
Sign up to save your podcasts
Or


Tuduhan Keji yang Memojokkan Umat Islam
Oleh. Atien
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّٰهُ اِلَّآ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَهٗ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.”(QS. At-Taubah [9]: 32)
Teroris kembali beraksi.
Hal itu dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Aceh Kombes, Winardi. Lebih lanjut Winardi menyampaikan bahwa ISA merupakan koordinator jaringan JI wilayah Aceh dan Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Sumbagut wilayah Aceh Tamiang dari tahun 2010 sampai sekarang. Keterangan tersebut disampaikan Winardi pada Rabu (3/8/2022 Liputan6.com).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/16/tuduhan-keji-yang-memojokkan-umat-islam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ngopi, Haram?
Oleh. Payanti Salim
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com- Ngopi menjadi tren saat ini, baik dari kalangan muda, tua, laki-laki maupun wanita banyak kita jumpai memenuhi kedai-kedai kopi yang berlomba-lomba menyajikan racikan andalan mereka. Tahukah anda bahwa pernah ada masa kopi itu diharamkan?
Ya, kopi pernah menjadi barang haram untuk diminum karena dianggap sama dengan khamar. Kisah itu terjadi di masa kekhilafahan Utsmaniyah (Ottoman) saat Sultan Murad IV menjabat. Kala itu aktivitas ngopi sangat marak. Bahkan, kedai-kedai kopi sedang menjamur di jalanan ibu kota, mirip seperti kondisi saat ini. Di masjid pun, para pemuda melakukan aktivitas ngopi sambil berdiskusi perihal apa pun. Sebagaimana diketahui, dulu masjid bukan sekadar tempat ibadah, namun dimanfaatkan untuk berbagai macam aktivitas, terutama tempat berkumpulnya para intelektual. Muncullah rasa kekhawatiran dalam diri sang Sultan atas kondisi rakyatnya. Beliau takut aktivitas ngopi membuat rakyatnya lalai dalam beribadah, sehingga merusak akidah mereka. Sungguh, bentuk tanggung jawab seorang pemimpin yang luar biasa. Ibarat kata, jangan sampai rakyatnya masuk neraka gara – gara aktivitas ini (ngopi).
Sultan kala itu memandang aktivitas ngopi adalah aktivitas yang tidak bermoral karena seolah kopi menjadi candu di kalangan masyarakat kala itu. Khasiat dan rasa kopi sebenarnya tidak pernah berubah sampai saat ini. Meminum kopi membuat badan kita terasa lebih segar, juga bisa meningkatkan konsentrasi, sehingga kuat beraktivitas lebih lama. Sejalan dengan sang Sultan, para ulama dan cendekiawan kala itu menganggap bahwa kafein di dalam kopi memiliki efek mengubah pikiran yang setara dengan khamar. Kafein juga menimbulkan efek ketagihan bagi peminumnya. Sehingga karena alasan tersebut Sultan merasa khawatir atas kondisi ini.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/10/ngopi-haram/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kepemimpinan Islam, Menghapus Duka di Bumi Palestina
Oleh. Irma Faryanti
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.Com-Lagi dan lagi, para makhluk tak punya hati ini kembali beraksi. Seolah menikmati, ulah mereka pun kian menjadi-jadi. Bangsa Yahudi ini melancarkan serangan udara pada hari Jumat, 5 Agustus 2022. Menurut catatan Kementerian Kesehatan Palestina, sedikitnya 25 warga sipil Palestina tewas di Jalur Gaza, termasuk di dalamnya 6 orang anak dan beberapa pejuang Jihad Islam. Aksi ini dimaksudkan sebagai upaya pencegahan karena adanya dugaan Israel akan diserang.
