Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Internasional 15 Mei, kita diingatkan kembali bahwa keluarga adalah pondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat dan berakhlak. Dalam Sirah Nabawiyah, Rasulullah SAW telah memberikan teladan bagaimana keluarga dibangun dengan kasih sayang, pendidikan, dan akhlak mulia. Nilai-nilai tersebut juga ditegaskan dalam Piagam Makkah yang mendorong penguatan moral, perlindungan anak, serta pembinaan generasi muda di tengah tantangan zaman modern. Lalu bagaimana keluarga Muslim hari ini dapat melahirkan generasi yang religius, moderat, cerdas, dan cinta bangsa? Untuk membahasnya, kita akan berbincang bersama Prof. Anwar Abbas.
# Pertanyaan Wawancara
## “Membangun Generasi Berakhlak di Era Kini”
### Perspektif Sirah Nabawiyah, Piagam Makkah, dan Hari Keluarga Internasional
1. Tanggal 15 Mei diperingati sebagai Hari Keluarga Internasional. Dalam perspektif Islam, seberapa penting posisi keluarga sebagai pondasi utama dalam membangun generasi yang berakhlak dan berkepribadian kuat?
2. Dalam Sirah Nabawiyah, Rasulullah SAW berhasil membina keluarga dan masyarakat yang penuh kasih sayang, disiplin, serta berilmu. Nilai apa yang paling relevan diterapkan keluarga Indonesia saat ini di tengah tantangan era digital dan perubahan sosial?
3. Piagam Makkah menegaskan pentingnya perlindungan anak, penguatan akhlak, dan pembangunan pemikiran kritis generasi muda. Bagaimana keluarga Muslim dapat menjalankan peran tersebut agar anak-anak tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif, individualisme, maupun krisis moral?
4. Menurut Prof. Anwar Abbas, bagaimana peran keluarga, lingkungan sosial, dan institusi pendidikan dalam membentuk generasi muda yang religius, moderat, cerdas, sekaligus memiliki kepedulian sosial dan cinta terhadap bangsa?
5. Dalam momentum Hari Keluarga Internasional, pesan apa yang ingin Prof. Anwar Abbas sampaikan kepada para orang tua Indonesia agar keluarga tetap menjadi pusat pembentukan karakter, akhlak, dan ketahanan masyarakat di masa depan?