Narasipostmedia

Narasipostmedia

By NarasipostNewsDaily News
Download on the App Store

Narasipostmedia episodes

  • Istikamah Menggapai Cita, meski Jauh dari Orang Tua

    Istikamah Menggapai Cita, meski Jauh dari Orang Tua

    Oleh. Yulweri Vovi Safitria

    Voice over talent: Dewi Fitriana

    NarasiPost.Com-Di tengah derasnya arus moderasi dan ghazwul fikri, pondok pesantren menjadi satu-satunya solusi bagi orang tua yang ingin pendidikan agama putra-putri tercinta sesuai dengan pemahaman dan akidah Islam yang benar. Di pondok pesantren, anak akan mendapatkan pendidikan agama secara intensif dan benar.

    Orang tua boleh berbangga saat sang buah hati tak banyak pinta, tak banyak negosiasi saat dimasukkan ke pondok pesantren. Namun, tentu orang tua akan bersedih hati saat anak tidak betah tinggal di pondok dengan segudang alasan, berulah agar ia ‘dipulangkan’, hingga kabur dan beranggapan bahwa pondok pesantren sebagai ‘tempat pembuangan’.

    Oleh sebab itu, sebelum menitipkan anak-anak di pesantren perlu kiranya orang tua melakukan beberapa tips agar anak-anak betah di pondok.

    Pertama, menumbuhkan kesadaran pada anak, bahwa pondok pesantren adalah tempat anak-anak menimba ilmu agama sesuai tsaqafah Islam. Berpikir cemerlang sesuai akidah Islam.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/16/istikamah-menggapai-cita-meski-jauh-dari-orang-tua/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Ayo Tobat Bro, Sebelum Terlambat!

    Ayo Tobat Bro, Sebelum Terlambat!

    Oleh. Irma Sari Rahayu

    Voice over talent: Maya Rohmah

    NarasiPost.Com-Hai Guys! Kamu tahu enggak, beberapa negara di Eropa saat ini sedang panik karena kehadiran wabah penyakit yang penularannya seperti kereta Shinkansen, alias super cepat. Penyakit apa tuh? Corona? Ah, itu sih sudah lewat. Beneran mau tahu nih? Nama penyakitnya adalah cacar monyet. What?!

    Dilansir dari detik.com (21/5/2022), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) langsung mengadakan pertemuan darurat setelah mendapat laporan lebih dari 100 kasus penyakit cacar monyet ditemukan di sejumlah wilayah termasuk beberapa negara Eropa seperti Belgia, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris, AS, Kanada, dan Australia.

    Spanyol sendiri, melaporkan ada 24 kasus baru cacar monyet, yang menurut otoritas kesehatan setempat, ada kaitannya dengan sebuah sauna yang ada di wilayah Madrid. Ssttt… Kabarnya, sauna di wilayah klub sepak bola berjuluk El Real adalah tempat populer berkumpulnya para gay lho (detik.com, 21/5/2022) Hiii!


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/30/ayo-tobat-bro-sebelum-terlambat/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    11 min
  • Burkak: Bagian dari Syariat, Mengapa Digugat?

    Burkak: Bagian dari Syariat, Mengapa Digugat?

    Oleh. Nay Beiskara

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Barat selalu mengkritisi berbagai kebijakan yang diberlakukan di negeri-negeri Islam, tak terkecuali di Afganistan. Salah satu kebijakan yang menjadi sasaran kritikan adalah dekrit mengenai perintah penggunaan burkak bagi semua wanita muslimah di ruang publik yang diberlakukan sejak Sabtu (7/5). Aturan lama yang kembali diberlakukan oleh Taliban ini ternyata tak berjalan mulus dan menuai kecaman dari berbagai pihak.

    Linda Thomas-Greenfield, Duta Besar AS untuk PBB, menyebut upaya yang dilakukan oleh Taliban ini tidak berbudi (rmol.id, 10/5/2022). Tidak hanya itu, kebijakan ini juga dianggap sebagai bentuk penentangan terhadap kemajuan yang sebelumnya telah dihadirkan oleh pihak internasional terhadap perempuan dan anak perempuan di negara itu.

