
Sign up to save your podcasts
Or


Perundungan Marak, Potret Generasi Rusak
Oleh. Hana Annisa Afriliani, S.S
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com- Siapa yang tak mengurut dada menyaksikan deretan tingkah para pelajar hari ini yang sudah sangat di luar batas kewajaran? Ya, siapa pun tentu miris, pelajar yang selayaknya mencerminkan perilakunya sebagai kaum terpelajar, nyatanya sungguh jauh panggang dari api. Betapa banyak pelajar yang justru berbuat semaunya bahkan menjurus pada tindakan kriminal, jauh dari adab.
Sebagaimana yang terjadi beberapa waktu lalu, seorang pelajar kelas 6 SD di Tasikmalaya harus meregang nyawa setelah depresi akibat mengalami perundungan oleh teman-teman sekolahnya sendiri. Ia dipaksa menyetubuhi seekor kucing sambil direkam dan videonya kemudian disebarluaskan di media sosial. Korban meninggal dunia ketika sedang menjalani perawatan di rumah sakit, karena sejak kejadian perundungan itu korban tidak mau makan dan minum. (Kompas.com/20-07-2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/27/perundungan-marak-potret-generasi-rusak/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Mahkota Tanpa Nakhoda
Oleh. Maman El Hakiem
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Kehadiran ayah dan ibu bagi anak dalam rumah tangga sangat memengaruhi karakternya di masa depan. Tidak salah jika ada ungkapan buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Pohon yang bertunas tentu mengharapkan buah yang ranum sebagai idaman semua orang. Pun dalam kehidupan rumah tangga, adanya pelanjut keturunan yang lebih baik adalah cita-cita berkeluarga.
Namun, kehidupan rumah tangga tidak selamanya berlayar di lautan yang tenang, sekalipun rumah tangga itu dibangun berdasarkan rasa cinta dan kasih sayang dengan saling rida. Riak ombak, bahkan badai ujian dalam berbiduk bahtera sering pula menghempaskan hingga terjadinya perceraian membuat keluarga kehilangan nahkodanya.
Jika istri kehilangan suami karena perceraian, maka statusnya sebagai janda sering direndahkan, bahkan dianggap hina. Padahal, di pundak seorang istri memikul beban pengasuhan terhadap anak-anak buah cinta dari suaminya. Sementara sang suami hanya terikat hak menafkahi anak-anaknya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/27/mahkota-tanpa-nakhoda/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Mencari Penghidupan, WNI Teraniaya Tanpa Perlindungan
Oleh. Diyani Aqorib
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merupakan salah satu penyumbang devisa negara terbesar. Namun, di balik semua itu lara masih menyelimuti nasib mereka. Seakan tak pernah usai, berbagai permasalahan menerpa para TKI yang sedang berjuang memperbaiki taraf kehidupan.
Seperti yang menimpa 62 TKI di Kamboja. Mereka disekap bahkan disiksa secara keji sehingga meninggalkan trauma yang mendalam. Salah satu korban yang berhasil diselamatkan dan telah dipulangkan ke tanah air adalah Rio. Dia menuturkan bahwa pihak perusahaan tempatnya bekerja memperlakukan para pekerja migran dengan tidak adil dan tidak berperikemanusiaan. Bagi para pekerja yang tidak dapat mencapai target maka akan diperjualbelikan, disetrum, dipukul, hingga paspornya dibakar. (detik.com, 2/8/2022)
Sontak berita ini menjadi sorotan masyarakat. Bagaimana tidak, para TKI mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dan harus segera diselamatkan. Para pejuang devisa ini pun akhirnya bisa diselamatkan dan dipulangkan ke tanah air. Tapi, ini bukanlah yang pertama terjadi. Menurut Dubes RI di Kamboja, sepanjang tahun 2022 sudah ada 260 WNI yang mengalami hal serupa. Mereka tertipu lowongan kerja dengan upah yang menggiurkan. Namun, pada faktanya mereka dijadikan sapi perah dengan jam kerja 16 jam sehari, bahkan ada yang sampai tidak diberi upah. (iNewsJateng.id, 29/7/2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/04/mencari-penghidupan-wni-teraniaya-tanpa-perlindungan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
BRIN: Alokasi Dana Salah Sasaran, kok Bisa?
Oleh. Irma Sari Rahayu
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.com-Hai Guys! Apa kabarnya nih? Sudah mulai sibuk kegiatan sekolah dan kuliah ya? Sip deh, rajin menuntut ilmu dunia tapi harus rajin juga menuntut ilmu akhirat ya.
