Radio Muhajir Project

Radio Muhajir Project

By Muhajir ProjectEducation
Download on the App Store

Radio Muhajir Project episodes

  • BANYAK UANG TAPI HIDUP ‘GERSANG’

    Bismillah,

    BANYAK UANG TAPI HIDUP ‘GERSANG’
    Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah
    Video pendek diambil dari Kajian Serial Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim
    165 “Kejujuran Nabi Muhammad ﷺ Dalam Berhijrah”
    https://www.youtube.com/live/k2ngJX7dKV0?si=pwWGTUlvdhGWSfWq

    2 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1316. "SEBUAH ANUGERAH DALAM HIDUP KITA"

    Bismillah,

    1316. SEBUAH ANUGERAH DALAM HIDUP KITA
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baik
    QS. Al-Kahfi: 60-66
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
    وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا
    60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.
    فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا
    61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.
    فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا
    62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.
    قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا
    63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.
    قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا
    64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.
    فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا
    65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.
    قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
    66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”

    ===

    Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin, insya Allah bersama:
    👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-
    1316. SEBUAH ANUGERAH DALAM HIDUP KITA
    YouTube:
    www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/
    Audio:
    radio.muhajirproject.com/
    🕠 Selasa, 30 Jan 2024 pukul 05.30 WIB
    📲 Silakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281295959542

    14 min
  • Kajian Wanita 167. "KETIKA SHALAT MENJADI PENYEJUK MATA" | Kitab Al-Wabilush Shayyib

    Bismillah,

    167. KETIKA SHALAT MENJADI PENYEJUK MATA
    Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
    Pasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalat
    Manusia dalarn melaksanakan shalat terbagi menjadi lima tingkatan:
    Pertama, tingkatan orang yang zhalim terhadap dirinya dan melampaui batas. Ia adalah orang yang tidak menyempurnakan wudhu'nya, tidak melaksanakan shalat pada waktunya, begitu pula dengan ketentuan-ketentuan dan rukun-rukunnya.
    Kedua, orang yang menjaga waktu-waktunya, ketentuan-ketentuannya, rukun-rukunnya yang nampak, wudhu`nya, akan tetapi ia telah menghilangkan kesungguhan jiwanya dalam menghalau perasaan waswas, yang pada akhirnya ia pergi bersama rasa waswas dan pikiran-pikiran yang melintas itu.
    Ketiga, orang yang menjaga ketentuan-ketentuannya, rukun-rukunnya dan bersungguh-sungguh dalam melawan waswas dan pikiran-pikiran yang melintas, dan sibuk dengan melawan musuhnya agar musuhnya itu tidak mencuri shalatnya. Orang seperti ini berada dalam shalat dan jihad.
    Keempat, orang yang apabila berdiri untuk menegakkan shalat, maka ia menyempurnakan hak-haknya, rukun-rukunnya dan ketentuan-ketentuannya, hatinya tenggelam dalam memperhatikan ketentuan-ketentuan dan hak-hak shalatnya agar ia tidak kehilangan sedikit pun darinya, bahkan seluruh keinginannya dialihkan kepada penegakan shalat itu sebagaimana mestinya dan penyempurnaannya. Sungguh hatinya telah tenggelam dalam urusan shalat dan ketaatan kepada Rabb-nya
    Kelima, orang yang apabila berdiri untuk menegakkan shalat ia juga berdiri untuk menegakkannya, meskipun seperti ini, ia telah mengambil dan meletakkan hatinya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, melihat dengan hatinya kepada-Nya, merasa diawasi oleh-Nya, dipenuhi dengan rasa cinta dan kebesaran-Nya, seolah-olah ia melihat dan menyaksikan-Nya. Sungguh perasaan waswas dan bisikan-bisikan itu telah lenyap darinya, dan penghalang antara ia dan Rabb-nya telah terangkat. Perbandingan antara orang seperti ini dan selainnya dalam melaksanakan shalat lebih afdhal dan lebih mulia dibandingkan apa yang ada di antara langit dan bumi, dan orang seperti ini sibuk dalam shalatnya dengan Rabb-nya dan senang dengan apa yang ia lakukan.
    Maka tingkatan yang pertama mendapatkan hukuman; yang kedua mendapatkan hisab; yang ketiga mendapatkan pengampunan; yang keempat mendapatkan ganjaran pahala; yang kelima mendapatkan kedekatan dengan Rabb-nya karena ia memiliki bagian di antara orang yang menjadikan penyejuk matanya berada pada pelaksanaan shalat. Siapa yang senang mengerjakan shalat semasa ia hidup di dunia, maka ia akan senang dengan mendapatkan kedekatan dengan Rabb-nya di akhirat kelak dan juga di dunia. Dan siapa yang menjadikan Allah sebagai penyejuk matanya, maka seluruh mata akan menjadi sejuk dengannya. Dan siapa saja yang tidak dijadikan sejuk pandangan matanya dengan Allah Ta'ala, maka jiwanya benar-benar terputus dengan dunia seraya menjadi penyesalan baginya.

    ===

    Ikuti Kajian Serial Wabilush Shayyib, insya Allah bersama:
    👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-
    167. KETIKA SHALAT MENJADI PENYEJUK MATA
    YouTube:
    www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/
    Audio:
    radio.muhajirproject.com/
    🕠 Senin, 29 Jan 2024 pukul 10.15 WIB
    📲 Silakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 0811862417

    20 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1315. "SAMPAIKAN ILMU YANG ALLAH ﷻ BERI"

    Bismillah,

    1315. SAMPAIKAN ILMU YANG ALLAH ﷻ BERI
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baik
    QS. Al-Kahfi: 60-66
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
    وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا
    60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.
    فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا
    61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.
    فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا
    62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.
    قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا
    63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.
    قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا
    64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.
    فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا
    65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.
    قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
    66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”

    ===

    Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin, insya Allah bersama:
    👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-
    1315. SAMPAIKAN ILMU YANG ALLAH ﷻ BERI
    YouTube:
    www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/
    Audio:
    radio.muhajirproject.com/
    🕠 Senin, 29 Jan 2024 pukul 05.30 WIB
    📲 Silakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281295959542

    12 min
  • 166. TIPS MENJADI ORANG JUJUR | Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim

    Bismillah,

    166. TIPS MENJADI ORANG JUJUR
    Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
    (Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
    Karya Ibnul Jama'ah
    Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
    9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
    Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
    Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
    Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.

    ===

    Ikuti Kajian Serial Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim, insya Allah bersama:
    👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-
    KAJIAN KE-166. TIPS MENJADI ORANG JUJUR
    YouTube:
    www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/
    Audio:
    radio.muhajirproject.com/
    🕠 Sabtu, 27 Januari 2024 pukul 17.00 WIB
    🕌 Masjid Nurul Iman, lt.7 Blok-M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
    https://goo.gl/maps/p26d1YXFeeT2
    📲 Silakan kirim pertanyaan via chat WhatsApp di https://wa.me/+6282123475508
    (tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

    1 hr 40 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1314. "TUJUAN PERJALANAN NABI MUSA -alaihissalam "-

    Bismillah,

    1314. TUJUAN PERJALANAN NABI MUSA ALAIHISSALAM
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baik
    QS. Al-Kahfi: 60-66
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
    وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا
    60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.
    فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا
    61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.
    فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا
    62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.
    قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا
    63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.
    قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا
    64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.
    فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا
    65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.
    قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
    66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”

    ===

    Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin, insya Allah bersama:
    👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-
    1314. TUJUAN PERJALANAN NABI MUSA -alaihissalam-
    YouTube:
    www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/
    Audio:
    radio.muhajirproject.com/
    🕠 Ahad, 28 Jan 2024 pukul 05.30 WIB
    📲 Silakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081295959542

    16 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1313. "KONSEKUENSI PARA PENGHAFAL AL-QURAN"

    Bismillah,

    1313. KONSEKUENSI PARA PENGHAFAL AL-QURAN
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baik
    Tanya jawab
    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah
    1313. KONSEKUENSI PARA PENGHAFAL AL- QUR’AN
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/cdRTWg9NC30?si=_KDYnb-a4T20uCL9

    39 min
  • TAMBAH UANG BULANAN ISTRI DI RAJAB

    Bismillah,

    TAMBAH UANG BULANAN ISTRI DI RAJAB
    Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah
    Video pendek diambil dari Kajian Serial Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim
    165. “Kejujuran Nabi Muhammad ﷺ Dalam Berhijrah”
    https://www.youtube.com/live/k2ngJX7dKV0?si=dvpw_dqbW6dOIo1p

    2 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1312. "INSECURE BERTEMU ORANG SHALIH"

    Bismillah,

    1312. INSECURE BERTEMU ORANG SHALIH
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baik
    Tanya jawab
    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah
    1312. INSECURE BERTEMU ORANG SHALIH
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/3GgO91TB_Nc?si=kKUM7itquxQl9l8V

    26 min
  • PEMICU MASALAH DI RUMAH TANGGA

    Bismillah,

    PEMICU MASALAH DI RUMAH TANGGA
    Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah
    Mutiara hikmah dari kajian kitab Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim:
    146. “Alasan Kita Dipuji Sama Orang”
    https://www.youtube.com/live/bjWO7WHNbAs?si=f4VSQ2qTbZrO-tq9

    2 min

About Radio Muhajir Project

From the publisher's feed

Kumpulan Kajian-Kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri حفظه الله تعالى

More shows like Radio Muhajir Project

Radio Rodja 756 AM by Radio Rodja 756AM

Radio Rodja 756 AM

7 Listeners

MPAQ by MPAQ

MPAQ

1 Listeners

Sirah Nabawiyah - Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA by Akhirat Selamanya

Sirah Nabawiyah - Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA

0 Listeners

The Holy Quran, Sheikh Maher Al-Muaiqly | القران الكريم ماهر المعيقلي by Sheikh Maher Al-Muaiqly

The Holy Quran, Sheikh Maher Al-Muaiqly | القران الكريم ماهر المعيقلي

25 Listeners