Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Gaya Gaul ala Latto-Latto

    Gaya Gaul ala Latto-Latto

    Oleh. Choirin Fitri

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Hai Sob, sudah punya latto-latto belum? Kudet alias kurang update banget ya, kalau tahun sudah berganti mainan yang viral sejak tahun kemarin kita belum punya?! Eh, tapi tak apa sih, wong bunyinya sudah bisa kita dengar di mana-mana. Iya, enggak?

    Mainan ini bukan mainan baru, Sob. Ini mainan tradisional lama yang kembali viral. Pasalnya, mainan ini sama sekali tidak berbau teknologi kekinian. Hanya dua bola plastik yang diikat dengan tali yang dikaitkan dengan plastik bentuk lingkaran kecil yang menjadi pegangannya.

    Uniknya mainan dengan bola warna-warni berharga lima ribu perak hingga belasan ribu ini disukai siapa pun. Dari anak balita, usia SD, remaja, orang tua, hingga para punggawa negeri pun memainkannya. Bahkan, di beberapa medsos berseliweran para pemain dengan berbagai gayanya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/24/gaya-gaul-ala-latto-latto/teenager/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Jalan Berbayar: Kebijakan Tidak Bijak ala Kapitalisme

    Jalan Berbayar: Kebijakan Tidak Bijak ala Kapitalisme

    Oleh. Muthiah Al Fath

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberlakukan kebijakan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP), untuk mengatur volume kendaraan yang melintas agar tidak menumpuk di satu titik. Perda ERP ini sudah masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah Tahun 2022 dan Tahun 2023 yang masih dalam tahap pembahasan awal di DPRD. (Tempo.Co, 21/01/2023)

    Kebijakan ini rencananya akan diterapkan di 25 ruas jalan ibu kota dengan konsep mirip seperti jalan tol, hanya saja tak ada gerbang yang membatasi. Kisaran harga yang akan diberlakukan sekitar Rp5.000-19.000,- sesuai kategori dan jenis kendaraannya. Lantas, benarkah kebijakan ini dapat menjadi solusi tuntas kemacetan di DKI Jakarta yang hingga kini belum juga terselesaikan?

    Kebijakan Tidak Bijaksana

    Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia), Djoko Setijowarno menyatakan bahwa ERP merupakan instrumen yang lebih maju dan tergolong efektif mengendalikan volume kendaraan. Sistem ERP sendiri telah diterapkan Negara Singapura. Namun, kondisi Indonesia dan Singapura jelas tidak bisa disamaratakan secara paralel. Sebelum kebijakan ini diterapkan, pemerintah seharusnya melihat bagaimana kondisi masyarakat dan apa yang menjadi penyebab mendasar kemacetan di Jakarta.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/26/jalan-berbayar-kebijakan-tidak-bijak-ala-kapitalisme/opini/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Tahun Baru, Resolusi Baru

    Tahun Baru, Resolusi Baru

    Oleh. Aya Ummu Najwa

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Tahun 2023 telah bertandang, tandanya waktu terus melenggang. Bersyukur kita masih diberi umur dan kesempatan, untuk bersyukur dan menambah ketaatan. Betapa karunia Allah itu begitu banyak meliputi hidup kita. Bahkan tanpa karunia-Nya kita tak akan ada di dunia ini. Tak mampu memandang indahnya ciptaan-Nya, tak mampu mencintai keluarga, dan tak mampu mensyukuri nikmat-Nya.

    Selama Allah bersama kita, tak perlu khawatir dengan segala hiruk pikuk dunia. Tak perlu cemas dengan kegundahan dunia. Jika burung saja dipelihara dan dicukupi oleh-Nya setiap hari tanpa harus ada campur tangan manusia yang memeliharanya, mengapa kita harus resah dalam hidup ini? Bukankah kita adalah manusia, makhluk dengan derajat tertinggi, yang pastinya akan dipelihara oleh Sang Pencipta?

    Kekhawatiran akan hidup sejatinya tak lain merupakan wujud keserakahan nafsu. Karena manusia senantiasa ingin terus mendapatkan yang lebih, ia terus didorong oleh rasa kurang puas setiap kali memperoleh sesuatu. Merasa dirinya akan terus ada di dunia ini, merasa hidup tak akan pernah berakhir. Dunia baginya adalah tujuan. Yang harus ia dapatkan dan ia genggam.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/05/tahun-baru-resolusi-baru-2/motivasi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Begitu Parahkah Adab Umat hingga Qari’ah Direndahkan?

    Begitu Parahkah Adab Umat hingga Qari’ah Direndahkan?

    Oleh. Uqie Nai

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Baru-baru ini beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang qari’ah berinisial NH disawer bak penyanyi dangdutan. Dalam video tersebut tampak dua laki-laki naik ke panggung menghampiri qari’ah yang sedang mengaji, lalu menghamburkan uang di atas kepala sang qari’ah. Bahkan salah seorang dari keduanya menyelipkan uang tersebut di kerudungnya.

    Sontak, video saweran yang diduga terjadi di Pandeglang, Banten itu pun viral dan menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Cholil Nafis, dan Ustaz Hilmi Firdausi.

    Melalui akun Twitternya @cholilnafis, Kamis (5/1), Cholil Nafis menyampaikan kegeramannya saat melihat rekaman video tersebut. Beliau menyatakan bahwa saweran uang kepada qari atau qari’ah merupakan cara yang salah, tak menghormati majelis, dan merupakan perbuatan haram yang melanggar nilai-nilai kesopanan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/14/begitu-parahkah-adab-umat-hingga-qariah-direndahkan/opini/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Ketika Anak Terjerat Maksiat

    Ketika Anak Terjerat Maksiat

    Oleh. Novianti

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Seorang ibu menyampaikan kegundahannya dengan bercucuran air mata.

    “Putri saya meminta izin melepaskan kerudungnya. Padahal sejak dari TK, saya masukkan di sekolah Islam sampai usia SMA. Kenapa begitu masuk perguruan tinggi, ia berubah?”

    Lain lagi dengan cerita seorang ibu yang stres menghadapi tingkah putrinya yang menjalin hubungan dengan banyak pria tanpa pernikahan. Bahkan, putrinya menemui dokter kandungan untuk memasang alat KB sebagai pencegah kehamilan. Tujuannya mencari kepuasan. Itulah yang menjadi alasan kenapa berganti-ganti pasangan.

    Kasus-kasus semacam ini banyak terungkap dalam parenting, kajian, atau ruang-ruang konsultasi psikolog. Wajah para orang tua demikian sedih karena kecewa harus menerima kenyataan, anaknya tidak seperti yang mereka harapkan. Mereka telah melanggar batasan Allah sebagai pelaku kemaksiatan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/05/ketika-anak-terjerat-maksiat/family/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Banjir Imigran Muslim di Inggris, Pertanda Kebangkitan Islam?

    Banjir Imigran Muslim di Inggris, Pertanda Kebangkitan Islam?

    Oleh. Hesti Andyra

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Islam mulai berkembang di wilayah Eropa di masa kekhalifahan Bani Umayyah. Khalifah Khalid bin Abdul Walid memerintahkan Thariq bin Ziyad atas usulan Musa bin Nushair untuk menyebarkan Islam ke Semenanjung Andalusia yang saat itu dikuasai oleh Raja Ghaitasyah di tahun 711 M. Berbekal 7.000 pasukan, Thariq berhasil menaklukan Andalusia dan mendirikan pangkalan militer di sekitar Al Jazirah Al Khadhra (Green Land).

    Keberhasilan penetrasi di wilayah Spanyol menjadi cikal bakal perkembangan Islam di Eropa, termasuk Rusia, Turki, Inggris, dan beberapa wilayah lainnya. Perkembangan umat Islam sempat mengalami penurunan drastis bersamaan dengan runtuhnya daulah terakhir, Turki Utsmani. Namun berkat semangat para pejuang dakwah serta rida Allah Swt. Islam mulai berkembang pesat kembali di kawasan Eropa, terutama Inggris.

    Dikutip dari republika.co.id (15/1/2023) jumlah umat muslim di Inggris mencapai 3,9 juta orang di tahun 2021, sekitar 6,5 persen dari total populasi penduduk Inggris. Kenaikan ini ditengarai dipicu oleh dua hal yaitu banyaknya imigran dari negara-negara terdampak perang serta meningkatnya jumlah kelahiran di keluarga muslim. Di saat masyarakat sekuler marak mengusung gaya hidup childfree marriage, rata-rata keluarga imigran muslim memilki 3 sampai 5 orang anak. Tak heran jika pemeluk Islam meningkat sampai 44 persen selama 10 tahun terakhir.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/19/banjir-imigran-muslim-di-inggris-pertanda-kebangkitan-islam/world-news/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Najmu Asy Syabaab Harapan Umat

    Najmu Asy Syabaab Harapan Umat

    Oleh. Desi Wulan Sari, M.Si.

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Sebuah generasi diciptakan agar mampu membangun sebuah peradaban yang didambakan seluruh umat manusia. Peran pemuda inilah yang menjadi pusat kemajuan bangsa. Berbagai upaya demi meningkatkan sebuah generasi, dalam hal ini dapat dilakukan melalui pembekalan perubahan lingkungan masyarakat. Dimulai dari individu, keluarga, masyarakat hingga negara, menuju arah yang lebih baik di masa yang akan datang.

    Melihat bagimana kondisi pemuda hari ini, tentu menjadi PR besar bagi kita semua. Sebagai seorang pendidik, orang tua, dan pendamping yang menaruh harapan besar kepada mereka agar mampu mandiri dengan bekal ketakwaan yang tinggi. Para pemuda kini tengah berada dalam gempuran sistem sekuler liberal, hantaman dan serangan masif yang dilakukan sangat menyesakkan dada. Sedikit demi sedikit kerusakan yang terjadi kian meluas hingga pada cara berpikir generasi muda yang kian jauh dari tuntunan kehidupan, yaitu syariat.

    Kondisi tersebut dapat kita saksikan, di mana arus kerusakan generasi muda muslim sampai di berbagai kalangan, salah satunya dalam dunia pendidikan, seperti sekolah, kampus, bahkan pesantren sekalipun. Persoalan pemuda Islam kini terus terjadi disebabkan para pemuda muslim yang tidak lagi hidup dalam habitat yang semestinya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/05/najmu-asy-syabaab-harapan-umat/syiar/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Made You Look

    Made You Look

    Oleh. Choirin Fitri

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Sob, pernah dengar lagu made you look? Rasanya lagu ini sangat familier di telinga kita. Apalagi jika kamu aktivis medsos, pasti amat mengenal lagu ini.

    Tak hanya lagunya yang enak dinikmati telinga, tetapi challenge yang digandrungi generasi muda saat ini juga menyita perhatian. Gimana enggak? Ada banyak selebgram atau pengguna instagram yang mengaku menghabiskan berjam-jam demi menghasilkan video pergantian baju dan rupaha hanya 30 detik. Heeemmm, kira-kira buang-buang waktu atau enggak ya?

    Bukan perkara membuang waktu atau enggaknya juga, perkara dana yang dihabiskan pun belum ada yang mau mengaku. Pasalnya, lagu ini menjadi lagu brand fashion kelas dunia, tentu kocek yang harus dikeluarkan cukup dalam, bukan uang receh.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/04/made-you-look/teenager/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Lalai Bertindak, TBC Merebak

    Lalai Bertindak, TBC Merebak

    Oleh. Deena Noor

    (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Kesadaran yang kurang bisa menyebabkan masalah kesehatan menjadi lebih berat. Hal ini terjadi pada meningkatnya kasus TBC anak di Bantul. Ratusan anak yang didominasi balita terkonfirmasi TBC. Dugaan kuat karena anak-anak tersebut berada di lingkungan yang terdapat orang dewasa dengan kasus TBC, tetapi tidak ditangani secara serius.

    Bagaimana kasus TBC anak bisa mencapai ratusan jumlahnya? Apakah ini bukti bahwa negara lalai? Lalu, bagaimana Islam melihat masalah kesehatan seperti ini?

    Fakta TBC Anak di Bantul

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul melaporkan bahwa pada bulan Januari sampai November 2022 ada 1.216 kasus Tuberkulosis (TBC) di wilayahnya. Sekitar separuhnya atau 619 kasus terjadi pada anak-anak dan balita. Diperkirakan jumlah kasus TBC di Bantul mencapai 2.431 dan yang teridentifikasi baru 1.216 kasus. (health.detik.com, 22/12/2022)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/03/lalai-bertindak-tbc-merebak/opini/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Membumikan Ide Kebangkitan Islam

    Membumikan Ide Kebangkitan Islam

    Oleh. Vivin Indriani

    (Kontributor NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Nonny Irayanti

    NarasiPost.Com-“Sebuah ide yang relevan selalu punya kaki sendiri.” (Prof. Salim Said, Ph.D)

    Ide kebangkitan Islam sebagai sebuah supremasi hukum dan institusi masih ramai diperbincangkan. Tak sedikit yang pro dan memiliki euforia tinggi untuk menyongsong janji kenabian yang banyak dituturkan dalam hadis-hadis. Namun banyak juga yang kontra dengan beragam alasan, baik alasan logis maupun sekadar demi memuaskan ego pribadi dan kelompoknya. Namun sebagai sebuah gagasan, ide kebangkitan kembali Islam ini cukup layak untuk diuji sebagai salah satu dari sekian banyak tawaran sistem pengganti atau setidaknya solusi fundamental bagi kerusakan negara dan dunia pada umumnya. Sebuah gagasan perubahan bagi bangsa yang terkatung-katung oleh ketidakpastian praktik penerapan kapitalisme liberalisme hari ini.

    Bagi negara seluas Indonesia, dengan masyarakat yang fragmanted society -tidak punya kesamaan latar belakang baik sejarah maupun kesamaan jenis latar belakang lainnya- ide ini membutuhkan pergerakan yang tidak sekadarnya. Perlu upaya sungguh-sungguh untuk membumikan gagasannya. Gagasan ini juga harus mampu untuk menemukan relevansi pada kondisi yang mereka hadapi baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Yang paling menyedihkan adalah jika sebuah ide dan gagasan justru tidak menemukan makna di tengah masyarakat yang buta gagasan, buruk literasi serta memiliki kesulitan untuk menerjemahkan teks ke dalam konteks. Dalam arti, sebuah masyarakat yang rendah taraf berpikirnya. Inilah tantangan terberat yang dihadapi negeri ini.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2023/01/05/membumikan-ide-kebangkitan-islam/opini/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com