Tindakan ini menyulut reaksi balasan kelompok Jihad Islam yang menembakkan lebih dari 100 roket pada bangsa Yahudi tersebut. Gerakan ini biasanya beraliansi dengan Hamas, namun belum ada kejelasan bahwa keduanya berkolaborasi. Namun, kelompok militan terbesar Palestina ini menyiratkan akan adanya perlawanan bersatu jika korban tewas di kalangan rakyat sipil terus meningkat, dan jika itu terjadi maka pertempuran pun akan semakin intens dan berlangsung cepat. (Sindonews.com, 7 Agustus 2022)
Kondisi negara Palestina dalam seminggu terakhir ini kian mencekam. Terutama pasca Israel menutup penyebrangan ke Gaza, satu-satunya pembangkit listrik di tempat itu pun ikut ditutup karena tidak menerima pengiriman bahan bakar. Sayangnya, dari 300 roket dan mortir yang ditembakkan ke Israel, sekitar 70 buah di antaranya tidak sampai ke negara tersebut dan mendarat di Jalur Gaza. Sebagian besar di antaranya mampu dicegat oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome sehingga tidak menimbulkan korban yang jatuh.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/13/kepemimpinan-islam-menghapus-duka-di-bumi-palestina/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Membawa Cinta Sampai ke Surga
Oleh. Isty Da’iyah
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Allah memberikan rasa cinta kepada manusia sebagai naluri yang melekat dalam dirinya. Dengan cinta manusia bisa berbagi, dengan cinta manusia juga bisa menerima orang lain dalam hidupnya, dan dengan cinta manusia bisa saling mengasihi. Namun, fitrah saling mencintai ini kadang juga sering diuji. Sebagaimana ujian fitrah cinta pasangan suami istri juga tidak luput dari ujian. Sehingga perlu sebuah usaha untuk membawa cinta sampai ke surga. Karena sesungguhnya berkumpul dengan orang yang dicintai sampai ke surga adalah impian indah bagi setiap manusia.
Inilah fitrah yang berlaku, tidak ada seorang pun yang mau berpisah dengan orang yang dicintainya. Di surga, manusia akan saling mencari, demikian pula pasangan suami istri dan manusia yang bersahabat akan teringat satu dengan yang lain. Inilah reuni yang paling didambakan oleh setiap muslim. Bertemu di surga yang penuh dengan limpahan rahmat-Nya
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/06/membawa-cinta-sampai-ke-surga/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Palestina di Titik Nadir
Oleh. Rahmiani. Tiflen, Skep.
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-”Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586).
Sayangnya semenjak institusi Islam (Khilafah Islamiah) berhasil diruntuhkan oleh Mustafa Kamal laknatullah alaihi, maka sejak itu pula cara pandang kaum muslimin bergeser dari yang terbiasa berpikiran dan berwawasan global berubah menjadi pemikiran yang sempit, dan hanya berorientasi pada lokal kebangsaan saja. Itulah sebabnya mengapa hari ini, umat Islam terkesan abai bahkan acuh tak acuh terhadap penderitaan yang kini dialami oleh muslim di Palestina. Mereka menganggap bahwa itu bukan urusan dalam negeri, sehingga tidak perlu ada campur tangan. Lalu kepada siapa rakyat Palestina harus mengadu, bernaung serta memohon perlindungan? Sementara PBB dan OKI sendiri tak mampu berbuat banyak, alias hanya bisa mengecam tanpa aksi yang nyata.
Serangan Berulang Israel atas Palestina
Melansir dari Republika.co.id, 7/8/2022 dinyatakan bahwa para Zionis Israel kembali melakukan penyerangan brutal terhadap penduduk Gaza. Aqsa Working Group (AWG) ikut mengecam tindakan tersebut. Diketahui sebanyak 13 orang syahid termasuk seorang anak perempuan berusia lima tahun. Menurut AWG, serangan tersebut makin membuktikan bahwa Israel adalah rezim zalim yang patut dimusnahkan dari muka bumi. Lanjutnya, klaim Zionis Israel yang menyatakan tindakan bombardir kepada Gaza sebagai upaya pencegahan, merupakan alasan yang diada-adakan. Terlebih ketika pihak Israel merespons dengan melancarkan serangannya hingga menimbulkan korban jiwa dari warga sipil, maupun anak-anak, serta perusakan sejumlah properti.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/13/palestina-di-titik-nadir/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Beras Dikubur, Horor Kapitalisme
Oleh. Maman El Hakiem
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Beberapa waktu lalu beredar berita tentang penemuan beras bantuan sosial yang dikubur di dalam tanah. Seperti dilansir cnnindonesia.com (1/8/2022), warga Depok menemukan Bansos Presiden Jokowi dipendam di tanah.
Berita tersebut dibenarkan Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Asloe’ah Madjri, dengan mengatakan bahwa barang yang ditimbun adalah bantuan presiden dari Kementerian Sosial. Adapun kronologi dan motif penimbunan bansos tersebut belum diketahui karena kejadiannya sebelum ia menjabat Kadinsos Depok.
Di lain pihak yang mewakili penyalur bansos, Vice President JNE Eri Palgunadi mengatakan beras bansos itu dikubur karena kondisinya rusak. Menurut pengakuannya, penimbunan itu sudah sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Kepada media, Eri menjelaskan tidak adanya pelanggaran karena penimbunan tersebut sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/06/beras-dikubur-horor-kapitalisme/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Mimpi Rindu
Oleh. Bunga Padi
Voice over talent: Anita Yulianti
NarasiPost.Com-Ketika wabah pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, rupanya tubuh Rindu turut mencicipi penyakit mematikan tersebut. Ia pun tergolek kesakitan di atas peraduannya. Sekolahnya telah diliburkan sampai waktu yang tidak ditentukan sambil menunggu info akan diadakannya pembelajaran via daring.
Rindu mencoba mengayunkan langkah kakinya. Kali ini sepertinya ia kehilangan tenaga. Sejak terserang penyakit Covid-19 seminggu lalu, perutnya hanya terisi air putih, madu, sari kurma, bubur nasi, dan obat-obatan. Walau demam yang menggelayut manja di tubuhnya tak beranjak pergi, ia tetap bersyukur dan bahagia. Panas yang membakar tubuhnya mengingatkannya pada para sahabat Nabi saw. yang senang ketika tertimpa demam, sebab bersama itu Allah Swt. menggugurkan dosa-dosanya selama tetap bersabar. Bahkan sebagai orang yang beriman, dilarang untuk mencela penyakit termasuk demam karena ada hikmah yang Allah berikan di balik musibah yang terjadi.
Dengan tertatih, Rindu berusaha untuk duduk di kursi. Ia menggapai buku diari bersampul biru di antara deretan buku pelajaran sekolahnya, lalu membuka tiap lembarnya. Tepat di pertengahan halaman tangannya terhenti, matanya yang bulat bagai bulan purnama tiba-tiba bersinar melihat sebuah tulisan yang maknanya sangat dalam.
Naskah selengkapnya:https://narasipost.com/2022/07/27/mimpi-rindu/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Agar Pernikahan Panjang Umur
Oleh. Miladiah al-Qibthiyah
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.com-Di dunia ini banyak yang tidak menyangka akan berjodoh singkat dengan suaminya. Singkatnya jodoh tidak melulu karena dipisahkan oleh maut, akan tetapi ketidakcocokan di antara suami istri bisa jadi jalan memperpendek usia pernikahan. Sebelum memutuskan untuk menikah, tidak hanya kesiapan mental yang patut dimiliki oleh sepasang calon suami istri, namun kesiapan ilmu pernikahan dan parenting, finansial, ruang kesabaran, dan rasa syukur yang tinggi harus dimiliki oleh pasangan suami istri.
Jika Rasulullah memerintahkan seorang lelaki menikah karena empat hal, maka bagi perempuan tentu boleh memutuskan memilih lelaki yang kelak akan menjadi pendamping hidupnya dengan empat hal tersebut, yakni keturunan, rupa (cantik/tampan), kekayaan, dan agama. Tidak salah bila seorang wanita ataupun pria menikah karena mempertimbangkan fisik, harta, dan keturunan sebab memang telah dibenarkan dalam hadis Rasulullah saw. Akan tetapi penting digaribawahi bahwa menikah sebab agamanya lah yang lebih berpotensi memanjangkan usia pernikahan.
