Berikut adalah beberapa mitos atau pantangan selama bulan tujuh berlangsung:
1. Jangan pergi berenang.
Selama bulan tujuh ini, arwah-arwah gentayangan akan keluar untuk beraktivitas, layaknya manusia. Mereka yang tewas secara tidak wajar, biasanya membutuhkan korban pengganti di lokasi mana mereka meninggal, dengan tujuan untuk reinkarnasi.
Oleh karena itu, tidak heran jika bulan tujuh tiba, maka banyak orang tua di Taiwan akan melarang anggota keluarganya untuk pergi berenang, karena dicemaskan akan “ditarik” oleh arwah yang pernah tewas karena tenggelam.
2. Jangan beli rumah atau melihat rumah yang usianya sudah melebihi 30 tahun.
Sebelum membeli 1 unit rumah idaman, biasanya warga akan melihat-lihat kondisi rumah bersangkutan terlebih dahulu.
Rumah tua yang sebelumnya pernah dihuni tentu menyimpan banyak memori, baik positif atau negatif. Apalagi kalau di rumah bersangkutan pernah ada yang meninggal, maka selama bulan tujuh berlangsung, dipercaya arwah yang meninggal tersebut akan kembali ke rumah bersangkutan.
3. Hindari pergi ke rumah sakit pada malam hari
Menurut mitos, sebelum meninggal dunia, maka sebagian besar memori seseorang biasanya akan tertinggal di dalam rumah sakit. Jika di rumah keluarga besar tidak meletakkan pusara leluhur, maka dipercaya arwah generasi berikutnya tidak dapat beristirahat di dalam rumah, melainkan akan menetap dan berdiam di dalam rumah sakit.
4. Hindari berjalan-jalan atau beraktivitas di sekitar kuil pada malam hari
Menurut mitos yang ada, para arwah gentayangan yang meninggal secara tidak wajar, juga memerlukan bantuan para dewa-dewi untuk bisa mencapai nirwana. Oleh karena itu, di kala bulan tujuh tiba, dipercaya akan ada banyak arwah gentayangan yang berkumpul di kawasan kuil untuk meminta pertolongan kepada para dewa-dewi.
Dan tidak heran, jika setiap bulan tujuh tiba, mayoritas kuil di Taiwan akan menggelar ritual persembahyangan khusus yang ditujukan untuk menenangkan para arwah.
5. Jangan menyebut langsung kata 鬼 (baca: Gui) “hantu”, sebaiknya diganti dengan ucapan yang lebih halus, misal “Hao Xiong Di” (arti: sahabat baik)
6. Jangan menjemur baju pada malam hari.
Area lembap dan basah dipercaya adalah tempat yang disukai oleh para arwah gentayangan. Arwah yang tidak memiliki tempat untuk berteduh, mereka dipercaya akan menghinggap atau menggantung pada pakaian-pakaian yang dijemur pada malam hari.
7. Jangan melafalkan mantra.
Menurut mitos yang ada, arwah gentayangan membutuhkan banyak karma baik sebelum mereka dapat dilahirkan kembali (reinkarnasi). Salah satunya adalah dengan mendengarkan mantra, dengan tujuan untuk membuka kesempatan bagi para arwah untuk reinkarnasi.
Oleh karena itu, jangan membaca atau melafalkan mantra terlampau kencang, karena ditakutkan akan mengundang perhatian para arwah untuk datang, lalu duduk di samping Anda sambil mendengarkan mantra yang tengah Anda baca.
8. Jangan teriak pada malam hari, karena hardikan yang terlalu keras dicemaskan akan menarik perhatian para arwah untuk kemudian mendekati Anda.
9. Jangan menepuk bahu seseorang sembarangan.
Dalam budaya Tionghoa dikenal istilah 人有三把火 (baca: Ren You San Ba Huo), artinya kira-kira: manusia memiliki 3 sumbu api. Dan salah satu sumbu api tersebut berada di bahu manusia. Sumbu-sumbu api ini dipercaya dapat melindungi aura setiap manusia.
Jika Anda menepuk bahu dan membuat seseorang terkejut, maka Anda bisa memadamkan sumbu api tersebut, dan melemahkan proteksi aura manusia bersangkutan. Dan ketika lemah, maka orang tersebut akan lebih mudah didekati oleh arwah gentayangan.
10. Jangan bersiul pada malam hari.
Siulan manusia dipercaya memiliki frekuensi serupa dengan dunia para arwah, yang dicemaskan bisa memanggil mereka untuk lebih mendekat ke Anda
11. Jangan membakar dupa pada malam hari.
Hal ini dipercaya dapat memanggil para arwah untuk datang dan berdiam di sekitar Anda
12. Jangan mengambil foto di kawasan pegunungan atau lapangan terbuka.
Mengambil gambar di kawasan pegunungan atau lapangan terbuka selama bulan tujuh ditakutkan bisa menangkap bayangan para arwah gentayangan yang tengah mondar-mandir.
13. Jangan sembarangan mengucapkan kata 死 (baca: Si), arti: mati.
14. Jangan sembarangan melakukan aktivitas uji nyali
Aktivitas uji nyali dengan mengunjungi kawasan-kawasan angker, dianggap dapat menantang para arwah. Di samping itu, aktivitas permainan seperti Jailangkung dan sejenisnya juga jangan dilakukan, karena hal tersebut bisa menyinggung para arwah.
15. Jangan nonton film horor tengah malam sendirian, karena dicemaskan akan mengundang para arwah untuk duduk dan menonton bersama dengan Anda
16. Jika Anda diharuskan menjalankan operasi karena kondisi fisik Anda, maka disarankan untuk lebih memilih siang hari ketimbang malam hari.
17. Selama bulan tujuh ini, jika Anda mau menginap di hotel atau kawasan asing lainnya, maka disarankan membawa Salvia officinalis, atau dalam bahasa Mandarin dikenal dengan sebutan 鼠尾草 (baca: Shu Wei Cao).
Selain dapat membuat Anda cepat rileks dan terlelap, Shu Wei Cao dipercaya dapat mengusir arwah gentayangan yang hendak mendekati Anda.
18. Merayakan pernikahan.
Sebagian besar warga Tionghoa biasanya akan menghindari untuk menggelar pesta pernikahan selama bulan tujuh berlangsung. Namun, jika resepsi pernikahan tidak dapat terhindarkan dan harus digelar pada bulan tujuh, maka harus dihelat dengan mengikuti banyak pantangan. Salah satunya adalah jangan menyalakan petasan pada malam hari, karena hal itu dicemaskan dapat meretakkan keharmonisan antara suami dengan istri.
19. Jangan mengucap kata-kata kotor atau sumpah serapah. Ucapan yang tidak baik atau sumpah serapah, selain dapat menyinggung hati manusia, maka dicemaskan bisa membuat para arwah yang kebetulan lewat di samping Anda menjadi marah.