
Sign up to save your podcasts
Or


Kali ini Patty mengobrol dengan penulis Dee Lestari mengenai buku kumpulan cerita Tanpa Rencana. Buku ini berisi 18 cerita pendek yang ditulis Dee menggunakan prinsip tanpa rencana. Sebagai seorang penulis yang dikenal sangat terstruktur dan sistematis, Dee melepas teknis yang selama ini ia pakai dan mencoba untuk berpasrah pada arus inspirasi yang datang serta kepercayaan diri untuk mengolah apa pun yang ia temukan dalam perjalanan menjadi sebuah cerita.
Di video ini Patty kembali mengobrol dengan penulis Henry Manampiring mengenai buku Belajar Marketing, Belajar Hidup. Buku ini membahas cara menerapkan ilmu marketing yang biasanya dipakai oleh perusahaan untuk diri sendiri, supaya kita dapat meraih hal-hal yang kita inginkan, mulai dari pasangan idaman, karier impian, sampai misi dalam hidup.
Kali ini Patty mengobrol dengan Dea Anugrah, seorang penulis yang saat ini memutuskan untuk nonaktif sementara di dunia perbukuan dan melakukan percabangan ke dunia musik dengan menjadi seorang rapper. Di Podcast Main Mata, Dea bercerita tentang keluar dari zona nyaman, serunya kembali menjadi pemula, pengalamannya menjadi seorang ayah, dan tentang Malaka Project. Selamat menonton!
Di video kali ini Patty mengobrol dengan Afutami mengenai buku Menjadi: Seni Membangun Kesadaran Tentang Diri dan Sekitar. Buku ini mengajak pembacanya untuk mengenal kembali diri sendiri seutuhnya agar setiap individu memiliki keyakinan dalam menentukan langkah hidup masing-masing.
Di episode ini Patty mengobrol dengan Henry Manampiring mengenai buku The Compass yang memaparkan arti kebahagiaan sejati. Buku ini mengambil intisari pengetahuan para filsuf Yunani mengenai makna bahagia yang ternyata tidak ada hubungannya dengan kondisi kita lagi merasa sedih atau senang, tapi ada kaitannya dengan kondisi jiwa kita. Maksudnya gimana? Tontonin selengkapnya di video ini.
-
Intan Paramaditha adalah penulis dan akademisi Indonesia yang saat ini bermukim di Australia. Karya-karyanya banyak berfokus pada isu seputar gender, seksualitas, budaya, dan politik yang dibungkus dengan nuansa kelam dan mistis. Buku-buku yang pernah ia telurkan di antaranya ada Sihir Perempuan (2005), Gentayangan (2017), dan Malam Seribu Jahanam (2023).
Kali ini Patty cerita menyambut awal tahun 2024 yang kurang enak tapi ternyata cuma lebay di pikiran aja padahal kenyataannya enggak gitu-gitu amat, khususnya setelah baca The Compass, buku terbarunya Henry Manampiring yang diterbitkan oleh Gagasmedia. Selain itu ada juga cerita soal film horror Pemukiman Setan yang tak disangka-sangka ternyata bagus dan ajakan untuk bertukar buku secara virtual lewat Instagram biar kita bisa berkenalan dan berinteraksi dengan sesama teman baca dari kota-kota tempat kita berada. Selamat mendengarkan!
Eka Kurniawan adalah seorang penulis asal Indonesia yang menamatkan pendidikan tinggi dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Debut novel pertamanya meraih banyak perhatian dari pembaca sastra Indonesia, Cantik itu Luka, terbit pertama kali oleh Penerbit Jendela tahun 2022, kemudian terbit kembali oleh Gramedia Pustaka Utama di 2004. Disusul kemudian oleh novel kedua, Lelaki Harimau yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama di 2004. Pada 2016, Man Tiger terpilih masuk nominasi panjang penghargaan The Man Booker International Prize.
Riri Riza adalah seorang sutradara, penulis skenario, dan produser film yang berasal dari Makassar, Indonesia. Kuldesak adalah film debut pertamanya sebagai sutradara yang rilis tahun 1998. Sejak itu, ia telah menelurkan banyak sekali film Indonesia, beberapa di antaranya meraih box office, seperti Petulangan Sherina 1 dan 2; Ada Apa Dengan Cinta? 1 dan 2; Laskar Pelangi; Eliana, Eliana; Sang Pemimpi; Athirah; 3 Hari untuk Selamanya; Sokola Rimba; Pendekar Tongkat Emas; Atambua 30 Celcius; Kulari ke Pantai; Bebas; dan masih banyak lagi.
Sulung Landung adalah manajer artis dan pendiri artist management Avatara88 yang menaungi banyak artis terkemuka di Indonesia, seperti Dion Wiyoko, Adinia Wirasti, Cathy Sharon, Vino G Bastian, Lukman Sardi, dan masih banyak lagi. Sebagai penulis, ia telah merilis empat buku. Tiga buku pertama menceritakan tentang pengalamannya sebagai orang di balik panggung hiburan. Buku keempatnya, berjudul Sulung dan Nyonya Ai, terbit 2023 bersama Gramedia Pustaka Utama, menceritakan tentang proses panjang Sulung Landung melakukan pemulihan luka batin semasa kecil yang selama ini terus mengganggu hidupnya. Di podcast ini, Sulung bercerita tentang proses rekonsiliasi dengan sang ibu (Nyonya Ai) yang pada akhirnya membantu Sulung memaafkan trauma-trauma masa kecil yang selama ini terus menghantui.
From the publisher's feed