5 Nasihat dalam Menghadapi Ujian dan Fitnah merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Qotadah. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 09 Rabi’ul Akhir 1441 H / 24 November 2020 M.
Kajian Islam Ilmiah Tentang 5 Nasihat dalam Menghadapi Ujian dan Fitnah
Baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menjelaskan:
الدِّينُ النَّصِيحَةُ
“Agama itu adalah nasihat.”
Lalu para sahabat bertanya: “Kepada siapa?” Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab:
لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ
“Kepada Allah, kepada kitab-kitab Allah, kepada Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kepada para pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin secara menyeluruh.” (HR. Muslim)
Tentunya kita berada di akhir zaman, dan tentunya dekat dengan waktu hari kiamat. Yang mana Baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menjelaskan dalam sejumlah yang menunjukkan dekatnya dengan hari kiamat. Walaupun sudah barang tentu kita tidak mengetahui kapan akan hari kiamat, seberapa lama lagi hari kiamat, itu adalah ilmu yang dirahasiakan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tetapi Baginda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengisyaratkan tentang dekatnya hari kiamat. Sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadits:
بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ، وَيُشِيرُ بِإِصْبَعَيْهِ فَيَمُدُّ هُمَا.
“Jarak diutusnya aku dan hari kiamat seperti dua (jari) ini.” Beliau memberikan isyarat dengan kedua jarinya (jari telunjuk dan jari tengah), lalu merenggangkannya. (HR. Bukhari)
Lalu Baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengisyaratkan sebagaimana disebutkan dalam hadits ‘Abdullah Ibnu Mas’ud Radhiayllahu Ta’ala ‘Anhu yang dikeluarkan oleh Imam Ad-Darimi, oleh Imam Ibnu Abi Syaibah dan hadits ini dishahihkan oleh para ulama, salah satunya oleh Asy-Syaikh Al-Albani Rahimahullahu Ta’ala. Apa kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?
كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا لَبِسَتْكُمْ فِتْنَةٌ ، يَرْبُو فِيهَا الصَّغِيرُ وَ يَهْرَمُ فِيهَا الْكَبِيرُ، إِذَا تُرِكَ مِنْهَا شَيْءٌ قِيلَ : تُرِكَتِ السُّنَّةُ ، قَالُوا : متى ذاك يا أبا عبدِ الرحمنِ؟ قَالَ : إِذَا ذَهَبَتْ عُلَمَاؤُكُمْ ، وَكَثُرَتْ جُهَلَاؤُكُمْ ، وَكَثُرَتْ قُرَّاؤُكُمْ ، وَقَلَّتْ فُقَهَاؤُكُمْ ، وَكَثُرَتْ أُمَرَاؤُكُمْ ، وَقَلَّتْ أُمَنَاؤُكُمْ ، وَالْتُمِسَتِ الدُّنْيَا بِعَمَلِ الْآخِرَةِ ، وَتُفُقِّهَ لِغَيْرِ الدِّينِ
Bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengisyaratkan tentang keadaan di akhir zaman, yaitu tentunya zaman yang kita lewati hari ini dan zaman yang akan dilewati orang-orang setelah kita tentunya. Beliau mengatakan:
“Bagaimana sikap kalian apabila fitnah telah mengelilingi kalian?”
Artinya fitnah telah berada di sekitar kita dan kita telah diliputi oleh fitnah, kita telah dihadapkan kepada fitnah dari depan, dari belakang, dari kanan, dari kiri, dari berbagai unsur kehidupan, fitnah berada di tengah-tengah. Dan fitnah itupun berkepanjangan, lama, berkesinambungan dan semakin dahsyat dari satu waktu ke waktu yang lainnya. Sampai disebutkan di dalam hadits ini:
يَرْبُو فِيهَا الصَّغِيرُ وَ يَهْرَمُ فِيهَا الْكَبِيرُ
“Anak-anak kecil menjadi dewasa dan orang yang tua menjadi pikun.”
“Yaitu apabila kebanyakan dari umat ini telah meninggalkan sunnah.”
Lalu para sahabat bertanya: “Kapan akan terjadi hal itu Wahai Abu Abdurrahman?” Maka beliau menjawab: “Apabila telah pergi para ulamanya.