Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Zonasi PPDB yang Berkeadilan, Wacana Semu yang Jauh dari Realitas

    Zonasi PPDB yang Berkeadilan, Wacana Semu yang Jauh dari Realitas

    Oleh. Uqie Nai

    (Member AMK4 dan Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Pekan ini tahun ajaran baru telah dimulai. Dalam beberapa hari ke depan, para siswa/i baru pun dihadapkan dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Meski untuk mencapai ke tahap ini tidak semudah yang diharapkan, terutama pasca diberlakukannya sistem zonasi. Persoalan demi persoalam terus saja muncul. Ada yang keterima, ada pula yang tidak, padahal jarak tempat tinggal dengan sekolah terbilang dekat. Fakta lainnya adalah ada sekolah yang mendapat murid sesuai kuota, ada juga yang hanya mendapat satu siswa saja.

    Sebut saja misalnya di SDN 197 Sriwedari, Surakarta, Jawa Tengah, yang hanya mempunyai satu murid baru hasil PPDB secara daring. Kepala SDN 197 Sriwedari Surakarta, Bambang Suryo Riyadi, mengatakan bahwa sejak diterapkan sistem zonasi memang dari tahun ke tahun jumlah siswa baru cenderung menurun. Apalagi, SDN Sriwedari No 197 letaknya tidak berada di tengah perkampungan, melainkan perkantoran dan hotel. (Tirto.id, Jumat, 8/7/2022)

    Pendidikan Berkeadilan ala Kapitalisme Hanya Berbuntut Kekecewaan

    Walaupun setiap tahunnya PPDB di berbagai wilayah Indonesia berbuntut kekisruhan, nyatanya pemerintah dalam hal ini Mendikbudristek, tak berupaya menghapus sistem zonasi. Bahkan menurut Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, Jumeri, kebijakan zonasi dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan salah satu upaya meningkatkan akses layanan pendidikan yang berkeadilan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/28/zonasi-ppdb-yang-berkeadilan-wacana-semu-yang-jauh-dari-realitas/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Tarif PDAM Naik, Beban Hidup Makin Pelik

    Tarif PDAM Naik, Beban Hidup Makin Pelik

    Oleh. Hesti Andyra

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Mimi Muthmainnah

    NarasiPost.Com-Seolah tak mau kalah dengan wacana kenaikan (penyesuaian tarif) TDL untuk pelanggan 3000 Volt-Ampere (VA), tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ikut disesuaikan. Di bulan April 2022, PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman mengajukan kenaikan sebesar 6% dari tarif awal. PDAM Tirta Kencana Samarinda di bulan yang sama mengajukan kenaikan sebesar 9%. Di bulan Juni, giliran PDAM Tanahlaut Kalimantan Selatan menaikkan tarif sebesar 20%.

    Terkini, melansir republika.co.id, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan, mengumumkan tarif air bersih yang disalurkan oleh PDAM Tirta Musi diperkirakan naik sebesar 15 persen per Agustus 2022.

    Ada dua alasan mendasar yang ditengarai memicu kenaikan ini. Yang pertama adalah tarif air bersih yang berlaku saat ini masih di bawah biaya produksi dan operasional, sedangkan alasan lainnya adalah tidak ada kenaikan tarif selama beberapa tahun. PDAM Tirta Musi misalnya, konon belum pernah menaikkan tarif sejak 11 tahun yang lalu. Alhasil, para pemangku kebijakan merasa wajar untuk mengadakan penyesuaian tarif sebagai upaya mengatasi kerugian, pengembangan usaha atau investasi dengan menafikkan daya beli masyarakat yang menurun, kurs rupiah yang melemah, serta kenaikan berbagai jenis bahan pokok.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/03/tarif-pdam-naik-beban-hidup-makin-pelik/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Nyale Si Cacing Laut Warna-Warni

    Nyale Si Cacing Laut Warna-Warni

    Oleh. Siti Amelia Q. A.