Mau tanya nih, siapa di antara kamu yang punya atau pernah punya cita-cita menjadi ilmuwan atau peneliti? Penulis sendiri pernah berkhayal, sepertinya enak deh jadi ilmuwan. Pakai baju putih, intip mikroskop, kerja di lab dan berhasil membuat temuan-temuan hebat. Duh, ini gegara suka nonton film fiksi ilmiah nih, jadi halu deh. Hehe.
By the way, di negara kita ada lho lembaga yang menaungi kegiatan penelitian. Namanya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). BRIN adalah lembaga non kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden melalui menteri yang membidangi riset dan teknologi. Sesuai dengan namanya Guys, BRIN bertugas membantu presiden dalam menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi melakukan monitoring, pengendalian, dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Riset dan Inovasi Daerah atau BRIDA. Wah, keren ya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/25/brin-alokasi-dana-salah-sasaran-kok-bisa/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Demokrasi Bukan Solusi bagi Irak
Oleh. Mariyatul Qibtiyah, S.Pd.
Voice over talent: Mimi Muhmainnah
NarasiPost.Com–Sudah 10 bulan rakyat Irak tidak memiliki pemerintahan. Pemilu yang dilaksanakan pada Oktober tahun lalu tidak berhasil membentuk pemerintahan baru. Kubu-kubu yang bersaing dalam pemilu tidak mencapai kata sepakat tentang siapa saja yang akan menempati posisi penting dalam pemerintahan.
Rencana kelompok Syiah pro-Iran untuk membentuk pemerintahan yang baru ditentang keras oleh kelompok Syiah pimpinan Moqtada Al-Sadr. Mereka yang berada dalam kelompok Kerangka Koordinasi hendak mencalonkan Mohammed Shia Al-Sudani sebagai PM yang baru. Pendukung Sadr menolak Sudani karena faksinya didominasi oleh musuh-musuh politik Sadr, seperti mantan PM Nuri Al-Maliki dan Hashed Al-Shaabi.
Al-Sadr menilai mereka telah berlaku korup. Karena itu, ia pun menyerukan pendukungnya untuk menduduki parlemen. Al-Sadr memang sempat meminta pendukungnya untuk keluar dari gedung parlemen. Namun, ia kembali menyerukan kepada para pendukungnya untuk melanjutkan aksi hingga tuntutan mereka dipenuhi. (voaindonesia.com, 4/8/2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/07/demokrasi-bukan-solusi-bagi-irak/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Munculnya BUMN Zombie, Bukti Negara Salah Urus
Oleh. Novida Sari, S.Kom
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Erick Thohir selaku menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana untuk membubarkan BUMN yang mati suri sejak tahun lalu. BUMN mati suri ini bahkan mendapat julukan BUMN zombie dari netizen. BUMN ini mendapatkan julukan BUMN zombie karena perusahaan terus-menerus merugi dan tidak berjalan lagi secara operasional. Bahkan, beban utang lebih tinggi daripada asset (www.suara.com, 23/07/2022).
Ada 7 BUMN yang mati suri, PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas, PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Kertas Leces (Persero), PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero), termasuk PT Istaka Karya (Persero). PT Istaka Karya telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada senin (18/7/2022). Bahkan, PT Istaka Karya meninggalkan utang gaji yang belum dibayarkan kepada karyawannya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/28/munculnya-bumn-zombie-bukti-negara-salah-urus/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Gigi Sehat Sejak Usia Dini, Hindari Kebiasaan Buruk yang Merusak Posisi
Oleh. drg. Nita Savitri
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Anak merupakan generasi masa depan, mewujudkan anak yang sehat dan bertakwa merupakan dambaan setiap orang tua muslim. Masa tumbuh kembang anak, merupakan periode yang sangat penting, sehingga membutuhkan perhatian ekstra dari kedua orang tua maupun lingkungan sekitar.
Tidak hanya pertumbuhan fisik berupa badan, namun juga adanya permasalahan gigi, yang menunjang kesehatan. Terkadang banyak yang memandang sebelah mata terhadap kesehatan gigi anak, menganggap gigi susu pada anak akan berganti seiring bertambahnya usia. Kerusakan gigi susu akhirnya dibiarkan, hingga berpengaruh kepada menurunnya nafsu makan.
Terlebih jika adanya kerusakan disertai kebiasaan buruk yang tanpa disadari dianggap biasa. Padahal turut memperparah kerusakan pertumbuhan gigi. Hal ini kadang disadari ketika anak menginjak remaja, di saat penampilan mulai menjadi perhatian.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/26/gigi-sehat-sejak-usia-dini-hindari-kebiasaan-buruk-yang-merusak-posisi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kiamat Populasi Dunia, Imbas Racun Kapitalisme
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.com- Kiamat populasi tengah melanda dunia. Tak hanya di Amerika, negara-negara Asia pun tak luput dari fenomena resesi seks ini, seperti yang terjadi di Singapura, Cina, Jepang, dan Korea Selatan. Banyak negara melaporkan masyarakatnya mengalami resesi seks, sehingga angka kelahiran dalam suatu negara pun menurun drastis. Dalam demografi, istilah tingkat kelahiran atau crude birth rate dari suatu populasi adalah jumlah kelahiran per 1.000 orang tiap tahun.
Jepang mencatat jumlah kelahiran bayi turun menjadi 811.604 pada 2021, turun 2,8% dari tahun 2019 sebelumnya. Jumlah ini merupakan yang terendah sejak pencatatan dimulai pada 1899. Hal sebaliknya, angka kematian penduduk Jepang naik menjadi 1.439.809 jiwa. Tentu hal ini menjadi penyebab turunnya populasi hingga 628.205 jiwa, sebagaimana dilansir dari Reuters Jumat (3/6/2022). Di Korsel, sudah ada persatuan wanita yang menolak norma patriarkal dan bersumpah untuk tidak menikah. Mereka bahkan berjanji tak mau punya anak, bahkan berkencan dan berhubungan seksual.
Dari data terbaru, jumlah pernikahan di Singapura pun turun drastis ke level terendah dalam 34 tahun terakhir. Sementara kelahiran warga juga anjlok ke level terendah selama tujuh tahun. Singapura saat ini menjadi negara dengan angka kelahiran yang sangat rendah. Di tahun 2021, angka kelahiran negara kota itu pun hanya mencapai 1,12 bayi per perempuan. Tentu ini sangatlah rendah jika dibandingkan dengan rata-rata global yang berkisar di angka 2,3.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/14/kiamat-populasi-dunia-imbas-racun-kapitalisme/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ceramah Ustaz Hanan Attaki Dihalangi, Maksiat di Kalangan Pemuda Apakah Berhenti?
Oleh. dr. Ratih Paradini
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com- Gelaran Konser Langit Ustaz Hanan Attaki kembali dihalangi, setelah Gresik dan Jember kini Situbondo juga ikut menolak Hanan Attaki. Alasannya Ustaz Hanan diduga eks HTI, meski beliau sudah mengklarifikasi tapi entah mengapa penolakan tetap saja terjadi. Selain itu alasan lainnnya karena diduga ceramah Ustaz Hanan berpotensi menimbulkan konflik. Gus Firjaun selaku Wakil Bupati Jember mengungkapkan penolakan dilakukan oleh sejumlah kalangan, “Unsur yang menolak dari NU, kemudian Ansor, kalau dari Muhammadiyah tidak mempersoalkan. Kalau dari yang lain secara lisan banyak. Bahkan ada yang kemudian agak ekstrem, kalau diteruskan akan dihentikan di tengah jalan.” (21 Juli 2022, faktual.co).
Padahal kajian keislaman yang selama ini dilakukan Ustaz Hanan dengan gayanya bisa menggaet kawula muda untuk berhijrah. Ceramahnya adem, bahasanya santun, gayanya yang gaul dikandrungi muda mudi. Sangat aneh bila sekelas Ustaz Hanan ini dikatakan radikal. Apalagi di era kini, potret pemuda semakin mengkhawatirkan, sangat butuh sentuhan Islam.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/04/ceramah-ustaz-hanan-attaki-dihalangi-maksiat-di-kalangan-pemuda-apakah-berhenti/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Agama Mabda’i
Oleh: Rahmiani. Tiflen, S. Kep.
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Islam adalah agama (din) sekaligus ideologi (mabda) yang mengatur perkara-perkara hidup manusia, baik berupa hubungan antara manusia dengan Allah (habluminallah), hubungan manusia dengan dirinya (habluminannafsihi), maupun hubungan antara manusia dengan manusia lain (habluminannas).
Tidak ada suatu permasalahan di dunia ini, kecuali telah ada penjelasannya dalam Islam. Sebagaimana disampaikan Imam Syafi’i: “Tidak menimpa pada umat Islam ini suatu masalah kecuali dalam Al-Qur’an terdapat penjelasannya, orang yang mempelajarinya akan tahu sedangkan orang yang tidak mempelajarinya tidak akan tahu.”
Islam bukan saja agama yang mengurusi masalah ruhiyah (spiritual), tetapi juga meliputi masalah politik (siyasiyyah). Sebab Islam adalah akidah spritual dan politik. Sebagai akidah spiritual, Islam mengatur perihal akhirat seperti; surga, neraka, pahala, siksa dan dosa, termasuk di dalamnya terkait masalah ibadah, salat, zakat, haji, puasa, dan jihad. Sedangkan sebagai akidah politik, Islam pun mengatur tentang urusan keduniaan seperti; politik, ekonomi, sosial, pemerintahan, pendidikan, sanksi, hukum, dan sebagainya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/29/agama-mabdai/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed