Radio Muhajir Project

Radio Muhajir Project

By Muhajir ProjectEducation
Download on the App Store

Radio Muhajir Project episodes

  • AGAR ALLAH KARUNIAKAN KITA 700 KALI LIPAT PAHALA

    Bismillah,

    AGAR ALLAH KARUNIAKAN KITA 700 KALI LIPAT PAHALA
    Sahabat, ada 700 kali lipat pahala yang Allah Ta’ala janjikan bagi setiap hamba-Nya yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Mari manfaatkan bulan Rajab yang mulia ini untuk meraih limpahan pahala tersebut, salah satunya dengan bersedekah.
    Sampaikan sedekah terbaik kita mulai dari yang terdekat, seperti keluarga, kerabat, hingga saudara jauh yang membutuhkan. Kita juga bisa terlibat dalam perjuangan menebar kebaikan melalui beragam program Muhajir Project Peduli yang insyaa Allah bermanfaat.
    Kejar kesempatan meraih ratusan kali lipat pahala di bulan mulia.
    Sampaikan sedekah terbaik kita melalui:
    CIMB Niaga Syariah
    860011785800
    (kode bank 022)
    a.n. Muhajir Peduli Indonesia
    (Jika tidak ada opsi CIMB Niaga Syariah, maka pilih CIMB Niaga)
    Ikuti Muhajir Project Peduli
    Facebook, Instagram, Youtube:
    @muhajirprojectpeduli
    Silakan ikuti juga:
    @muhajirproject
    @muhajirprojectsafar
    @muhajirprojectstore
    @muhajirprojecttilawah
    @muhajirprojectskill
    @muhajirprojectkids
    @muhajirprojectjanaiz

    2 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1311. "TERNYATA INI YANG DICARI NABI MUSA -alaihissalam "-

    Bismillah,

    1311. TERNYATA INI YANG DICARI NABI MUSA
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baik
    QS. Al-Kahfi: 60-66
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
    وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا
    60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.
    فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا
    61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.
    فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا
    62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.
    قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا
    63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.
    قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا
    64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.
    فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا
    65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.
    قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
    66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”

    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah
    1311. TERNYATA INI YANG DICARI NABI MUSA -alaihissalam-
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/IclfGMPiG68?si=pJq3KhadyFFJb4jf

    31 min
  • KULTUR MENGUTAMAKAN ORANG LAIN

    Bismillah,

    KULTUR MENGUTAMAKAN ORANG LAIN
    Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah
    Mutiara hikmah dari kajian kitab Riyadhush Shalihiin:
    251. “Cabang Perlombaan”
    https://www.youtube.com/live/emryki3xrEo?si=NjwEM4N8bKhyZAyR

    2 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1310. "BOLEHKAH AKU MENGIKUTIMU?"

    Bismillah,

    1310. BOLEHKAH AKU MENGIKUTIMU?
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baik
    QS. Al-Kahfi: 60-66
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
    وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا
    60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.
    فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا
    61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.
    فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا
    62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.
    قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا
    63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.
    قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا
    64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.
    فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا
    65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.
    قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
    66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”

    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah
    1310. BOLEHKAH AKU MENGIKUTIMU?
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/vcCYsLXA2Bc?si=5QxuP1ZK9WMGpuFo

    29 min
  • ’SKILL’ PENTING DALAM MENGHADAPI MASALAH

    Bismillah,

    ’SKILL’ PENTING DALAM MENGHADAPI MASALAH
    Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah
    Video pendek diambil dari Khutbah Jumat
    “Kapan Datangnya Pertolongan Allah ﷻ”
    https://youtu.be/M106W0w-VDo?si=R81pqOZzpw-YY8jh

    2 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1309. 'BEST EFFORT' DALAM KEHIDUPAN, MERENDAH DALAM UCAPAN"

    Bismillah,

    1309. 'BEST EFFORT' DALAM KEHIDUPAN, MERENDAH DALAM UCAPAN
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baik
    QS. Al-Kahfi: 60-66
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
    وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا
    60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.
    فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا
    61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.
    فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا
    62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.
    قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا
    63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.
    قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا
    64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.
    فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا
    65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.
    قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
    66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”

    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah
    1309. ‘BEST EFFORT’ DALAM KEHIDUPAN, MERENDAH DALAM UCAPAN
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/77EF1civXIg?si=moo5ePEG-c9mz1-I

    37 min
  • Al-Quran Mengangkat Derajat Seseorang

    Bismillah,

    Al-Quran Mengangkat Derajat Seseorang
    Mari menjadi bagian dari perjuangan para pembelajar Al Quran melalui program:
    1. Halaqah Iqra & Tajwid Spesial (HITS)
    2. Halaqah Iqra Ramadhan Spesial (HIRS)
    3. Halaqah Tahsin Al-Fatihah
    4. Pembinaan Pengajar Al-Quran
    5. Program-program Muhajir Project Tilawah lainnya
    Semoga kita turut mendapatkan aliran pahala dari Allah Ta’ala.
    Salurkan sedekah terbaik kita melalui:
    CIMB Niaga Syariah
    860013827500
    (kode bank 022)
    A.n. Muhajir Peduli Indonesia
    Bank Syariah Indonesia
    1111766234
    (kode bank 451)
    A.n. Yayasan Muhajir Peduli Indonesia

    4 min
  • Kajian Wanita 166. "INGIN MATA BERBINAR? LAKUKAN HAL INI" | Kitab Al-Wabilush Shayyib

