Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Ke Mana Arah Pendidikan Kita?

    Ke Mana Arah Pendidikan Kita?

    Oleh. Fitria Zakiyatul Fauziyah CH

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Banyak problematika pelik yang dihadapi sektor pendidikan saat ini. Seperti kebijakan yang digulirkan oleh rektor Unud yang mewajibkan mahasiswa baru menetap di asrama dengan biaya sewa mahal. Kebijakan tersebut merupakan salah satu agenda penyediaan asrama terpadu atau Udayana Integrated Student Dormitory (UISD). Hal itu menjadi kontroversial lantaran biaya yang dibebankan kepada mahasiswa baru untuk tinggal di asrama cukup mahal.

    Presiden BEM Unud, Darryl Dwi Putra, mengaku mendapatkan banyak keluhan dari para mahasiswa baru. Menurutnya, para mahasiswa baru yang lolos dengan jalur SNMPTN Unud 2022 dianggap mengundurkan diri apabila ia tidak membayar biaya UISD. Menurut dia, hal tersebut sangat disayangkan karena calon mahasiswa baru menjadi umpan atas kolaborasi Unud dengan PT Waskita Karya Realty, demi keuntungan yang didapatkan oleh pihak Unud maupun pihak investor. (bali.tribunnews.com, 13/04/2022)

    Oleh karena itu, mahasiswa dan orang tua calon mahasiswa baru mendesak agar Prof Antara selaku Rektor segera mengeluarkan SK. Di samping itu, Prof Antara telah menegaskan bahwa teknis keseimbangan harus tetap ada. Dirinya tidak akan mewajibkan mahasiswa untuk menetap di asrama. Tetapi ia meminta kepada mahasiswa untuk menghormati mahasiswa baru yang memilih untuk tinggal di asrama. (detik.com, 14/04/2022)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/24/ke-mana-arah-pendidikan-kita/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Al-Mutawakkil Alallah, Khalifah yang Mencintai Ulama Ahlusunah

    Al-Mutawakkil Alallah, Khalifah yang Mencintai Ulama Ahlusunah

    Oleh. Najwa Tsaqeefa R.

    (Pelajar Cinta Islam)

    Voice over talent: Anita Yulianti

    NarasiPost.Com-Nama lengkapnya adalah Al-Mutawakkil Alallah, Ja’far bin Al-Mu’tashim bin Ar-Rasyid, nama kuniyah-nya adalah Abu Al-Fadhl. Ibunya adalah seorang ummu walad dari Khawarizm bernama Syuja’. Ia lahir pada bulan Syawal tahun 206 Hijriah di Dan As-Sulh. Ia dibaiat menjadi khalifah setelah saudaranya yang bernama Al-Wastiq, yaitu khalifah sebelumnya wafat pada tahun 232 Hijriah.

    Ketika Al-Watsiq meninggal dan belum sempat mewasiatkan penggantinya, maka para pembesar negeri berkumpul, mereka adalah Qodhi Ibnu Abi Duad, Menteri Muhammad bin Abdul Malik Az-Zayyat, Umar bin Faraj, dan Ahmad bin Khalid (keduanya adalah sekretaris kekhilafahan), Itakh bin Wahif (panglima Turki). Mereka bermusyawarah tentang siapakah yang akan mereka angkat menjadi khalifah pengganti Al-Watsiq. Muhammad bin Abdul Malik Az-Zayyat mengusulkan Muhammad bin Al-Watsiq, tapi kemudian Ibnu Abi Duad mengusulkan Ja’far bin Al-Mu’tashim, yaitu Al-Mutawakkil. Dan akhirnya mereka sepakat mengangkat Al-Mutawakkil sebagai khalifah, dan ia tetap menjadi khalifah selama 15 tahun, hingga ia terbunuh pada malam Kamis, 4 Syawal tahun 247 Hijriah, atau tanggal 11 Desember tahun 861 Masehi.

    Menteri pertama Al-Mutawakkil adalah Muhammad bin Abdul Malik Az-Zayyat, yang sebelumnya menjadi menteri saudaranya dan ayahnya. Namun, Al-Mutawakkil tidak begitu menyukai Az-Zayyat karena perlakuannya yang buruk terhadap dirinya semasa kepemimpinan saudaranya, ditambah lagi Az-Zayyat mengusulkan Muhammad bin Al-Watsiq yang menjadi khalifah setelah ayahnya. Sebab itulah, pada tanggal 7 Safar tahun 233 Hijriah, Al-Mutawakkil memerintahkan penangkapan terhadap Az-Zayyat dan menyita seluruh hartanya. Belum ada lima bulan setelah penangkapan itu, Al-Mutawakkil kembali memerintahkan penangkapan terhadap Umar bin Faraj Ar-Rakhaji dan saudaranya, Muhammad bin Faraj Ar-Rakhaji, serta menangkap dan menjatuhi denda kepada para penulis buku.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/03/al-mutawakkil-alallah-khalifah-yang-mencintai-ulama-ahlusunah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • RUU-TPKS Disahkan, Mampukah Tuntaskan Masalah Perempuan?

    RUU-TPKS Disahkan, Mampukah Tuntaskan Masalah Perempuan?

    Oleh. Wening Cahyani

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Terkoyak-koyak kemuliaan perempuan

    Tercabik-cabik kehormatan perempuan
    Sistem buatan manusia menyengsarakan
    Perjuangan pembela perempuan semu dan penuh tipuan

    Konstitusi telah digulirkan

    Para pembela perempuan penuh harapan
    Akan terjadi perubahan minim kekerasan
    Namun, justru menyuburkan kemaksiatan

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani, telah mengetok palu tanda sahnya Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU-TPKS) menjadi Undang-Undang dalam rapat paripurna DPR ke-19 pada 12 April 2022. (Kompas.com, 13/04/2022)

    Pengesahan RUU-TPKS mengalami perjalanan yang panjang sejak diusulkan oleh Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan dengan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS) tahun 2012. Rancangan Undang-Undang ini masuk draft Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2016. Namun, tahun 2020 sempat keluar dari Prolegnas dan masuk kembali tahun 2021 dan April 2022 gol disahkan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/24/ruu-tpks-disahkan-mampukah-tuntaskan-masalah-perempuan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Harga-Harga Naik di Bulan Ramadan, Inikah Parsel Tahunan?

    Harga-Harga Naik di Bulan Ramadan, Inikah Parsel Tahunan?

    Oleh. Aya Ummu Najwa

    Voice over talent: yeni m

    NarasiPost.Com-Ramadan baru berjalan beberapa hari, namun harga kebutuhan pokok sudah naik mendahului. Ramadan datang harga pangan pun naik menjulang. Ungkapan ini tak berlebihan, sebagai satire atas fenomena tahunan tanpa solusi yang terjadi di negeri ini, jika parsel lebaran senantiasa ditunggu, sebaliknya kenaikan harga pangan menjelang lebaran tak pernah ditunggu, namun selalu datang mengganggu.

    Di awal April ini, di kala masyarakat sedang bersukacita menyambut bulan puasa, pemerintah malah begitu gencar menaikkan harga kebutuhan rakyat. Seperti dilansir dari laman liputan6.com, disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi saat ditemui ketika meninjau Proyek LRT di Depo LRT Jabodebek Bekasi bahwa, “Secara keseluruhan Pertamax, Pertalite, Premium, LPG 3 kilo itu bertahap. Jadi pemerintah melakukan penaikan harga 1 April, lalu Juli, kemudian September, naiknya itu bertahap”, Jumat (1/4/2022).

    Masih dilansir dari liputan6.com, harga LPG hingga PPN akan ikut naik. PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) kembali akan menyesuaikan harga bagi LPG nonsubsidi. Sehingga, saat ini dipatok dengan harga Rp15.500,00/kg. Kemudian kedelai, dengan alasan terbesar, bahwa gejolak inflasi yang terjadi di negeri importir terbesar yaitu Amerika Serikat, yang mencapai angka inflasi menyentuh 7 persen pada 2021. Selain itu, daging sapi pun mengalami lonjakan harga hingga Rp165 ribu/kg. Minyak goreng dengan harga rata-rata Rp24.000,00 untuk minyak kemasan. Pertamax pun tak ketinggalan, melakukan penyesuaian harga BBM RON 92 menjadi Rp12.500,00 per liter dari harga Rp9.000,00 per liter. Token listrik hingga baju lebaran pun mengalami kenaikan. Karena pemerintah telah secara resmi menaikkan PPN menjadi 11 % per 1 April 2022. Hal ini pun mau tidak mau, mengakibatkan kenaikan bagi sejumlah harga barang, dari token listrik, pulsa, hingga baju lebaran.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/07/harga-harga-naik-di-bulan-ramadan-inikah-parsel-tahunan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Alih Fungsi Lahan Semakin Mengancam Ketahanan Pangan

    Alih Fungsi Lahan Semakin Mengancam Ketahanan Pangan

    Oleh. Ai Siti Nuraeni

    (Pegiat Literasi)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Terkait infrastruktur, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa selama tujuh tahun masa pemerintahannya beliau telah berhasil melakukan pembangunan berupa jalan tol hingga mencapai 1.900 km. Meskipun hal ini dinilai sebagai sebuah pencapaian yang tinggi, pemerintah tidak berpuas diri tapi akan terus dilakukan di berbagai wilayah pada masa mendatang.

    Kabupaten Bandung di antaranya termasuk wilayah yang strategis untuk berlanjutnya pembangunan jalan tol. Hanya saja, menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung DR. Ir. A.Tisna Umaran, M.P., pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, perumahan, dan fasilitas industri akan menyebabkan alih fungsi lahan pertanian yang produktif. Untuk mengatasinya, maka akan dilakukan pemberian edukasi dan pemahaman kepada para petani agar mampu meningkatkan hasil pertaniannya (intensifikasi pertanian) dan program bantuan kartu tani. (pikiran-rakyat.com,30/03/2022)

    Membangun infrastruktur di atas lahan pertanian produktif sudah semestinya dikaji ulang, apakah lebih besar manfaatnya atau madaratnya. Bagaimana nasib para petani yang kehilangan lahan, sementara mereka tidak memiliki keterampilan lain selain bertani? Mau ke mana mereka mencari pekerjaan di tengah sulitnya mencari kerja?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/21/alih-fungsi-lahan-semakin-mengancam-ketahanan-pangan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Kanaahnya Seorang Istri, Melanggengkan Hubungan Suami Istri

    Kanaahnya Seorang Istri, Melanggengkan Hubungan Suami Istri

    Oleh. Mariyah Zawawi

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Mimi Muthmainnah

    NarasiPost.Com-Pernikahan merupakan salah satu hukum syarak yang ditetapkan oleh Allah Swt. sebagai solusi bagi pemenuhan naluri melanjutkan jenis. Melalui pernikahan, kehormatan laki-laki dan wanita akan terjaga. Dalam pernikahan ini, laki-laki dan perempuan akan menjalankan hak dan kewajiban masing-masing. Rasulullah saw. bersabda dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Imam Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad:

    “… Seorang laki-laki adalah pemelihara atas penghuni rumahnya dan bertanggung jawab atas mereka. Seorang perempuan adalah pemelihara rumah serta anak suaminya dan bertanggung jawab atas mereka ….”

    Pemberian Nafkah sebagai Salah Satu Pilar Rumah Tangga

    Pernikahan akan tegak dengan ri’ayah (pemeliharaan) dari suami. Dalam melakukan pemeliharaan ini, suami harus bersikap makruf terhadap istri. Sikap makruf itu, salah satunya diwujudkan dengan pemberian nafkah. Ketika seorang laki-laki mengucapkan akad ijab kabul, sejak saat itu, ia berkewajiban untuk memberi nafkah kepada wanita yang dinikahinya. Hal ini merupakan pelaksanaan Surah An-Nisa [4] ayat 34:

    الرجال قوامون على النساء

    “Laki-laki adalah pemimpin atas perempuan.”


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/01/kanaahnya-seorang-istri-melanggengkan-hubungan-suami-istri/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Dunia Membutuhkan Sistem Islam

    Dunia Membutuhkan Sistem Islam

    Oleh. Mariyatul Qibtiyah, S.Pd.