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Adakah yang pernah tahu tentang nyale atau tradisi Bau Nyale? ya, Bau Nyale adalah salah satu tradisi kebudayaan di Pulau Lombok. Dalam bahasa Sasak (salah satu suku di Lombok), bau artinya menangkap dan nyale adalah sebutan untuk cacing laut yang warnanya beraneka ragam.

    Di Lombok, Bau Nyale menjadi suatu tradisi budaya yang sudah turun-temurun diadakan, tepatnya setiap satu tahun sekali, biasanya setiap tanggal 20 bulan 10 dalam penanggalan tradisional Sasak atau jika menggunakan kalender Masehi, jatuh antara bulan Februari dan Maret. Tradisi Bau Nyale ini bahkan dijadikan festival untuk menggaet para wisatawan baik asing maupun lokal.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/28/nyale-si-cacing-laut-warna-warni/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Muara Kasih Ibu

    Muara Kasih Ibu

    Judul Buku: Muara Kasih Ibu

    Penulis: Hasni Tagili, dkk
    Penerbit: LovRintz Publishing
    Tahun Terbit: Cetakan 1, Januari 2022
    Tebal Buku: 190 halaman
    Peresensi: Yuliani Zamiyrun

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.com-Muara kasih ibu. Buku dengan status best seller ini mampu terjual pada cetakan pertamanya sebanyak 316 pcs. Alhamdulillah ‘ala kulli hal. La hawla wa laa quwwata illabillah.

    Sebuah buku antologi yang di dalamnya memuat kisah para ibu. Beragam kisah yang juga mewakili ungkapan hati para emak, terpadu dalam satu tema, muara kasih ibu.

    Di dalamnya terdapat 35 kisah inspiratif. Di antaranya kisah mengurus anak, menghadapi drama adik kakak, menyusui ananda 2 tahun penuh, buah hati yang tiba-tiba pergi, saat cinta menyapa remaja, waspada penyakit ‘ain, belajar tegar dari si kembar, menunggu kelahiran anak, mengasuh dengan ilmu, menghadapi anak yang super aktif, dan lain sebagainya.

    Buku ini sangat pas sekali menjadi bacaan para emak. Pun para gadis juga layak untuk membacanya sebagai bekal ilmu parenting mengurusi buah hati nantinya.

    Sebagai ibu, kita tak luput dari salah dan khilaf dalam meriayah buah hati. Namun, dengan membaca atau mendengarkan cerita dan pengalaman dari orang lain, setidaknya akan memberikan kita suntikan semangat dan motivasi dalam meriayah kembali buah hati tercinta dengan lebih baik.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/06/muara-kasih-ibu-2/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Waspada, Islamofobia Semakin Masif

    Waspada, Islamofobia Semakin Masif

    Oleh. Sri Wulandari

    (Pemerhati Sosial dan Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Beberapa pekan terakhir, media massa ramai memberitakan dugaan penggelapan dana masyarakat yang dilakukan oleh organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Kasus ini berawal dari laporan jurnalistik harian Tempo yang menyebut pengurus ACT mendapatkan gaji fantastis hingga ratusan juta rupiah, juga mendapat fasilitas yang serba mewah. Menyikapi pemberitaan tersebut, pemerintah bergerak cepat dengan langsung mencabut izin penggalangan dana ACT dan memblokir 300 nomor rekening yang dimiliki organisasi tersebut.

    Selain pemberitaan di atas, kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pondok pesantren juga menjadi perbincangan hangat. Salah satu kasus yang paling menyita perhatian publik adalah dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang anak kiai kepada santriwatinya yang terjadi di sebuah ponpes ternama di Jombang, Jawa Timur. Pencabulan ini ditengarai terjadi dua tahun yang lalu, namun baru heboh akhir-akhir ini ketika viral video pasukan polisi yang berupaya masuk ke pesantren untuk menangkap pelaku, tapi dihalang-halangi oleh pihak pesantren.

