Selama 2,5 juta tahun manusia menghidupi diri dengan
mengumpulkan tumbuhan dan memburu binatang yang hidup. Semua ini berubah sekitar 10.000 tahun lalu. Dari fajar sampai terbenamnya Matahari, manusia
menabur benih, menyirami tanaman, menyiangi rumput dari
tanah, dan menggiring domba-domba ke padang rumput terbaik.
Pekerjaan ini, mereka pikir akan menyediakan lebih banyak
buah, biji-bijian, dan daging. Itulah revolusi dalam cara hidup
manusia—Revolusi Agrikultur. Mengapa revolusi agrikultur meletup di Timur Tengah,
China, dan Amerika Tengah, tetapi tidak di Australia, Alaska,
atau Afrika Selatan? Penyebabnya sederhana: sebagian besar
spesies tumbuhan dan binatang tak bisa didomestikasi. Ketika kita mempelajari narasi tumbuhan
seperti gandum dan jagung, mungkin itu perspektif evolusi yang
murni masuk akal. Namun, dalam hal binatang-binatang seperti sapi, domba, dan Sapiens, masing-masing dengan dunia sensasi
dan emosinya yang kompleks, kita harus mempertimbangkan
bagaimana sukses evolusi diterjemahkan ke pengalaman individu.