Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Hati-Hati Menjaga Hati

    Hati-Hati Menjaga Hati

    Oleh. Aya Ummu Najwa

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Hati manusia itu cepat kotor. Dan ketika hati telah kotor, maka semua cahaya kebaikan akan menjadi mati dan suram. Seorang hamba harus sering-sering membersihkan hati. Karena hati yang legam dan penuh kotoran adalah hati yang tidak akan mendapat rida dari Allah. Memang benar, sebagai seorang yang beriman kita wajib senantiasa memperbaiki kualitas ibadah kita. Namun, yang tidak kalah penting adalah memperbaiki kualitas hati kita, sebagaimana yang diinginkan dan diridai Allah.

    Ibnu Al-Jauzi pernah menjumpai seorang yang selalu terdepan dalam ibadah, tapi ketika diuji oleh Allah berupa wafatnya putra yang sangat dicintainya, maka dia menggugat Allah dan berteriak, “Mengapa Engkau tidak pernah mengabulkan doaku, padahal aku selalu terdepan di saf salat.” Ini menandakan bahwa orang yang secara lahir saleh belum tentu saleh hatinya. Dan kesalehan hati lebih utama dari kesalehan lahir.

    Membersihkan hati tentu berbeda dengan cara membersihkan benda lain. Ada banyak cara yang dilakukan manusia untuk memperbaiki hati. Sebagai contoh, ada yang datang ke padepokan dengan tujuan membersihkan hatinya, namun akhirnya malah terjerumus kepada zina dan perbuatan maksiat. Ada yang berendam di air dingin, tapi akhirnya malah kerasukan jin. Hal ini terjadi karena cara yang digunakan tidak sesuai dengan syariat, akhirnya bukan ketenangan hati dan keridaan Allah yang didapat, tapi malah pintu keburukan dan kemaksiatan yang terbuka untuknya. Naudzubillah.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/09/hati-hati-menjaga-hati/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Ayah Terbaik

    Ayah Terbaik

    Oleh. Deena Noor

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Mimi Muthmainnah

    NarasiPost.Com-Di saat kamu sedang bahagia, kemudian teringat seseorang. Itu tandanya kamu mencintai orang tersebut. Namun, bila kamu sedang sedih dan mengingat seseorang, maka berarti orang tersebut mencintai kamu.

    Aku tercenung membaca tulisan itu. Entah siapa yang menulisnya. Aku menemukannya di beranda medsos. Tak ada nama penulisnya. Salah satu teman membagikannya dari teman yang lain.

    Meski kebenaran makna tulisan tersebut sangat mungkin untuk diragukan, namun tak urung membuatku berpikir. Tiba-tiba saja, kesedihan menyapa hati. Ada nelangsa yang menyelinap di sukma. Kilasan momen kehidupan terputar kembali dalam memoriku. Kuingat-ingat saat kesedihan dan kebahagiaan yang datang silih berganti dalam hidup. Orang-orang yang hadir dalam perjalanan hidupku dan siapa saja yang paling melekat di ingatan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/08/ayah-terbaik/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Jika “Haram Mendirikan Negara seperti Nabi”, Lantas yang Halal Apa?

    Jika “Haram Mendirikan Negara seperti Nabi”, Lantas yang Halal Apa?

    Oleh. Yuliyati Sambas

    (Pegiat Literasi Komunitas Penulis Bela Islam AMK)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Untuk ke sekian kalinya Menkopolhukam, Mahfud MD, menyatakan sesuatu yang membuat publik resah. Katanya, umat haram sekaligus mustahil mendirikan negara seperti Nabi. Hal itu ia ungkapkan dalam kesempatan ceramah tarawih di masjid UGM pada 3 April 2022. (cnnindonesia, 4/4/2022)

    Ungkapan dari salah satu pejabat pemerintah ini menimbulkan keresahan di kalangan umat Islam. Satu di antara tokoh umat yang bersuara atas pernyataan tersebut adalah Imam Besar Masjid New York, Muhammad Syamsi Ali. Ia bercuit dalam Twitter pribadinya bahwa perkataan Mahfud MD itu termasuk blunder dalam berkomunikasi yang tidak tuntas. Bahkan terkategori menentang pada Nabi (suara.com, 6/4/2022)

    Offside Pemikiran

    Jika ditelisik track record ungkapan dan pandangan-pandangannya, yang bersangkutan bukan sekali ini saja menyatakan hal serupa. Perkara ini bahkan tergolong offside pemikiran Islam.

    Beberapa hal yang butuh untuk dikritisi di antaranya:

    Pertama, ketika dikatakan bahwa saat ini adalah haram bahkan bisa terkategori murtad bagi umat yang ingin mendirikan negara seperti Nabi. Alasannya karena tiga pilar pemerintahannya dikerjakan oleh Nabi sekaligus, yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Ungkapan selanjutnya bahwa kini Nabi telah tiada, masa kenabian pun sudah terhenti sepeninggal Beliau saw., maka itu artinya sistem pemerintahannya pun mustahil dapat dijalankan oleh umatnya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/26/jika-haram-mendirikan-negara-seperti-nabi-lantas-yang-halal-apa/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Gara-Gara Jemuran Tetangga

    Gara-Gara Jemuran Tetangga

    Oleh. Deena Noor

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Kisah ini terjadi sekitar 7 tahun yang lalu saat aku masih menjadi kontraktor di Malang. Ya, kontraktor rumah, alias pengontrak atau penyewa rumah orang lain. Hehe…

    Saat itu, aku baru pulang dari rumah seorang teman yang tak jauh dari tempatku. Awan kelabu yang sedari pagi menggelayuti langit mulai menitikkan airnya. Aku segera bergegas.

    Sampai di depan pagar, kulihat ada beberapa helai baju di tempat jemuran. Pasti punya Bu Sri, tetangga sebelah rumahku. Sedetik kemudian, gerimis tiba-tiba menderas. Setengah berlari, aku menuruni tangga masuk ke halaman rumah. Posisi rumahku memang lebih rendah daripada jalanan di gang sehingga bila keluar masuk halaman harus melewati tangga yang lumayan tinggi.

    Bruaaakkk… “Astagfirullah… aduuuhh!” Aku jatuh tersungkur dan menimpa pot di sebelah tangga yang kuturuni tadi. Kakiku terasa nyeri sekali. Sepertinya terkilir. Kucoba berdiri tapi gagal karena terlalu sakit.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/27/gara-gara-jemuran-tetangga/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Dengarkanlah Nasihat Kakak

    Dengarkanlah Nasihat Kakak

    Oleh. Deena Noor

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-“I have crush on you!”

    Tak kuduga kalimat itu singgah di WA-ku. Jantungku langsung berpacu. Ada rasa aneh yang menyeruak tanpa kutahu. Hatiku seperti dipenuhi bunga-bunga yang membuatku melambung ke langit biru. Bayangan dirinya hadir tanpa permisi hingga membuatku tersenyum malu-malu. Eh, hus.. hus! Pergi kamu!

    Astagfirullah! Berhentilah membayangkannya, apalagi merindukannya! Dia bukan siapa-siapa. Dia hanya seorang teman yang sedang terpapar cinta. Itu urusannya. Itu masalahnya. Hai, hati jangan ikut meleyot, ya! Segeralah menjauh dan pasang barikade yang lebih kuat agar panah asmaranya tak mampu menembus. Ini demi keselamatan bersama.

    Bukan salahmu bila dia suka. Dia sudah tahu bahwa kau tak mau pacaran. Jilbab dan tingkah lakumu juga sudah jelas menunjukkan di mana posisimu berada. Bila dia nekat menyatakan perasaannya padamu, maka dia sendiri yang mencari masalah. Kau tak perlu menanggapinya. Katakan dengan tegas agar dia tak terus merajut harapan cinta yang sia-sia adanya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/14/dengarkanlah-nasihat-kakak/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Bojonegoro, Kota Jati yang Kaya Minyak

    Bojonegoro, Kota Jati yang Kaya Minyak

    Oleh. Mariyah Zawawi

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Bojonegoro bukanlah tempat kelahiran saya. Namun, takdir telah membawa saya menjadi salah satu warganya. Meski bukan tempat kelahiran, ia telah menjadi kampung halaman kedua bagi saya.

    Bojonegoro Selayang Pandang

    Luas Kabupaten Bojonegoro mencapai 2.307,06 km². Wilayahnya berbatasan dengan beberapa kabupaten. Di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Blora, sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Tuban, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Lamongan, dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk, Madiun, serta Ngawi. Pada tahun 2022 ini, populasinya mencapai 1.343.895 jiwa.

    Sebagian besar wilayah selatan dan barat laut Bojonegoro merupakan pegunungan kapur. Pegunungan ini merupakan rangkaian dari Pegunungan Kendeng yang membentang dari Kabupaten Semarang Timur di Jawa Tengah hingga Kabupaten Mojokerto di Jawa Timur. Sedangkan bagian barat laut merupakan rangkaian dari Pegunungan Kapur Utara yang membujur dari Kabupaten Pati di Jawa Tengah hingga Kabupaten Lamongan di Jawa Timur.

    Deretan pegunungan kapur ini mengingatkan kita pada firman-Nya dalam Al-Qur’an surah Faathir [35] ayat 27, “Tidakkah engkau lihat bahwa Allah menurunkan hujan dari langit, maka Kami keluarkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.”


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/11/bojonegoro-kota-jati-yang-kaya-minyak/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    14 min
  • Siasat Busuk Demokrasi, Suara Umat Muslim Dibajak untuk Meraih Kekuasaan?

    Siasat Busuk Demokrasi, Suara Umat Muslim Dibajak untuk Meraih Kekuasaan?

    Oleh. drh. Lailatus Sa’diyah

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Anita Yulianti

    NarasiPost.Com-Masih lekat dalam ingatan, bagaimana perhelatan pemilu tahun 2019 seakan-akan menjadi kemenangan bagi umat muslim. Berbondong-bondong umat muslim menjadi tim pemenangan salah satu calon. Berbagai macam dukungan dikerahkan tanpa tapi. Namun sayang apa dikata, harapan tak sesuai realitas. Kubu sebelah yang melenggang sebagai adikuasa. Nahasnya, luka hati bertambah perih ditabur garam, pasangan calon yang dielu-elukan justru merapat memangku jabatan.

    Tipu Daya Demokrasi

    Dua tahun menjelang perhelatan pesta demokrasi, safari politik mulai digencarkan. Sebagaimana yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan menemui sejumlah tokoh politik pada momen Idulfitri 1443 Hijriah/Lebaran 2022. Ini merupakan langkah yang menunjukkan hasrat Gerindra untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan (PDIP) pada Pemilu 2024 (cnnindonesia.com, 08/05/2022).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/15/siasat-busuk-demokrasi-suara-umat-muslim-dibajak-untuk-meraih-kekuasaan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Lebaran: Waktunya Ketupat dan Opor Ayam

    Lebaran: Waktunya Ketupat dan Opor Ayam

    Oleh. Dia Dwi Arista

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS 

    NarasiPost.Com-Lebaran 1443 Hijriah telah berlalu. Rakyat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, memiliki makanan khas tersendiri dalam menyambut Idulfitri. Sebagaimana Ramadan dengan kurmanya, Lebaran tak lengkap tanpa ketupat dan opor ayamnya.

    Namun, bagaimana ketupat dan opor ayam menjadi makanan khas saat Lebaran? Yuk intip sejarah dan filosofinya!

    Asal Menjadi Makanan Khas Lebaran

    Dilansir dari cnnindonesia.com, 13/5/2021, opor dan ketupat adalah sajian rakyat bagi para raja. Yang artinya, makanan ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Namun sungguh beruntung, sajian kelas atas ini ternyata sudah bisa dinikmati oleh seluruh rakyat. Benar kagak?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/07/lebaran-waktunya-ketupat-dan-opor-ayam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Penyerangan Berulang oleh Israel di Bulan Ramadan, Dibiarkan atau Dihentikan?

    Penyerangan Berulang oleh Israel di Bulan Ramadan, Dibiarkan atau Dihentikan?

    Oleh. Deena Noor

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Kesucian Ramadan kembali ternoda oleh serangan pasukan Israel. Seolah menjadi ritual Israel dalam beberapa tahun belakangan ini, yakni selalu mengusik kekhusyukan umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa. Dan dunia, seperti biasa hanya melontarkan kecaman kosong tak bertaji.

    Jumat (15/4/2022) lalu, Israel menyerang warga Palestina yang tengah menunaikan salat subuh di masjid Al-Aqsa. Sebanyak 230 orang terluka akibat terkena peluru baja berlapis karet, gas air mata, dan granat kejut yang ditembakkan oleh pasukan Israel di dalam masjid suci tersebut. (republika.co.id, 17/4/2022)

    Serangan Israel yang terjadi di bulan Ramadan bukan hanya sekali ini. Setidaknya sejak tahun 2017 Israel telah melakukan penyerangan di saat kaum muslimin tengah berpuasa. Israel memang sama sekali tak menghormati umat Islam. Bahkan menjelang hari raya Idulfitri, Israel tetap melakukan serangan pada rakyat Palestina.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/24/penyerangan-berulang-oleh-israel-di-bulan-ramadan-dibiarkan-atau-dihentikan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Tarik Ulur Membersamai Anak dalam Berproses

    Tarik Ulur Membersamai Anak dalam Berproses

    Oleh. Sherly Agustina, M.Ag

    (Penulis)

    Voice over talent: Ayin 

    NarasiPost.Com-Dari Ma’baddari Al-Hasan Al-Bashri, dia berkata: “(Menuntut) ilmu di waktu kecil seperti memahat di batu”. Ada yang pernah dengar ungkapan ini? Maksud dari pepatah ini yaitu, bahwa masa kecil itu adalah masa di mana informasi akan direkam ke dalam otak dengan sangat mendalam, seolah-olah kita mengukirnya di atas batu (www.rumahfaqih.com).

    Pernah mendengar ungkapan di atas dari salah satu ulama, hingga dinyanyikan. Ternyata ungkapan itu memiliki makna yang mendalam. Bagi para ayah bunda, tentu penting mendidik dan mempersiapkan anak sejak dini mengenal dan menimba ilmu. Ya, dunia belajar dan ilmu harus dikenalkan sejak dini karena anak lahir ke dunia ibarat kertas putih. Para ayah dan bundanya yang memiliki tanggung jawab mengisi kertas putih itu dengan apa. Sebagai muslim, tentu mengisinya dengan yang baik dan positif sesuai syariat.

    Anak Amanah, Didik dengan Positive Habit

    Memiliki anak, amanah yang luar biasa berat. Karena tanggung jawabnya bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat. Di dunia, bagaimana mempersiapkan anak agar ‘kuat’ menghadapi kehidupan yang saat ini begitu ‘keras’ dan banyak fitnah. Di akhirat, berharap anak menjadi investasi akhirat ayah bunda.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/15/tarik-ulur-membersamai-anak-dalam-berproses/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com