
Sign up to save your podcasts
Or


Jilbab adalah Kewajiban, Bukan Paksaan ataupun Perundungan
Oleh. Ummu Ainyssa
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com- Salah satu fungsi dari sekolah adalah untuk mendidik peserta didiknya, mengubah pola pikir, dan juga memperbaiki perilakunya. Maka, bagi orang tua yang sudah berniat untuk memasukkan anaknya ke sebuah sekolah, mesti diluruskan niat awalnya. Tentunya ada keharusan untuk mematuhi aturan yang diterapkan sekolah tersebut selama itu untuk kebaikan dan tidak melanggar hukum syarak. Namun sayang, kondisi saat ini tidaklah demikian. Sekolah yang menerapkan aturan yang baik untuk peserta didiknya malah dituduh melakukan perundungan.
Seperti kasus yang dialami oleh seorang siswi SMA Negeri 1 Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY, yang mengaku mengalami depresi setelah diimbau oleh guru Bimbingan Konseling (BK) untuk mengenakan kerudung pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 18 Juli 2022 lalu.
Melihat kondisi siswi, orang tua siswi tersebut pun melaporkan guru BK yang diduga melakukan pemaksaan kepadanya. Kasus ini akhirnya mendapatkan perhatian dari beberapa pihak termasuk Ombudsman dan Disdikpora setempat yang berjanji akan mengusut tuntas kasusnya. Kepala Ombudsman DIY, Budhi Masturi menilai bahwa memaksa penggunaan kerudung di dalam sekolah negeri yang bukan berbasis agama merupakan kategori perundungan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/11/jilbab-adalah-kewajiban-bukan-paksaan-ataupun-perundungan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Sistem Rusak Lahirkan Generasi Kriminal
Oleh. Hana Annisa Afriliani, S.S
Voice over talent: Sofia Ariyani
NarasiPost.Com- Stigma pelajar sebagai kaum terdidik, sopan, dan memiliki ketinggian adab rasanya harus kandas ditelan zaman. Betapa tidak, semakin hari berita kriminal yang dilakukan oleh pelajar ramai memenuhi laman-laman media massa. Anak-anak belasan tahun mahir mem- bully bahkan membunuh temannya sendiri. Sungguh prestasi yang memprihatinkan!
Sebagaimana yang baru-baru ini terjadi, seorang pelajar SMP di Magelang tewas di tangan teman sekolahnya sendiri, IH (15). Sebelumnya HP korban hilang, setelah diselidiki oleh guru, ternyata pelaku IH yang mengambil HPnya. IH pun mengakuinya. Keesokan harinya, IH menjemput korban. Sampai kemudian korban dilaporkan hilang oleh keluarganya, kemudian sehari setelahnya korban ditemukan sudah tak bernyawa. (Kompas.com/08-08-22)
Kasus serupa terjadi di Tangerang, sebagaimana dilansir oleh detiknews.com (08-08-22), seorang santri pondok pesantren yang baru berusia 15 tahun tewas dianiaya temannya. Peristiwa tersebut berawal dari saling ejek
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/11/sistem-rusak-lahirkan-generasi-kriminal/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pekerja Migran: Mesin Uang yang Diabaikan
Oleh. Nisrina Nitisastro
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Baru saja usai perkara TKI kita di Malaysia, hal serupa terjadi lagi. Kali ini didapati puluhan warga negara Indonesia (WNI) disekap di Kamboja. Diiming-imingi pekerjaan dengan gaji besar, mereka tergiur. Sebaliknya, yang didapat adalah beban kerja di luar normal dan jam kerja yang terlampau panjang. Perlakuan kasar seperti disiksa, disetrum, disekap, bahkan paspor dibakar harus mereka terima. Hal ini sangat memprihatinkan mengingat para pekerja tersebut seringkali disanjung sebagai ”Pahlawan Devisa.”
Diduga, para pekerja migran ini adalah korban Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO). Mereka direkrut di Indonesia baik secara perseorangan maupun via media sosial. Ketidaktahuan akan prosedur ketenagakerjaan membuat orang-orang ini mudah percaya. Ditambah impitan ekonomi yang kian berat, tanpa pikir panjang, para pekerja ini menerima tawaran.
Kemlu sendiri mengatakan bahwa 62 orang WNI yang disekap di perusahaan online scammer di Sihanoukville, Kamboja, telah dibebaskan pada 31 Juli 2022 (Detiknews, Ahad 1/8/2022). Namun demikian, permasalahan ketenagakerjaan migran tidak cukup diselesaikan hanya dengan pemulangan yang bersangkutan. Ada banyak faktor berkelindan di sekitar masalah ini.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/10/pekerja-migran-mesin-uang-yang-diabaikan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kapitalisasi Dunia Pendidikan, Sampai Kapan?
Oleh. Ummu Azka
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.Com-Kebangkitan sebuah bangsa sangat erat kaitannya dengan kondisi generasi muda yang terdidik secara mental dan intelektual. Namun, faktanya jauh panggang dari api saat banyak di antara mereka menjadi pesimis melihat biaya tingginya pendidikan.
Inilah isu yang tengah ramai di media sosial. Seorang netizen yang merupakan calon mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri mengeluhkan tingginya biaya pangkal untuk mahasiswa yang masuk dari jalur mandiri. Ironi semakin bertambah saat ada syarat tambahan yakni setiap calon mahasiswa jalur mandiri wajib melampirkan nominal rekening orang tuanya dengan jumlah minimal Rp100 juta.
Cuitan pun ramai berantai antarnetizen. Mereka mengeluarkan keluhan yang hampir sama terkait tingginya biaya kuliah meskipun di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Padahal sebelumnya, PTN adalah lembaga yang menjadi harapan masyarakat untuk menikmati kuliah dengan biaya yang relatif terjangkau.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/13/kapitalisasi-dunia-pendidikan-sampai-kapan/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
My Support System, Notice Aku Dong!
Oleh. Silah WD
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.com-Guys, kalian punya support system gak sih? Istilah ini, tuh hits banget, lho. Yups, istilah support system menurut Mayo Clinic digunakan untuk menyebut sekumpulan orang-orang terdekat dari keluarga, teman, sahabat bahkan kolega yang siap sedia mendukung baik moril maupun materil. Nah, sekarang istilah support system ini bergeser untuk para fans kepada idola mereka. Ngefans ‘kan berarti suka, apa saja yang dilakukan oleh idola pasti diikuti bahkan fans pun ingin diakui keberadaannya, istilah keren mah di-notice! So, mereka pun melakukan berbagai cara agar di-notice idola. Jika sampai fans berhasil, bagi mereka itu suatu kebanggaan, lho.
Nah, kok bisa di-notice sih? Gimana caranya? Ya, si fans akan melakukan aksi menarik, update semua kegiatan dan men-support idola mereka. Seperti komentar unik di media sosial, memberikan hadiah lucu, mewah, dan lainnya. Semisal yang paling umum nih, Army fanbase BTS setiap ada kesempatan idola mereka live, pasti ada saja komentar, “Min Yoongi marry me!” Lucunya itu hal beginilah yang bikin di-notice idola mereka. Lalu jadi bahan konten YouTube, deh. Maka dari itu fans K-Pop pun berlomba-lomba agar ter-notice serta mengikuti challenge yang diadakan agensi para idola.
