Pertengahan Juli 2026, Badan Energi Internasional merilis Global Critical Minerals Outlook 2026. Laporan itu mencatat, dalam 2 tahun terakhir, para perefinasi teratas, Indonesia untuk nikel dan Tiongkok untuk mineral energi lainnya, menyumbang lebih dari tiga perempat pertumbuhan pasokan olahan dunia. Untuk nikel, hampir seluruh pertumbuhan itu datang dari satu pemasok dominan: Indonesia.
Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol merangkum bahayanya dalam satu kalimat: nilai ekonomi yang sangat besar kini bergantung pada volume mineral yang kecil, dengan rantai pasok yang sangat terkonsentrasi dan karena itu rapuh.