
Sign up to save your podcasts
Or


Berperan dalam Dunia Literasi
Oleh. Dila Retta
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Mengutip dari laman Kominfo, melalui riset bertajuk “World’s Most Literate Nations Ranked” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.
Sebagai bagian dari penggiat literasi, hal seperti ini tentu menjadi keprihatinan tersendiri bagi kita. Meskipun pada kenyataannya, menumbuhkan minat baca tulis di kalangan masyarakat bukanlah perkara mudah.
Namun demikian, bukan berarti kita harus sembarangan dalam membuat tulisan, “Asal mereka mau baca, tulisan vulgar dan SARA pun tak masalah, yang penting kan jadi suka baca”. Justru hal seperti inilah yang akan menjadi masalah! Jika tulisan-tulisan seperti ini dibiarkan bertebaran dalam dunia literasi, akan menjadi seperti apa masyarakat kita nanti?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/19/berperan-dalam-dunia-literasi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Filipina, The Capital of Political Dynasty
Oleh. Tsuwaibah Al-Aslamiyah
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Filipina terjebak dalam cengkeraman dinasti politik. Masyarakat dibuat lupa akan keberingasan rezim Marcos Senior. Kini, sosok Marcos Junior tampil menebar pesonanya membius rakyat akan janji kesejahteraan dan kemajuan. Dinasti politik memang dijadikan strategi jitu oleh para elite politik untuk melanggengkan kekuasaannya melalui trah keturunannya. Wajar jika negeri ini dijuluki “The Capital of Political Dynasty.”
Dilansir dari Suara.com (8/5/2022) bahwa penghitungan suara sementara pemilu Filipina 2022 dimenangkan Marcos Jr. -putra sang diktator Ferdinand Marcos yang pernah mencengkeram negeri Lumbung Padi Asia ini selama 21 tahun- dan wakilnya Sara Duterte -putri sang penguasa petahana – melalui pemilu. Marcos Jr., mengantongi lebih dari dua pertiga suara mengalahkan saingan utamanya Leni Robredo. Dengan begitu dinasti Marcos dan Duterte berhasil mencapai pucuk kekuasaan Filipina.
Bagaimana sebenarnya awal perjalanan dinasti politik yang membelenggu Filipina? Dengan terpilihnya Marcos Jr., Cina ataukah AS yang akan diuntungkan? Lantas, sistem alternatif apakah yang menutup peluang terjadinya politik dinasti?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/15/filipina-the-capital-of-political-dynasty/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Him or Her?
Oleh. Irma Sari Rahayu
Voice over talent: Dewi Fitriana
NarasiPost.Com-Hai Guys, pernah enggak sih kalian mengalami dilema, harus mengambil salah satu dari dua pilihan sulit? Misalnya, diterima kuliah di dua perguruan tinggi favorit yang sangat kita idam-idamkan. Atau diterima kerja di dua perusahaan berbeda dengan salary dan reputasi perusahaan yang sama-sama bagus? Pasti bingung ya memilihnya. Tapi, pernah enggak kalian dihadapkan pada kondisi harus memilih di antara dua pilihan yang sama buruk? Memilih salah satu atau tidak memilih keduanya sama-sama berisiko?
Kondisi ini dialami oleh saudara muslim kita di Prancis. Saat pemilihan presiden lalu, rakyat Prancis memiliki dua kandidat calon presiden, yaitu Immanuel Macron sebagai incumbent dan Marine Le Pen sang pemimpin sayap kanan. Pilihan ini menjadi sulit bagi mereka karena keduanya sangat anti-Islam. Dalam kampanyenya, Le Pen dengan tegas melarang pemakaian hijab di lingkungan publik jika ia terpilih menjadi presiden, tapi mengizinkan simbol agama lain tetap eksis, seperti pemakaian topi Yahudi dan kippa. Tuh, enggak adil bangetkan?
Sedangkan Macron sendiri, setali tiga uang, a.k.a sami mawon alias sama saja. As we know, kebenciannya terhadap Islam masih ada rekam jejaknya. Masih ingat kan kasus Samuel Paty, seorang guru yang dibunuh gegara menunjukkan gambar Nabi Muhammad ke murid-muridnya, tapi dianggap sebagai pahlawan? Macron membela Paty karena perbuatannya dianggap sebagai kebebasan berpendapat dan berekspresi. Selama lima tahun berkuasa, ia juga telah membuat aturan dan undang-undang yang memaksakan nilai-nilai sekuler kepada muslim Prancis. Duh, nggak ada bagusnya juga, Guys.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/02/him-or-her/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Surga Jadi Kekuatan Kala Hati Resah
Oleh. Yulweri Vovi Safitria
Voice over talent: Anita Yulianti
NarasiPost.Com-Siapa sih yang enggak pernah resah, gundah gulana, sedih, dan kecewa hingga putus asa? Bahkan tak sedikit yang mengakhiri hidupnya karena tak kuasa menahan sesak di dada. Namun, tidak tahu solusinya harus bagaimana, entah kepada siapa harus berkeluh kesah. Ya, sedih adalah fitrah manusia. karena masalah keluarga, rumah tangga, lelah dalam dakwah, bahkan kecewa pada aturan negara yang tak pernah membuat hati bahagia, pahit tak berkesudahan.
Sebagai orang mukmin, haruslah percaya bahwa sedih adalah bagian dari ujian Allah subhanahu wa ta’ala untuk hamba-Nya, sebab, apa pun yang datang pada diri, adalah bagian dari takdir-Nya. Masalah yang datang, bukan berarti Allah tak sayang. Tapi Allah menginginkan ia menjadi insan yang lebih baik dan bertakwa. Dari Anas bin Malik r.a, Rasulullah bersabda:
“ Sesungguhnya pahala yang besar sebagai balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barang siapa yang rida, maka ia akan meraih rida Allah. Barang siapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031)
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/21/surga-jadi-kekuatan-kala-hati-resah/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Gencar Safari Politik Menjelang Pemilu 2024, Akankah Kaum Muslim Teperdaya (Lagi)?
Oleh. Dia Dwi Arista
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Pesta demokrasi akan segera datang. Meski masih ada jarak dua tahun, namun para politikus sudah gencar bersafari politik. Momen Idulfitri pun, menjadi momen tepat untuk safari keliling mencari kawan dan dukungan.
Sedangkan posisi kaum muslim sebagai penduduk terbesar di Indonesia, terus merasakan kecewa lantaran janji-janji yang tak dipenuhi hingga menjadi bualan basi. Kaum muslim didekati hanya dijadikan sebagai gudang suara. Namun setelah terpilih, kaum muslim menjadi penderita dengan banyak tuduhan fitnah dan perombakan ajaran agamanya. Lantas yang menjadi pertanyaan, akankah dalam pemilu kali ini kaum muslim masih teperdaya?
Safari Menjelang Pemilu
Jamak diketahui, jika menjelang pemilu, para politikus akan mencari dukungan dengan berbagai cara. Baik melakukan kunjungan, memberi bantuan, hingga metode merakyat yang pernah dicontohkan salah satu capres. Banyak cara yang digunakan untuk mencari simpati rakyat. Tergantung situasi dan kondisi.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/12/gencar-safari-politik-menjelang-pemilu-2024-akankah-kaum-muslim-teperdaya-lagi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kaum P3langi Unjuk Gigi, Negara Harus Tegas Berani!
Oleh. Reni Adelina
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Baru-baru ini sedang ramai menjadi perbincangan tentang salah satu konten artis sekaligus podcaster tanah air, Deddy Corbuzier (DC). Dalam kanal YouTube miliknya, ia mengundang pasangan g4y sebagai bintang tamu. Sontak, podcast miliknya mendapat kecaman dari warganet lantaran podcast-nya sama sekali tidak mengedukasi, melainkan justru terkesan mempromosikan kaum p3langi.
Mirisnya, hari ke hari kampanye kaum p3langi makin gencar. Ini terlihat tidak hanya di kanal YouTube milik DC, di beberapa media sosial pun, kaum p3langi bahkan berani buka-bukaan dan terus-terang mengenai orientasi seksual yang menyimpang ini. Bahkan ada yang berani sampai mengotak-atik dalil Al-Qur’an untuk mencari pembenaran atas perilakunya. Anehnya dalam sistem rusak kehidupan saat ini, kaum p3langi difasilitasi secara gencar. Contohnya, ada ajang kecantikan para waria hingga menjadi objek hiburan di televisi. Astaghfirullah, miris dan menyedihkan.
Unjuk Gigi dan Dapat Panggung!
Meski hanya jadi bintang tamu atau figuran, tetap saja arah pembicaraannya seputar kehidupan kaum p3langi, terutama pada ranah seks yang menyimpang. Fakta seperti ini tidak bisa dianggap remeh. Ini perilaku maksiat yang akan mendatangkan murka dari Sang Pencipta. Sungguh menjijikan bukan, ada manusia yang menyukai sesama jenis? Bayangkan, hewan saja yang derajatnya lebih rendah dari manusia mampu membedakan pasangannya. Hewan tidak suka kepada sesama jenis. Namun, sangat disayangkan jika ada manusia yang memilih pasangannya sesama jenis, sungguh derajatnya lebih rendah dari hewan. Naudzubillah min dzalik.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/15/kaum-p3langi-unjuk-gigi-negara-harus-tegas-berani/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Menyoal Migrasi Televisi
Oleh. Afiyah Rasyad
voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Kita jadi bisa pacaran dan ciuman, karena siapa?
Parodi paduan suara anak SD berjudul “TV, Jasamu Tiada …” sungguh menggambarkan sebuah fakta yang terpampang nyata efek dari televisi. TV analog yang kini akan dimigrasi sudah membubuhkan jejak pengaruh negatif bagi benak generasi. Berbagai tayangan di kotak magis disuguhkan, termasuk konten bernuansa makisat, semisal gosip, pornografi dan pornoaksi, humor yang mengandung bully, dan lain-lain. Hal itu tentu memberikan animo negatif bagi penontonnya.
Migrasi ke TV Digital
Tak dimungkiri, TV menjadi salah satu hiburan terkeren bagi masyarakat di seluruh pelosok negeri sebagai pengganti layar tancap. Banyak rakyat terkesima dan menjadikan tayangan-tayangan televisi sebagai tontonan dan tuntunan hidup. Mirisnya, berbagai tayangan tak layak lolos sensor dan ikut mencengkeram pemikiran kaum muslim. Penampakan kekerasan, anak durhaka, bullying, dan sederet keburukan mewarnai tayangan TV di tanah air.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/15/menyoal-migrasi-televisi/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Kesempurnaan Din Islam
Oleh. Mariyah Zawawi
Voice over talent: Giriyani SS
NarasiPost.Com-Manusia adalah makhluk paling sempurna. Kesempurnaan itu bukan dari fisiknya saja. Namun, karena akal yang dianugerahkan Allah Swt. kepadanya, yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya.
Meski demikian, manusia tetaplah makhluk. Ia lemah dan terbatas. Ia tidak mampu mengetahui hakikat sesuatu, bahkan hakikat dirinya sendiri. Karena itu, ia tidak benar-benar memahami mana yang baik dan buruk baginya.
Untuk itulah, Allah Swt. mengutus seorang rasul sebagai pembawa petunjuk bagi umat manusia. Dengan petunjuk ini, manusia akan menemukan jalan yang benar dalam menjalani kehidupan. Maka, kebahagiaan yang hakiki pun akan mereka dapatkan.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/25/kesempurnaan-din-islam/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Covid-19 Belum Usai, Hepatitis Akut Mengintai
Oleh. Tsuwaibah Al-Aslamiyah
Voice over talent: Dewi Nasjag
NarasiPost.Com-Belum pulih bumi pertiwi ini dari guncangan pandemi Covid-19, muncul lagi penyakit lain yang mengintai. Hepatitis akut menjadi jalan atas terenggutnya beberapa nyawa dalam kurun waktu singkat. Digadang-gadang penyakit ini akan menjadi pandemi selanjutnya, mengingat kemunculannya serentak di berbagai negara.
Dilansir dari Katadata.co.id. (6/5) belum lama ini muncul acute Hepatitis of unknown aetiology (kasus Hepatitis akut misterius). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 10 kasus muncul pertama kali di Inggris pada 5 April 2022. Tak berselang lama, 228 kasus serupa merambah hingga 20 negara, termasuk Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan ada 4 pasien anak tewas dengan dugaan Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya.
Bagaimana kita mengenali penyakit baru ini? Akankah berakselerasi menjadi pandemi selanjutnya? Lantas upaya apa yang harus dideraskan untuk mencegah penyebarannya?
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/12/covid-19-belum-usai-hepatitis-akut-mengintai/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Habis Islam Nusantara Terbitlah Islam Merah Putih
Oleh. Fitria Zakiyatul Fauziyah CH
Voice over talent: Maya Rohmah
NarasiPost.Com-Beberapa pekan terakhir, umat Islam di Indonesia kembali dihadapkan dengan pernyataan Islam Merah Putih yang dicetuskan oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani. Direktur Eksekutif Jaringan Moderasi Beragama Indonesia Islah Bahrawi menyampaikan bahwa gagasan Islam Merah Putih merupakan penangkal hadirnya politik identitas.
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa konsep Islam Merah Putih menghadirkan keseimbangan antara nasionalisme dan agama, sehingga ruang atau celah bagi siapa saja yang memakai politik identitas atas nama agama menjadi tertutup. Menurutnya, hal ini tidak perlu diperdebatkan seolah menjadi aliran baru dalam Islam seperti sebelumnya orang mempermasalahkan Islam Nusantara (Bekaci.suara.com, 28/04/2022).
Adanya pernyataan Puan Maharani terkait Islam Merah Putih adalah pikiran keliru dan tidak relevan. Sebab, bagi seorang muslim, nasionalisme adalah pemahaman yang bertentangan dengan Islam. Memisahkan antara agama dengan kehidupan menampakkan cara pandang sekuler. Merah putih ya merah putih, Islam ya Islam satu tidak terbagi-bagi. Cara pandang Puan bukan intelek tetapi ngawur dan menyesatkan. Bahayanya masyarakat akan mundur kembali pada dikotomi sebagaimana di awal perdebatan ideologi negara antara golongan kebangsaan (merah) dan kelompok Islam (putih).
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/14/habis-islam-nusantara-terbitlah-islam-merah-putih/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost
From the publisher's feed