Sebab Sistem
Banyak suara hati perempuan (istri) di luar sana yang menyatakan tentang usia pernikahannya yang begitu singkat. Paling banyak di antara mereka menyebutkan sebab ketidakcocokan sifat dan karakter dengan sang suami, belum lagi dengan visi dan misi yang tidak sejalan. Memang benar, menyatukan visi dan misi dalam kehidupan rumah tangga sangat penting agar bahtera rumah tangga sampai di tempat tujuan. Visi dan misi inilah yang menentukan “kurikulum” apa saja yang hendak diterapkan di dalam rumah.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/31/agar-pernikahan-panjang-umur/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Anakmu, Bukan Robot
Oleh. Sherly Agustina, M.Ag.
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com–Ada peribahasa yang terkenal, “Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Belajar sesudah dewasa bagai mengukir di atas air.”
Ayah bunda pasti sering mendengar peribahasa ini, apalagi pernah mengalami masa kecil dan sekarang mengalami bagaimana cara mendidik anak sejak dini. Trial dan error banyak dilakukan, agar sebuah pendidikan bisa dilaksanakan. Terutama pendidikan di rumah, sejak dini ayah bunda membiasakan hal-hal yang positif. Seperti bangun dan mandi di pagi hari agar segar dan sehat, mengenalkan salat lima waktu sejak dini, mengajarkan wudu, dan tilawah.
Sejak dini anak-anak dibiasakan hidup bersih dan sehat, merapikan kamar dan tempat tidur, masuk kamar orang lain izin dulu, meminjam barang bukan miliknya izin dulu, dan sebagainya. Banyak sekali habits baik yang harus dibentuk sejak dini, karena seperti pepatah di atas, bahwa memberikan pelajaran di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Membekas apalagi anak-anak mempraktikkan dan mengalaminya langsung.
Setiap orang tua pasti memiliki gaya sendiri dalam mendidik anak. Memiliki target bagi anak-anaknya, baik dari sisi akademik, hafalan, perilaku, dan lainnya. Tulisan ini renungan bagi saya pribadi, bahwa selama proses mendidik anak harus ingat bahwa anak kita bukan robot. Mengapa demikian? karena anak kita adalah manusia yang memiliki pemikiran dan perasaan. Walau yang kita ajarkan sesuatu yang baik bagi anak-anak, namun jangan melupakan bahwa dia manusia biasa.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/30/anakmu-bukan-robot/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Nikmat Berjemaah dan Menunaikan Amanah
Oleh. Ummu Zhafira
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.com-Sebagai ibu, kehidupan hari ini tentu terasa jauh dari kata memihak pada kita. Sulitnya kehidupan seolah tak memberi banyak ruang bagi kita untuk menemukan makna bahagia. Kita dipaksa untuk menjalankan berbagai macam peran yang tak sesuai tuntutan Rabb kita. Tanpa sadar kita pun larut terjebak pada pemikiran kaum pengagung keseteraan gender yang menganggap perempuan itu harus produktif dengan cara apa lagi kalau bukan dengan memiliki penghasilan. Lalu bagaimana kita bisa bertahan di bawah gempuran ide-ide sekuler yang menyesatkan?
Sendiri itu tentu tak lebih baik daripada berjemaah. Bukankah teorinya kita ini makhluk sosial yang tak akan pernah mampu hidup dalam kesendirian? Untuk itulah kenapa berjemaah menjadi wajib kita lakukan. Bersama-sama akan lebih memudahkan kita dalam menghadapi setiap ujian hidup, apalagi ketika sistem tak memberikan perlindungannya kepada kita. Maka dalam jemaah, Allah memberikan nikmat untuk bisa bersama-sama saling menjaga dalam sabar dan kebaikan.
“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah seraya berjemaah dan janganlah kamu berfirqah-firqah (bergolong-golongan), dan ingatlah akan nikmat Allah atas kamu tatkala kamu dahulu bermusuh-musuhan maka Allah jinakkan antara hati-hati kamu, maka dengan nikmat itu kamu menjadi bersaudara, padahal kamu dahulunya telah berada di tepi jurang api Neraka, tetapi Dia (Allah) menyelamatkan kamu dari padanya; begitulah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk.” (TQS. Ali ‘Imran[3]: 103)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/04/nikmat-berjemaah-dan-menunaikan-amanah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed