
Sign up to save your podcasts
Or


Salammu Berbahaya!
Oleh. Andrea Aussie
Voice over talent: Dewi Nasjag & Dewi Fitriana
NarasiPost.Com- “Ass, Ndre!” ucap sahabatku, Mila. Aku hanya menengok sekilas kepadanya dan tanganku kembali sibuk design image untuk publish naskah di website-ku.
“Asskum, Ndre! Mikum, Ndre! Asaa kum, Ndre!” terdengar suara Mila mulai jengkel.
“Ndre, telinga kamu tuli, ya? Aku berkali-kali mengucapkan salam saja tidak kamu jawab. Bahkan message dariku saja tidak kamu reply. Kamu kenapa, sih? Marah, ya?”
Kuhela napasku dan kutatap bola mata Mila. “Apa yang harus kujawab atas salammu, Mil? Menurutku tak ada satu pun dari salammu yang patut kujawab.”
“Maksudmu?” tanya Mila heran.
“Gini lho, Mil, salam itu doa. Islam mempunyai salam yang sangat indah yaitu assalamualaikum warahmatullaahi wa barakaatuh wa maghfiratuh.”
“Wah, itu ‘kan kepanjangan, Ndre, salamnya. Makanya kusingkat jadi ass, asskum, mikum atau asaa kum!”
“Nah itu dia yang menjadikan salam Islam salah kaprah. Kamu tahu gak arti dari salam-salam yang tadi diucapkan olehmu?” tanyaku dengan sabar. Kulihat Mila hanya menggelengkan kepala tanpa suara.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/24/salammu-berbahaya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Munajat
Oleh. Dewi Kusuma
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.Com-Ketika aku tak mampu untuk berdiri, topang aku untuk menjaga diri
Tak ingin aku terus lemah dan tersungkur
Meski hati ini mudah tersentuh, ajari aku untuk selalu tangguh
Aku tak ingin selalu menjadi penghalang dalam sebuah cita-cita
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/11/munajat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pupusnya Harapan Generasi Akibat Biaya Pendidikan yang Tinggi
Oleh. Irma Faryanti
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Dede Yusuf Macan Effendi selaku Wakil Ketua Komisi X DPR RI, menyatakan pandangannya dalam menyikapi tingginya biaya kuliah di tanah air. Adapun penyebab para orang tua tidak memasukan anaknya ke perguruan tinggi adalah karena kendala pembiayaan. Bahkan program pemerintah berupa beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang semula ditujukan untuk membantu uang semester, tidak dapat menutupi mahalnya biaya-biaya lainnya seperti uang bangku, uang duduk, uang bangunan dan lain-lain, yang jumlahnya bisa mencapai belasan juta. (KedaiPena.Com Senin 30 Juli 2022)
Ia menduga inilah penyebab biaya kuliah semakin mahal dan para orang tua merasa berat memasukan anaknya ke bangku kuliah. Untuk itu, diperlukan adanya peraturan khusus tentang biaya tambahan lainnya di kampus. Dalam hal ini, intervensi negara sangat diperlukan untuk memperoleh bonus demografi dan menembus industri 4.0. Peran pemerintah dalam hal pembiayaan diharapkan bisa mendorong angkatan kerja lulusan diploma atau sarjana sebesar 20% di tahun 2030. Oleh karena itu, Dede berharap agar Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) mampu mengubah mindset bahwa pendidikan itu walau tidak gratis, tapi tidak mahal dan memberatkan.
Fakta mengenai mahalnya biaya kuliah memang bukan sekadar isapan jempol. Sebelumnya sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang menamakan dirinya Amarah Brawijaya menggelar aksi protes dan menuntut adanya keringanan dan pembebasan biaya kuliah. Bahkan di medsos pun ramai diperbincangkan tentang mahalnya pembiayaan tersebut. Salah satu akun di Twitter mengunggah foto persyaratan Jaminan Kemampuan Keuangan (JKK) bagi calon mahasiswa yang hendak bersekolah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Di mana pada ketentuan tersebut, orang tua atau wali harus mencantumkan rekeningnya dengan jumlah nominal sebesar 100 juta rupiah.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/10/pupusnya-harapan-generasi-akibat-biaya-pendidikan-yang-tinggi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Darah Gaza Tumpah, Umat Butuh Junnah
Oleh. Ummu Ainyssa
Voice over talent: Anita Yulianti
NarasiPost.Com-Gaza kembali menangis. Kesedihan kembali menyesakkan dada. Darah para syuhada kembali tumpah membasahi tanah yang suci. Alaa Qaddom, gadis berusia 5 tahun pun turut mengembuskan napas terakhirnya saat sedang menuju supermarket bersama ayah dan kakak laki-lakinya. Tidak ada yang menyangka bahwa hari itu adalah hari terakhir Alaa Qaddom dan ayahnya melihat dunia. Berbeda dengan sang kakak yang masih sempat diselamatkan meski banyak luka ditubuhnya.
Beginilah satu gambaran kesedihan yang menimpa saudara kita di Gaza, Palestina. Seperti diberitakan Detik.com, 8/8/2022, pasukan Yahudi Israel kembali menyerang warga di jalur Gaza, Palestina pada Jumat 5/8/2022. Hingga Senin 8/8/2022, jumlah korban tercatat 41 tewas termasuk 15 di antaranya anak-anak dan 4 perempuan serta 311 orang terluka.
Israel mengeklaim bahwa tindakan agresi yang mereka lakukan adalah bentuk perlawanan dan pembelaan diri dari serangan kelompok teroris “Jihad Islam” dan militan Hamas. Seperti dikutip dari Aljazeera, Perdana Menteri Israel Yair Lapid mengatakan bahwa operasi pencegahan diperlukan karena informasi bahwa kelompok jihad Islam merencanakan serangan ke wilayah mereka.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/14/darah-gaza-tumpah-umat-butuh-junnah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Demokrasi Tak Pernah Berpihak pada Islam
Oleh. Mariam
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Irak kembali memanas, negara kian kacau setelah pendukung ulama kenamaan Irak ini kembali menduduki parlemen pada Minggu(31/7). Di tengah kekosongan kursi perdana menteri sejak pemilu 10 bulan lalu, kini para aksi demonstrasi membuat Irak makin larut dalam konflik politik yang berkepanjangan.
Koalisi pendukung Moqtada Sadr berhasil meraup suara paling banyak di parlemen dengan memenangkan 73 kursi menjadikan fraksi Sadr terbesar di parlemen. Namun, perundingan pembentukan pemerintah kini masih mandek sejak pemilu berlangsung. Setelah mencoba berulang kali, akhirnya parlemen mengajukan sejumlah nama dan koalisi untuk mengisi kekosongan pemerintahan tersebut.
Gelombang unjuk rasa kian membara. Akibat keputusan Kerangka Kerja Koordinasi di parlemen untuk mencalonkan mantan menteri kabinet yakni Mohammed Shia Al-Sudani sebagai PM. Hal ini memicu Sadr untuk memberontak, karena fraksi dari Sudani merupakan musuh bebuyutan Sadr selama ini.
Hingga kini, gejolak ambisi dalam parlemen pemerintahan terus berkoar, belum ada jalan tengah untuk menyelesaikan permasalahan yang semakin meruncing tajam. Hingga Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Gutteres mendesak agar pihak-pihak di Irak bisa segera menggelar dialog damai dan inklusif. (CNNIndonesia.com, 1/8/2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/12/demokrasi-tak-pernah-berpihak-pada-islam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Memaknai Kemerdekaan, Refleksi Menuju Usia Satu Abad
Oleh. Novianti
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com- Di 2022 Indonesia memasuki usia 77 tahun. Dua puluh tiga tahun lagi akan genap berusia satu abad. Waktu yang tidak pendek bagi perjalanan sebuah bangsa. Tema ulang tahun kemerdekaan tahun ini “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Tema yang dipilih untuk membangkitkan semangat dan harapan bagi bangsa Indonesia agar segera pulih pasca hantaman pandemi selama 2 tahun. Ada logo yang menampilkan angka 77 menyerupai dua panah ke atas, melambangkan gerakan percepatan menuju Indonesia menjadi negara lebih kuat.
Untuk itu, Mendagri Tito Karnavian menyerukan Gerakan Pembagian 10 juta Bendera Merah Putih yang dikibarkan selama satu bulan penuh dari Sabang sampai Merauke. Gerakan yang diharapkan dapat membangkitkan semangat nasionalisme karena pemulihan negara harus didukung seluruh rakyat yang cinta pada tanah airnya. (sindonews.com, 05/08/2022)
Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Dr Bactiar, mengatakan latar belakang gerakan ini adalah karena beberapa tahun terakhir ada masyarakat yang enggan mengibarkan bendera Merah Putih. Padahal, bendera benda sakral yang harus disucikan yang menunjukkan Indonesia sebagai negara berdaulat, ungkapnya
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/20/memaknai-kemerdekaan-refleksi-menuju-usia-satu-abad/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Justice Collaborator: Tobat atau Siasat?
Oleh. Tsuwaibah Al-Aslamiyah
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Justice Collaborator (JC) ramai jadi bahan pembicaraan publik, pasca tersangka pembunuhan Brigadir J yakni Bharada E mengajukan permohonan JC kepada lembaga LPSK. Digadang-gadang upaya ini akan mampu meringankan hukumannya.
Ibu pertiwi dikejutkan dengan kasus penembakan polisi. Diduga terjadi baku tembak antarajudan di kediaman dinas Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo (FS). Bharada E menembak Brigadir J, peristiwa itu bermula dari kasus pelecehan dan pengancaman korban terhadap istri FS. Pelaku langsung dibekuk pihak kepolisian pada Rabu (3/8/2022) sebab tersandung pasal 338 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP (Suara.com, 8/8/2022).
Ahad (7/8) Bharada E melalui kedua kuasa hukumnya, Deolipa Yumara dan Umar Burhanuddin mengajukan Justice Collaborator kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) (detikNews.com, 8/8/2022).
Apakah Justice Collaborator (JC) itu? Benarkah upaya tersebut dapat meringankan hukuman Bharada E? Apakah keberadaan JC ini menjadi pintu tobat ataukah justru siasat? Bagaimana pandangan Islam terkait JC ini?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/11/justice-collaborator-tobat-atau-siasat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Duka yang Fenomenal
Oleh. Dewi Kusuma
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Pada saat subuh 4 Juli 2022, berita duka itu kami terima. Kakak pertama suami saya meninggal dunia di Palembang dan akan dimakamkan di Muara Pulutan, Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan. Kami pun segera berangkat menuju Bengkulu. Malam gelap menembus hujan yang lebat mengiringi perjalanan kami. Berangkat dari Serang, Banten sekitar pukul 9 pagi menuju Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni. Alhamdulillah, mobil kami langsung naik ke kapal. Sesampainya di seberang perjalanan kami dilanjutkan menuju jalan tol Lampung-Kota Baru dan keluar di kilometer 68. Semua berjalan lancar.
Namun, halangan di perjalanan akhirnya menyambangi kami. Ketika mobil yang membawa kami masuk ke salah satu SPBU untuk menumpang buang air kecil, mobil yang kami salip beberapa saat sebelum memasuki SPBU ternyata marah dan menghampiri kami. Drama pun terjadi. Suasana kian memanas. Tampaknya saya harus turun dari mobil. Kudekati anak bujangku yang sedang berselisih paham dengan pengendara tersebut. Tampaknya belum rida juga pemilik mobil yang kami salip. Alasannya bahwa bagian belakang sebelah kiri mobilnya lecet gara-gara mobil kami menyalip. Padahal, kami menyalip dari belakang ke depan mobilnya lewar sebelah kanan dan memotong di depan karena kami mau mengarah ke SPBU. Mobil yang mendadak belok ke SPBU membuatnya marah.
Naskah selengkapnya:https://narasipost.com/2022/07/31/duka-yang-fenomenal/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Sistem Islam (Khilafah) Kunci Pembebasan Gaza-Palestina
Oleh. Miladiah al-Qibthiyah
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Dunia kembali dikejutkan atas agresi militer Israel ke Jalur Gaza. Tanpa sirine peringatan serangan oleh Israel, akhirnya mengakibatkan 40 orang lebih rakyat Gaza meninggal dunia atas hantaman serangan udara Israel. Dua di antaranya adalah komandan senior Gaza, pejuang besar Taysir al-Jabari ‘Abu Mahmoud’ dan komandan Brigade Al-Quds di utara jalur Gaza.
Alasan Penyerangan
Dikutip dari Aljazeera, Yair Lapid, sang Perdana Menteri Israel mengungkapkan bahwa serangan itu dilakukan atas adanya informasi bahwa kelompok jihad Islam merencanakan serangan ke wilayah mereka. Sehingga dilakukanlah upaya membersihkan dan mencegah serangan kelompok jihad Islam di daerah tersebut.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/11/sistem-islam-khilafah-kunci-pembebasan-gaza-palestina/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Makan Tempe Bikin Awet Muda?
Oleh. Deena Noor
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-“Mbak, kok bisa terlihat awet muda sih? Bagi-bagi resepnya dong!”
“Ah, masa? Terima kasih lho, aku jadi tersanjung nih! Apa, ya, resepnya? Aku juga enggak begitu tahu sih! Apa mungkin gegara aku suka makan tempe kali, ya? Soalnya aku pernah baca sebuah artikel kalau tempe mengandung zat yang bisa menghambat penuaan diri!”
Wanita mana yang tak girang bila dikatakan awet muda? Kulitnya segar dan mulus. Semua pasti sukalah. Lalu, apa benar kalau rajin makan tempe bisa bikin awet muda?
Tempe. Makanan sejuta umat. Makanan rakyat. Pas banget julukan itu tersematkan untuk tempe. Tahu sendiri dong kalau tempe menjadi makanan yang selalu ada dalam menu sehari-hari rakyat Indonesia. Tiada hari makan tempe. Tempe everyday pokoknya!
Kenapa tempe begitu merakyat? Karena selain gampang ditemukan, tempe juga harganya amat terjangkau. Cukup merogoh dua ribu rupiah saja, kita sudah dapat sepotong tempe seukuran telapak tangan orang dewasa. Itu kalau di tempat saya, ya! Kalau di tempat lain, harganya paling juga tak jauh beda. Intinya, tempe itu mudah didapatkan dan murah meriah.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/10/makan-tempe-bikin-awet-muda/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed