Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Memaknai Keberkahan Hakiki

    Memaknai Keberkahan Hakiki

    Oleh. Maman El Hakiem

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-Ada hal yang selalu berulang seusai menjalani ibadah selama bulan suci Ramadan. Kebiasaan buruk yang tidak pernah berubah dari sebelumnya. Tentu hal ini sangat menyedihkan. Sebagai indikasi selama sebulan latihan ibadah, tidaklah cukup untuk mengubah kebiasaan menjadi baik. Memang, manusia tidak bisa berubah secara instan, harus mengalami metamorfosis dengan penempaan diri secara intens. Ramadan harusnya bukan sekadar preparing sebelum uji tanding, melainkan bagian dari proses perubahan itu sendiri. Ada tantangan yang lebih berat dari sekadar menahan rasa lapar dan haus saat berpuasa. Itulah takwa yang menjadi tujuan ibadah puasa Ramadan, guna menjadikan orang beriman naik derajatnya menjadi mutakin. Salah satu wujud ketakwaan adalah keistikamahan menjalani ketaatan pada syariat-Nya.

    Sebulan bukanlah waktu yang sebentar bagi mereka yang tak terbiasa dengan amaliah ibadah. Bahkan mungkin terasa berat dan tersiksa, sehingga mengabaikan kesempatan emas yang diberikan Allah Swt. tersebut. Namun, tidak berlaku bagi mereka yang beriman dan menikmati kehadiran bulan suci sebagai reward untuk menjaga keistikamahan. Bonus besar bagi mereka yang serius menjalani latihan berupa keutamaan Lailatulqadar yang pahalanya lebih baik dari seribu bulan.

    Hakikat lebih baik dari seribu bulan adalah motivasi untuk menjaga keistikamahan diri selepas Ramadan. Istikamah berasal dari kata istaqoma-yastaqimu-istiqomata, artinya konsisten atau melanggengkan nilai-nilai kebaikan sehingga menjadi karakter atau kebiasaan. Ketakwaan adalah karakter atau kebiasaan, bukan sekadar kebaikan yang sifatnya temporal, apalagi dilakukan hanya sekali lalu ia anggap sebagai “keajaiban” baginya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/05/memaknai-keberkahan-hakiki/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Titik Nol

    Titik Nol

    Oleh. Choirin Fitri

    Voice over talent: Anita Yulianti

    NarasiPost.Com-Gema takbir berkumandang

    Hancurkan segala ego meradang
    Kesombongan manusia layak ditendang
    Agar kelak Allah sudi memandang

    Ramadan telah berlalu pergi

    Tinggalkan diri dengan gemeretak gigi
    Entah tahun depan bisa jumpa lagi
    Atau diri ini kan berkalang mati merugi

    Allahu Rabbi, adakah cinta untuk kami?

    Ketika kesalahan tertumpuk bagai jerami
    Segala ampunanmu ingin diselami
    Meski tertatih, terjatuh, terbangun, terus bersemi

    Titik nol ada di bulan Syawal yang indah

    Saat nista dosa dijadikan titik terendah
    Allah-lah pencipta segala faedah
    Gapai selalu rida-Nya, tak cukup tengadah


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/09/titik-nol/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    4 min
  • Pemikiran Politik Islam

    Pemikiran Politik Islam

    Penulis: Abdul Qadim Zallum

    Penerbit: Penerbit Quwwah
    Tahun: 2017
    Halaman: xii + 260
    Genre: Pemikiran Islam
    Peresensi: Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si
    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Dunia Islam mengenal banyak sekali harakah atau pergerakan, yang semuanya dapat dikatakan memiliki tujuan untuk membawa kebangkitan kepada Islam dan kaum muslimin, dengan berbagai cara dan fokus gerakan masing-masing. Kondisi ini tentu memunculkan nilai positif dan negatif. Positif karena banyaknya harakah tersebut menandai geliat kebangkitan itu nyata adanya. Negatif karena jika banyaknya harakah yang ada, namun tidak dibarengi dengan landasan serta metode yang sahih, maka tentu bisa menjadi blunder terhadap kebangkitan itu sendiri. Buku yang judul aslinya adalah Afkar Siyasiyyah ini ditulis oleh seorang ulama politisi yang memiliki harapan melalui buku ini, visi politik dapat menjadi mainstream atau arus utama dalam berbagai gerakan yang dijalankan oleh umat Islam.

    Banyaknya gerakan Islam yang ada sebetulnya tak jadi masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika gerakan-gerakan yang ada tidak bervisikan politik sesuai dengan yang digariskan Islam. Masalah lainnya adalah kaburnya tujuan yang ditetapkan oleh banyak gerakan tersebut, yang menyebabkan jalan untuk menuju tujuan pun menjadi tidak jelas dan mudah disetir dengan kepentingan-kepentingan lain yang tidak islami.

    Pernyataan Imam Malik yang dikutip dalam buku ini, yakni “Lan yashluha akhiru hadzihil ummah illa bima shaluha bihi awwaluha” yang kurang lebih berarti “tidak akan baik generasi penerus umat kecuali dengan sesuatu yang menjadikan generasi pertamanya baik” juga memberikan gambaran kepada pembaca tentang isi buku ini, bahwa kecemerlangan yang dimiliki oleh generasi awal kaum muslimin pasti memiliki sebab, dan sebab itulah yang seharusnya kita usahakan di akhir zaman. Sebab itu tidak lain dan tidak bukan adalah Islam yang mewujud dalam setiap sendi kehidupan, dan penerapannya diupayakan dengan penuh keseriusan serta bimbingan politis langsung dari Baginda Rasulullah saw.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/27/pemikiran-politik-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Kedaulatan di Tangan Syarak

    Kedaulatan di Tangan Syarak

    Oleh: Fitria Zakiyatul Fauziyah CH

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Mimi Muthmainnah

    NarasiPost.Com-Di atas kertas, umat Islam adalah umat terbesar di dunia, dengan total 1,7 miliar pemeluknya. Namun, dalam konstelasi internasional, umat Islam dan negeri-negeri kaum muslim tidak berpengaruh dan berdaya.

    Dalam pemerintahan yang menganut sistem demokrasi, rakyat adalah pemegang kedaulatan. Kedaulatan rakyat berarti kehendak berada di tangan rakyat. Aktualisasi dari kebebasan berkehendak adalah kebijakan untuk membuat hukum dengan orientasi merealisasikan kehendaknya.

    Oleh karena itu, dengan adanya kedaulatan di tangan rakyat, maka segala perkara akan diserahkan kepadanya, baik penentuan halal dan haram, serta aturan yang hendak ditetapkan dalam pembuatan undang-undang dasar dan undang-undang, semuanya berdasarkan kehendak rakyat. Rakyat pula yang dapat mengubah aspek-aspek di dalamnya, seperti ekonomi, politik, budaya, sosial, dan lain-lain.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/25/kedaulatan-di-tangan-syarak/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Alarm Diskriminasi di Hari yang Fitri

    Alarm Diskriminasi di Hari yang Fitri

    Oleh. Wening Cahyani

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Berakhir bulan Ramadan

    Hari yang fitri telah dinantikan
    Saat umat Islam raih kemenangan
    Menjadi pribadi penuh ketakwaan

    Namun bahagia terhalang

    Ketika makan-makan dilarang
    Membatasi tamu yang diundang
    Suasana riang kini menghilang

    Ramadan sebentar lagi berlalu. Umat Islam pun akan menyambut hadirnya Hari Raya Idulfitri. Hari kemenangan umat Islam nan beriman akan tiba setelah sebulan berpuasa. Hari saat berkumpul sanak saudara.

    Tapi, semua itu akanlah sirna tatkala pemerintah mengeluarkan surat edaran kegiatan halal bihalal. Dalam surat edaran tersebut ada pembatasan jumlah tamu dan melarang acara makan-makan serta menganjurkan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/01/alarm-diskriminasi-di-hari-yang-fitri/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Jejak Penakluk Aksara Mengguncang Nusantara

    Jejak Penakluk Aksara Mengguncang Nusantara

    Judul Buku: Jejak Penakluk Aksara Mengguncang Nusantara

    Penulis: NarasiPost Media
    Penerbit: NarasiPost Media Publisher
    Tahun Terbit: Cetakan I, Februari 2022
    ISBN: 978-623-446-097-1
    Tebal: 346 Halaman
    Dimensi: 14,8 x 21 cm
    Peresensi: Dian Afianti Ilyas
    (Tim Redaksi NarasiPost.Com )

    Voice over talent: Maya Rohma

    NarasiPost.Com-Di tengah gempuran berbagai warna pemikiran seperti sekarang ini, sering kali umat muslim terombang-ambing untuk membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Hal ini tak lepas dari peran media mainstream yang menjadi wadah dalam mengarusderaskan pemikiran-pemikiran batil. Ide-ide sesat nan berbahaya bagi akidah seorang muslim acapkali dikemas menarik, seolah-olah hal tersebut adalah pemikiran yang islami.

    Www.NarasiPost.Com hadir menjadi ruang bagi para penulis ideologis dalam menebarkan gagasan-gagasan yang ia ramu. Dengan rutin, berbagai challenges diselenggarakan oleh media dakwah ini, yang tak lain bertujuan untuk melecut semangat para penulis dalam merangkai aksara, serta ikhtiar dalam menjaring naskah-naskah terbaik.

    Melalui buku Jejak Penakluk Aksara Mengguncang Nusantara (JPAMN) ini, karya terbaik pemenang challenges berbagai rubrik NarasiPost.Com tahun 2020-2021 disatukan dan dicetak sebagai bentuk penghargaan kepada para pemenang. Buku dengan sampul yang menampilkan gambar tangan yang sedang menggenggam pena seolah menyiratkan makna yang mendalam, bahwa tradisi tulis-menulis harus senantiasa dipegang teguh oleh para penakluk aksara. Dengan kata lain, buku ini memberikan pesan agar para penulis untuk istikamah dalam menapaki dakwah bil qolam. Perpaduan warna hitam dan kuning keemasan membuat buku ini terlihat eye catching dan elegan.

    Buku antologi ini terbagi menjadi dua belas bagian, yang terdiri dari beragam rubrik, yakni rubrik opini, world news, motivasi, family, story, traveling, sastra, dan medical. Pada bagian pertama, pembaca akan disajikan naskah para pemenang challenge ke-1 yang mengangkat tema Refleksi 2020 dan Persepsi 2021. Tema ini bermanfaat bagi pembaca untuk mendapatkan insight dalam mengokohkan kembali arah perjuangan umat. Sebab, melihat realitas yang ada, tahun silih berganti namun tak membawa perubahan yang berarti. Maka, hal ini patut menjadi momentum muhasabah bagi seluruh kaum muslim atas krisis multidimensi yang menimpa negeri.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/12/jejak-penakluk-aksara-mengguncang-nusantara/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Khilafah Datang, Israel Hengkang

    Khilafah Datang, Israel Hengkang

    Oleh. Yuliyati Sambas

    (Pegiat Literasi Komunitas Penulis Bela Islam AMK)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Akankah konflik Palestina-Israel berakhir? Pertanyaan ini tampaknya senantiasa berputar-putar dalam benak banyak pihak di dunia. Betapa tidak, konflik tak sebanding antara negeri muslim Palestina yang terus diserang dan dijahati oleh agresor Israel yang mendapat dukungan penuh dari adidaya dunia. Lebih dari tujuh dasawarsa penjajahan tersebut berlangsung. Hingga kini tak juga terdengar kata usai. Beragam kemalangan didapat warga Palestina, mulai dari pengusiran, perampasan hak, hingga penganiayaan.

    Kejahatan Israel

    Sebagaimana diberitakan laman cnbcindonesia.com (16/4/2022) bahwa telah terjadi bentrokan pada 15 April 2022 antara pasukan Israel yang menembaki menggunakan peluru karet dan granat dan warga Palestina yang hanya bersenjatakan batu-batu di tangan. Bentrok dipicu oleh arogansi tentara Israel yang menyerbu dan melakukan penyerangan secara tiba-tiba pada seribuan jemaah salat Subuh di kompleks Masjid Al-Alqsa, Yerussalem. Tak kurang dari 158 muslim Palestina terluka dan 400 orang lainnya ditahan. Sementara dari pasukan Israel disebut 3 orang mengalami luka akibat terkena lemparan batu dari warga Palestina yang secara naluriah mempertahankan diri ketika diserang.

    Bermunculanlah ungkapan-ungkapan geram dan kutukan warganet pada aksi penyerangan terbrutal yang dilakukan di tempat suci selama setahun terakhir tersebut. Tagar #palestinaunderattack pun bertengger di jagat Twitter.

    Sepekan sesudahnya, bentrok-bentrok antara kepolisian Israel dengan warga Palestina di situs suci Al-Aqsa masih terus berlanjut. Bahkan sepekan kemudian, Jumat, 22 April 2022 pun bentrok memanas kembali.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/02/khilafah-datang-israel-hengkang/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Pesona Al-Reem Island

    Pesona Al-Reem Island

    Oleh. Andrea Ausie

    ( Pemred NarasiPost.Com )

    Voice over talent: Yeni M

    NarasiPost.Com-Wuih, sudah lama aku tidak pernah menulis lagi traveling. Naskah traveling terakhirku adalah Vaucluse is My Home. Kali ini aku ingin mengajak jalan-jalan ke sebuah tempat yang pernah aku tempati lebih dari 2 tahun.

    Tahu nggak, salah satu impianku saat remaja adalah ingin memiliki tempat tinggal di sebuah pulau dengan fasilitas yang lengkap. Dan impianku terkabulkan saat pulang dari Finlandia, aku mendapat tawaran kerja dari orang Prancis. Sebenarnya pada saat itu aku mendapat tiga tawaran pekerjaan, dari orang Prancis, Scotlandia, dan British. Aku lebih memilih pekerjaan dari orang Prancis dengan berbagai pertimbangan, salah satunya tempat tinggal yang ditawarkan untukku.

    Reem Island.. Itulah tempat yang kukunjungi beberapa tahun yang lalu. Sebuah pulau yang terletak di lepas timur Pulau Abu Dhabi dan terhubung ke Kota Abu Dhabi melalui jembatan. Sebuah tempat yang memberikan kenyamanan dan sarana kelas dunia. Reem Island bisa ditempuh 30 hingga 45 menit dari Bandara Internasional Abu Dhabi. Reem Island juga dekat dengan Pulau Saadiyat dan Pulau Al Maryah. Saat ini, Reem Island memiliki populasi 20.000 penduduk dan akan terus bertambah seiring lajunya pembangunan yang sedang berjalan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/05/pesona-al-reem-island/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Fantastisnya Anggaran Pemilu Membuat Hati Rakyat Kian Pilu

    Fantastisnya Anggaran Pemilu Membuat Hati Rakyat Kian Pilu

    Oleh. Rufaida Aslamiy

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Anggaran biaya penyelenggaraan pemilu 2024 diperkirakan Rp110,4 triliun, masing-masing dialokasikan untuk Bawaslu senilai Rp33,8 triliun dan KPU senilai Rp76,6 triliun (cnbcindonesia.com, 10/04/2022). Kenaikan anggaran dana pemilu 2024 disinyalir menjadi nilai yang paling tinggi jika dibanding tiga pemilu sebelumnya. Kenaikannya mencapai 309 persen (Tempo.co.id, 12 april 2022). Sangat fantastis bukan?

    Miris rasanya jika kondisi rakyat yang saat ini masih dirundung banyak kesulitan terutama masalah ekonomi akibat pandemi, sementara pemerintah jor-joran mengeluarkan dana untuk pemilu begitu fantastisnya. Harga-harga sejumlah barang masih terus merangkak naik sejak awal tahun, ditambah regulasi aturan yang justru banyak merugikan masyarakat. Apakah fantastisnya anggaran pemilu ini sesuatu yang bijak?

    Sejumlah kalangan pun mengungkap pro kontranya besaran anggaran pemilu ini. Walaupun KPU mengusulkan untuk pemangkasan dari aspek infrastuktur dan APD, tapi ujung-ujungnya disarankan dialihkan ke Kementerian dan lembaga lainnya ataupun bisa dari pemerintah daerah masing-masing. Bukankah ini sama saja, karena hakikatnya tetap memakai dana dari rakyat. Padahal, kalaulah semua sepakat bisa saja upaya pemangkasan anggaran pemilu ini diberlakukan, apalagi dalam era digital seperti sekarang.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/26/fantastisnya-anggaran-pemilu-membuat-hati-rakyat-kian-pilu/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Fenomena Urbanisasi, Masalah Klasik Minim Solusi

    Fenomena Urbanisasi, Masalah Klasik Minim Solusi

    Oleh. Diyani Aqorib

    (Pegiat Literasi)

    Voice over talent: Maya R

    NarasiPost.Com-Liburan telah usai. Kini masyarakat harus kembali menjalani rutinitas sehari-hari. Wilayah ibu kota dan sekitarnya pun menjadi ramai kembali. Seolah bernapas lagi setelah hampir dua minggu sepi.

    Namun, ada satu fenomena yang selalu mengikuti pasca libur lebaran, yaitu urbanisasi. Memang, urbanisasi dapat terjadi kapan saja. Namun, tidak dimungkiri fenomena urbanisasi ini sering terjadi setelah libur panjang Idulfitri.

    Menurut Sosiolog Universitas Indonesia, Ricardo, bahwa fenomena urbanisasi masih dan akan terus terjadi. Karena Jakarta adalah kota dengan perputaran uang terbesar di negeri ini. Sehingga hal ini menarik masyarakat di pedesaan untuk mencoba peruntungan di ibu kota Jakarta dan sekitarnya. Tak ayal, jumlah orang yang masuk ke Jakarta pun lebih banyak dibandingkan jumlah pemudik yang ke luar Jakarta.

    Sebenarnya tradisi merantau ke Jakarta bukanlah hal baru. Hal ini sudah berlangsung sangat lama. Bahkan sejak zaman Hindia Belanda, ketika Jakarta masih bernama Batavia. Tradisi ini terus meningkat sejak awal abad 20, karena pembangunan dipusatkan di kota-kota seperti Batavia (Jakarta). Sehingga aktivitas ekonomi dan perputaran uang terpusat di sana.

    Semakin ke sini tidak hanya Jakarta. Kota-kota besar lainnya pun menjadi tujuan sebagian besar para urban. Seperti Bandung, Surabaya, Semarang, bahkan Medan. Tentu tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan taraf hidup.


    Naskah selengkapnya:  https://narasipost.com/2022/05/11/fenomena-urbanisasi-masalah-klasik-minim-solusi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com