Doa Ketika Galau adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Al-Adabul Mufrad. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. pada Senin, 15 Rabi’ul akhir 1441 H / 30 November 2020 M.
Kajian sebelumnya: Doa Memohon Ampunan dan Keselamatan
Ceramah Agama Islam Tentang Doa Ketika Galau
Al-Imam Bukhari di bab nomer 292, beliau menyebutkan tentang بَابُ الدُّعَاءِ عِنْدَ الكَرْبِ (Bab doa tatkala kita sedang gundah/galau/ada sesuatu yang menimpa kita). Di masa pandemi yang belum berakhir ini, berapa banyak manusia-manusia yang ingin tenang hidupnya, tapi ada yang mengganggunya.
Kadangkala dia berangkat rekreasi bersama keluarga, seperti kisah kemarin seorang Ayah dan Ibu dengan tiga anaknya, dia berharap mendapatkan sedikit hiburan, tapi ternyata Sang Bapak pulang dengan istri dan anaknya diseret oleh banjir. Yang terkadang membuat orang tua menjadi galau.
Kadangkala ada cita-cita yang tidak yang tidak tercapai, ada keinginan-keinginan yang tidak terlaksanan sehingga membuatmu menjadi galau.
Orang yang tidak beriman, tatkala ditimpa oleh kegalauan, mungkin dia dibully, mungkin dia disakiti, mungkin dia ditimpa oleh hutang yang melilitnya. Jika ini menimpa orang-orang yang imannya lemah, maka terkadang dia memilih untuk bunuh diri atau dia mencari solusi di tempat yang membawa kepada bencana terhadap kehidupan akhirat dia.
Inilah kehidupan dunia, hari ini mungkin kau tersenyum bergembira, tapi bisa jadi besok engkau menangis.
Seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dia akan menghadapi semuanya dengan bantuan Sang Pencipta, karena dia percaya. Maka apa yang dibaca seseorang tatkala mendapatkan musibah, tatkala dengan keluarganya terkena covid-19, tatkala usahanya bangkrut atau dia di-PHK, apa yang harus dilakukan?
Imam Bukhari mengatakan:
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ ، حَدَّثَنَا قَتَادَةُ ، عَنْ أَبِي العَالِيَةِ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو عِنْدَ الكَرْبِ يَقُولُ : لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ، وَرَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ
Telah mengajarkan kepada kami Muslim, bia berkata: telah mengajarkan kepada kami Hisyam, dia berkata: telah mengajarkan kepada kami Qatadah, dia berkata: aku meriwayatkan dari Abul ‘Aliyah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, dia berkata: “Biasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tatkala ditimpa perkara yang menyusahkan, yang membuat beliau kepikiran dengan perkara tersebut (kegundahan), beliau membaca:
لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ، وَرَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ
Beliau kembali mengingatkan kepada dirinya, menanamkan ke dalam jiwanya, menyirami tauhidnya, yaitu dengan mengatakan: “Tiada Tuhan yang benar yang berhak disembah kecuali Allah…”
Seseorang biasanya kalau susah, dia akan mencari tempat berlindung, mencari tempat meminta pertolongan, mencari orang yang dapat membuatnya keluar dari kesulitan dan kesukaran, dia akan mencari hal itu. Sehingga kalau kita melihat tempat-tempat kesyirikan, itu terkadang yang banyak datang ke sana adalah orang yang sedang susah, dia mencari solusi.
Orang yang hendak tenggelam terseret banjir, apapun yang ada di mata dia itu dia pegang karena dia pikir akan menyelamatkan dia walaupun ternyata yang dia pegang ...