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-“Telah tampak kerusakan di daratan dan lautan akibat ulah manusia.” (QS. Ar-Rum: 41)

    Baru-baru ini, Kristalina Georgieva, Managing Director International Monetary Fund (IMF) menyatakan bahwa saat ini dunia tengah menghadapi krisis ganda akibat pandemi Covid-19 dan invasi Rusia ke Ukraina. Ia menyebutnya sebagai krisis di atas krisis. Tingkat inflasi semakin tinggi, sedangkan pertumbuhan ekonomi semakin turun. Sebuah kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. (beritasatu.com, 17/4/2022)

    Penyebab Terjadinya Krisis Ganda

    Dalam pidatonya di Washington DC, Georgieva menjelaskan bahwa pandemi telah membuat ekonomi dunia menjadi jungkir balik. Hal ini tampaknya belum segera berakhir. Sebab, penyebaran virus masih terus berlangsung. Virus-virus baru yang lebih ganas bisa saja muncul dan memperburuk keadaan. Akibatnya, kesenjangan ekonomi akan semakin lebar.

    Serangan Rusia ke Ukraina menambah berat masalah ini. Menurut Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, invasi Rusia ke Ukraina ini telah berimbas pada semua aspek kehidupan. Di antaranya adalah terganggunya pasokan bahan pangan dan energi. Terganggunya pasokan ini mengakibatkan naiknya harga bahan-bahan pangan dan energi ini.

    Hal itu karena Rusia dan Ukraina adalah produsen utama biji-bijian. Kedua negara itu menyumbang sepertiga ekspor global. Di samping itu, Rusia juga pemasok gas dan minyak mentah terbesar di dunia.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/24/dunia-membutuhkan-sistem-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Menunggu Saatnya Pulang

    Menunggu Saatnya Pulang

    Oleh. Maman El Hakiem

    Voice over talent: Sofia Ariyani

    NarasiPost.Com-Hidup di dunia ini sekadar persinggahan. Seperti orang yang sedang menunggu, namun bukan pada ruang yang kosong. Karena itu agar tidak jenuh, harus diisi dengan aktivitas amal kebaikan. Salah satu amal manusia yang sederhana, namun sulit menjaganya adalah aktivitas lisan. Menjaga lisan atau ucapan itu penting karena akan menjadi doa. Ucapan yang kotor, bahkan menistakan agama akan berbalik kepada mulutnya sendiri. Ia akan dihinakan oleh ucapannya sendiri, bahkan semakin bertambah “gila” karena akalnya telah teracuni. Seperti cerita seorang penggiat sosial media yang menjadi korban amuk massa. Sekalipun dalam keadaan babak belur masih saja mengumbar dendam, bukannya menginsafi kesalahan diri.

    Doa bagi orang yang beriman menjadi senjata dalam menghadapi kesulitan atau terzaliminya diri. Setiap doa harusnya bernilai positif bagi kehidupan. Karena setiap doa akan terkabulkan pada saatnya. Allah Swt. mengisyaratkannya dalam ungkapan, “Aku tergantung prasangka hamba-Ku.” Maknanya jelas bahwa terkabulnya doa ketika manusia meyakini akan maha baiknya Allah Swt. yang tidak mungkin membiarkan hamba-Nya berada dalam kondisi lemah dan sulit. Keyakinan inilah yang semakin membuatnya sadar, bahwa syariat Islam mampu mengatasi berbagai persoalan kehidupan.

    Membutuhkan Dalil Hukum

    Setiap persoalan manusia telah terukur dan ditakar berdasarkan apa yang mampu dikuasainya. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS. Al Baqarah ayat 286, “Tidaklah Allah Swt. membebani makhluk-Nya, melainkan sesuai dengan kadar kemampuannya.” Beban yang dipikul manusia akan bernilai ibadah jika dihadapi dengan hukum syariat Islam. Karena setiap manusia yang telah dewasa dan berakal sehat terkena taklif, berupa keharusan menaati hukum tentang kehidupan yang telah sempurna berupa syariat Islam sebagai agama yang diridai-Nya.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/18/menunggu-saatnya-pulang/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Standar Ganda Barat terhadap Palestina, Dunia Butuh Sistem Islam

    Standar Ganda Barat terhadap Palestina, Dunia Butuh Sistem Islam

    Oleh. Syukrika Putri

    (Aktivis Dakwah)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Saat dunia tengah sibuk membantu Ukraina melawan invasi Rusia, di belahan dunia lain, serangan yang dilakukan militer Israel terhadap warga sipil Palestina juga semakin memuncak. Dilansir dari wartaekonomi.co.id, Perdana Menteri Palestina, Mohammed Ishtay, menyampaikan dalam rapat kabinet Otoritas Palestina pada 4 April 2022 bahwa eskalasi Israel terhadap warga Palestina, yang meliputi pembunuhan, penyiksaan, penangkapan, serta membolehkan pemukim melakukan kejahatan, menimbulkan ancaman yang luar biasa terhadap keamanan dan stabilitas kawasan. Beliau berharap dunia dapat meminta Israel untuk menghentikan serangan militer mereka terhadap warga sipil palestina.

    Konflik Israel-Palestina yang Kembali Menegang

    Memasuki bulan Ramadan konflik Israel-Palestina di wilayah bagian Jerusalem Timur kembali menegang. Keadaan seperti ini jamak terjadi setiap tahun menjelang bulan Ramadan. Pada bulan Ramadan ribuan kaum muslim berkumpul untuk salat di masjid Al-Aqsa. Karena itu, Israel yang memegang otoritas atas kompleks masjid Al-Aqsha menempatkan pasukannya dalam siaga tinggi. Israel tentu tidak hanya sekadar mengawasi, namun juga memprovokasi sehingga terjadi konfrontasi. Seperti pada awal Ramadan tahun ini, mereka menindak keras warga Palestina yang berkumpul di Bab al-Amoud atau biasa dikenal dengan gerbang Damaskus. Sebuah sumber menyampaikan kepada Wafa, Kantor berita Palestina bahwa petugas polisi bersenjata lengkap menggunakan peluru baja berlapis karet, granat kejut, dan pentungan untuk membubarkan warga Palestina yang berkumpul di gerbang Damaskus. (pikiran-rakyat.com)


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/21/standar-ganda-barat-terhadap-palestina-dunia-butuh-sistem-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Menguap dalam Kacamata Medis dan Islam

    Menguap dalam Kacamata Medis dan Islam

    Oleh. Andrea Ausie

    (Pemred NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Hmm.. kamu suka menguap, kan?

    Saya juga suka menguap. Banyak orang berasumsi kalau kita menguap tandanya tubuh kita lelah dan harus istirahat. Orang juga bilang kalau banyak menguap tandanya perut kekenyangan. Apa pun itu pendapatnya, yuk kita uraikan bersama dalam tema Menguap dalam Kacamata Medis dan Islam. Tapi ingat, harus baca dan pahami dengan teliti, karena akan ada kontradiksinya dari segi medis dan Islam. Mari kita tinjau dari segi Islam dulu, ya.

    Menguap Ditinjau dari Kacamata Islam

    Tahu enggak, kalau menguap dan bersin itu secara tidak langsung memiliki kaitan antara satu dengan yang lainnya. Rasulullah saw. pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt. menyukai bersin dan membenci menguap. Maka apabila seseorang bersin, hendaklah dia memuji Allah Swt. dengan mengucapkan ‘alhamdulillah’ dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mendengar saudaranya bersin untuk mendoakannya. Adapun menguap, maka ia tidak lain berasal dari setan. Tahanlah ia semampu mungkin dan apabila seseorang menguap berbunyi ‘haaa,’ maka tertawalah setan.” (HR. Al-Bukhari no.6223)

    Menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam (sebanyak-banyaknya) melalui mulut. Padahal kita tahu sendiri bahwa mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung.

    Menguap merupakan gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang itu membutuhkan oksigen dan nutrisi, karena organ pernapasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Biasanya nih, terjadi ketika kita sedang pusing, mengantuk, lesu, atau orang-orang yang sedang menghadapi kematian.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/11/menguap-dalam-kacamata-medis-dan-islam/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com