Sign up to save your podcastsEmail addressPasswordRegisterOrContinue with GoogleAlready have an account? Log in here.
PERIPLUS was founded in 1985. Please feel free to contact us via WhatsApp: https://wa.me/6287784644608 or, send us an email at: [email protected]. For inquiries regarding: Book Request ✅ Stock... more
FAQs about PERIPODCAST:How many episodes does PERIPODCAST have?The podcast currently has 213 episodes available.
April 18, 2023Episode 113. [🎥Exclusive on Spotify] Mr. Jacky Mussry (CEO of Markplus Inc) | M-Periplus Book Club - Think Again: Menimbang Ulang Proses Berpikir KitaLink: https://blog.periplus.com/mbookclub2/ | Think Again (2021), karya Adam Grant yang adalah psikolog organisasional sekaligus seorang dosen, menantang kita untuk kembali menyelisik cara berpikir dan hal-hal yang kita yakini sebagai kebenaran. Selama ini, akal budi diyakini sebagai faktor penentu utama kemampuan berpikir dan belajar. Namun, belakangan ini hadir gagasan bahwa ada keterampilan kognitif lain yang diperlukan. Keterampilan tersebut adalah kemampuan untuk rethink dan unlearn. Kedua kemampuan inilah yang dieksplorasi dalam Think Again, sehingga kita dapat menjadi pribadi yang memiliki fleksibilitas, kesederhanaan, dan keingintahuan yang membuat kita belajar lebih luas dan mendalam....more2minPlay
February 06, 2023Episode 112. [🎥Exclusive on Spotify] Bincang Buku The Psychology of Money - Morgan Housel: Memaknai Kembali Maksud dari ‘Memiliki’ bersama Jacky Mussry, Anggie Marthin dan Hestia IstivianiWATCH FULL VIDEO: https://www.youtube.com/watch?v=nHI9TyqM83g | Makna ‘Kepemilikan’ selalu terikat dengan faktor uang. Untuk memiliki sesuatu atau mewujudkan ke-BM-an, uang menjadi alat tukar yang paling efektif dan efisien. Sebagai alat tukar pun, Nilai (atau Jumlah) dan Waktu menjadi relatif sejak muncul gagasan Pay Later atau Cicilan 0%. Gagasan ini membuka ruang baru: untuk memiliki sesuatu, tidak harus memiliki uang terlebih dahulu. Jika dulu, orang diajak untuk gemar menabung sebelum memiliki sebuah barang, kali ini konsumen diajak untuk meyakinkan diri sendiri, menguatkan harapan dan kesanggupan untuk mencicil dengan ukuran tenor dan pagu yang (agak kurang) rasional. Dalam salah satu buku terlaris tahun 2021, The Psychology of Money, sang penulis, Morgan Housel mengubah paradigma soal relasi antara manusia dan uang. Uang yang punya beberapa jenis nilai berpotensi untuk selalu menjadi rujukan dan alasan. Dimungkinkannya kartu kredit dan cicilian menjadi alasan untuk membeli barang-barang bakal modal jadian atau tiket pesawat ke pulau impian. Perlunya uang untuk membayar iuran ini dan itu menjadi alasan untuk mengurungkan niat membeli beberapa perabotan. Di sinilah, muncul perintah “Waspada!” Bisa jadi, hidupmu dikendalikan oleh keberadaan uang. Morgan mengangkat banyak kisah yang mencerminkan relasi antara manusia dan uang itu soal kejiwaan. Bahwasanya, ada yang butuh memiliki suatu itu bukan soal barangnya, melainkan soal ‘pengalaman memiliki’–kepemilikan. Periplus bekerja sama dengan Markplus Institute untuk membuka ruang berbincang buku-buku dengan tema Pengembangan Diri, Bisnis, Manajerial, Tren Dunia, sampai juga topik-topik Kepemimpinan. Kami menyebutkan M-Periplus Book Club. Pada edisi kali ini, untuk mengawali perjalanan 2023, kami mengajak para insan pembelajar dan BiblioBesties untuk bergabung dalam acara Bincang Buku dengan tajuk: Psychology of Money: Memaknai Kembali Maksud dari ‘Memiliki’ bersama Anggie Marthin - IG @anggiemarthin Hestia Istiviani - IG @hzboy1906 Jacky Mussry sebagai Moderator #thepsychologyofmoney #mperiplusbookclub #markplus #periplus...more1h 22minPlay
January 23, 2023Episode 111. [🎥Exclusive on Spotify] Author Mr. Raditya Darian S, Diskusi "495 Tahun Jakarta: Sejarah Dalam Visual."Full Video: https://www.youtube.com/watch?v=sDmPhRRmjSg | Twitter: https://mobile.twitter.com/RadityaDarianS | Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=k1lGKAz0r5Y | Tokopedia: https://www.tokopedia.com/aerod-1/above-jakarta-then-and-now@Periplusid bersama @perpusnas.go.id mempersembahkan Diskusi "495 Tahun Jakarta: Sejarah Dalam Visual." Dalam rangka memperingati 495 tahun Jakarta, Periplus akan mengadakan diskusi sejarah Jakarta secara visual: fotografi dan jejak visual Sejarah Jakarta, seperti kartu pos, lukisan, dan dokumen. Dalam diskusi 495 Tahun Jakarta: Sejarah Dalam Visual ini, para peserta akan ditemani oleh para penulis buku: Sven Verbeek Wolthuys, Scott Merrillees, dan Raditya Darian S. Dan, akan dimoderatori oleh Bpk.Yerry Wirawan, seorang akademisi yang berfokus pada bidang sejarah. #495TahunJakarta #Jakarta #Periplus #Perpusnas #sahabatperpusnas...more37minPlay
January 23, 2023Episode 110. [🎥Exclusive on Spotify] Author Mr.Scott Merrillees, Diskusi "495 Tahun Jakarta: Sejarah Dalam Visual."Full Video: https://www.youtube.com/watch?v=DFldBN4tU6Y | Periplus: https://www.periplus.com/product/Search?filter_category_id=0&filter_name=scott+merrillees | Website: https://scottmerrillees.com/ | Facebook: https://id-id.facebook.com/scott.merrillees/?hc_ref=ARTHyWa-9FJezKX_9gPgxyt4XF8rx_BlipCB7zSKiNCNLNPP6KBMpJcS_ncAGixtYh4&fref=nf@Periplusid bersama @perpusnas.go.id mempersembahkan Diskusi "495 Tahun Jakarta: Sejarah Dalam Visual." Dalam rangka memperingati 495 tahun Jakarta, Periplus akan mengadakan diskusi sejarah Jakarta secara visual: fotografi dan jejak visual Sejarah Jakarta, seperti kartu pos, lukisan, dan dokumen. Dalam diskusi 495 Tahun Jakarta: Sejarah Dalam Visual ini, para peserta akan ditemani oleh para penulis buku: Sven Verbeek Wolthuys, Scott Merrillees, dan Raditya Darian S. Dan, akan dimoderatori oleh Yerry Wirawan, seorang akademisi yang berfokus pada bidang sejarah. ...more27minPlay
January 23, 2023Episode 109. [🎥Exclusive on Spotify] Author Mr. Sven Verbeek Wolthuys, Diskusi "495 Tahun Jakarta: Sejarah Dalam Visual."Full Video: https://youtube.com/playlist?list=PL3grN5GzVGFs2_olucR0Ig3upGg2-FHGG&feature=shares | Periplus: https://www.periplus.com/p/9781646694594 | Website: https://lostjakarta.com/ | Facebook: https://www.facebook.com/lostjakarta/ | Instagram: https://www.instagram.com/lostjakarta/ | Twitter: https://twitter.com/LostJakarta/@Periplusid bersama @perpusnas.go.id mempersembahkan Diskusi "495 Tahun Jakarta: Sejarah Dalam Visual." Dalam rangka memperingati 495 tahun Jakarta, Periplus akan mengadakan diskusi sejarah Jakarta secara visual: fotografi dan jejak visual Sejarah Jakarta, seperti kartu pos, lukisan, dan dokumen. Dalam diskusi 495 Tahun Jakarta: Sejarah Dalam Visual ini, para peserta akan ditemani oleh para penulis buku: Sven Verbeek Wolthuys, Scott Merrillees, dan Raditya Darian S. Dan, akan dimoderatori oleh Yerry Wirawan, seorang akademisi yang berfokus pada bidang sejarah. #495TahunJakarta #Periplus #Perpusnas #sahabatperpusnas...more24minPlay
January 10, 2023Episode 108. Sesi Tanya Jawab : Bincang Buku bersama Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko "M-Leadership: Berani Memimpin"Dapatkan bukunya di Periplus: https://www.periplus.com/p/9786235343037 | Full Video: https://www.youtube.com/watch?v=6miBGXnfxZw | Pernahkah terbayang di benak kita seandainya seorang mantan Jenderal TNI menulis buku kepemimpinan? Kita tidak perlu repot-repot membayangkannya, sebab itulah yang dilakukan oleh Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko! Dr. Moeldoko, melalui M-Leadership: Berani Memimpin (2022), membagikan gagasan-gagasan beliau tentang kepemimpinan. Seorang mantan Jenderal menulis tentang kepemimpinan? Klop, sudah! Di dalam buku ini, kita akan menemukan sisi lain Dr. Moeldoko yang bisa jadi belum banyak kita ketahui. Beliau hadir sebagai akademisi, organisator, pembelajar, dan pemimpin. Baginya, seorang pemimpin harus memiliki satu keutamaan dasar: KEBERANIAN. Dalam pandangan Dr. Moeldoko, pemimpin yang berani bukanlah ia yang tidak memiliki ketakutan, namun seorang yang bisa menghadapi rasa takut. Singkatnya, KEBERANIAN adalah kemampuan untuk menghadapi rasa takut demi meraih tujuan yang mulia. Dr. Moeldoko mengajukan hipotesis bahwa seorang pemimpin yang memiliki KEBERANIAN selayaknya melengkapi diri dengan tiga kemampuan: move, motivate, dan make a difference. Seorang pemimpin pastilah orang yang memiliki gerak (move) budi dan batin dalam dirinya sendiri. Tidak berhenti pada diri sendiri, seorang pemimpin juga harus mampu menggerakkan dan mengembangkan orang lain (motivate). Terakhir, seorang pemimpin sejati akan mampu membuat perubahan (make a difference) untuk lingkungan melalui organisasi yang dipimpinnya. Meskipun Dr. Moeldoko mengangkat serpih-serpih kisah hidupnya di sana-sini, M-Leadership: Berani Memimpin bukanlah sebuah autobiografi. Buku ini justru akan lebih efektif saat dibaca sebagai traktat kepemimpinan. Contoh-contoh konkret dari pengalaman pribadi atau kutipan dari berbagai buku referensi kepemimpinan membuat buku ini bernilai akademis dan praktis sekaligus! #Mleadership #BeraniMemimpin #PlazaIndonesia...more18minPlay
January 10, 2023Episode 107. Syska Hutagalung, Panelis dari Kantor Staf Presiden : Bincang Buku bersama Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko "M-Leadership: Berani Memimpin"Dapatkan bukunya di Periplus: https://www.periplus.com/p/9786235343037 | Full Video: https://www.youtube.com/watch?v=6miBGXnfxZw | Pernahkah terbayang di benak kita seandainya seorang mantan Jenderal TNI menulis buku kepemimpinan? Kita tidak perlu repot-repot membayangkannya, sebab itulah yang dilakukan oleh Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko! Dr. Moeldoko, melalui M-Leadership: Berani Memimpin (2022), membagikan gagasan-gagasan beliau tentang kepemimpinan. Seorang mantan Jenderal menulis tentang kepemimpinan? Klop, sudah! Di dalam buku ini, kita akan menemukan sisi lain Dr. Moeldoko yang bisa jadi belum banyak kita ketahui. Beliau hadir sebagai akademisi, organisator, pembelajar, dan pemimpin. Baginya, seorang pemimpin harus memiliki satu keutamaan dasar: KEBERANIAN. Dalam pandangan Dr. Moeldoko, pemimpin yang berani bukanlah ia yang tidak memiliki ketakutan, namun seorang yang bisa menghadapi rasa takut. Singkatnya, KEBERANIAN adalah kemampuan untuk menghadapi rasa takut demi meraih tujuan yang mulia. Dr. Moeldoko mengajukan hipotesis bahwa seorang pemimpin yang memiliki KEBERANIAN selayaknya melengkapi diri dengan tiga kemampuan: move, motivate, dan make a difference. Seorang pemimpin pastilah orang yang memiliki gerak (move) budi dan batin dalam dirinya sendiri. Tidak berhenti pada diri sendiri, seorang pemimpin juga harus mampu menggerakkan dan mengembangkan orang lain (motivate). Terakhir, seorang pemimpin sejati akan mampu membuat perubahan (make a difference) untuk lingkungan melalui organisasi yang dipimpinnya. Meskipun Dr. Moeldoko mengangkat serpih-serpih kisah hidupnya di sana-sini, M-Leadership: Berani Memimpin bukanlah sebuah autobiografi. Buku ini justru akan lebih efektif saat dibaca sebagai traktat kepemimpinan. Contoh-contoh konkret dari pengalaman pribadi atau kutipan dari berbagai buku referensi kepemimpinan membuat buku ini bernilai akademis dan praktis sekaligus! #Mleadership #BeraniMemimpin #PlazaIndonesia...more11minPlay
January 10, 2023Episode 106. Yustinus Prastowo, Staf Khusus Menteri Keuangan RI : Bincang Buku bersama Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko "M-Leadership: Berani Memimpin"Episode 106. Yustinus Prastowo, Staf Khusus Menteri Keuangan RI : Bincang Buku bersama Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko "M-Leadership: Berani Memimpin"...more16minPlay
January 10, 2023Episode 105. Momen haru Dr. Moeldoko : Bincang Buku bersama Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko "M-Leadership: Berani Memimpin"Dapatkan bukunya di Periplus: https://www.periplus.com/p/9786235343037 | Full Video: https://www.youtube.com/watch?v=6miBGXnfxZw | Pernahkah terbayang di benak kita seandainya seorang mantan Jenderal TNI menulis buku kepemimpinan? Kita tidak perlu repot-repot membayangkannya, sebab itulah yang dilakukan oleh Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko! Dr. Moeldoko, melalui M-Leadership: Berani Memimpin (2022), membagikan gagasan-gagasan beliau tentang kepemimpinan. Seorang mantan Jenderal menulis tentang kepemimpinan? Klop, sudah! Di dalam buku ini, kita akan menemukan sisi lain Dr. Moeldoko yang bisa jadi belum banyak kita ketahui. Beliau hadir sebagai akademisi, organisator, pembelajar, dan pemimpin. Baginya, seorang pemimpin harus memiliki satu keutamaan dasar: KEBERANIAN. Dalam pandangan Dr. Moeldoko, pemimpin yang berani bukanlah ia yang tidak memiliki ketakutan, namun seorang yang bisa menghadapi rasa takut. Singkatnya, KEBERANIAN adalah kemampuan untuk menghadapi rasa takut demi meraih tujuan yang mulia. Dr. Moeldoko mengajukan hipotesis bahwa seorang pemimpin yang memiliki KEBERANIAN selayaknya melengkapi diri dengan tiga kemampuan: move, motivate, dan make a difference. Seorang pemimpin pastilah orang yang memiliki gerak (move) budi dan batin dalam dirinya sendiri. Tidak berhenti pada diri sendiri, seorang pemimpin juga harus mampu menggerakkan dan mengembangkan orang lain (motivate). Terakhir, seorang pemimpin sejati akan mampu membuat perubahan (make a difference) untuk lingkungan melalui organisasi yang dipimpinnya. Meskipun Dr. Moeldoko mengangkat serpih-serpih kisah hidupnya di sana-sini, M-Leadership: Berani Memimpin bukanlah sebuah autobiografi. Buku ini justru akan lebih efektif saat dibaca sebagai traktat kepemimpinan. Contoh-contoh konkret dari pengalaman pribadi atau kutipan dari berbagai buku referensi kepemimpinan membuat buku ini bernilai akademis dan praktis sekaligus! #Mleadership #BeraniMemimpin #PlazaIndonesia...more8minPlay
January 09, 2023Episode 104. Mayjen TNI (Purn.) Bambang Budi Waluyo: Bincang Buku bersama Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko "M-Leadership: Berani Memimpin"Dapatkan bukunya di Periplus: https://www.periplus.com/p/9786235343037 | Full Video: https://www.youtube.com/watch?v=6miBGXnfxZw | Pernahkah terbayang di benak kita seandainya seorang mantan Jenderal TNI menulis buku kepemimpinan? Kita tidak perlu repot-repot membayangkannya, sebab itulah yang dilakukan oleh Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko! Dr. Moeldoko, melalui M-Leadership: Berani Memimpin (2022), membagikan gagasan-gagasan beliau tentang kepemimpinan. Seorang mantan Jenderal menulis tentang kepemimpinan? Klop, sudah! Di dalam buku ini, kita akan menemukan sisi lain Dr. Moeldoko yang bisa jadi belum banyak kita ketahui. Beliau hadir sebagai akademisi, organisator, pembelajar, dan pemimpin. Baginya, seorang pemimpin harus memiliki satu keutamaan dasar: KEBERANIAN. Dalam pandangan Dr. Moeldoko, pemimpin yang berani bukanlah ia yang tidak memiliki ketakutan, namun seorang yang bisa menghadapi rasa takut. Singkatnya, KEBERANIAN adalah kemampuan untuk menghadapi rasa takut demi meraih tujuan yang mulia. Dr. Moeldoko mengajukan hipotesis bahwa seorang pemimpin yang memiliki KEBERANIAN selayaknya melengkapi diri dengan tiga kemampuan: move, motivate, dan make a difference. Seorang pemimpin pastilah orang yang memiliki gerak (move) budi dan batin dalam dirinya sendiri. Tidak berhenti pada diri sendiri, seorang pemimpin juga harus mampu menggerakkan dan mengembangkan orang lain (motivate). Terakhir, seorang pemimpin sejati akan mampu membuat perubahan (make a difference) untuk lingkungan melalui organisasi yang dipimpinnya. Meskipun Dr. Moeldoko mengangkat serpih-serpih kisah hidupnya di sana-sini, M-Leadership: Berani Memimpin bukanlah sebuah autobiografi. Buku ini justru akan lebih efektif saat dibaca sebagai traktat kepemimpinan. Contoh-contoh konkret dari pengalaman pribadi atau kutipan dari berbagai buku referensi kepemimpinan membuat buku ini bernilai akademis dan praktis sekaligus! #Mleadership #BeraniMemimpin #PlazaIndonesia...more12minPlay
FAQs about PERIPODCAST:How many episodes does PERIPODCAST have?The podcast currently has 213 episodes available.