Di bagian kedua obrolan bersama penulis Eka Kurniawan, kali ini Eka menjawab pertanyaan dari netizen alias beberapa followers Patty yang sempat berpartisipasi di kolom Q&A di Instagram, yaitu:
@litscene: Jadi gimana rasanya jadi yang satu-satunya masuk Man Booker Prize?
@itsmelulutii: Kenapa novel Cantik itu Luka seperti film Replay 1988 yang alurnya lambat tapi pas selesai ketagihan?
@amaliluthfi: Siapa penulis yang paling memengaruhi gaya penulisan Mas Eka?
@wysnuu: Dalam menulis cerita, bagaimana reaksi Mas Eka menangkap ide atau realitas sosial di masyarakat?
@poppies: Kenapa sih suka banget memvisualkan toilet super jorok?
@bohok: Apakah Mas Eka adalah pengarsip (foto, video, tulisan, kliping, dsb) yang baik? Bagaimana rutinitas yang dibangun dalam menulis kolom di Jawa Pos? (mencari tema yang relevan/aktual). Apakah Mas Eka menitipkan theory of change tertentu lewat novelnya? Boleh jelaskan?
@michaeldjayadi: Lelaki Harimau apa ada rencana sekuelnya, Mas? Aku pengen tau gimana reaksi Maharani setelah ending.
@umar_qadafi: Apakah Kang Eka punya pikiran untuk menerjemahkan sastra lagi?
@rinilucia: Apakah anak Mas Eka juga suka baca? Sedang suka baca apa? Ada rekomendasi bacaan untuk anak?
@erlrusdi: Nasib literasi ke depannya bagaimana ya kira-kira bagi bangsa kita?Follow Podluck Podcast di Instagram | Subscribe channel Youtube Podluck Podcast Collective