    Menuai Kritik dan Kecaman

    Taliban mengungkapkan bahwa dekrit yang dikeluarkan itu bertujuan tidak lain untuk memberikan rasa aman kepada semua wanita muslimah di negaranya. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Menteri Kebajikan Taliban, Khalid Hanafi, bahwa mereka menginginkan saudara perempuan mereka hidup dengan aman dan bermartabat. Hal ini karena mengenakan hijab atau chadori dianggap sebagai bagian dari tradisi yang dihormati (Republika.id, 9/5/2022).


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/23/burkak-bagian-dari-syariat-mengapa-digugat/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Jangan Coba-Coba Mengolok Allah!

    Jangan Coba-Coba Mengolok Allah!

    Oleh. Ana Nazahah

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Mimi Muthmainnah

    NarasiPost.Com-Bestie! Saat ini tengah merebak konten nyeleneh salat bareng kipas angin. Di mana gerakannya mengikuti kipas angin yang berputar kiri dan kanan seolah mengikuti gerakan imam saat salat. Pertanyaannya, apa sih tujuan bercanda dengan ibadah salat? Mau mengolok Allah? Sanggup menuai risikonya?

    Hanya Canda?

    “Ah, itu hanya canda kok, enggak bermaksud apa-apa!” Begitu, kata mereka. Parodi salat bareng kipas angin itu hanya sekadar konten hiburan saja. Jadi mereka protes “Janganlah sedikit-sedikit dosa, siksa, dan ujung-ujungnya neraka. Kan hanya bercanda!”

    Kita anggap saja itu hanya bercanda. Okey, fine! Dalam Islam juga tidak ada larangan dalam bercanda. Tapi, kenapa agama yang dicandakan? Apa enggak ada bahan candaan lain? Coba deh dipikir pakai logika! Jika bos di tempat kerja saja tidak pantas kita olok-olok dan mencandakan aturannya, apalagi Allah Swt. yang telah menjamin rezeki kita, memberi kita kehidupan, dan segala kenikmatan di dunia. Lalu pantaskah kita mengolok-olok syariat-Nya?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/02/jangan-coba-coba-mengolok-allah/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Pentingnya Menata Hati Saat Beribadah Haji

    Pentingnya Menata Hati Saat Beribadah Haji

    Oleh. Mariyah Zawawi

    (Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Labbaika allaahumma labbaik

    Labbaika laa syariika laka labbaik
    Innal hamda wanni’mata laka wal mulk
    Laa syariika laka

    Inilah bacaan yang dilafalkan oleh mereka yang sedang beribadah haji. Haji merupakan rukun Islam yang kelima. Hal ini disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim,

    بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وحج البيت وصوم رمضان

    “Islam dibangun di atas lima perkara. Persaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan salat, membayar zakat, berhaji, dan berpuasa di bulan Ramadan.”


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/30/pentingnya-menata-hati-saat-beribadah-haji/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    12 min
  • Setop Pemurtadan Sistematis

    Setop Pemurtadan Sistematis

    Oleh. Mita Nur Annisa

    (Pemerhati Sosial)

    Voice over talent: Giriyani SS

    NarasiPost.Com-Seorang muslim meyakini segala sesuatu atas dasar keimanan serta ketakwaannya kepada Allah Swt. Hal ini merupakan bentuk ketaatan pada aturan dari Sang Pengatur kehidupan manusia. Terlebih, Islam sebagai agama dan petunjuk jalan kehidupan. Namun miris, keimanan kaum muslim kini semakin tipis hingga mudah menjadi korban pemurtadan massal.

    Sebagaimana yang dilansir detik.news (15/5/2022), sejumlah warga di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah keluar dari agama Islam (murtad). Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Bidang Dakwah MUI Sumatera Utara, M. Hatta, mengungkap bahwa adanya faktor eksternal dan internal yang diduga menjadi penyebabnya.

    Merupakan hal yang sangat disayangkan sampai hal itu bisa terjadi. Bukan sekadar kabar burung, melainkan hal tersebut benar adanya terjadi di Langkat Sumatera Utara. Tidak hanya satu orang saja tetapi massal, yang mana semua warga kampung melakukan pemurtadan.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/23/setop-pemurtadan-sistematis/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    7 min
  • Dari Kolonialisme Inggris hingga Hindutva: Akar Islamofobia ala Ekstremis-Radikalis India

    Dari Kolonialisme Inggris hingga Hindutva: Akar Islamofobia ala Ekstremis-Radikalis India

    Oleh. Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si.

    Kontributor Tetap NarasiPost.Com

    Voice over talent: Dewi Fitriana

     NarasiPost.Com-Nama India beberapa waktu terakhir cukup sering muncul mewarnai portal berita. Mulai dari masalah pembatasan ekspor komoditas berharga seperti gula dan gandum; kisruh yang terus berlanjut di kawasan Kashmir; hingga yang cukup masif adalah mengenai sikap represif dari kelompok Hindu ekstrem terhadap hak-hak umat Islam di beberapa wilayah di India. Publik sempat dihebohkan dengan aksi pelarangan pelajar muslimah berhijab untuk memasuki gedung sekolahnya di daerah Karnataka, hingga sekelompok muslimah yang dirundung oleh gerombolan ekstremis dengan disirami air.

    Tapi yang terbaru adalah mengenai cuitan kelompok nasionalis Hindu yang berniat membongkar Taj Mahal, salah satu bangunan warisan budaya Islam tersohor di tanah India yang juga diakui sebagai satu dari tujuh keajaiban dunia oleh UNESCO. Taj Mahal sendiri memang memiliki akar sejarah panjang yang mengungkap relasi Hindu dan Islam di India. Namun status Taj Mahal sebagai aset budaya dan peninggalan Islam sudah masyhur dan dikuatkan oleh berbagai penelitian dari arkeolog hingga sejarawan (CNN Indonesia, 20/05/2022).

    Satu hal yang cukup menarik untuk dibahas dari sederet diskriminasi yang dilakukan oleh kelompok Hindu radikal di India terhadap Islam dan kaum muslimin adalah mengenai pengaruh dan dukungan dari pemerintah incumbent yang berasal dari partai Bharat Janatiya yang berhaluan Hindu nasionalis.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/29/dari-kolonialisme-inggris-hingga-hindutva-akar-islamofobia-ala-ekstremis-radikalis-india/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    9 min
  • Ada Apa Di Balik Kerasnya Erdogan Tolak Finlandia dan Swedia Gabung NATO?

    Ada Apa Di Balik Kerasnya Erdogan Tolak Finlandia dan Swedia Gabung NATO?

    Oleh. Dia Dwi Arista

    (Tim Redaksi NarasiPost.Com)

    Voice over talent: Mimi Muthmainnah

    NarasiPost.Com-Sejak agresi militer Rusia menusuk jantung Ukraina, negara-negara ‘teras’ Rusia lainnya mulai ‘kebakaran’. Betapa tidak? negara-negara tersebut terusik ketenangannya karena ketakutan akan bernasib sama seperti Ukraina. Ukraina membara disebabkan keinginannya untuk bergabung dengan NATO ( Pakta Pertahanan Atlantik Utara). Hal ini memantik kemarahan Rusia, sebab negaranya tak lagi punya ‘pagar’ dari negara-negara NATO lainnya. Selain itu, Ukraina menjadi peringatan nyata bagi negara-negara yang berbatasan langsung dengan Rusia, agar mereka tidak melawan kehendak Rusia dalam urusan geopolitik.

    Adanya serangan Rusia terhadap Ukraina, nyatanya malah menjadi sumbu bagi Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan NATO sesegera mungkin. Padahal, sebelumnya kedua negara tersebut adalah anggota nonblok, yang tak ikut blok mana pun. Namun, saat ini mereka bagai duduk di atas bara. Ingin segera mencantumkan nama negara mereka dalam keanggotaan NATO. Alasannya, tak lain adalah demi kepentingan keamanan negara mereka.

    Sebab, mereka menganggap bertetanggaan dengan Rusia sudah tak ada jaminan aman. Maka sesegera mungkin mereka mencari sekutu baru agar terjamin keamanan negara mereka. Dan NATO menjadi pilihan satu-satunya bagi kedua negara untuk mengamankan wilayahnya. Lantas, apakah jalan mereka memasuki NATO akan mulus atau terjal berliku?


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/31/ada-apa-di-balik-kerasnya-erdogan-tolak-finlandia-dan-swedia-gabung-nato/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    10 min
  • Beleter

    Beleter

    Oleh. Afiyah Rasyad

    (Kontributor Tetap NarasiPost.com)

    Voice over talent: Dewi Nasjag

    NarasiPost.Com-Ramadan begitu mesra membersamai kaum muslim di seluruh penjuru dunia. Namun, gonjang-ganjing duniawi terus menerpa seluruh negeri muslim. Mulai dari serangan fisik di Timur Tengah, wabil khusus serangan Israel di Palestina, sampai perkara politik ekonomi di negeri plus enam dua. Aksi mahasiswa sempat mewarnai tanah air dengan tuntutan perubahannya. Ada juga aksi bela diri korban begal yang menyeretnya menjadi tersangka. Peristiwa paling fenomenal adalah polemik minyak goreng yang masih merajai berita karena ada mafianya.

    Angin pernyataan seorang tetua negeri mengoyak sanubari. Pedas ucapannya menggarami luka yang masih menganga, pedih nian. Beleter sekali dia. Reyot pandangannya atas sebuah persoalan membuat hati rakyat menderita parah. Tajam sekali serangannya atas para emak yang melakukan ritual tahunan. Kenyinyiran sang Tetua Negeri tiada henti, terus menyakiti hati. Seakan tak ingat alam baka yang siap menyongsong siapa saja, apalagi yang sudah tua.

    Udeh memijit kedua alisnya yang terasa berdenyut. Indra pendengarannya yang tajam sedang berdenging kencang tatkala menangkap suara renta nyinyiran perkara baju Lebaran. Udeh tak habis pikir, tega nian itu si mbah menuduh sampai berbusa-busa. “Diam saja kenapa itu mulut?” batinnya. Semakin tua bukannya semakin mendekatkan diri pada Allah, kok berceloteh nirfaedah.


    Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/23/beleter/

    Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

    Follow us on:

    instagram: http://instagram.com/narasipost

    Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

    Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

    Twitter: Http://twitter.com/narasipost

    8 min
  • Lebih dari Makna, Nama adalah Doa

    Lebih dari Makna, Nama adalah Doa

    Oleh. Dila Retta

    ( Tim Redaksi NarasiPost.Com )

    Voice over talent: Anita Yulianti

    NarasiPost.Com-Baru-baru ini, melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2022, pemerintah menetapkan sebuah aturan baru terkait penulisan nama untuk dokumen kependudukan. Menurut Permendagri tersebut, syarat yang harus dipenuhi dalam hal pencatatan nama dokumen kependudukan, diantaranya adalah:

    1. Mudah dibaca, tidak bermakna negatif, dan tidak multitafsir.
    2. Jumlah huruf paling banyak 60 (enam puluh) termasuk spasi.
    3. Jumlah kata paling sedikit 2 (dua) kata.
    4. Mungkin, salah satu alasan pemerintah memutuskan peraturan berdasarkan hukum yang mengatur tentang pencatatan nama ini dikarenakan kian banyaknya masyarakat yang memberikan nama-nama ‘unik’ untuk buah hatinya.

      Jika kita pernah mendengar sebuah ungkapan yang menyatakan, “Apalah arti sebuah nama”, hal ini tentu bertolak belakang dengan prinsip ajaran Islam. Karena dalam Islam, nama seorang anak mengandung doa dan harapan orang tua untuk kehidupannya kelak.


      Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/30/lebih-dari-makna-nama-adalah-doa/

      Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

      Follow us on:

      instagram: http://instagram.com/narasipost

      Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

      Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

      Twitter: Http://twitter.com/narasipost

      6 min

    About Narasipostmedia

    From the publisher's feed

    Audio tentang sastra, opini, surat pembaca motivasi, food dan sebagainya dari karya-karya para penulis ideologis yang naskahnya publish di media www.narasipost.com