Seperti Kezhiki yang ikut meng-cover lagu “Beatbox” NCT DREAM, YouTubers asal Indonesia ini, berhasil di-notice boyband K-Pop. Dalam laman akun YouTube NCT Dream yang berjudul “NCT Dream Beatbox TikTok Reaction” yang diunggah pada bulan Juni 2022 lalu, berhasil menyedot viewer 1.6 juta dan tentu saja, Kezhiki mengunggah kembali video tersebut di akun YouTube miliknya. YouTuber muslimah dengan 25,8K subscriber ini pun sukses menuai komentar kekaguman dari Nctizen, nama fanbase NCT DREAM sendiri.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/11/my-support-system-notice-aku-dong/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Ares, Kedebong Pisang yang Lezat
Oleh. Siti Amelia Q. A
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Ada yang sudah familier dengan masakan Ares? atau familier dengan nama kedebong pisang? Yups, kedebong pisang itu tidak lain adalah batang pisang, di beberapa daerah penyebutan batang pisang bisa berbeda-beda, di daerah asal saya, yakni Lombok disebutnya kedebong sedangkan di Jawa dinamai gedebog. Apa sebutan batang pisang di daerahmu, Dears?
Kalian tahu tidak? Jika batang pisang ini dapat diolah menjadi masakan lezat? Bisa jadi pengolahan batang pisang ini juga berbeda-beda di tiap daerah. Tetapi kali ini, saya ingin membahas batang pisang atau kedebong yang menjadi masakan khas dan lezat di pulau Lombok, yaitu Ares.
Ares merupakan salah satu masakan khas pulau Lombok, Ares biasanya disajikan pada hari-hari istimewa atau pada acara-acara besar, seperti acara pernikahan, tasyakuran, selamatan dan lain sebagainya. Maka tidak heran jika Ares jarang kita jumpai sebagai menu sehari-hari masyarakat Lombok. Selain karena pengolahan Ares yang lumayan ribet, juga karena batang pisang sebagai bahan utama Ares ini tidak di jual bebas di pasaran, seperti sayur pada umumnya.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/17/ares-kedebong-pisang-yang-lezat/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Krisis Pangan Menghantui, Substitusi Jadi Solusi?
Oleh. Sartinah
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com- Ancaman krisis pangan global tengah menghantui dunia, tak terkecuali Indonesia. Alarm bahaya tersebut sudah dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Krisis tidak hanya disebabkan oleh ledakan penduduk yang tidak sebanding dengan jumlah pangan dunia, tetapi juga dipengaruhi oleh terganggunya pasokan pangan.
Pemicu terganggunya pasokan pangan dunia adalah perubahan iklim yang membuat banyak siklon dan hujan di atas kenormalan. Hal ini pun menyebabkan banyak tanah pertanian tergenang air yang pada akhirnya menurunkan produksi pangan dunia. Tak hanya itu, krisis pangan juga terjadi karena banyaknya negara yang masih menggantungkan kebutuhan pokok pangan dari negara lain, seperti beras, kedelai, gandum, sorgun, dan jagung.
Selain imbas dari krisis iklim, perang Rusia-Ukraina juga turut andil dalam memperparah krisis pangan dunia. Sebab, perang tersebut berimbas pada kenaikan harga pangan dan bahan bakar.
Bank Dunia dan IMF memprediksi, dari enam puluh negara yang akan mengalami krisis ekonomi, empat puluh di antaranya dipastikan bangkrut. Saat ini saja ada sekitar tiga belas juta penduduk dunia yang kelaparan karena masalah pangan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi krisis akan semakin parah karena 22 negara pengekspor pangan sudah mulai menyetop ekspornya untuk cadangan dalam negerinya sendiri. Jika banyak negara tidak lagi mengekspor bahan pangannya, lantas bagaimana solusi pemerintah untuk mengatasi kelangkaan pangan dalam negeri?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/07/30/krisis-pangan-menghantui-substitusi-jadi-solusi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Dana Abadi Pendidikan, Benarkah Menjadi Solusi?
Oleh. Siti Khaerunnisa
Voice over talent: Anita Yulianti
NarasiPost.Com-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) meluncurkan Program Merdeka Belajar episode ke-21, yaitu Dana Abadi Perguruan Tinggi. Program ini ditujukan sebagai komitmen pemerintah sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 111 tahun 2021 tentang Dana Abadi Pendidikan, untuk memajukan Perguruan Tinggi yang berdaya saing global. (victorynews.com, 27/06/2022).
Dana Abadi Perguruan Tinggi dialokasikan untuk menunjang Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) yang ditargetkan sebagai badan hukum yang nantinya dapat mengelola aset finansialnya secara mandiri. Setiap PTN BH diharuskan memperbesar sumber pendapatannya di luar bantuan pemerintah dan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Serta nantinya Dana Abadi Perguruan Tinggi ini akan menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi generasi selanjutnya, yang nantinya dana tersebut tidak boleh digunakan untuk selain biaya pendidikan. (republika.co.id, 23/12/2021).
Nadiem Makarim juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, untuk mengejar ketertinggalan pendanaan pendidikan di Indonesia, sehingga inovasi yang diperlukan hanya dapat diciptakan dengan cara kolaborasi.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/14/dana-abadi-pendidikan-benarkah-menjadi-solusi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Mampukah Intervensi Pemerintah Mencegah Mahalnya Biaya Kampus?
Oleh. Novia Darwati, S.Pd
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com- Baru-baru ini sebagai respons ulasan kabar nasional tentang peningkatan gaji orang Indonesia yang tidak mampu mengimbangi biaya pendidikan tinggi untuk anaknya di masa depan, DPR memberikan komentarnya. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, menyatakan bahwa memang saat ini banyak orang tua yang tidak melanjutkan pendidikan anaknya dikarenakan kendala biaya. Menanggapi kenyataan itu, Dede Yusuf memberikan saran agar ada intervensi pemerintah dalam perkara biaya kuliah ini agar menjadi tidak terlalu mahal.
“Artinya kalau kita ingin SDM kita Bonus Demografi, maka negara harus mampu mendorong angkatan kerja kita pada 2030 sebanyak 20% yang lulusan diploma atau sarjana. Baru kita akan mampu menembus industri 4.0 dan bonus demografi. Artinya harus ada intervensi negara mengenai pembiayaan yang mahal ini,” jelas Dede Yusuf. (kedaipena.com, 30 Juli 2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/11/mampukah-intervensi-pemerintah-mencegah-mahalnya-biaya-kampus/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Uji Nyali Indonesian Paper
Oleh. Dwi Indah Lestari
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Dilatari oleh adanya proyek kapal selam nuklir yang diluncurkan oleh Australia bersama dengan Amerika Serikat dan Inggris dalam program AUKUS, Indonesia mengajukan Indonesian Paper kepada PBB. Proposal tersebut bertujuan untuk mengisi kekosongan aturan hukum internasional terkait kapal selam bertenaga nuklir, membangun kesadaran atas potensi risikonya, serta upaya menyelamatkan nyawa manusia dan kemanusiaan (cnnindonesia.com, 1/8/2022).
Indonesia patut merasa khawatir. Pasalnya, kerentanan risiko yang ditimbulkan dari proyek kapal selam nuklir tersebut dengan posisi geografisnya yang merupakan negara kepulauan, sangat besar. Malaysia berdiri di samping Indonesia dalam menentang AUKUS. Sebab, proyek ini dinilai berpotensi menimbulkan kompetisi senjata di Indo-Pasifik dan memicu tindakan agresif dari kekuatan lainnya. Untuk itulah Indonesia mengajukan proposal aturan pengembangan program itu (cnnindonesia, 1/8/2022).
Pro dan Kontra Proyek Kapal Selam Nuklir
Telah diketahui bahwa perkembangan program kapal selam bertenaga nuklir oleh negara-negara di berbagai belahan dunia akhir-akhir ini, telah berlangsung sangat pesat. Pro kontra pun muncul seiring dengan masifnya hal itu dilakukan. Kubu negara yang pro, memandang program ini masih sejalan dengan komitmen nonproliferasi nuklir maupun perjanjian internasional lainnya, serta masih sesuai dengan ketentuan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/07/uji-nyali-indonesian-paper/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed