Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Jika Aku Hidup 20 Tahun Lagi

    Jika Aku Hidup 20 Tahun Lagi

    Oleh. Hazimah Wangi

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.com-Berapa umur Anda? Dua puluh lima, tiga puluh, empat puluh atau sudah 50 tahun? Pertanyaan ini memang sering membuat siapa pun merasa insecured. Terlebih jika seseorang itu sudah berusia di atas 30 tahun. Apalagi yang menyentuh kepala empat, lebih berasa dalam ketidaknyamanannya.

    Pasalnya, angka-angka itu cukup menakutkan, karena mengingatkan semakin dekatnya kematian. Selain itu, mau tidak mau membuat alam pikiran menoleh ke belakang, memutar kembali kaset film kehidupan di masa lalu. Apa saja yang telah kulakukan selama ini? Ternyata aku belum menjadi apa-apa! Hatinya berdesah penuh penyesalan.

    Sementara dilihatnya anak muda itu, yang masih berusia belasan tahun atau dua puluhan itu, sudah menjadi tokoh tunas ulama yang memukau hati. Ditolehkannya kepala ke kanan, teman sekelasnya di SMA dulu ternyata sedang giat membangun pondok-pondok pesantren. Ditolehkannya lagi kepala ke kiri, sahabat semasa kuliahnya itu telah menjelma sebagai seorang ustazah kondang yang majelis kajian mingguannya selalu dihadiri ratusan muslimah hijrah dari seantero negeri.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/24/jika-aku-hidup-20-tahun-lagi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Membacalah dan Jadilah Pemimpin Masa Depan!

    Membacalah dan Jadilah Pemimpin Masa Depan!

    Oleh. Ragil Rahayu

    (Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Nonny Irayanti

    NarasiPost.com-Jika ada seseorang sedang duduk sambil melihat dengan antusias pada benda pipih di tangannya sambil sesekali tersenyum atau mengernyit, kira-kira benda apa yang ada di tangannya? Ponsel? Banyak dari kita akan menduga bahwa benda pipih itu adalah ponsel. Padahal bisa jadi benda itu adalah buku.

    Ya, gestur seseorang yang membaca buku sebenarnya mirip dengan gestur orang yang melihat ponsel. Namun, pemandangan yang banyak ada di sekitar kita adalah orang yang melihat ponsel. Entah sedang membaca berita, scrolling medsos, melihat video, menikmati foto, main gim, dan lain-lain.

    Sedangkan pemandangan orang yang sedang asyik membaca amat jarang kita lihat. Ya, memang minat baca orang Indonesia amat rendah. Padahal, ini hal yang bahaya. Bill Gates mengatakan, “Jika budaya kamu tidak menyukai orang-orang kutu buku, kamu berada pada masalah yang serius.”


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/24/membacalah-dan-jadilah-pemimpin-masa-depan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Pahamilah Perjuangan Ibu

    Pahamilah Perjuangan Ibu

    Oleh. Ru’yatan Bilhaq

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.com-Tetes demi tetes air mata berjatuhan membanjiri kedua pipi. Disekanya tetesan yang mengalir namun tak lama segera disusul dengan tetesan yang baru. Tanpa sadar diri hanyut dalam tangisan yang mengguncang batin. Terlintas dalam benak, seorang wanita yang sangat besar perjuangannya saat diri kecil hingga dewasa kini. Dia adalah kekasih hati, penyejuk dikala risau, pembimbing iman. Dia tak lain tak bukan adalah sang ibu.

    Setelah hanyut dalam tangis sepi, air mata mengering, hati mulai tenang, dilanjutkannya rangkaian kata demi kata berupa tulisan yang sama sekali tidak bermaksud menggurui, namun hanya sekadar mengingatkan bagi setiap insan yang bergelar ‘anak’.

    Baru beberapa kata terangkai, tak lama wanita tegar sang pahlawan itu menghubungi melalui sambungan android. Terdengar suara yang telah terekam dalam memori sejak berada dalam kandungan membuat ingin menangis seketika itu juga. Namun, segera ditahannya dan tetap berbicara tenang agar ia tidak mengkhawatirkan diri ini seperti biasanya. Ya, sering kali wanita spesial bergelar ‘ibu’ bisa mengetahui kondisi sang anak hanya dengan sekadar mendengar suaranya. Ajaib!


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/20/pahamilah-perjuangan-ibu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Kalau Dia Bisa, Kenapa harus Aku?

    Kalau Dia Bisa, Kenapa harus Aku?

    Oleh. Keni Rahayu

    (Kontributor NarasiPost.com dan Penulis Buku Sebab Perasaan bukan Tuhan)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Lagi zaman nih, minder berlebihan sehingga dorongan bersaing rendah. Kalau dulu, orang gak mau kalah, sekarang malah kebalikannya. Kalimat demotivasi yang jadi judul tulisan ini merebak dan menjangkiti isi hati pemudi hari ini. Apa kamu salah satunya?

    Misal, ketika ada teman berhasil meraih mimpi, yang ada di benak kita malah meninggi-ninggikannya. Lebih parah lagi kita mengutuk diri dan berputus asa. Kalau penyakit hati kita bersarang, makin parah menjadi-jadi. Kita julid menyalahkan si teman dan mencari-cari kekurangannya. Hei, itu kasihan banget, sih si Mental. Kok gak bisa lihat orang lain senang? Hehehe.

    Bestie, kita dan orang lain punya track masing-masing. Kalau kamu mau berhasil, gak perlu merusak lintasan orang lain. Kamu hanya perlu menentukan garis finish-mu sendiri dan cara mencapainya. Bisa jadi waktu keberhasilan memang berbeda, tapi selama kita masih bernyawa, pertandingan belum berakhir. Kok, pertandingan? Iya, pertandingan meraih kebaikan, fastabiqul khayrat.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/20/kalau-dia-bisa-kenapa-harus-aku/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Trust Issue: Tidak Menikah Dulu

    Trust Issue: Tidak Menikah Dulu

    Oleh. Keni Rahayu

    (Kontributor NarasiPost.Com )

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Setuju gak kamu dengan pernyataan: “Semua laki-laki sama aja?”

    Belakangan ini ramai banget berita artis selingkuh, bahkan isu KDRT seperti yang menimpa rumah tangga Leslar. Sebelumnya ada isu Reza Arap menyelingkuhi Wendy. Ada juga berita tentang suami Ayu Dewi yang diduga pacaran alias serong dengan Denise. Yang sempat ramai juga di netizen Indonesia dari kancah internasional Adam Levine (Maroon). Ia sempat dituduh selingkuh dari istrinya, Behati Prinsloo. Selain itu, viral Tweet sok bijak yang bunyinya: “Banyak pernikahan yang menginspirasi untuk tidak menikah dulu.” Kelihatannya benar, ya. Padahal? Wah, kalau gini kita bersiap ambil ancang-ancang jaga jarak dengan kaum Adam gak, sih?

    Bestie, jangan sampai kepikiran begitu, ya. Benar deh. Jangan jadi takut menikah karena banyak suami selingkuh dari istrinya. Ibarat ada satu mangga jatuh dari pohon karena dimakan ulat, bukan berarti kita gak bisa makan mangga yang lain ‘kan mangga itu banyak, yang kualitasnya bagus juga gak kalah banyak. Begitu juga dengan lelaki saleh, dia tidak akan “jatuh dari pohon” hanya karena ada pria lain yang “jatuh.”


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/19/trust-issue-tidak-menikah-dulu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Kontemplasi Pemuda dan Dakwah di Tengah Masyarakat Digital

    Kontemplasi Pemuda dan Dakwah di Tengah Masyarakat Digital

    Oleh. Yana Sofia

    (Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Guys, masalah yang dihadapi umat hari ini sudah sangat kompleks dan serius. Entah itu korupsi, kesenjangan sosial dan ekonomi, hingga kasus disintegrasi. Di tengah krisis yang tumpang-tindih ini, generasi dihantam pula oleh badai modernisasi, yang mendorong sikap dan mentalitas generasi ikut memengaruhi kehidupan masyarakat digital.

    Seperti yang kita lihat, Guys! Kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi tak luput memengaruhi perilaku generasi dalam memandang kehidupannya yang sarat dengan ide-ide Barat. Salah satunya ide kebebasan berekspresi yang berkembang menjadi landasan kehidupan. Tak ada lagi generasi patuh dan bersahaja dalam mengikuti norma ketimuran, yang identik dengan Islam. Berganti dengan remaja yang serba bebas, open minded yang bablas, rawan tercemar ide-ide asing yang menginfiltrasinya.

    Dan inilah imbas dari penerapan ide sekuler-kapitalisme, Guys! Seluruh aspek kehidupan kita terseret dalam pusaran neoimperialisme Barat yang zalim. Karenanya, bangsa ini tengah dibuat ‘sakit’ hingga level kritis. Segenap elemen masyarakat bertanggung jawab untuk mengatasi situasi pelik ini. Khususnya generasi muda wajib mengambil perannya. Tampil terdepan dalam menawarkan solusi mabda’i.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/26/kontemplasi-pemuda-dan-dakwah-di-tengah-masyarakat-digital/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min
  • Sedekah Bikin Hidup Bahagia

    Sedekah Bikin Hidup Bahagia

    Oleh. Bunga Padi

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Nonny Irayanti

    NarasiPost.com-Kota Madinah cerah malam itu. Bulan bersinar begitu indahnya. Bulan terlihat seakan dekat sekali bak bulan bergantung. Padahal bermil-mil jauhnya dari ruang angkasa ke bumi.

    Malam itu pelataran Masjid Nabawi sangat ramai. Meskipun jarak hotel tempatku menginap cukup dekat hanya beberapa puluh meter. Rasanya sayang melewatkan waktu di kamar. Aku lebih memilih tetap berada di masjid atau pelatarannya selama berada di Madinah.

    Dari riwayat hadis Bukhari Rasulullah saw. bersabda yang berbunyi,

    “Tidaklah pelana itu diikat yaitu tak diperbolehkan menyengaja melakukan perjalanan dalam rangka ibadah kecuali ke tiga masjid, yakni Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al-Aqsa.”

    Pada sabda Rasul saw. lainnya yang telah diriwayatkan oleh Muslim No. 1394 menjelaskan, bila salat di Masjid Nabawi lebih baik dari 1000 salat di masjid lainnya selain Masjid Haram.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/13/sedekah-bikin-hidup-bahagia/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Problematik Umat Kian Pelik: Probabilitas Islam Satu-satunya Problem Solver Dunia

    Problematik Umat Kian Pelik: Probabilitas Islam Satu-satunya Problem Solver Dunia

    Oleh. Sherly Agustina, M.Ag

    (Kontributor NarasiPost.Com dan Penulis)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com- Sangat menyentuh apa yang disampaikan oleh Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina, “Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah dalam hadisnya adalah kalian, wahai bangsa muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam. Namun, sepertinya kami para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan, menanti kalian datang dan layak memimpin. Bersabar, hingga kita bersama salat di Masjidil Aqsha yang merdeka. Insyaallah.” (Salim A. Fillah)

    Permasalahan umat di dunia seakan tak kunjung usai, setelah Islam tak lagi memimpin dunia di tahun 1924 M. Umat bagai anak kehilangan induk, setiap permasalahan menyapa tak tahu harus mengadu kepada siapa?

    Problem Umat Kian Pelik

    Permasalahan Palestina misalnya, masih terus bergejolak hingga saat ini. Lima juta pengungsi Palestina masih terkatung-katung, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan keprihatinan atas sikap dunia internasional yang seakan menganggap nasib pengungsi Palestina sebagai sesuatu yang normal. Padahal, mereka berhak menikmati hidup yang layak seperti kehidupan yang kita jalani. Beliau menegaskan Indonesia akan terus mendukung program Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dan turut mengajak dunia internasional untuk membantu UNRWA. Hal itu disampaikan pada pertemuan tingkat menteri tentang UNRWA di New York, Kamis (22/9) (Republika.co.id, 23/9/2022).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/09/29/problematik-umat-kian-pelik-probabilitas-islam-satu-satunya-problem-solver-dunia/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min
  • Usulan Kenaikan Bantuan Parpol di Tengah Kesulitan Rakyat, Pantaskah?

    Usulan Kenaikan Bantuan Parpol di Tengah Kesulitan Rakyat, Pantaskah?

    Oleh. Sri Retno Ningrum

    (Kontributor Narasi Post.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Baru-baru ini dikabarkan pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengusulkan kenaikan bantuan dana Partai Politik (parpol) tiga kali lipat, sehingga per suara Rp1.000,00 menjadi Rp3.000,00 per suara. Sementara itu, Komisioner KPU (Komisi Pemilihan Umum), Hadar Nafis Gumay, mengatakan bahwa kenaikan bantuan parpol di tengah kondisi krisis keuangan dan kenaikan BBM yang dirasakan rakyat kurang tepat apalagi naik sampai tiga kali lipat. (Republika.com, 22/9/2022)

    Apabila kita amati usulan pemerintah tersebut di tengah kesulitan yang menimpa rakyat akibat diterapkannya sistem kapitalisme memang menyakiti hati rakyat. Padahal, setiap harinya rakyat selalu dihadapkan pada harga barang yang melambung tinggi, kenaikan listrik, gas dan kemarin kenaikan harga BBM yang naik sekitar 30 persen. Sungguh itu membuat rakyat menderita. Akan tetapi, di sisi lain pemerintah malah mengusulkan kenaikan bantuan parpol hingga tiga kali lipat. Miris!

    Selain itu, perlu diketahui bahwa partai politik yang ada dalam sistem demokrasi mustahil akan menampung aspirasi rakyat, sebaliknya mereka bekerja untuk kepentingannya sendiri. Mereka hanya mendekati rakyat di saat pemilihan umum untuk mendapatkan suara banyak dan dapat ikut melegalkan UU. Akan tetapi, setelah mereka berkuasa rakyat dilupakan. Apalagi ketika terjadi koalisi partai, visi dan misi partai dihilangkan demi ambisi kekuasaan. Walhasil, perlu dipertanyakan apakah dengan naiknya bantuan partai dapat memperbaiki nasib rakyat? Kemudian pantaskah hal tersebut dilakukan?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/17/usulan-kenaikan-bantuan-parpol-di-tengah-kesulitan-rakyat-pantaskah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Memutus Kekerasan terhadap Perempuan yang Tak Kunjung Usai

    Memutus Kekerasan terhadap Perempuan yang Tak Kunjung Usai

    Oleh. Novianti

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com- Berita mengejutkan datang dari pasangan Lesti Kejora dan Rizky Billar yang saat pernikahannya di 2021 sempat ramai diperbincangkan. Kala itu rangkaian acara pernikahannya ditayangkan secara live di salah satu TV swasta hampir 7 jam lamanya. Terkuak fakta, pernikahan yang baru seumur jagung serta pasangan yang sering tampil romantis di media sosial, ternyata diterpa masalah berat. Lesti melaporkan suaminya ke Polres Jakarta Selatan atas dugaan Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

    Dilansir dari kompas.tv (01/10/2022), Lesti mengalami luka cukup parah. Bagian kerongkongan bergeser dan luka di bagian kepala. Lesti mengaku dicekik, dibanting, hingga diseret ke dalam kamar mandi oleh suaminya.

    UU KDRT Mandul?

    Kekerasan terhadap perempuan (KTP) hingga kini masih kerap terjadi. Kasus KTP dalam ranah domestik sepanjang 2021 makin mengkhawatirkan. Hingga Maret 2021, Komnas Perempuan mencatat ada 8234 kasus kekerasan terhadap perempuan dan yang paling menonjol adalah KDRT sebanyak 79 persen atau 6480 kasus. (idntimes.com, 25/11/2021)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/10/11/memutus-kekerasan-terhadap-perempuan-yang-tak-kunjung-usai/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com