    Sebenarnya, ada lagi kasus pelecehan yang dilakukan oleh seorang motivator nonmuslim terhadap siswa di sekolah yang dimilikinya di Batu, Jawa Timur. Namun kasus tersebut seolah tenggelam begitu saja. Pemberitaan media, baik di media massa maupun media sosial, juga tidak segencar kasus ACT dan kasus di Jombang, yang notabene pelakunya adalah muslim. Tentu kita patut mempertanyakan, ada apa sebenarnya?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/27/waspada-islamofobia-semakin-masif/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Putus Asa Berujung Duka

    Putus Asa Berujung Duka

    Oleh. Atien

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Katakanlah, ” Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah berputus asa dari rahmat Allah…

    (TQS. Az-Zumar [39]: 53).

    Setiap orang pasti pernah merasa kecewa, sedih dan sakit hati ketika harapan dan keinginan diri tidak bisa terpenuhi. Semua rasa yang ada membuat hati terluka hingga menumbuhkan rasa putus asa. Perasaan putus asa dalam hati menjadi tidak terkendali. Akhirnya jalan pintas yang dipilih membawa kepada keputusan untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

    Rasa putus asa itu pula yang membuat seorang perempuan dikabarkan meninggal dunia karena diduga bunuh diri. Korban nekat melakukan bunuh diri karena tidak lulus ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sebelumnya perempuan tersebut juga bernazar akan memberikan santunan kepada anak yatim jika diterima. Akan tetapi jika tidak diterima, ia bernazar akan bunuh diri. Ternyata dirinya gagal dalam ujian dan benar-benar memenuhi nazarnya. Cerita di atas dibagikan melalui akun Twitter @utbkfess pada Selasa (12/7/2022. Suara.com).


    Naskah selengkapnya:https://narasipost.com/2022/07/27/putus-asa-berujung-duka/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min
  • Wanita Tua dan Burung Pipit

    Wanita Tua dan Burung Pipit

    Oleh. Deena Noor

    (Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.com–Pagi baru saja menyapa. Seekor burung pipit tengah asyik mematuk beras yang berserakan di teras sebuah rumah. Sesekali ia bersuara. Tak berapa lama kemudian beberapa kawanannya menghampiri dan ikut memakan beras bersamanya.

    Burung-burung itu tidaklah dipelihara, melainkan hidup bebas. Mereka sering datang ke rumah tersebut karena tahu ada makanan di sana. Insting menuntun mereka pada sumber makanan. Tak cuma mencari makan, burung-burung itu juga berteduh di bawah atap rumah atau bertengger di pagarnya. Berkicau bersahut-sahutan, memainkan kidung alam.

    Dari dalam rumah, seorang wanita tua keluar sambil menggenggam sejumput beras. Ia tebarkan beras di lantai yang telah disapunya. Sengaja ia lakukan itu agar burung-burung pipit liar bisa memakannya. Bila telah habis, maka ia akan menaruh beras lagi di sana. Begitulah ia setiap harinya.

    Tak ada yang memperhatikan hal itu dan ia pun tak pernah bercerita kepada orang lain. Sampai pada suatu hari, seorang tetangga bertandang ke rumahnya dan melihat ada beras berserakan di lantai. Tentu saja, ia keheranan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/01/wanita-tua-dan-burung-pipit/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Bencana Ekologi, Buah Busuk Tata Kelola Kapitalis

    Bencana Ekologi, Buah Busuk Tata Kelola Kapitalis

    Oleh. Mahganipatra

    (Kontributor NarasiPost.Com dan Aktivis Forum Muslimah Peduli Generasi)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-“Rusaknya rakyat disebabkan oleh rusaknya penguasa. Rusaknya penguasa disebabkan oleh rusaknya ulama. Dan rusaknya ulama disebabkan ulama dikuasai cinta harta dan ketenaran. Barang siapa dikuasai cinta dunia, ia tidak akan mampu mengawasi rakyat kecil, lantas bagaimana mungkin (ia bisa mengawasi) penguasa dan pembesar negara?” (Ihya ‘Ulum al-Diin, juz 2/357)

    Pernyataan Imam Ghazali ini menjadi sebuah refleksi bagi bangsa Indonesia. Ketika model pembangunan wilayah tidak ditujukan dalam rangka maqashid syariah. Berbagai kerusakan telah tampak dalam wajah pembangunan dan tata kelola wilayah di Indonesia. Sehingga, telah melahirkan duka dan nestapa bangsa ini setiap saat. Sebut saja di wilayah Garut bagian selatan, baru-baru ini bencana banjir kembali melanda. Bukan hanya karena intensitas curah hujan yang tinggi, lebih dari itu banjir terjadi di sebabkan oleh adanya aktivitas pembangunan di wilayah Garut bagian selatan. Pembabatan hutan lindung menjadi alih fungsi hutan produktif, pembangunan infrastruktur dan pariwisata menjadi salah satu sebab banjir kembali terjadi di wilayah itu (merdeka.com, 17/7/2022).

    Sementara di wilayah Karawang tak jauh berbeda. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan 304 rumah terdampak banjir di Kecamatan Telukjambe Barat Desa Karangligar, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (16/7). Banjir disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi, sehingga aliran sungai Cidawolong dan Kedunghurang meluap ke permukiman penduduk pada Sabtu sore (cnnindonesia.com, 17/7/2022).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/27/bencana-ekologi-buah-busuk-tata-kelola-kapitalis/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Wajah Buram Pendidikan Sekuler

    Wajah Buram Pendidikan Sekuler

    Oleh. Rahmiani. Tiflen, Skep.

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Mimi Muthmainnah

    NarasiPost.Com-Ya Rabb, betapa jauhnya umat ini dari syariat-Mu, sampai-sampai aturan yang wajib pun dikesampingkan. Entah mau jadi apa negeri ini, berharap Allah Swt. akan menurunkan rahmat-Nya, namun di sisi lain berpaling dari syariat-Nya. Bermimpi menggapai peradaban mulia yang berkarakter, sayang salah satu tonggak peradaban itu malah tertekan hingga depresi hanya karena merasa ”dipaksa” untuk taat pada perintah-Mu. Padahal, bukankah ajakan ataupun ”paksaan” dalam ketaatan itu adalah bentuk cinta seorang saudara seiman kepada sesama saudaranya, dan juga menginginkan agar bisa bersama meraih keridaan-Mu? Alih-alih membentuk generasi bertakwa, justru syariat-Mu tentang hijab ya Rabb, kini dianggap sebagai penyebab depresi dan juga melanggar hak asasi manusia (HAM).

    Berhijab Dianggap Perundungan dan Melanggar Kebinekaan

    Seperti pemberitaan media baru-baru ini yang menyatakan bahwa ada seorang siswi kelas 10, yang bersekolah di SMAN 1 Banguntapan mengaku kalau dirinya dipaksa oleh guru BK di sekolahnya untuk mengenakan hijab. Buntut dari peristiwa itu, mengakibatkan siswi tersebut mengalami depresi serta mengurung diri hingga saat ini (KumparanNews, 31/07/22).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/03/wajah-buram-pendidikan-sekuler/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Nasihat untuk Saudariku

    Nasihat untuk Saudariku

    Oleh. Bunga Padi

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Saudariku …

    Ketika langkah kakimu telah penat.
    Ketika air matamu sudah pekat.  
    Ketika hatimu tercabik rasa.
    Ketika terjangan badai selalu menyapa

    Beragam kisah pilu menyesakkan dada

    Kerap mengiringimu per episode 
    Membekap badanmu yang ringkih tanpa jeda 
    Terpenjara dalam jerat sekulerisme

    Kembalilah pada-Nya

    Mengadulah, menangislah
    Biarkan ruang hatimu pasrah lirih 
    Hingga tersiram air hujan menjadi putih bersih


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/30/nasihat-untuk-saudariku-2/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com