
Sign up to save your podcasts
Or


Pemurtadan Berakhir dengan Syariah Kaffah
Oleh. Sri Retno Ningrum
Voice over talent: Anita yulianti
NarasiPost.Com-Baru-baru ini diduga telah terjadi tindakan pemurtadan sistematis di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Adapun lembaga, seperti: LADUI MUI Sumut, PAHAM Sumut dan TPUA meminta agar pelaku ditindak tegas oleh penegak hukum, khususnya pemurtadan yang menimpa Nurhabibah Br. Brutu. (Portibi 13/5/2022)
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia Sumatra Utara (Sumut) menjelaskan ada 2 faktor yakni internal dan eksternal yang menyebabkan terjadinya pemurtadan di daerah tersebut. Faktor internal dikarenakan iman yang lemah, sedangkan faktor eksternal karena tawaran pekerjaan dan keuangan. (detiknews 15/5/2022)
Munculnya pemurtadan di daerah Langkat, Sumatra Utara tentu sangat memprihatinkan bagi umat Islam. Terlebih negeri ini memiliki jumlah muslim terbesar di dunia. Seperti yang disampaikan oleh MUI Sumut bahwa penyebab pemurtadan karena faktor internal dan eksternal adalah benar. Faktor internal karena terjadi pendangkalan akidah pada diri umat, kalimat syahadat yang pernah diucapkan pun diingkari, sedangkan faktor eksternal terjadi karena tuntutan ekonomi, membutuhkan pekerjaan hingga kemiskinan. Masalah tersebut menjadikan pelaku nekat menjual keimanannya. Ini menunjukkan kebenaran sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Abu Na’im bahwa, “Kemiskinan dekat dengan kekufuran”.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/24/pemurtadan-berakhir-dengan-syariah-kaffah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Just Be Positive
Oleh. Bedoon Essem
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Yo Guys, tahukah kamu bahwa hati itu laksana bongkahan kaca, meski terlihat kokoh namun ia mudah pecah, dan jika dia sudah pecah, maka tidak ada cara lagi untuk menyatukannya kembali seperti sediakala. Begitu pula keadaan hati manusia, ia merupakan bagian paling sensitif dari diri manusia. Dia memang tak terlihat, kecil, dan tersembunyi. Namun dialah yang mempunyai peran penting dan bahkan menjadi pusat keimanan seseorang.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam sebuah hadis riwayat Bukhari No. 52 dan Muslim No. 1599), dari Nu’man bin Basyir beliau bersabda: “Ingatlah! dan sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat satu gumpalan daging, apabila dia baik, maka baik pulalah seluruh badannya, dan apabila dia buruk maka buruk pulalah badannya, ingatlah bahwa gumpalan daging tersebut adalah hati”
Hemm Sob, ternyata hati adalah penentu kualitas amalan seseorang ya. Dan seorang mukmin sejati pastinya akan berusaha membersihkan hatinya dari semua hal yang akan membuat hatinya kotor. Ia akan berusaha sekuat tenaga menjauhi maksiat, walaupun hanya sebuah lintasan hati yang jelek. Karena kalau hati sudah kotor, maka pemikiran, pemahaman, juga tingkah laku kita akan terpengaruh. Pikiran kita akan mudah diombang-ambingkan prasangka buruk yang kemudian membuat pemahaman kita menjadi salah, dan pada akhirnya membentuk perilaku kita salah juga. Jika hati sudah kotor, manusia akan mudah dan suka hal-hal yang sia-sia atau bahkan maksiat kepada Allah. Nah, kalau sudah suka maka akan terlena, Sob. Inilah yang harus kita waspadai.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/26/just-be-positive/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Selebritas Dukung Eljibiti, Fakta Bobroknya Sekularisasi
Oleh. Hesti Andyra
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Induk negara sekuler, Amerika Serikat, adalah negara pertama yang memberi ruang bahkan payung hukum bagi kaum gay dan homoseksual. Dimulai dari organisasi Society for Human Rights yang diinisiasi oleh Harry Hay pada tahun 1924 di Chicago. Kelompok ini menuntut penerimaan sosial dan dukungan untuk komunitas eljibiti.
Sejak saat itu, kampanye masif tentang hak kaum eljibiti semakin digencarkan. Berbagai dukungan dari organisasi dan selebritas berpengaruh turut andil dalam penyebarluasan gerakan ini. Sampai saat ini, tercatat sekitar 31 negara yang melegalkan perkawinan sesama jenis.
Kampanye pun tak lagi disampaikan secara sembunyi-sembunyi. Di berbagai platform media sosial, komunitas ini terang-terangan menunjukkan keberadaannya. Dilansir dari situs wikipedia, film tentang gay pertama kali diproduksi Hollywood di tahun 1895 berjudul Dickson Experimental Sound Film. Seabad kemudian, Disney, salah satu perusahaan film terkenal mulai menyisipkan karakter-karakter gay di film anak-anak buatannya. Sampai tahun 2021 tercatat 13 karakter tokoh gay muncul di berbagai film kartun produksi Disney. Sebuah upaya untuk mencuci otak generasi muda sejak dini.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/18/selebritas-dukung-eljibiti-fakta-bobroknya-sekularisasi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Hati-Hati Menjaga Hati
Oleh. Aya Ummu Najwa
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Hati manusia itu cepat kotor. Dan ketika hati telah kotor, maka semua cahaya kebaikan akan menjadi mati dan suram. Seorang hamba harus sering-sering membersihkan hati. Karena hati yang legam dan penuh kotoran adalah hati yang tidak akan mendapat rida dari Allah. Memang benar, sebagai seorang yang beriman kita wajib senantiasa memperbaiki kualitas ibadah kita. Namun, yang tidak kalah penting adalah memperbaiki kualitas hati kita, sebagaimana yang diinginkan dan diridai Allah.
Ibnu Al-Jauzi pernah menjumpai seorang yang selalu terdepan dalam ibadah, tapi ketika diuji oleh Allah berupa wafatnya putra yang sangat dicintainya, maka dia menggugat Allah dan berteriak, “Mengapa Engkau tidak pernah mengabulkan doaku, padahal aku selalu terdepan di saf salat.” Ini menandakan bahwa orang yang secara lahir saleh belum tentu saleh hatinya. Dan kesalehan hati lebih utama dari kesalehan lahir.
Membersihkan hati tentu berbeda dengan cara membersihkan benda lain. Ada banyak cara yang dilakukan manusia untuk memperbaiki hati. Sebagai contoh, ada yang datang ke padepokan dengan tujuan membersihkan hatinya, namun akhirnya malah terjerumus kepada zina dan perbuatan maksiat. Ada yang berendam di air dingin, tapi akhirnya malah kerasukan jin. Hal ini terjadi karena cara yang digunakan tidak sesuai dengan syariat, akhirnya bukan ketenangan hati dan keridaan Allah yang didapat, tapi malah pintu keburukan dan kemaksiatan yang terbuka untuknya. Naudzubillah.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/09/hati-hati-menjaga-hati/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Profesor Menyudutkan Islam, Kok Bisa?
Oleh. Erdiya Indrarini
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.Com-Miris, celaan terhadap syariat Islam dan pemeluknya terus berulang. Bahkan ironisnya, dilakukan oleh orang yang berintelektual tinggi. Ternyata, tingginya intelektualitas saja tak mampu menjamin ketinggian akhlaknya. Mengapa?
Prof. Budi Santosa Purwokartiko yang merupakan Rektor ITK (Institur Teknologi Kalimantan) Balikpapan menjadi buah bibir. Bukan karena prestasinya atau penemuan risetnya, tapi ungkapannya yang dinilai rasis, dan miskin akhlak. Profesor kelahiran Klaten, 12 Mei 1969 ini telah mendiskreditkan muslimah yang memakai hijab/kerudung dengan menjulukinya sebagai manusia gurun.
Ia pun menyatakan bahwa mahasiswa yang pintar dan otaknya open mind adalah yang membumi (bicaranya tentang dunia). Bukan yang suka bicara soal langit atau kehidupan sesudah mati. Juga jauh dari kata-kata langit seperti insyaallah, barakallah, syiar, qadarullah, dan sebagainya. Pun mereka mencari Tuhan ke negara-negara maju, seperti Korea, Eropa Barat dan US, bukan ke negara yang orang-orangnya pandai bercerita tanpa karya teknologi.
Naskah selengkapnya:https://narasipost.com/2022/05/21/profesor-menyudutkan-islam-kok-bisa/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menyoal Penumpukan Sampah, Butuh Solusi Tuntas
Oleh. Habiba Mufida
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Bersyukur, tahun ini umat Islam bisa berkumpul dengan sanak keluarga. Setelah dua tahun silam tidak bisa berlebaran secara bebas akibat pandemi yang melanda. Namun, hari raya ternyata menyisakan beberapa problematika. Selain permasalahan kepadatan dan kemacetan jalan raya, berikut mahalnya biaya transportasi, ternyata penumpukan sampah juga menjadi permasalahan yang patut menjadi perhatian.
Sebagaimana terjadi di provinsi Jawa Barat. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dudy Prayudi, mengatakan, peningkatan volume sampah hingga 60 ton di hari lebaran (Republika). Hampir sama dengan permasalahan sampah di Pontianak, Kalimantan Barat. Di provinsi ini, produksi sampah hariannya bahkan bisa mencapai 400 ton per hari. Begitu juga dengan wilayah lainnya, sampah telah menjadi petaka bagi lingkungan hingga saat ini.
Jika kita mencermati, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian berkenaan dengan permasalahan sampah.
Pertama, mayarakat dunia saat ini tampaknya memang sedang memiliki kepuasan tersendiri jika berbelanja dan bisa mengoleksi barang tertentu. Hal ini sejalan dengan gaya hidup konsumerisme yang bersumber dari konsep ekonomi kapitalisme sekuler. Sebagian dari mereka memiliki hobi mengoleksi barang branded. Hobi tersebut dijalankan, baik karena tuntutan pekerjaan maupun prestise yakni sekadar memenuhi kepuasan. Begitu juga para sosialita, rela berburu barang koleksi semata karena kebanggaan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/17/menyoal-penumpukan-sampah-butuh-solusi-tuntas/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
India Larang Ekspor Gandum, Stabilitas Pangan Dunia Terancam
Oleh. Fitria Zakiyatul Fauziyah CH
Voice over talent: Sofia Ariyani
NarasiPost.Com-India memutuskan untuk sementara menangguhkan ekspor gandum ke luar negeri. Langkah ini diambil guna melindungi kebutuhan negaranya yang saat ini sedang mengalami inflasi harga pangan yang cukup mengkhawatirkan. Walau begitu, India tetap masih memberikan izin ekspor dengan syarat didukung oleh letter of credit yang telah diterbitkan dan ke berbagai negara yang meminta pasokan.
Sebagaimana diketahui, India merupakan produsen beras dan gandum terbesar kedua di dunia setelah Cina. Pada awal April, persediaan dua bahan pokok itu mencapai 74 juta ton, termasuk salah satu negara pemasok gandum dan beras global termurah. India juga sudah mengekspor gandum ke 68 negara dan beras hampir ke 150 negara. (cnbcindonesia.com, 16/05/2022)
Lantas seperti apa dampak dari kebijakan ekonomi India yang mengetatkan perdagangan antarnegara dengan pelarangan ekspor gandum ini?
Dampak Proteksionisme
Setidaknya ada empat dampak yang akan dirasakan dengan diberlakukannya pelarangan ekspor gandum tersebut.
Kedua, kekurangan pasokan gandum yang menjadi ancaman serius. Karena ekspor gandum ini belum jelas sampai kapan waktu pelarangannya. Persediaan gandum turun secara signifikan ketika berlangsungnya perang antara Rusia dan Ukraina sejak Februari 2022. Adanya kebijakan India ini berimbas pada usaha yang membutuhkan gandum.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/20/india-larang-ekspor-gandum-stabilitas-pangan-dunia-terancam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Hadiah untuk Saudariku
Oleh. Deena Noor
Voice over talent: Anita Yulianti
NarasiPost.Com-Tahun 2000 adalah tahun istimewa bagiku. Tak terpikirkan sedikit pun bila kepindahanku untuk melanjutkan pendidikan menjadi pembuka jalan hijrah. Allah berikan kesempatan untukku mencari ilmu dunia sekaligus ilmu akhirat.
Hijrah yang kuawali dengan mengubah penampilan dari semula tak berhijab menjadi berpakaian layaknya muslimah. Pelan-pelan aku membenahi diri. Aku mulai belajar lagi tentang Islam yang telah menjadi keyakinanku sejak kecil.
Ternyata banyak ajaran agama Islam yang aku belum mengetahuinya. Salah satunya adalah kewajiban menutup aurat bagi muslimah yang telah balig. Sebelumnya, kukira dengan berpakaian rapi dan sopan sesuai norma lokal itu sudah cukup dan baik.
Pemikiran seperti itu berubah setelah salah seorang teman di kampus menyampaikan padaku mengenai kewajiban setiap muslimah untuk berhijab. Beberapa kali dia mengajakku berbicara dari hati ke hati tentang hal itu. Aku pun mau mendengarkan apa yang dia sampaikan sambil terus berusaha memahaminya. Dia tak memaksaku mengikuti perkataannya. Tiada henti dia mencoba membuka kesadaranku.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/15/hadiah-untuk-saudariku/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
L9BT Diapresiasi, Di mana Letak Jati Diri?
Oleh. Ana Nazahah
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Sebagai pribadi muslim, kita wajib menyadari iman dan akidah adalah hal yang tak bisa ditawar. Karenanya, menebar kebaikan adalah prioritas kita bersama, di saat masih banyak manusia yang sesat pikiran dan sesat dalam tindakan. Bukan sebaliknya, menjadi pribadi yang menciptakan wasilah untuk dekat dengan kemaksiatan.
Nah, begitulah komentar penulis, terkait Podcast tokoh publik yang menghadirkan dua pelaku L9BT yang viral baru-baru ini. Sebagai muslim adalah kewajiban kita berpihak pada yang hak. Jika kita tidak mampu membela yang hak tersebut, maka akan lebih baik diam daripada mempromosikan hal tercela demi berharap keuntungan yang sedikit.
Ayo, Berpikir Cerdas!
Sebagaimana yang disampaikan oleh Ustaz Felix Siauw di laman Instagrammya @felix.siauw, “Smart itu cerdas, cerdas itu memikirkan akhirat dengan memanfaatkan dunia, bukan jual akhirat untuk kepentingan dunia.” Nah, penulis setuju sekali dengan pendapat beliau, tindakan memanfaatkan isu viral kemaksiatan demi kepentingan materi atau yang lainnya, adalah sama saja mengorbankan urusan akhirat demi kepentingan sesaat!
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/21/l9bt-diapresiasi-di-mana-letak-jati-diri/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kehalalan Kecap dan Ikonik Kota
Oleh. Maman El Hakiem
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Jika berpelesiran ke sebuah kota, maka akan dijumpai beragam ciri atau ikon kota yang menarik untuk ditelusuri asal sejarah atau makna di balik simbol, baik berupa bangunan gedung, monumen, atau tugu.
Tidak terkecuali dengan Kabupaten Majalengka, sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang memiliki bangunan taman atau sekadar tugu di setiap pertigaan atau perempatan jalan kota. Semisal Tugu Dirgantara, berupa pesawat terbang di Bundaran Munjul yang menjadi simbol hadirnya Bandara Internasional Kertajati. Juga Tugu Mangga Gedong Gincu di Cigasong sebagai simbol yang menandai hasil kebun dan menjadi kebanggaan Majalengka.
Namun, yang luput dari perhatian publik adalah tugu berupa siluet dua botol yang berada di pertigaan Kelurahan Tonjong, yang menjadi simbol kecap khas Majalengka. Mungkin ada yang bertanya, mengapa tugu botol tersebut identik dengan produk kecap?
Jika ditelusuri sejarahnya, ternyata kecap merupakan industri rumah tangga yang masih bertahan puluhan tahun hingga sekarang. Dikutip dari berbagai sumber, si Hitam Manis yang terbuat dari kedelai hitam tersebut telah ada di Majalengka sejak tahun 1940 dengan merek Maja Menjangan dan tahun 1959 dengan merek Segi Tiga.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/17/kehalalan-kecap-dan-ikonik-kota/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed