Sign up to save your podcastsEmail addressPasswordRegisterOrContinue with GoogleAlready have an account? Log in here.
PERIPLUS was founded in 1985. Please feel free to contact us via WhatsApp: https://wa.me/6287784644608 or, send us an email at: [email protected]. For inquiries regarding: Book Request ✅ Stock... more
FAQs about PERIPODCAST:How many episodes does PERIPODCAST have?The podcast currently has 213 episodes available.
May 24, 2022Episode 66. BUKU HAEMIN SUNIM YANG PALING DICARI! ["Best Selection Best Price" di Tokopedia Play]Udah pada nonton "Best Selection Best Price" di Tokopedia Play? Ayo nonton bareng~ soalnya ini seru banget! https://www.tokopedia.com/play/channel/53086?titlebar=false&utm_source=whatsapp&utm_medium=share&utm_campaign=Play-7696263-53086-180522 | Haemin Sunim is a Seon Buddhist teacher, writer and the founder of the School of Broken Hearts in Seoul. Born in South Korea and educated at Berkeley, Harvard, and Princeton, he received formal monastic training from Haein monastery, South Korea and taught Asian religions at Hampshire College in Massachusetts for 7 years. His first book, The Things You Can See Only When You Slow Down has been translated to more than 35 different languages and sold over four million copies. His second book, Love for Imperfect Things was the number one bestseller of the year 2016 in South Korea and became available in multiple languages in 2019. Haemin resides in Seoul when not travelling to share his teachings....more9minPlay
May 24, 2022Episode 65. BELAJAR BUKU INVESTASI ["Best Selection Best Price" di Tokopedia Play]Udah pada nonton "Best Selection Best Price" di Tokopedia Play? Ayo nonton bareng ~ soalnya ini seru banget! https://www.tokopedia.com/play/channel/53086?titlebar=false&utm_source=whatsapp&utm_medium=share&utm_campaign=Play-7696263-53086-180522...more4minPlay
April 05, 2022Episode 64. Memaknai Kebahagiaan: Aku Bakalan Seneng Nek Kabeh Uwong Iso Ngomong JowoIG Live pamungkas dengan multilingual dalam bahasa pengantar khusus kali ini bukan untuk memperlihatkan kedudukan bahasa Jawa di antara bahasa-bahasa daerah lainnya. Namun, pengalaman unik berbahasa yang di dalamnya ada upaya memaknai relasi, sopan santun, falsafah hidup, sampai soal ekspresi perasaan. Bahasa Jawa kali ini menjadi salah satu contoh pentingnya peran bahasa dan pentingnya menjaga tutur kata dalam upaya memaknai kebahagiaan.Bersama Maulita, Katharina, dan Billy Aryo (cellist mega job), kita akan berbincang tentangan pengalaman mereka hidup di lingkungan orang-orang dengan bahasa Jowo sebagai bahasa pergaulan, bahasa persaudaraan, bahkan bahasa ujaran-umpatan. Masing-masing tentunya punya keunikan dalam memandang pengalaman berbahasa.Melalui IG Live kali ini, kami berharap adanya sebuah ruang bagi beberapa pencerita untuk berbagi kisah melambungkan pengalaman penuh kebosanan, ancaman, ketakutan bepergian, atau kehilangan menjadi pengalaman untuk mencari keseimbangan menghadapi post-pandemi dengan gerakan yang anggun nan cantik: Bahagia di depan mata!Yuk, Tetap Stay Tune Yak!#rebounce #rebalance #bootopia #bootopia2022 #periplus #huntingperiplus #bibliophiles #bookworm #booksniffer #bibliomania #tsundoku #biblioarti #bookstagram #g20 #indonesiaspiceuptheworld #happiness #healing...more50minPlay
April 01, 2022Episode 63. Menikmati Kebahagiaan: Aku Bahagia Jika Aku Masih Sempet YogaMemiliki pekerjaan dan tanggung jawab profesi yang padat tidak serta merta menyita me time yang menjadi pondasi bagi kewarasan. Sibuk, boleh. Terlena dalam kesibukan, jangan! Sebagai orang pecinta buku dan penikmat film, mbak Ri selalu menyempatkan dirinya untuk melakukan yoga di alam terbuka (sebut saja, di pantai-pantai di Bali) di tengah-tengah kesibukannya beradu akal dengan pasal-pasal hukum yang dipenuhi kata-kata dan logika bahasa. Perlu lebih sering ruang untuk mengisi keseimbangan jiwa dan rasa.Bersama mbak Ri, kita akan berbincang lebih jauh soal keseimbangan hidup yang diupayakan terus menerus demi memaknai kebahagiaan melalui yoga. Jika pernah ada orang yang berujar dalam canda bahwa yoga adalah cabang olah raga yang membuat bapak-bapak insecure dengan one-pack-nya, kita lihat apa peran yoga dari kacamata Maria Rianty.Melalui IG Live kali ini, kami berharap adanya sebuah ruang bagi beberapa pencerita untuk berbagi kisah melambungkan pengalaman penuh kebosanan, ancaman, ketakutan bepergian, atau kehilangan menjadi pengalaman untuk mencari keseimbangan menghadapi post-pandemi dengan gerakan yang anggun nan cantik: Bahagia di depan mata!Yuk, Tetap Stay Tune Yak! #rebounce #rebalance #bootopia #bootopia2022 #periplus #huntingperiplus #bibliophiles #bookworm #booksniffer #bibliomania #tsundoku #biblioarti #bookstagram #g20 #indonesiaspiceuptheworld #happiness #healing...more34minPlay
March 30, 2022Episode 62. Memaknai Kebahagiaan: Aku Bahagia Jika Bisa Hidup Memperjuangkan Nilai-Nilai Kehidupan Yang Aku YakiniSaat ditanya soal apa yang membuatnya bahagia, mbak Diana langsung menjawab, “Aku bahagia jika bisa hidup memperjuangkan nilai-nilai kehidupan yang aku yakini.” Sebagai seorang pendidik sekaligus penggiat literasi di Parij van Java, mbak Diana punya banyak cerita yang meyakinkan dirinya untuk menjawab soal memaknai kebahagiaan. Nilai-nilai yang nanti bisa kita gali dari ceritanya akan menjadi quote-quote menarik yang bisa kita posting dalam benak dan perjalan hidup kita.Sembari berbagi inspirasi nilai-nilai kehidupan, sangat sayang jika tidak meminta rekomendasi bacaan-bacaan yang beliau sudah kupas tuntas dalam tulisan dan podcastnya....more46minPlay
March 28, 2022Episode 61. Memaknai Kebahagiaan: Aku Bahagia Jika Bisa Ngelarin Tugas Kuliah Tanpa Stres | 28 Maret 2022Dinamika kehidupan kuliah atau kampus, terasa lebih menyenangkan dan menantang dari pada pendidikan menengah atas. Setiap mahasiswi atau mahasiswa sudah beroleh ruang yang terbuka lebar untuk belajar hidup melalui partisipasi aktif dalam forum-forum diskusi atau organisasi. Namun, tak jarang keaktifan yang menjadi kebanggaan ini terkadang mengganggu dinamika inti perkuliahan: BIKIN PAPER dan PAPER!Memaknai kebahagiaan dari perspektif remaja usia belasan yang sebentar lagi masuk ke usia kepala dua itu ibarat mencari titik keseimbangan antara apa disukai dan apa yang dicari (baca: dunia profesional). Mengikuti apa yang disukai memang menjadi penyemangat dalam hidup. Namun, saat menjelang wisuda, tantangannya bergeser ke soal karir. Bersama Adella dan Jasmine, kita akan berbincang soal mencari titik imbang antara passion dan cita-cita. Apakah di titik itu masih ada kebahagiaan? Kita bisa simak dalam perbincangan IG Live-nya.Melalui IG Live kali ini, kami berharap adanya sebuah ruang bagi beberapa pencerita untuk berbagi kisah melambungkan pengalaman penuh kebosanan, ancaman, ketakutan bepergian, atau kehilangan menjadi pengalaman untuk mencari keseimbangan menghadapi post-pandemi dengan gerakan yang anggun nan cantik: Bahagia di depan mata!Yuk, Tetap Stay Tune Yak!...more50minPlay
March 28, 2022Episode 60. Memaknai Kebahagiaan: Aku Bakal Bahagia Jika Aku Bisa HealingKebutuhan untuk HEALING rupanya menjadi semacam kebutuhan yang tidak kalah pentingnya dengan kepemilikan akan papan, pangan, sandang, dan cas-an. Tekanan dan kebosanan yang lahir karena pembatasan akibat pandemi langsung menyerang soal kesehatan mental, entah disadari atau tidak disadari. Kecenderungan untuk lebih mudah merasa tertekan, sepi, dan jadi lebih emosional adalah beberapa indikator yang bisa kita pantau.Bersama Amelia Devina, seorang Praktisi Holistic Healing yang mendirikan Loveground, kita semua diajak untuk mencari simpul-simpul penting dalam kehidupan ini. Simpul-simpul ini menjadi pegangan untuk memaknai kebahagiaan dengan perspektif yang lebih majemuk, soal cinta, soal luka batin, soal intuisi, soal relasi, bahkan sampai soal masa lalu....more48minPlay
March 25, 2022Episode 59. Memaknai Kebahagiaan: Aku Bahagia Jika Bisa Ngomong Bahasa JepangMeledaknya tren komik atau manga selama pandemi menjadi pertanyaan dan permenungan tersendiri bagi para penggiat literasi. Sebegitu didambanya kehadiran narasi-narasi Jujutsu Kaisen, Chainsaw Man, Haikyuu!, Demon Slayer, dll untuk menemani waktu-waktu rebahan. Pun, didamba demi mengisi pencarian akan kebahagiaan. Bahkan, tak jarang sampai menyediakan waktu belajar bahasa dan kebudayaan Jepang demi memahami paradigma para mangaka dan karakter kesayangan. Bersama Adrie dan Fania, keduanya dari NLEC (Northen Light Education Center) Pusat Bahasa Jepang, kita akan menggali lebih dalam soal makna kebahagiaan di balik nilai-nilai luhur sisi linguisik dan kebudayaan Jepang sendiri. https://www.instagram.com/tv/Cbe2CPkpYiO/...more41minPlay
March 24, 2022Episode 58. Memaknai Kebahagiaan: Adakah Bentuk Lain dari Bahagia?Meniti karir sebagai seorang jurnalis, mempertemukan Devina Yo @devinayo dengan beragam realita yang hampir pasti dituliskannya dalam bentuk kata. Juga, berita. Judul bagian ini agak beda dari format template IG Live lainnya. Sebab, dalam sebuah percakapan saat Devina diajak untuk berkolaborasi, balasannya langsung menyentuh hati,“Sebenarnya, menarik kalau tanya kenapa Multatuli (baca: Project Multatuli @projectm_org terbitin berita 'menyedihkan'. Jadi, kaya kontradiksi antara tema bahagia x laporan sedih dan menderita itu.“ https://www.youtube.com/watch?v=j6EktTvueDoBersama Laily Prihatiningtyas @juzztyas yang lebih tenang dan senang dikenal sebagai pencari hikmat, percakapan bersama kedua pencerita ini akan lebih banyak mengulas soal kemungkinan-kemungkinan dari format kebahagiaan di hadapan realita yang masih saja terus dipenuhi berita, cerita, dan fakta duka. https://www.youtube.com/watch?v=j6EktTvueDo...more50minPlay
March 23, 2022Episode 57. Memaknai Kebahagiaan: Aku Bakal Bahagia Jika Aku Punya Minimal 20 Buku#Bootopia2022 PeriplusTV: https://youtu.be/xAuy67YYsx0 | Pasangan Ibu dan putri yang selalu kompak dalam dunia baca, diskusi buku, ngomongin film, sampai hunting buku-buku seru merengkuh kecintaan mereka pada dunia buku dengan mendirikan kelompok Lit & Coffee @litandcoffee. Ide awal mengajak duo-XNTJ ini berawal saat Devina memposting entah candaan entah seriusan, “When children have a home library, as little as 20 books of their own, they achieve 3 more years of schooling than children who don’t have any books at home.” Dan, dalam 3 menit, Ibu Lina membalas, “You have more than 20 books …:)“. Bersama mereka, kita tentunya akan menggali mengapa dan bagaimana dunia buku begitu menjadi bagian dari dinamika keseharian mereka, apakah soal mencari kebahagiaan, atau soal mengisi waktu senggang. Atau, membaca sudah menjadi nafas kehidupan? Melalui IG Live kali ini, kami berharap adanya sebuah ruang bagi beberapa pencerita untuk berbagi kisah melambungkan pengalaman penuh kebosanan, ancaman, ketakutan bepergian, atau kehilangan menjadi pengalaman untuk mencari keseimbangan menghadapi post-pandemi dengan gerakan yang anggun nan cantik: Bahagia di depan mata! Yuk, Tetap Stay Tune Yak! - Selasa, 22 Maret 2022 #Bootopia #ReBounce #ReBalance...more1h 4minPlay
FAQs about PERIPODCAST:How many episodes does PERIPODCAST have?The podcast currently has 213 episodes available.