Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Menghadirkan Ruh dalam Sebuah Tulisan

    Menghadirkan Ruh dalam Sebuah Tulisan

    Oleh. drh. Lailatus Sa’diyah

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Yeni M

    NarasiPost.Com-Sebuah tulisan akan memberikan pengaruh pada pembaca. Bukan hanya soal bagaimana tulisan tersebut ditulis dengan berlandaskan riset yang tepat. Namun, tulisan kita juga harus mampu menyadarkan akal dan perasaan pembaca bahwa problem utama semesta adalah absennya penguasa dari pengurusan terhadap umat dan dicampakkannya Islam sebagai ideologi. Sehingga, kita dapati realitas kehidupan saat ini justru bertentangan dengan hukum syarak. Maka dari itu, menghadirkan dalil dalam sebuah naskah adalah suatu keharusan yang tak bisa dielakkan oleh penulis ideologis. Karena sebagai seorang muslim di sanalah kaki ini harus berpijak.

    Di sini, saya akan mencoba sharing berkaitan dengan memilih dalil yang tepat untuk sebuah tulisan terutama bagi penulis pemula.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/27/menghadirkan-ruh-dalam-sebuah-tulisan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Merindu Tempat Nyaman untuk Berteduh

    Merindu Tempat Nyaman untuk Berteduh

    Oleh. Hana Annisa Afriliani, S.S

    (RedPel NarasiPost.com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Beberapa tahun lalu, aku memiliki tetangga yang tinggal di rumah mertuanya. Tidak ada yang salah dengan tinggal di rumah mertua, namun yang kusoroti adalah kamar tidurnya yang hanya ada satu untuk mereka sekeluarga, sebab rumah mertuanya tidak terlalu besar. Walhasil, empat orang tidur dalam satu kamar, yakni ayah, ibu, anak perempuan, dan anak laki-laki. Mirisnya, anak perempuannya sudah bekerja, usia 20an, dan anak laki-lakinya pelajar sekolah menengah atas. Mereka semua sudah baligh dan sudah semestinya memiliki kamar tidur yang terpisah dari kedua orang tuanya. Namun sayang, kondisi tempat yang tak memungkinkan menjadikan mereka terpaksa bergumul dalam satu kamar saja.

    Hal yang sama juga terjadi pada tetanggaku yang lainnya. Mereka mengontrak sebuah rumah petakan. Tanpa kamar, bahkan tanpa pintu antarruangannya. Hanya ada sekat semipermanen sebagai batas ruang depan dengan ruang tengah. Sementara mereka memiliki tiga orang anak yang salah satunya sudah baligh.

    “Saya sudah lama tidak tidur satu ranjang dengan suami, karena sempit, Mba. Anak-anak maunya dengan mamanya semua. Bapaknya jadi tidur di ruang depan.” ujar tetanggaku suatu hari.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/18/merindu-tempat-nyaman-untuk-berteduh/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Swedia-Finlandia Gabung NATO, di Mana Posisi Negeri Muslim?

    Swedia-Finlandia Gabung NATO, di Mana Posisi Negeri Muslim?

    Oleh. drh. Lailatus Sa’diyah

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Invasi Rusia atas Ukraina menjadi bayang-bayang menakutkan bagi sejumlah negara Eropa lainnya. Bagaimana tidak, invasi ini telah memorakperandakan Ukraina dan tak ada yang mampu memprediksi kapan akan berakhir. Inilah yang menjadi alasan Swedia dan Finlandia untuk bersegera berlari dalam dekapan NATO.

    Berharap mencari pelindungan atas invasi Rusia, akankah NATO mampu menjamin keamanan bagi Swedia dan Finlandia?

    Menjalin Persekutuan

    Akrobat politik dunia internasional terus bergulir. Tidak satu pun negara yang bisa menebak apa yang akan terjadi. Kapitalisme yang digawangi AS terus mengukuhkan hegemoninya dengan menghimpun kekuatan politik. Sedangkan Rusia, tak mau kalah dengan terus unjuk gigi melakukan invasi di negara-negara bagian Eropa. Tak mau bernasib sama dengan Ukraina, Swedia dan Finlandia pun tak mau salah langkah, bersekutu dengan NATO menjadi pilihan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/22/swedia-finlandia-gabung-nato-di-mana-posisi-negeri-muslim/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    13 min
  • Menjadikan Analisis Politik Internasional Sebagai Kebiasaan, Yuk!

