jawabannya.
Kuperiksa kembali hatiku. Gerangan apa yang meniatinya selama ini hingga gulana sering bertandang. Aku tinggalkan jalanan yang ramai dan sibuk itu. Dengan damai yang mulai mengaliri jiwa, aku susuri setapak yang lengang. Kini, saatnya menepi. Bukan. Bukan untuk lari atau sembunyi, tetapi berintrospeksi.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/21/sandaran-ternyaman/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Qishash: Menenteramkan Jiwa
Oleh. Maman El Hakiem
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Mengikuti perkembangan berita pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo yang menjadikan Bharada Richard Eliezer alias Bharada E sebagai tersangka sekaligus saksi kunci atas peristiwa tersebut, membuat masyarakat semakin hilang kepercayaan terhadap kinerja aparat penegak hukum di negeri ini.
Menurut pakar hukum yang pernah mengajar di Akademi Kepolisian, Prof. Suteki, mengatakan bahwa nilai spiritual penegak hukum sangat memprihatinkan. Pudarnya wibawa kelembagaan karena hukum dijadikan industri atau adanya mafia yang bermain di balik kasus sehingga hukum tidak lagi memberikan keadilan bagi seluruh rakyat.
Seperti diberitakan Harian Tribun Jabar pada 15/8/2022, ada dugaan bahwa kasus pembunuhan Brigadir J mengarah kepada dimensi struktural, dalam artian ada relasi kuasa. Oleh karena itu, menurut Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo Suroyo, perlu adanya perlindungan bagi saksi dalam kasus Irjen FS karena ada ancaman dari relasi kuasa.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/17/qishash-menenteramkan-jiwa/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pilihan Hakiki
Oleh. Dewi Kusuma
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.com-Ada aku yang serba kekurangan namun kau serba berlebihan
Pembandingan dalam setiap keadaan itu selalu ada, selalu fenomenal dan kadang membuat kita sakit hati maupun bahagia. Allah pun menempatkan posisi manusia pada dua pilihan. Adanya surga dan neraka tentulah telah Allah siapkan untuk tempat kembalinya manusia. Adanya aturan Allah tentu ini sebagai pilihan dalam menentukan jalan kehidupan. Semua telah Allah berikan untuk umatnya.
Sebagai penentu pilihan maka Allah berikan akal pada setiap individu manusia. Setiap insan diberikan kebebasan dalam menentukan hidupnya dengan tidak ada paksaan sedikit pun dari Sang Maha Pencipta. Semua terbuka lebar untuk menentukan jalan hidupnya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/01/pilihan-hakiki/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Jangan Remehkan Salat, Bestie!
Oleh. Choirin Fitri
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.com-Hai, Bestie, udah salat belum? Kalau belum, buruan salat gih, khawatir waktu terlewat! Harap maklum ya, salat itu S&K udah jelas. Waktu dan rakaatnya ditentukan. Nggak bisa diubah-ubah seenak kita sendiri. Betul atau benar?
Eh, sayangnya remaja saat ini jarang yang menganggap salat itu penting. Salat lima waktu banyak yang meremehkan. Alasannya pun remeh-temeh. Sok sibuk atau malas banyak dijadikan alasan untuk meninggalkan perintah Allah berupa salat ini.
Padahal, setelah cek ‘n ricek waktu hidup yang diberikan Allah pada kita sehari semalam 24 jam. Coba hitung jika per salat hanya sepuluh menit, maka hanya dikurangi lima puluh menit doang. Nah, kalau salatnya kilat khusus, per salat lima menit aja, berapa coba yang terkurangi? Sedikit banget ‘kan?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/13/jangan-remehkan-salat-bestie/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Untukmu yang Memilih Bertahan
Oleh. Deena Noor
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Untukmu yang memilih bertahan
Untukmu yang menolak meninggalkan
Warna-warni kehidupan yang kau lewati
Satu masa rengsa jiwa
Naskah selengkapnya:https://narasipost.com/2022/08/11/untukmu-yang-memilih-bertahan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Hijrah: Momentum Mewujudkan Identitas Islam Kaffah
Voice over talent: Anita Yulianti
NarasiPost.Com-Tidak terasa saat ini kita memasuki Tahun Baru 1444 H. Masih seperti sebelumnya, pada Tahun Baru Hijrah ini ragam kerusakan makin merata terjadi di mana-mana. Krisis ekonomi membuat kehidupan di negeri ini makin terpuruk. Korupsi makin menjadi-jadi. Ragam penistaan terhadap Islam masih terjadi. Ketidakadilan hukum makin terang-terangan. Kerusakan moral para pemuda makin memuakkan.