    Bismillah,

    166. INGIN MATA BERBINAR? LAKUKAN HAL INI
    Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
    Pasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalat
    Manusia dalarn melaksanakan shalat terbagi menjadi lima tingkatan:
    Pertama, tingkatan orang yang zhalim terhadap dirinya dan melampaui batas. Ia adalah orang yang tidak menyempurnakan wudhu'nya, tidak melaksanakan shalat pada waktunya, begitu pula dengan ketentuan-ketentuan dan rukun-rukunnya.
    Kedua, orang yang menjaga waktu-waktunya, ketentuan-ketentuannya, rukun-rukunnya yang nampak, wudhu`nya, akan tetapi ia telah menghilangkan kesungguhan jiwanya dalam menghalau perasaan waswas, yang pada akhirnya ia pergi bersama rasa waswas dan pikiran-pikiran yang melintas itu.
    Ketiga, orang yang menjaga ketentuan-ketentuannya, rukun-rukunnya dan bersungguh-sungguh dalam melawan waswas dan pikiran-pikiran yang melintas, dan sibuk dengan melawan musuhnya agar musuhnya itu tidak mencuri shalatnya. Orang seperti ini berada dalam shalat dan jihad.
    Keempat, orang yang apabila berdiri untuk menegakkan shalat, maka ia menyempurnakan hak-haknya, rukun-rukunnya dan ketentuan-ketentuannya, hatinya tenggelam dalam memperhatikan ketentuan-ketentuan dan hak-hak shalatnya agar ia tidak kehilangan sedikit pun darinya, bahkan seluruh keinginannya dialihkan kepada penegakan shalat itu sebagaimana mestinya dan penyempurnaannya. Sungguh hatinya telah tenggelam dalam urusan shalat dan ketaatan kepada Rabb-nya
    Kelima, orang yang apabila berdiri untuk menegakkan shalat ia juga berdiri untuk menegakkannya, meskipun seperti ini, ia telah mengambil dan meletakkan hatinya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, melihat dengan hatinya kepada-Nya, merasa diawasi oleh-Nya, dipenuhi dengan rasa cinta dan kebesaran-Nya, seolah-olah ia melihat dan menyaksikan-Nya. Sungguh perasaan waswas dan bisikan-bisikan itu telah lenyap darinya, dan penghalang antara ia dan Rabb-nya telah terangkat. Perbandingan antara orang seperti ini dan selainnya dalam melaksanakan shalat lebih afdhal dan lebih mulia dibandingkan apa yang ada di antara langit dan bumi, dan orang seperti ini sibuk dalam shalatnya dengan Rabb-nya dan senang dengan apa yang ia lakukan.
    Maka tingkatan yang pertama mendapatkan hukuman; yang kedua mendapatkan hisab; yang ketiga mendapatkan pengampunan; yang keempat mendapatkan ganjaran pahala; yang kelima mendapatkan kedekatan dengan Rabb-nya karena ia memiliki bagian di antara orang yang menjadikan penyejuk matanya berada pada pelaksanaan shalat. Siapa yang senang mengerjakan shalat semasa ia hidup di dunia, maka ia akan senang dengan mendapatkan kedekatan dengan Rabb-nya di akhirat kelak dan juga di dunia. Dan siapa yang menjadikan Allah sebagai penyejuk matanya, maka seluruh mata akan menjadi sejuk dengannya. Dan siapa saja yang tidak dijadikan sejuk pandangan matanya dengan Allah Ta'ala, maka jiwanya benar-benar terputus dengan dunia seraya menjadi penyesalan baginya.

    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Serial Wabilush Shayyib insyaa Allah bersama:
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah
    166. INGIN MATA BERBINAR? LAKUKAN HAL INI
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di https://www.youtube.com/live/mItyOBV9OCI?si=gr6FBEyCEPxbpaRF

    56 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1308. "SIFAT RAHMAH RASULULLAH ﷺ DALAM KESEHARIAN"

    Bismillah,

    1308. SIFAT RAHMAH RASULULLAH ﷺ DALAM KESEHARIAN
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baik
    QS. Al-Kahfi: 60-66
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
    وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا
    60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.
    فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا
    61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.
    فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا
    62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.
    قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا
    63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.
    قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا
    64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.
    فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا
    65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.
    قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
    66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”

    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah
    1308. SIFAT RAHMAH RASULULLAH ﷺ
    DALAM KESEHARIAN
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/3y86cn2XTZc?si=502_Zr8h9UJYa1uP

    32 min
  • 165. KEJUJURAN NABI MUHAMMAD ﷺ DALAM BERHIJRAH | Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim

    Bismillah,

    165. KEJUJURAN NABI MUHAMMAD ﷺ DALAM BERHIJRAH
    Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
    (Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
    Karya Ibnul Jama'ah
    Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
    9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
    Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
    Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
    Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.

    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Rutin Serial Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim bersama,
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah,
    165. KEJUJURAN NABI MUHAMMAD ﷺ DALAM BERHIJRAH
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/gKMI630RsuU?si=YhwdWZINvFurKgzy

    1 hr 43 min

About Radio Muhajir Project

From the publisher's feed

Kumpulan Kajian-Kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri حفظه الله تعالى

More shows like Radio Muhajir Project

Radio Rodja 756 AM by Radio Rodja 756AM

Radio Rodja 756 AM

7 Listeners

MPAQ by MPAQ

MPAQ

1 Listeners

Sirah Nabawiyah - Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA by Akhirat Selamanya

Sirah Nabawiyah - Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA

0 Listeners

The Holy Quran, Sheikh Maher Al-Muaiqly | القران الكريم ماهر المعيقلي by Sheikh Maher Al-Muaiqly

The Holy Quran, Sheikh Maher Al-Muaiqly | القران الكريم ماهر المعيقلي

25 Listeners