    Menjadikan Analisis Politik Internasional Sebagai Kebiasaan, Yuk!

    Oleh. Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum wr wb.

    Izinkan saya malam ini sharing secuil ilmu dan pengalaman pribadi terkait kepenulisan ya my dear kontap NP.

    Menghadirkan tulisan yang bermuatan nilai Islam adalah sebuah keharusan bagi para penulis ideologis dan merupakan kebutuhan bagi kaum muslimin secara umum. Tulisan dengan genre apapun, namun selama ia memiliki ruh Islam di dalamnya maka tulisan tersebut akan tetap memiliki makna tersendiri. Harapannya tidak hanya bermanfaat di dunia tapi juga hingga ke akhirat. Salah satu genre tulisan yang penting untuk dihadirkan oleh para penulis ideologi ke tengah umat adalah analisis politik, yang saat ini faktanya masih dianggap sebagai suatu hal yang sulit untuk dipahami oleh masyarakat.

    Sementara para penulis ideologis sudah memahami bahwa kehidupan kaum muslimin seluruhnya tidak dapat dilepaskan dari urusan politik, terlebih politik internasional, karena kondisi politik dalam negeri kita sangat mungkin dipengaruhi oleh kondisi politik di level internasional. Dengan kondisi ini para penulis memiliki PR agar tulisan yang memuat analisis politik internasional menjadi suatu hal yang biasa dan mudah untuk dipahami oleh pembaca yang awam sekalipun. Berikut akan saya paparkan beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menghadirkan analisis politik internasional kepada pembaca.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/21/menjadikan-analisis-politik-internasional-sebagai-kebiasaan-yuk/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Agar Anak Mencintai Iktikaf

    Agar Anak Mencintai Iktikaf

    Oleh. Afiyah Rasyad

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan adalah aktivitas nabi dan para sahabat. Iktikaf di masjid dengan tadzkiyatun nafs yang tinggi demi berburu malam seribu bulan dilaksanakan oleh Baginda Rasulullah saw. dan para sahabat radiallahu ‘anhum. Istri-istri nabi dan para sahabiah juga ikut iktikaf demi berharap lailatulqadar.

    Bunda Aisyah radiallahu ‘anha berkata yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beriktikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beriktikaf setelah beliau wafat.”

    Pernyataan senada juga disampaikan oleh Ibnu Umar, “Rasulullah saw. melakukan iktikaf sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Pengertian iktikaf dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah diam beberapa waktu di dalam masjid sebagai suatu ibadah dengan syarat-syarat tertentu (sambil menjauhkan pikiran dari keduniaan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.).

    Memang iktikaf itu adalah amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Iktikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat untuk takarub (mendekatkan diri) kepada Allah Swt. dengan memperbanyak ibadah. Ibadah di sini adalah ibadah sunah seperti qiamulail (salat malam), tilawah Al-Qur’an, dan memperbanyak mengingat Allah. Sebagaimana hadis di atas, iktikaf adalah amalan sunah yang sungguh-sungguh dilakukan Rasulullah saw. Maka, umat Islam sangat perlu meneladani beliau.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/24/agar-anak-mencintai-iktikaf/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Palestina Kembali Membara, Khilafah Solusinya

    Palestina Kembali Membara, Khilafah Solusinya

    Oleh. Ummu Azka

    Voice over talent: Yeni M

    NarasiPost.Com-Berita duka kembali menyapa umat Islam di Palestina. Negeri para anbiya itu kembali mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari tentara Israel laknatullah.

    Awal Ramadan tahun ini, puluhan tentara Yahudi merangsek masuk ke Masjid Al-Aqsa dan menembakkan peluru ke arah muslim Palestina yang tengah melakukan salat tarawih. Tak hanya tembakan peluru, tentara Israel pun melempar bahan peledak ke arah jemaah yang tengah berkumpul di masjid kala itu. Tercatat 150 muslim terluka karena serangan tersebut. Sementara jemaah wanita dikurung di dalam masjid dengan penjagaan ketat para tentara wanita Israel.

    Kaum muslim dilarang beribadah di dalam Masjid Al-Aqsa. Kiblat pertama umat Islam tersebut kembali dikuasai dengan penjagaan ketat pasukan Israel. Kondisi ini rupanya tak membuat muslim Palestina ciut nyali dan gentar. Beberapa dari mereka memilih tetap beribadah di sekitar pelataran masjid, dengan kesiapan menanggung risiko berupa pemukulan maupun pengusiran (eye.on Palestina).

    Kondisi yang dialami kaum muslimin Palestina sejatinya terus berulang. Tindakan penyerangan dan penguasaan Masjid Al-Aqsa secara sepihak selalu terjadi hampir setiap bulan Ramadan. Tahun lalu misalnya, ketenangan ibadah muslim Palestina terusik dengan aksi serangan Israel yang membabi buta. Kekerasan meningkat bahkan hingga Ramadan usai.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/27/palestina-kembali-membara-khilafah-solusinya/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Sufi Pejuang Khilafah

    Sufi Pejuang Khilafah

    Penulis: Muhammad Ayyubi

    Penerbit: Penerbit Quwwah
    Tahun: 2020 (cetakan pertama) Halaman: xii + 131 halaman
    Peresensi: Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si
    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-“Kun rahiban fil layli wa fursaanan fin nahari”

    Adagium itu mengawali lembar pertama dari buku Sufi Pejuang Khilafah ini. Kalimat dalam Bahasa Arab yang artinya “menjadi rahib di malam hari dan penunggang kuda di siang hari” tersebut sangat menggambarkan garis besar isi buku yang ditulis oleh ustaz Ayyubi yang notabene memiliki pengalaman cukup erat dengan dunia tasawuf.

    Ilmu tasawuf yang akhir-akhir ini tidak dipahami secara komprehensif memang rentan menimbulkan mispersepsi. Terdapat pandangan bahwa para sufi atau orang-orang yang giat bertasawuf adalah mereka yang sama sekali tak memikirkan dunia dan senantiasa mengasingkan diri untuk beribadah saja. Padahal, jika benar mendudukkan tasawuf dalam kehidupan, adagium di atas akan bisa terwujud. Menjadi ahlul ibadah di gelapnya malam dan menjadi pejuang jihad fi sabilillah di terangnya siang.

    Buku ini memang tak begitu tebal, namun melalui sebelas babnya telah berhasil secara padat dan jelas mengupas tasawuf, mulai dari sejarah, hakikat, karakter para sufi, pandangan ulama terhadap tasawuf, hingga pembahasan sufi yang seharusnya senantiasa berpolitik dan menjadi orang yang memperjuangkan khilafah.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/19/sufi-pejuang-khilafah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Maraknya Investasi Bodong, Kapitalisme Biang Kerusakan Mental Generasi

    Maraknya Investasi Bodong, Kapitalisme Biang Kerusakan Mental Generasi

    Oleh. Mariam

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Kasus investasi bodong terus bertambah dan kembali menelan korban. Bareskrim Polri menangkap dua tersangka kasus robot trading DNA Pro dengan omzet downline sebesar lebih dari US$22 juta atau sebesar Rp30 miliar. Penangkapan dilakukan usai tempat persembunyian dua orang itu terungkap. Dua tersangka ialah Founder Tim Octopus, Jerry Gunandar dan Co-Founder Tim Octopus, Stefanus Richard. Keduanya ditangkap pada Jumat (8/4/2022) malam.

    Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan bahwa tim penyidik telah melakukan pengembangan kasus robot trading DNA Pro setelah menangkap Co-Founder Tin Rudutz, Rovy Setiadi yang juga berstatus tersangka. Dari hasil interogasi, penyidik mendapatkan petunjuk keberadaan Jerry dan Stefanus, keduanya ditangkap di salah satu hotel bintang lima Jakarta Selatan. Setelah melakukan pemeriksaan, penyidik kemudian menahan kedua tersangka tersebut dan melakukan pelacakan aset keduanya bersama PPATK. (Detik.com,10/4/2022)

    Dalam kasus ini, robot trading DNA Pro memang menimbulkan ratusan korban dengan kerugian mencapai Rp97 miliar. DNA Pro sendiri adalah platform investasi yang menggunakan aplikasi robot trading serta menggunakan sistem Multi Level Marketing (MLM). Diketahui robot trading DNA Pro ini berasal dari perusahaan bernama PT DNA Pro Akademi. PT DNA Pro Akademi merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang Digital Global Investment yang bermarkas di Jakarta Barat.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/20/maraknya-investasi-bodong-kapitalisme-biang-kerusakan-mental-generasi/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Harmonis: Berpadunya Qowwamah dan Ketaatan

    Harmonis: Berpadunya Qowwamah dan Ketaatan

    Oleh. Erni Susanti

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Islam sebagai agama yang sempurna telah mengubah potret buram hubungan keluarga serta hubungan dalam rumah tangga menjadi penuh cahaya. Keadaan rumah tangga sebelum kedatangan Islam begitu kacau, hidup dalam keadaan tercerai berai, tanpa silaturahmi atau ikatan ideologis yang menguatkan.

    Keadaan sebelum datangnya Islam sangat sering merugikan pihak perempuan. Seperti tidak ada kehormatan, kelahiran bayi perempuan dianggap kabar menyedihkan, bahkan bisa dibunuh sejak kanak-kanak. Kalaupun dibiarkan hidup dia diperlakukan semena-mena bahkan bisa dijadikan warisan dan dimiliki oleh siapa saja.

    Ketika Islam datang laki-laki dan perempuan bisa hidup berdampingan penuh kebahagiaan. Dengan seperangkat aturannya menjadikan hubungan keluarga menjadi sangat baik penuh keadilan. Begitu pula peran suami sebagai qowwam serta kewajiban istri untuk taat merupakan aturan yang begitu adil.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/26/harmonis-berpadunya-qowwamah-dan-ketaatan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Imran Khan, Retorika Populis dan Permainan Dua Kaki ala Pakistan

    Imran Khan, Retorika Populis dan Permainan Dua Kaki ala Pakistan

    Oleh. Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Pakistan beberapa hari terakhir tengah panas. Tidak sedikit elemen masyarakat sudah turun ke jalan untuk menuntut perbaikan atas kondisi perpolitikan dalam negeri mereka yang sedang carut-marut. Bahkan yang teranyar, perdana menteri Pakistan yang sudah menjabat selama 4 tahun, resmi diturunkan melalui mekanisme motion of no confidence atau mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh parlemen kepada pemerintah (CNN Indonesia, 10/4/22).

    Pelengseran Imran Khan ini didominasi oleh pandangan bahwa ia dirasa gagal mengurus perekonomian negara setelah dihantam oleh pandemi. Selain itu, kejadian ini menjadi sejarah baru dalam perpolitikan eks negara persemakmuran Inggris tersebut, karena Imran Khan adalah perdana menteri Pakistan pertama yang diturunkan dari jabatannya melalui mosi tidak percaya. Dilansir dari kanal The Washington Post, empat hari setelah penghentian Imran Khan, Pakistan sudah memiliki perdana menteri baru, yakni Shahbaz Sharif, seorang pimpinan partai oposisi di Pakistan yang juga merupakan adik dari mantan perdana menteri selama 3 periode, Nawaz Sharif (The Washington Post, 14/4/22).

    Tak hanya itu, politik dalam negeri Pakistan yang sedang menghadapi turbulensi ini sontak mendapat komentar dari pihak luar, termasuk AS dan Cina. Kedua negara tersebut mengawali hubungan dengan pemerintah Pakistan yang baru dengan mengucap selamat pada Sharif atas terpilihnya sebagai perdana menteri menggantikan Imran Khan. Sikap dua negara ini memberikan sinyal yang jelas kepada pemerintah baru Pakistan agar mereka bisa melanjutkan kerja sama strategis yang sudah lama terjalin (Warta Ekonomi, 14/4/22).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/18/imran-khan-retorika-populis-dan-permainan-dua-kaki-ala-pakistan/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min

About Narasipostmedia

From the publisher's feed

Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com