
Sign up to save your podcasts
Or


Ketika maba, kita biasanya merasa penuh dengan harapan dan bayangan kedepannya kuliah tuh bakal gimana. Biasanya sih, maba tuh berharap,"KeTiKa AkU KuLiAh, Aku MaU IkUt BaNyaK KePaNiTiAaN, IkUt BaNyAk LoMbA, PuNya BanYaK TeMen, dAn IpK Ku EmPat." Ketahuilah teman-teman, secara realistis, hanya ada segelintir mahasiswa yang kaya gitu. mungkin perbandingannya 1:100, kaya main papji. Bukannya ga mungkin, tapi secara realistis, dari pengalaman kita sebagai mahasiswa semester akhir, ga semuanya bisa tercapai. Ada aja halangannya, entah itu lingkungan kampus, organisasi yang demanding, atau bahkan force majeure kaya COVID. Kita ga bermaksud buat nakut-nakutin, cuma kita sekedar ngasih tau aja, biar mengantisipasi dan sekedar ngingetin aja. Nah, "wejangan" kaya tadi bisa lu dapetin lebih banyak lagi di episode ini, mulai dari wejangan tentang pencarian diri pas kuliah, tentang organisasi, sampe angkatan di kampus.
Cinta. 5 huruf penuh makna. Kadang terikat dengan bahagia, kadang terikat dengan trauma. Tak selalu berujung gembira, seperti yang diidamkan yang lainnya. Namun, kehilangan cinta mengajarkan kita untuk menghadapi hidup dengan dewasa. Untuk kamu yang merasa, kami punya sedikit kata. Kami beruntung sempat bertemu kalian semua. Semoga kalian selalu bahagia
Udah ah sok puitisnya. Intinya sih kali ini kita mau cerita tentang sepercik pengalaman cinta kita pas kuliah ini nih, dari yang gagal sampe yang gagal, karena yang diceritain yang gagal doang. Walaupun secara keseluruhan hampir semuanya gagal juga sih. Kita juga bakal nyeritain nilai moral moril dan pendalaman materi pengalaman hidup tentang perasaan hati yang bisa diambil dari cerita itu dan kenapa menurut kita putus hubungan atau perasaan itu lebih baik daripada putus tali rem motor.
Dalam kehidupan kosan, namanya pindah tuh udah biasa. Entah itu karena mahal, ga nyaman, atau mungkin karena alesan sesimpel bosen aja. Tapi, engga sesering itu lu nemu kejadian dimana satu kosan harus pindah gara-gara di renov total. Dalam kasus kita, harusnya sih gitu. Eh gataunya tiba tiba dijadiin tempat hotel online murah.
Ya jelas kita bingung lah ya. Mana baru dikasih tau mau "di renov" dua minggu sebelum UAS kan. Akhirnya, mau ga mau, kita diharuskan nyari kosan baru, sampe akhirnya kita nemu kosan yang cocok, walaupun dengan keadaan tidak full team.
Lebih lengkapnya bisa lu dengerin di episode ini bob! Disini bakal kita jelasin kronologisnya secara tidak singkat, tidak jelas, namun padat merayap. Disini juga kita bakal tau kenapa engga semua personil KanKinKun tinggal bareng lagi di satu kosan.
Namanya tinggal di kosan, pasti kita bakal berurusan sama tetangga yang kelakuannya kadang-kadang bikin kita bingung sendiri. Entah itu suka ngambilin makanan kita di dapur umum, atau suka nyanyi dengan keras tapi gatau waktu. Tapi, kadang-kadang, hal itu lah yang bikin lingkungan lu tuh seru dan banyak cerita. Tidak terkecuali di kosan kita dulu, Torina.
Di episode kali ini kita bakal ngomongin tentang tetangga kita yang mirip karakter game berantem tapi hobinya nyanyi seriosa. Kita juga bakal ngomongin tentang insiden yang ah sudahlah.
Pada saat ini kalian (harusnya) udah penasaran sih ya. Tapi, terlepas dari rasa penasaran kalian, Plissss... Pliss banget... jangan dengerin malem - malem, Dan plisss pliss bgt jangan denger samping ortu kalian. Ini saran aja sih, kalo mau tetep gaspol rem blong, ya silahkan. Resiko ditanggung sendiri.
Di dekat kosan kita (dulu), terdapat warung makan yang dikelola nenek-nenek dengan makanan yang rasanya muantape walaupun bukan yang paling murah di kantong. Jadilah ini warung andalan kita berenam. Bagaikan lagu sebuah band bergenre melayu lah, "Nenekku Pahlawanku." Tapi, karena lama kelamaan jadi bosen, kita nyari-nyari tempat makan lain yang mampu menghasilkan senyuman di mulut tanpa bikin kantong cemberut. Sampai akhirnya kita menemukan tempat makan favorit masing-masing.
Intinya gini sih, kita mau cerita tentang warung nenek-nenek deket kosan, ayam fried chicken yang rasanya mirip ayam buatan Kolonel Nyender, sampe restoran yang punya tim bola.
Kata Preambule itu kalo di cari di Wikipedia artinya "pernyataan pengantar dan ekspresi dalam sebuah dokumen yang menjelaskan tujuan dokumen dan filosofi yang mendasarinya." Intinya sih pembukaan. Nah, senada dengan pembukaan, di episode ini kita mau mengenalkan podcast iseng-iseng (semoga) berhadiah ini beserta enam orang berpengaruh di Jatinangor (katanya) yang memandu podcast ini sehingga menjadi menghibur dan jadi ciamik aduhai syahdu muantap pol anjay ancol dufan ragunan dah pokoknya.
From the publisher's feed