Karena itu besar harapan dan keinginan umat agar momen Tahun Baru Hijrah ini dapat mengubah keadaan negeri ini menuju tatanan yang islami, yang diridhai Allah SWT.
Spirit Tahun Baru Hijrah diharapkan bisa merasuk pada segenap jiwa kaum Muslim di negeri ini, khususnya para pemudanya, agar mereka bangga dengan identitas keislamannya. Pasalnya, saat ini masih banyak anak-anak muda di negeri ini yang justru bangga dengan simbol-simbol kekufuran dan kemaksiatan.
Merebaknya pengaruh Citayam Fashion Week adalah bukti betapa rapuhnya persoalan moral para pemuda di negeri ini. Belum lagi moral sebagian pemimpin yang rusak dan khianat.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/31/hijrah-momentum-mewujudkan-identitas-islam-kaffah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
“Teror” Biaya Berlipat Kereta Api Cepat
Oleh. Sartinah
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-“Sudah jatuh tertimpa tangga”. Peribahasa tersebut tampaknya sesuai untuk menggambarkan bagaimana nasib pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Proyek prestisius yang sejak awal menuai pro dan kontra tersebut, tak henti diterpa masalah. Salah satu masalah utamanya adalah pembiayaan yang disebut-sebut mengalami pembengkakan berkali lipat.
KCJB yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), adalah proyek investasi antara konsorsium Indonesia dan Cina melalui PT Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC). Proyek tersebut didanai oleh pinjaman dari Cina Development Bank (CDB). Proyek yang sejak awal digadang-gadang tidak akan menyedot APBN dan hanya menjadi proyek bussines to bussines, justru meleset dari perkiraan. Bahkan, KCJB sampai disebut sebagai proyek “kecebong” alias kereta cepat bohong-bohongan oleh politikus Partai Demokrat, Roy Suryo, lantaran tak menunjukkan progress signifikan setelah hampir dua tahun groundbreaking.
Mengapa megaproyek yang diprediksi selesai pada 2019 silam, justru molor proses pengerjaannya hingga kini? Apa konsekuensi nyata dari kerja sama dengan negara kapitalis asing? Bagaimana pula pandangan Islam terkait pembiayaan infrastruktur?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/06/teror-biaya-berlipat-kereta-api-cepat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Generasi Terbaik di Sistem Terbaik
Oleh. Ummu Rofi’
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com- Peribahasa buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Tampaknya sangat cocok untuk sistem saat ini. Sistem rusak pasti akan melahirkan kerusakan.
Pada bulan yang lalu, dunia pendidikan dikagetkan dengan aksi perundungan yang dilakukan sekelompok anak SD, sampai akhirnya korban meninggal dunia karena depresi. Hal itu dialami oleh seorang anak usia 11 tahun. Disadur sari laman detik.com Kamis (21/07/2022) Dokter Psikiater di Bandung RSIA Limijati, dr.Elvine Gunawan, mengatakan bahwa orang yang melakukan pasti memiliki gangguan kejiwaan, meski kasus bullying ada ringan atau berat seperti yang dialami seorang anak SD di Tasikmalaya, ini sudah sangat di luar batas kewajaran, karena anak usia SD tidak mungkin bisa melakukan hal seperti itu. Harus dilihat dari sisi lain, bagaimana pola asuh anaknya, kasih sayang keluarganya, dan lingkungan sekitar dalam bergaul, atau suka menonton film seks?
Dari perkataan dr. Elvine Gunawan di atas, menunjukkan kejiwaan dan akal remaja saat ini sangat memprihatinkan, harus ada cara penyelesaian yang tepat.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/24/generasi-terbaik-di-sistem-terbaik/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Wacana Dwifungsi TNI: Solusi atau Mencari ‘Kursi’?
Oleh. Sartinah
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan pilar pokok untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari berbagai ancaman. Namun, apa jadinya jika profesionalitas TNI kini kembali diusik.
Setelah 24 tahun gerakan reformasi berlalu, para elite militer kembali menginginkan agar TNI aktif dapat menduduki jabatan sipil. Terang saja usulan tersebut menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak. Bukan tanpa alasan, kekhawatiran tersebut berkaitan dengan kisah getir masa lalu ketika tentara ikut campur dalam mengatur permasalahan sipil di negeri ini.
Usulan tersebut dikemukakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam acara Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat, pada Jumat, 5 Agustus 2022. Luhut mengusulkan revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) untuk mengatur penempatan tentara di jabatan-jabatan kementerian.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/13/wacana-dwifungsi-tni-solusi-atau-mencari-kursi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Bunda
Oleh. Andrea Aussie
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Lima huruf dalam satu kata
Bunda …
Bunda …
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/25/bunda/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed