
Sign up to save your podcasts
Or


Work from Anywhere, demi Efisiensi atau Miskin Solusi?
Oleh. Fitria Zakiyatul Fauziyah CH
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Lagi dan lagi silih bergantinya kebijakan yang ditetapkan pemerintah. PNS digadang-gadang tidak lagi bekerja dari rumah ( work from home /WFH), melainkan bisa bekerja dari mana saja atau yang disebut dengan work from anywhere (WFA).
Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah berpendapat, bahwa rencana kebijakan work from anywhere (WFA) bisa berakibat pada tunjangan untuk PNS. Tetapi di sisi lain, pengeluaran APBN akan lebih terjaga dan efisien, efisien dalam arti anggaran. Karena PNS tidak harus ke kantor. Maka otomatis alokasi uang untuk tunjangan dalam bentuk uang lembur akan lebih berkurang. (liputan6.com, 16/05/2022).
Meskipun lebih meminimalkan APBN, pada faktanya sistem kerja WFA untuk saat ini belum tepat diimplementasikan. Faktor utama adalah kesiapan infrastruktur digital yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Tentu sangat membutuhkan waktu dan persiapan yang matang apabila pemerintah serius ingin menyiapkan sistem kerja WFA ini bagi ASN. Termasuk di dalamnya pengaturan dan pengawasan pada para pegawainya. Jika ingin menerapkan WFA dalam jangka panjang, maka harus ada kebijakan yang jelas, yakni mekanisme prosedur dan sanksi. Sehingga, tidak akan terjadi ketidakadilan antara ASN yang bekerja dan tidak.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/21/work-from-anywhere-demi-efisiensi-atau-miskin-solusi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Syafira Ingin Membahagiakan Ibu
Oleh. Asri Mulya
Voice over talent: Nonny Irayanti
NarasiPost.Com-Sebelum subuh, seperti biasanya Syafira sudah bangun. Seusai menunaikan dua rakaat, anaknya yang berusia delapan bulan tiba-tiba merengek, ternyata buang air besar. Syafira pun segera membersihkannya.
Setelah itu, wanita berusia tiga puluh tujuh tahun tersebut mengambil handphone yang dari semalam dicas, lalu mengaktifkannya kembali. Tak menunggu lama, notifikasi aplikasi hijau berbunyi beriringan, pertanda banyak pesan masuk di HP-nya, salah satunya dari adik Syafira bernama Yuli.
[Assalamualaikum, Mbak. Lagi apa? Biasa Mbak, mau membicarakan masalah Ibu … Ibu tuh kelihatan pusing banget, Mbak. Pengennya ngadain syukuran sebelum berangkat umrah, juga beli oleh-oleh buat dibagi-bagi pada saat pulangnya nanti, tapi kayaknya uangnya gak ada. Mau minta ke Mbak Amanda, bingung bilangnya gimana. Tadi malam main ke kontrakan Yuli sambil nangis-nangis, Mbak ….]
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/20/syafira-ingin-membahagiakan-ibu/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Prediksi Covid-19 dari Pandemi Menjadi Endemi
Oleh. Mariam
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Setelah hampir 3 tahun Indonesia dilanda pandemi Covid-19, kini Covid-19 digadang-gadang akan segera menjadi endemi. Bahkan, pemerintah memutuskan untuk melonggarkan protokol kesehatan. Saat ini Presiden Joko Widodo mengeluarkan imbauan untuk memperbolehkan masyarakat melepas masker di luar ruangan atau tempat terbuka. Ramai sebelumnya, Sekretaris Eksekutif I KPC-PEN Raden Perdede, memprediksi pandemi akan berubah menjadi endemi kemungkinan terjadi setelah Ramadan tahun ini.
Fakta Lapangan terkait Penurunan Covid-19
Muhadjir menjelaskan fakta di lapangan bahwa indikator angka kasus aktif, postive rate, tingkat okupasi rumah sakit hingga kematian akibat Covid-19 kini mengalami penurunan. Survei internal yang dilakukan oleh Kemenko PMK di 18 rumah sakit DKI Jakarta pada Februari 2022, kini angka kematian Covid-19 di Indonesia telah menurun di peringkat 14.
Dilihat dari data survei yang diperoleh, angka kematian tertinggi sekarang adalah penyakit kanker, kemudian pneumonia, disusul oleh pneumonia nonspesifik, dan Covid-19 menduduki rangking 14. Sejak 24 Maret hingga 12 Mei, angka reproduction rate konsisten di angka 1. Ini menunjukkan selama 8 minggu, pandemi Covid-19 sudah semakin terkendali, dan kemungkinan skema pandemi saat ini akan berakhir semakin dekat.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/21/prediksi-covid-19-dari-pandemi-menjadi-endemi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Pahami Qimah, Aktivitas Berkah
Oleh. Hana Annisa Afriliani, S.S
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-“Bu, ini harganya berapa?”
Akhirnya satu set baju anak pun dibungkus plastik kresek dengan rapi dan diserahkan kepada pembelinya, yakni seorang wanita muda berkerudung abu-abu yang memang sudah lama dikenal oleh si ibu penjual.
Aku sedikit mengernyitkan dahi melihat adegan tersebut. Karena sebagai orang yang suka jualan juga, aku tahu betul bagaimana rasanya jika dihadapkan pada perkataan, “Sudahlah segini saja… Kan harga teman.” Duh, rasanya gimana gitu. Tetapi bedanya aku tidak seperti ibu itu, teman atau bukan, harga jual tidak dibeda-bedakan. Aku bisa menebak bagaimana sesungguhnya perasaan si ibu, meski dia berusaha menutupi.
Benar saja, tak lama setelah si wanita muda pergi, si ibu curhat kepadaku bahwa sebetulnya ia seringkali merugi karena pembeli dagangannya rata-rata orang yang sudah lama dikenalnya, bahkan banyak yang sudah akrab karena bertetangga. Karena itulah, si ibu mengaku sering tidak tega saat ditawar dagangannya oleh mereka, padahal sejujurnya ia tak mendapatkan untung sepeser pun dengan harga tawar tersebut. Bahkan ada yang malah nombok alias rugi.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/25/pahami-qimah-aktivitas-berkah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
PMK Mewabah, Akankah Pemerintah Mampu Mengatasinya?
Oleh. drh. Lailatus Sa’diyah
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Rasa gelisah mulai mendera peternak sapi di Jawa Timur dan beberapa provinsi lainnya. Bagaimana tidak? Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, publik digemparkan akan penemuan penyakit mulut dan kuku yang kembali menjadi wabah di Indonesia. Berkaca dari pengalaman penanganan wabah PMK di masa lampau, butuh upaya yang besar serta sinergi dari berbagai lapisan masyarakat dengan pemerintah. Belum lagi harus ditopang dengan anggaran yang begitu besar. Akankah pada penanganan wabah PMK kali ini pemerintah mampu bersegera mengatasinya?
Outbreak
Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur (Disnak Jatim) telah mengonfirmasi adanya outbreak (wabah) penyakit menular yang telah menyerang 1.247 ekor ternak sapi di Kabupaten Sidoarjo, Gersik, Mojokerto dan Lamongan Provinsi Jawa Timur dan sudah ada konfirmasi positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) (ikilhojatim.com, 06/05/2022). Pada saat yang sama wabah PMK juga sudah ada konfirmasi ditemukan di wilayah Aceh. Mengingat penyebaran penyakit yang sangat cepat, dalam hitungan minggu ditemukan banyak kasus baru di beberapa kabupaten di Jawa Timur.
Penyakit mulut dan kuku adalah penyakit akibat adanya infeksi virus yang bersifat akut dan mudah menular pada hewan berkuku genap/belah (cloven-hoofed). Pada hewan ternak sapi, kerbau, kambing, domba, kuda, dan babi memiliki tingkat penularan mencapai angka 90-100%. Penyakit ini ditandai dengan adanya pembentukan lepuh dan erosi di mulut ternak. Lepuh dan erosi juga ditemukan pada lidah, gusi, nostril, puting, dan di kulit sekitar kuku. Wabah PMK dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar akibat menurunnya produksi dan menjadi hambatan dalam perdagangan hewan dan produknya. Perlu diketahui nama lain penyakit ini antara lain aphthae epizootica (AE), aphthous fever, foot and mouth disease (FMD).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/20/pmk-mewabah-akankah-pemerintah-mampu-mengatasinya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Flexing: Personal Branding or Life Style?
Oleh. Tsuwaibah Al-Aslamiyah
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Hai…hai…hai Bestie, apakah kamu termasuk orang yang gemar berselancar di media sosial? Bila iya, pasti pernah dengar dong istilah flexing? Istilah ini ngehits gegara fenomena crazy rich yang demen pamer kekayaan. So, ramai deh digunakan di circle pertemanan juga lini sosial media.
Bestie, menurut kamu flexing ini bermanfaat atau justru menimbulkan mudarat? Coz, gak sedikit lho yang mengaitkannya dengan personal branding. Bahkan, saking booming -nya flexing ini sudah menjadi life style di kalangan netizen? Ehm…kayaknya kita mesti kepo nih bagaimana sih pandangan Islam tentang flexing ini?
All about Flexing
Bestie, istilah flexing itu aslinya diambil dari bahasa slang alias gaul, artinya pamer. Asal usulnya gini lho, dulu kata flex atau flexing itu biasa dipakai dalam dunia musik rap and hip hop, makin populer pada tahun 2015 setelah duo Rae Sremmurd merilis lagu berjudul “No Flex Zone”.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/19/flexing-personal-branding-or-life-style/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Social Media, Yes! Social Ills, No!
Oleh. Tsuwaibah Al-Aslamiyah
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Assalamu’alaikum Sob, apa kabarnya nih? Pasti tambah sibuk ya? Pasca lebaran, aktivitas sudah beranjak normal lagi nih. Yakin deh, selain aktif di media sosial (medsos), Sobat juga sudah rajin nyemplung di dunia nyata juga kan?
Kemajuan teknologi ditambah lamanya pandemi berhasil membuat masyarakat intim banget dengan dunia medsos, betul kan? Kayaknya kalau sehari gak pegang hape, galau banget rasanya. Bahkan, ada di antara para netizen yang tiap detiknya mantengin hape melulu, apalagi kalau ada notifikasi masuk, auto ribut.
Betul, kemajuan teknologi memang memanjakan kita dengan berbagai kemudahan yang tiada tara. Kemudahan akses informasi, memperlancar komunikasi, bahkan jadi sarana bisnis juga. Namun ingat, jika penggunaannya tidak proporsional bisa menjerumuskan pada dampak buruknya juga lho.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/16/social-media-yes-social-ills-no/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Penghentian Ekspor Gandum oleh India, Bagaimana dengan Indonesia?
Oleh. Deena Noor
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-India tengah menghentikan sementara ekspor gandumnya ke luar negeri. Gelombang panas yang melanda Asia Selatan berdampak pada menurunnya produksi gandum di India. Akibatnya ketahanan pangan negara tempat industri film Bollywood itu berada dalam ancaman besar.
Dalam informasi yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri India tertanggal 13 Mei 2022, disebutkan bahwa India memutuskan untuk melarang ekspor gandum. Ini sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan stok dalam negeri dan mengelola inflasi. Menteri Pangan India, Sudhansu Pandhey, menyatakan bahwa harga gandum di negaranya melonjak tinggi sehingga harus melakukan penghentian sementara ekspor bahan baku pembuatan roti tersebut. Meskipun begitu, kegiatan ekspor gandum masih diizinkan ke negara-negara yang membutuhkannya dan berdasarkan permintaan pemerintahan negara masing-masing. (ekonomi.bisnis.com, 18/5/2022)
Gelombang Panas Harga Pangan
India merupakan penghasil gandum terbesar di dunia setelah Cina. Produksi gandum India pada periode 2021/2022 mencapai 109,520 juta ton metrik atau sebesar 13,5% dari produksi global. Namun, gelombang panas yang menghantam India dan wilayah Asia Selatan lainnya sejak bulan Maret telah menyebabkan tanaman gandum banyak yang rusak. Hasil panen gandum pun menyusut drastis. (bisnis.tempo.com, 18/5/2022)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/21/penghentian-ekspor-gandum-oleh-india-bagaimana-dengan-indonesia/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Bluder, Roti Manis dari Kota Gadis
Oleh. Deena Noor
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Apakah Anda penyuka roti? Pernah makan bluder (bukan blunder lho, ya!)? Jika belum, cobalah nikmati roti jadul yang satu ini. Sekali mencoba, yakin akan menambah lagi, lagi, dan lagi. Hehehe…
Roti bluder adalah kuliner ikonik dari kota Gadis. Wah, di mana itu? Kota Gadis adalah julukan bagi kota Madiun yang merupakan singkatan dari Perdagangan, Pendidikan, dan Perindustrian. Nah, roti bluder ini menjadi salah satu penganan yang identik dengan kota Madiun selain Brem dan Pecel. Karena itulah ia sering dicari untuk dinikmati atau pun sebagai oleh-oleh bila berkunjung ke kota ini.
Menurut sejarahnya, roti bluder sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Ia dibawa oleh orang-orang Eropa ke Indonesia. Roti ini biasanya menjadi santapan wajib tentara Belanda. Bisa dikatakan bahwa roti bluder merupakan peninggalan masa Belanda yang kemudian berkembang menyesuaikan lidah rakyat Indonesia.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/21/bluder-roti-manis-dari-kota-gadis/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menanti R. I. P Eljibiti
Oleh. Dewi Fitratul Hasanah
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Para lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang sering juga disebut kaum pelangi kembali viral pasca muncul di salah satu podcast yang diprakarsai Deddy Corbuzier, salah satu artis ternama Indonesia. Dedy sengaja mengundang pasangan LGBT sebagai bintang tamu dalam podcast-nya. Pasangan itu diminta untuk menceritakan awal mula bertemu dan bagaimana perjuangannya. Deddy bahkan minta untuk foto bersama.
Apa yang dilakukan Deddy membuat warganet meradang. Deddy diklaim sebagai pendukung LGBT karena telah memberikan panggung dan ruang promosi atas perilaku LGBT ini. Tak dapat dihindari, meskipun kemudian Deddy telah menghapus postingannya, aksi unsubscribe warganet tak turut surut.
Dalam Islam telah gamblang dijelaskan dalam berbagai dalil menyoal LGBT. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, Rasulullah saw bersabda:
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/19/menanti-r-i-p-eljibiti/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed