
Sign up to save your podcasts
Or


馬太福音18:21–35
18:21 那時彼得進前來、對耶穌說、主阿、我弟兄得罪我、我當饒恕他幾次呢。到七次可以麼。
18:22 耶穌說、我對你說、不是到七次、乃是到七十個七次。
18:23 天國好像一個王、要和他僕人算賬。
18:24 纔算的時候、有人帶了一個欠一千萬銀子的來。
18:25 因為他沒有甚麼償還之物、主人吩咐把他和他妻子兒女、並一切所有的都賣了償還。
18:26 那僕人就俯伏拜他說、主阿、寬容我將來我都要還清。
18:27 那僕人的主人、就動了慈心、把他釋放了、並且免了他的債。
18:28 那僕人出來、遇見他的一個同伴、欠他十兩銀子、便揪著他、掐住他的喉嚨、說、你把所欠的還我。
18:29 他的同伴就俯伏央求他、說、寬容我罷、將來我必還清。
18:30 他不肯、竟去把他下在監裡、等他還了所欠的債。
18:31 眾同伴看見他所作的事、就甚憂愁、去把這事都告訴了主人。
18:32 於是主人叫了他來, 對他說, 你這惡奴才, 你央求我, 我就把你所欠的都免了.
18:33 你不應當憐恤你的同伴、像我憐恤你麼。
18:34 主人就大怒、把他交給掌刑的、等他還清了所欠的債。
18:35 你們各人、若不從心裡饒恕你的弟兄、我天父也要這樣待你們了。
與他人互動中,一定有讓我們真正感到受傷的時刻,無論是尖酸刻薄的言語,令人震驚的背叛,還是不公的對待。在這情況中,常常覺得很難去饒恕,甚至覺得不合邏輯。然而,如果我們真心想要與耶穌同行,我們就需要學習將饒恕視為我們信仰身份的一部分,而不是重擔。
當彼得問耶穌,他當幾次饒恕得罪他的人,他提出了一個他認為足夠恩慈數字,就是七次。但是,出乎他意料,耶穌的回答遠遠超過這個數字,那就是七十個七次。耶穌透過 “七十個七次” 這句話,要告訴彼得饒恕是不該有限制的。為了解釋這事,耶穌講了一個關於擁有巨大債務而獲得饒恕的僕人,但他自己不願意饒恕欠負債不多於他的人。透過這故事,耶穌要提醒彼得也包括我們每一個人,上帝已經饒恕了我們那麼大的罪,那麼我們也應該學習饒恕別人。換句話說,上帝對我們的饒恕應當成為我們饒恕他人的基礎。的確饒恕無法立刻消除心裡的傷痛,但那是邁向真正恢復的一步。
親愛的弟兄姐妹,學習饒恕並不表示我們無視所經歷的痛苦,而是選擇不讓那傷痛控制我們的生命。我們必須坦誠地承認饒恕確實不容易。但是,我們也可以相信在這過程中上帝不會撇下我們。如果上帝都已饒恕我們,那麼請相信祂也會賜給我們能力來饒恕別人。關鍵是,我們饒恕不是因為他們配得饒恕,而是因為我們自己已經從上帝那裡得到莫大的饒恕和愛。去饒恕吧,你就會看見上帝如何恢復你的心。
“跟從基督意味著
饒恕那看似不可饒恕的,
因為上帝已經饒恕了
我們內裡不可饒恕的。”
( C.S路易斯 )
作者 : 椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會 – 腓力傳道
翻譯 : 鄭愛群
默想的問題 :
1. 當你選擇不去饒恕時,對你的心靈,思想,和我們與上帝的關係會有什麼影響 ?
2. 今天雖然你的心還沒完全恢復,你可以採取哪些步驟來開始饒恕的過程 ?
Nats Alkitab : Wahyu 13:11-18
Penulis : G.I. Alfa Imannuel
Siapa yang tidak merinding saat membaca teks tersebut? Meskipun demikian, banyak di antara kita yang suka dengan nuansa creepy dan penuh teka-teki di dalamnya. Tidak heran apabila kitab Wahyu sangat disukai. Kita banyak membaca literatur untuk memecahkan arti dari teks-teks yang dituliskan di dalamnya. Ada literatur yang menuliskan tafsirannya dengan baik, sesuai dengan analisa genre yang tepat. Sebaliknya, ada literatur yang menafsirkannya secara berlebihan dan dramatis. Misalnya: menghubungkan angka 666 dengan chip anti-Kristus yang dibuat oleh sekte iluminati dan ditanam ke dahi manusia. Atau menafsirkan binatang belalang (dalam Wahyu 9) menjadi helikopter. Tafsiran lain misalnya “dua puluh ribu laksa pasukan berkuda” (9:16) adalah Korea Utara dan “Naga Merah” (12:3) adalah Republik Rakyat China. Jemaat yang membaca makin bingung, sibuk menafsirkan banyak hal, kemudian kehilangan esensi utama dari tujuan penulisan kitab Wahyu.
Bagaimana supaya kita mendapatkan berkat dan kekuatan iman saat membaca kitab Wahyu? Tentu saja kita perlu memahami genrenya. Kitab Wahyu adalah kitab bergenre apokaliptik yang penuh dengan simbol-simbol. Kita tidak boleh menafsirkan teks-teks yang ada secara over-literal, melainkan harus secara simbolis. Misalnya dalam Wahyu 13, simbol binatang yang keluar dari dalam laut dan dari dalam bumi, perlu dimaknai sebagai gambaran simbolis dari kejahatan. Dan kejahatan itu bertarung secara kosmis dengan Allah (Wahyu 14), yang secara simbolis digambarkan seperti Anak Domba yang berdiri di Gunung Sion. Sekuat apa pun kejahatan itu pada akhirnya akan kalah dengan kuasa Allah (Wahyu 15). Memang inilah kondisi yang sesuai dengan gereja mula-mula pada waktu itu. Secara historis, gereja di abad pertama hidup sangat menderita karena ditindas oleh orang-orang yang jahat. Simbol-simbol seperti binatang dan angka 666 berhubungan secara relevan langsung dengan mereka. Contohnya: Sosok Kaisar Nero yang menganiaya orang Kristen dengan cara-cara kejam. Jadi, alih-alih membingungkan jemaat Kristen mula-mula dengan teka-teki akan masa depan. Kitab Wahyu dituliskan untuk menguatkan iman mereka di tengah penderitaan. Juga supaya jemaat memiliki pengharapan akan kemenangan di masa depan, apabila mereka berdiri teguh pada iman akan Tuhan Yesus Kristus.
Kitab yang indah bukan? Masihkah kita menyukai kitab Wahyu? Apakah kitab Wahyu masih berguna bagi kita saat ini? Sangat berguna! Kita perlu membacanya secara utuh berkali-kali. Jangan terjebak pada detail-detailnya serta memeretelinya. Kita akan menemukan pesan yang nyata. Apa pesannya? Bahwa penguasa kehidupan kita adalah Tuhan Yesus Kristus, tidak ada yang bisa mengalahkan-Nya. Sekuat apa pun raja-raja di dunia saat ini, satu waktu bisa saja ditumbangkan oleh Allah. Sehingga, jangan putus asa atau menyerah, melainkan bertahan dalam iman pada Tuhan Yesus Kristus. Percayakan diri kita kepada tuntunan-Nya.
“Kitab Wahyu adalah pesan sukacita bagi jemaat yang menderita.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa tujuan kitab Wahyu dituliskan untuk gereja abad pertama?
2. Bagaimana kitab Wahyu dapat memberkati kehidupan kita saat ini?
使徒行傳2:42-47
2:42 都恆心遵守使徒的教訓、彼此交接、擘餅、祈禱。
2:43 眾人都懼怕.使徒又行了許多奇事神蹟。
2:44 信的人都在一處、凡物公用.
2:45 並且賣了田產家業、照各人所需用的分給各人。
2:46 他們天天同心合意恆切的在殿裡、且在家中擘餅、存著歡喜誠實的心用飯、
2:47 讚美神、得眾民的喜愛。主將得救的人、天天加給他們。
許多基督徒認為信心問題只是個人與上帝的問題。他們說, “要緊的是我已經相信上帝,這就足夠了.” 的確,信仰基督是個人的決定。然而,信心的成長也離不開與他人的互動。正如小火如果離開了其它的火炭很容易熄滅,同樣離群的信心也會很快變脆弱。
上帝從未設計我們對祂的信心中獨自行走。身為信徒,我們被呼召在基督徒的群體中一起生活。我們可以彼此服事,彼此堅固,彼此禱告,以及在愛中學習一起成長。這就是早期教會之會眾生活的描繪。今天的經文見證了他們如何在溫暖而充滿愛的團契中生活。他們不僅定期聚會,但也恆心遵守上帝的教訓,一同禱告,和彼此關照。他們所做的這一切不是因為慣例,更不只是一種形式。在群體中所感受到的溫暖顯然反映了基督的愛改變了他們。因此,沒有任何人在他們信心旅途中感到孤單。進一步而言,群體中所散發出的溫暖和愛最終使他們成為基督向世人真實有效率的見證人,使許多人受到吸引並願意加入他們。
上帝也渴望我們的信心生活能如此。因為在基督裡的信心不僅關於我們個人與上帝的關係,但也關於我們與他人的關係。所以我們需要活在群體裡。在群體裡我們的信心會成長,因為我們可以學習彼此堅固,幫助,勸勉,饒恕,和彼此相愛。如果我們願意敞開自己融入群體這一切就能發生。那麼,你又如何呢? 你是否也已經融入到基督徒的群體並且積極地為他人付出和服事來做出貢獻 ?
“基督徒的群體不是一個選擇,
而是屬靈的需要。
在群體裡我們找到
作為基督門徒生活的力量。”
(C.S 路易斯)
作者 : 椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會 – 腓力傳道
翻譯 : 鄭愛群
默想的問題 :
1. 是什麼攔阻了你更多的來參加信仰群體,而你要如何與上帝一同來克服它 ?
2. 你今天可以採取哪些具體步驟來與你的教會群體建立更深厚的關係 ?
Nats Alkitab : Lukas 5:27-28
Penulis : G.I. Pilipus Ferdinand
Dalam perjalanan hidup ini, setiap orang tentu pernah berada di titik persimpangan, di mana ia harus memilih: apakah tetap di “jalan yang lama” atau melangkah ke “jalan yang baru” yang belum ia pahami sepenuhnya. Pilihan seperti ini sering kali datang secara tiba-tiba, tanpa banyak tanda atau peringatan. Namun, justru di momen seperti itulah Tuhan sering kali hadir memanggil kita untuk merespons sesuatu yang lebih besar.
Inilah yang terjadi juga dengan seorang yang bernama Lewi yang dicatat dalam Lukas 5:27–28. Ketika Yesus melihatnya di rumah cukai, yang kemungkinan adalah tempat kerjanya sehari-hari, tanpa basa-basi dan tanpa percakapan pembuka, Yesus tiba-tiba saja berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Herannya lagi, tanpa berargumen, Lewi langsung berdiri, ia meninggalkan pekerjaannya dan mengikuti Yesus. Tentu saja keputusan yang diambil Lewi dengan meninggalkan pekerjaannya bukanlah keputusan kecil. Ini jelas adalah sebuah keputusan besar yang akan mengubah arah hidupnya. Keputusan itu tentu saja akan berdampak pada setiap aspek hidupnya, salah satunya kondisi ekonominya. Sebab, sebagai pemungut cukai, Lewi tentu punya penghasilan yang besar, meski dengan pekerjaannya itu ia banyak dibenci oleh orang-orang sebangsanya. Namun, tanpa berpikir panjang, ketika mendengar panggilan itu, Lewi langsung berdiri meninggalkan karier yang sudah dibangunnya dengan susah payah itu. Apa yang terjadi dengan Lewi ini jelas menunjukkan bahwa ketika seseorang sungguh bertemu dengan Yesus, maka perjumpaan itu akan membawa dampak besar yang akan mengubah seluruh jalan hidupnya.
Artinya, mengikut Yesus berarti kita juga harus siap untuk berubah arah. Bahkan jika itu berarti kita mesti siap melepaskan hal-hal yang selama ini kita anggap penting. Namun demikian, tidak selalu Tuhan meminta kita keluar dari pekerjaan atau kota tempat kita tinggal. Yang pasti, ketika Tuhan memanggil kita, Dia menginginkan kita mengikut-Nya dengan hati yang benar-benar percaya dan berserah penuh kepada-Nya. Inilah yang dilakukan oleh Lewi. Keputusannya itu bukan hanya tentang meninggalkan pekerjaan, melainkan sebuah simbol penyerahan hidup yang penuh kepada Allah. Tuhan mungkin tidak meminta kita semua untuk meninggalkan profesi atau harta kita, tetapi Ia pasti memanggil kita untuk melepaskan kendali atas hidup kita dan mengikuti-Nya dengan sepenuh hati.
”Keputusan mengikut Kristus adalah titik balik terbesar dalam hidup seseorang.” (Billy Graham)
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Hal apa yang Tuhan minta untuk saudara lepaskan, agar bisa lebih sungguh-sungguh mengikuti-Nya?
2. Apa kendala terbesar yang sering membuat saudara sulit melepaskan hal-hal tertentu dalam hidup saudara?
馬可福音1:35
1:35 次日早晨、天未亮的時候、耶穌起來、到曠野地方去、在那裡禱告。
你是否曾經覺得人生就像無終點線的賽跑? 想像看, 從起床那一刻, 我們一天的開始就立刻陷入日常瑣事, 而無法給上帝時間。我們知道與上帝溝通的重要性,但無止盡的忙碌使我們與上帝相處的安靜時刻常常被推遲。這就是為什麼我們時常感到失去方向和無助。
耶穌和我們一樣也是很忙,但祂給了我們非凡的榜樣。今天的經文紀載著,耶穌服事了許多人,勞累了一整天後,卻沒有選擇更長時間休息。反而天未亮的時候起來,去到安靜的地方,在那裡禱告。這說明了耶穌把與天父的個人時間放在至高。因此,在祂的百忙之中,在祂安靜的禱告中依然留意保守與天父的關係。耶穌深知, 在服事眾人之前,祂必須先與祂的天父有連結。對祂而言,與天父的親密關係是祂力量的主要來源。所以,耶穌不只教導如何禱告,祂自己也活在禱告中。對耶穌來說,安靜不是逃避,而是與天父相遇的時刻。禱告也不只是屬靈義務,更是祂生命氣息的部分。祂要門徒們覺悟真正的服事源自於與上帝親密的關係,而不是自己的力量。
如果耶穌覺得有必要抽出時間獨自安靜禱告,為什麼我們覺得沒有必要如此做也行呢? 讓我們以給上帝時間來開始新的一天。時間不必很長,主要是要持續。試著從小步驟開始。比如,早晨起床時,不要立刻檢查手機的簡訊。空出一點時間來讀聖經和與祂說話。不必用華美或正式的言詞,只需要一顆真誠的心。因為在安靜中,上帝會溫柔地迎接我們,給予方向和真正的平安,這是我們無法在別的地方找到的。在安靜中我們將再次被甦醒以及得到新的力量來面對每一天。
“安靜不是指靜默的氣氛,
而是安靜的心靈預備好聆聽。”
作者 : 椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會 – 腓力傳道
翻譯 : 鄭愛群
默想的問題 :
1. 是什麼常常成為你與上帝同處的最大阻礙 ?
2. 今日你可以採取哪些小步驟來重建與祂的親密關係 ?
Nats Alkitab : Markus 1:35
Penulis : G.I. Pilipus Ferdinand
Pernahkah Saudara merasa hidup ini seperti lomba lari yang tanpa garis akhir? Bayangkan, sejak bangun tidur, kita memulai hari dengan langsung tenggelam dalam rutinitas, tanpa sempat memberi ruang bagi Tuhan. Kita tahu betapa pentingnya berkomunikasi dengan Tuhan, tetapi kesibukan yang tak kunjung usai membuat momen hening bersama-Nya sering kali tertunda. Itulah sebabnya, kita sering merasa kehilangan arah dan tak berdaya.
Seperti halnya kita, Yesus juga sibuk, namun Dia memberi teladan yang luar biasa. Nas hari ini mencatat, setelah hari yang melelahkan karena melayani banyak orang, Yesus tidak memilih untuk beristirahat lebih lama. Sebaliknya, Dia bangun pagi-pagi benar dan pergi ke tempat sunyi untuk berdoa. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus menaruh prioritas tinggi pada waktu pribadi bersama Bapa. Itulah sebabnya, di tengah kesibukan-Nya yang luar biasa, Ia tetap menjaga relasi-Nya dengan Bapa di dalam keheningan doa. Yesus tahu bahwa sebelum melayani banyak orang, Ia harus lebih dulu terhubung dengan Bapa-Nya. Bagi-Nya, keintiman dengan Bapa adalah sumber kekuatan utama. Jadi, Yesus tidak hanya mengajarkan tentang bagaimana cara berdoa, tetapi Ia juga hidup dalam doa. Bagi Yesus, keheningan bukanlah sebuah pelarian, tapi sebuah momen perjumpaan dengan Bapa. Berdoa juga bukan sekadar kewajiban spiritual, tapi bagian dari napas hidup-Nya. Dia ingin para murid menyadari bahwa pelayanan yang sejati lahir dari relasi yang intim dengan Allah, bukan dari kekuatan sendiri.
Jika Yesus saja merasa perlu menyediakan waktu untuk menyendiri dalam keheningan doa, mengapa kita merasa dapat berjalan tanpa itu? Marilah kita mulai hari-hari kita dengan memberi ruang bagi Tuhan. Tidak perlu lama, yang penting konsisten. Cobalah mulai dengan langkah kecil. Misalnya, ketika bangun di pagi hari, jangan langsung cek pesan masuk di handphone. Ambillah waktu sebentar untuk membaca Alkitab dan berbicara kepada-Nya. Tidak harus dengan kata-kata yang indah atau formal, cukup dengan hati yang tulus. Sebab dalam keheningan, Tuhan akan menyapa kita dengan lembut, memberi arah dan ketenangan yang sejati, yang tidak bisa kita temukan di tempat lain. Di situlah kita akan kembali disegarkan dan mendapatkan kekuatan baru untuk menghadapi hari.
“Keheningan itu bukan soal sunyinya suasana,
tapi heningnya hati yang siap mendengar.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Hal apa yang sering menjadi penghalang terbesar saudara, untuk memiliki waktu pribadi bersama Tuhan?
2. Langkah kecil apa yang bisa saudara ambil hari ini untuk mulai membangun kembali keintiman dengan-Nya?
馬太福音8:19-22
8:19 有一個文士來、對祂說、夫子、祢無論往那裡去、我要跟從祢。
8:20 耶穌說、狐狸有洞、天空的飛鳥有窩、人子卻沒有枕頭的地方。
8:21 又有一個門徒對耶穌說、主阿、容我先回去埋葬我的父親。
8:22 耶穌說、任憑死人埋葬他們的死人、你跟從我罷。
在各種各樣的活動和緊湊繁忙的行程中,我們常常聽到人們說, “重要和緊急的,要優先去做。”可惜的是,在人生眾多選擇中,上帝常常在我們優先順序中被排除。有人說,"我要跟從耶穌"或"我要服事上帝”, 不過要等到: 職業穩定了, 孩子長大了,或一切安好了。
我的弟兄們,跟從耶穌不僅是在我們緊湊繁忙的活動列表中增添屬靈活動,而是關於誰應當在我們的生命中成為優先的。今天的經文紀載,有兩個人對跟從耶穌感到興趣。第一位是文士。但耶穌對他說,”狐狸有洞,天空的飛鳥有窩,人子卻沒有枕頭的地方。”耶穌的這句話並非拒絕,而是為要考驗文士有多真心跟從祂。第二個人先要去埋葬他父親之後才跟從祂。這是一個非常合理的要求,不是嗎? 然而耶穌堅定地回答, ”任憑死人埋葬他們的死人。”意思是跟從耶穌是需要馬上回應的呼召, 不可耽擱.
換句話說,一個人跟從耶穌必須願意將祂放在首位,高於一切,甚至超過對家人最崇高的義務。親愛的弟兄姊妹,跟從耶穌意味著在我們的生命中所有的決定和方向上將祂放在首位。所以,不是耶穌來配合我們的行程和計畫,而是我們要學習使自己的生活隨著祂的旨意和呼召。讓我們來省察自己的心,是否耶穌已經成為我們生命中的首位 ?不要等到所有的事都決解了或時機成熟了, 才要跟從或服事上帝。順服並不是等“以後”而是“現在”就開始。當然,以耶穌為首位不意味著我們脫離生活中其他所有的責任,而是我們要怎樣把所有的都置於祂的權柄下。
“跟從和服事耶穌
不需要等到有空閒時間時,
而是需要一顆真誠的心。”
作者 :椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會 – 腓力傳道
翻譯 : 鄭愛群
默想的問題:
1. 你是否正在用看似合理的理由來推遲順服,但實際上正在轉移對耶穌的關注 ? 請問在什麼情況下呢 ?
2. 你今天可以採取那些具體步驟來讓耶穌成為你生命中真正的優先 ?
Nats Alkitab : Wahyu 13:11-18
Penulis : G.I. Alfa Imannuel
Siapa yang tidak merinding saat membaca teks tersebut? Meskipun demikian, banyak di antara kita yang suka dengan nuansa creepy dan penuh teka-teki di dalamnya. Tidak heran apabila kitab Wahyu sangat disukai. Kita banyak membaca literatur untuk memecahkan arti dari teks-teks yang dituliskan di dalamnya. Ada literatur yang menuliskan tafsirannya dengan baik, sesuai dengan analisa genre yang tepat. Sebaliknya, ada literatur yang menafsirkannya secara berlebihan dan dramatis. Misalnya: menghubungkan angka 666 dengan chip anti-Kristus yang dibuat oleh sekte iluminati dan ditanam ke dahi manusia. Atau menafsirkan binatang belalang (dalam Wahyu 9) menjadi helikopter. Tafsiran lain misalnya “dua puluh ribu laksa pasukan berkuda” (9:16) adalah Korea Utara dan “Naga Merah” (12:3) adalah Republik Rakyat China. Jemaat yang membaca makin bingung, sibuk menafsirkan banyak hal, kemudian kehilangan esensi utama dari tujuan penulisan kitab Wahyu.
Bagaimana supaya kita mendapatkan berkat dan kekuatan iman saat membaca kitab Wahyu? Tentu saja kita perlu memahami genrenya. Kitab Wahyu adalah kitab bergenre apokaliptik yang penuh dengan simbol-simbol. Kita tidak boleh menafsirkan teks-teks yang ada secara over-literal, melainkan harus secara simbolis. Misalnya dalam Wahyu 13, simbol binatang yang keluar dari dalam laut dan dari dalam bumi, perlu dimaknai sebagai gambaran simbolis dari kejahatan. Dan kejahatan itu bertarung secara kosmis dengan Allah (Wahyu 14), yang secara simbolis digambarkan seperti Anak Domba yang berdiri di Gunung Sion. Sekuat apa pun kejahatan itu pada akhirnya akan kalah dengan kuasa Allah (Wahyu 15). Memang inilah kondisi yang sesuai dengan gereja mula-mula pada waktu itu. Secara historis, gereja di abad pertama hidup sangat menderita karena ditindas oleh orang-orang yang jahat. Simbol-simbol seperti binatang dan angka 666 berhubungan secara relevan langsung dengan mereka. Contohnya: Sosok Kaisar Nero yang menganiaya orang Kristen dengan cara-cara kejam. Jadi, alih-alih membingungkan jemaat Kristen mula-mula dengan teka-teki akan masa depan. Kitab Wahyu dituliskan untuk menguatkan iman mereka di tengah penderitaan. Juga supaya jemaat memiliki pengharapan akan kemenangan di masa depan, apabila mereka berdiri teguh pada iman akan Tuhan Yesus Kristus.
Kitab yang indah bukan? Masihkah kita menyukai kitab Wahyu? Apakah kitab Wahyu masih berguna bagi kita saat ini? Sangat berguna! Kita perlu membacanya secara utuh berkali-kali. Jangan terjebak pada detail-detailnya serta memeretelinya. Kita akan menemukan pesan yang nyata. Apa pesannya? Bahwa penguasa kehidupan kita adalah Tuhan Yesus Kristus, tidak ada yang bisa mengalahkan-Nya. Sekuat apa pun raja-raja di dunia saat ini, satu waktu bisa saja ditumbangkan oleh Allah. Sehingga, jangan putus asa atau menyerah, melainkan bertahan dalam iman pada Tuhan Yesus Kristus. Percayakan diri kita kepada tuntunan-Nya.
“Kitab Wahyu adalah pesan sukacita bagi jemaat yang menderita.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa tujuan kitab Wahyu dituliskan untuk gereja abad pertama?
2. Bagaimana kitab Wahyu dapat memberkati kehidupan kita saat ini?
路加福音5:27-28
5:27 這事以後,耶穌出去,看見一個稅使,名叫利未,坐在稅關上,就對他說 : 你跟從我來。
5:28 他就撇下所有的,起來,跟從了耶穌。
在人生的旅程中,每一個人都曾站在十字路口且必須做出選擇 : 要繼續走在”舊路”或踏上尚未完全理解的”新路”。這樣的選擇往往來得突然,沒有太多的徵兆或提示. 然而,正是在這樣的時刻上帝時常呼召我們來回應更大的事。
路加福音五章27-28節中記載的一個名叫利未的人也經歷了同樣的情況。當耶穌看到他坐在稅關上,有可能那是他每天工作的地方,耶穌沒有說三道四,也沒有開場白,突然地對他說: “你跟從我來!”。令人驚訝的是,利未沒有爭辯, 直接起身,撇下他的工作,跟從了耶穌。當然,利未做出撇下他的工作不是一個微小的決定。這顯然是一個將改變他生命方向的重大決定。這樣的決定對他的生活各方面都有影響,其中之一就是他的經濟狀況。因為,身為稅使,利未當然有很高的收入,儘管他的工作被許多同胞所厭惡。然而,當他聽到了這呼召,沒有多想就直接起來撇下他辛辛苦苦建立的事業。
利未身上所發生的清楚地表明當一個人真正遇見耶穌時,那相遇將帶來巨大改變他所有人生道路的影響。這意味著,跟從耶穌我們也必須準備好改變方向。甚至也要準備好撇下我們一直以來認為重要的事物。然而,上帝並不總是要我們離開我們的工作或我們所住的城市。可以肯定的是,當上帝呼召我們時,祂要我們帶著一顆全然相信和降服交托於祂的心。這就是利未所做的。他的決定不僅是撇下工作,而是將生命完全交托於上帝的象徵。上帝或許沒有要我們離開我們的工作或財物,但祂確實呼召我們放下我們對生命的控制並全心全意地跟從祂。
“跟隨基督的決定是一個人
生命中最大的轉捩點”
(葛培理牧師)
作者 : 椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會 – 腓力傳道
翻譯 : 鄭愛群
默想的問題:
1. 上帝要你撇下什麼,好讓你能更真誠的跟從祂 ?
2. 在你的人生中,常常會讓你難以放棄某些事情最大的障礙是什麼?
Nats Alkitab : Lukas 5:27-28
Penulis : G.I. Pilipus Ferdinand
Dalam perjalanan hidup ini, setiap orang tentu pernah berada di titik persimpangan, di mana ia harus memilih: apakah tetap di “jalan yang lama” atau melangkah ke “jalan yang baru” yang belum ia pahami sepenuhnya. Pilihan seperti ini sering kali datang secara tiba-tiba, tanpa banyak tanda atau peringatan. Namun, justru di momen seperti itulah Tuhan sering kali hadir memanggil kita untuk merespons sesuatu yang lebih besar.
Inilah yang terjadi juga dengan seorang yang bernama Lewi yang dicatat dalam Lukas 5:27–28. Ketika Yesus melihatnya di rumah cukai, yang kemungkinan adalah tempat kerjanya sehari-hari, tanpa basa-basi dan tanpa percakapan pembuka, Yesus tiba-tiba saja berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Herannya lagi, tanpa berargumen, Lewi langsung berdiri, ia meninggalkan pekerjaannya dan mengikuti Yesus. Tentu saja keputusan yang diambil Lewi dengan meninggalkan pekerjaannya bukanlah keputusan kecil. Ini jelas adalah sebuah keputusan besar yang akan mengubah arah hidupnya. Keputusan itu tentu saja akan berdampak pada setiap aspek hidupnya, salah satunya kondisi ekonominya. Sebab, sebagai pemungut cukai, Lewi tentu punya penghasilan yang besar, meski dengan pekerjaannya itu ia banyak dibenci oleh orang-orang sebangsanya. Namun, tanpa berpikir panjang, ketika mendengar panggilan itu, Lewi langsung berdiri meninggalkan karier yang sudah dibangunnya dengan susah payah itu. Apa yang terjadi dengan Lewi ini jelas menunjukkan bahwa ketika seseorang sungguh bertemu dengan Yesus, maka perjumpaan itu akan membawa dampak besar yang akan mengubah seluruh jalan hidupnya.
Artinya, mengikut Yesus berarti kita juga harus siap untuk berubah arah. Bahkan jika itu berarti kita mesti siap melepaskan hal-hal yang selama ini kita anggap penting. Namun demikian, tidak selalu Tuhan meminta kita keluar dari pekerjaan atau kota tempat kita tinggal. Yang pasti, ketika Tuhan memanggil kita, Dia menginginkan kita mengikut-Nya dengan hati yang benar-benar percaya dan berserah penuh kepada-Nya. Inilah yang dilakukan oleh Lewi. Keputusannya itu bukan hanya tentang meninggalkan pekerjaan, melainkan sebuah simbol penyerahan hidup yang penuh kepada Allah. Tuhan mungkin tidak meminta kita semua untuk meninggalkan profesi atau harta kita, tetapi Ia pasti memanggil kita untuk melepaskan kendali atas hidup kita dan mengikuti-Nya dengan sepenuh hati.
”Keputusan mengikut Kristus adalah titik balik terbesar dalam hidup seseorang.” (Billy Graham)
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Hal apa yang Tuhan minta untuk saudara lepaskan, agar bisa lebih sungguh-sungguh mengikuti-Nya?
2. Apa kendala terbesar yang sering membuat saudara sulit melepaskan hal-hal tertentu dalam hidup saudara?
From the publisher's feed